Banyak orang mengenal sit up sejak pelajaran olahraga di sekolah. Berbaring di matras, kaki ditahan teman, lalu bangkit berulang kali sambil dihitung. Saat dewasa, gerakan ini sering dipilih lagi dengan harapan perut menjadi lebih rata.
Setelah beberapa sesi, sebagian orang justru merasakan leher pegal atau punggung bawah kurang nyaman. Keluhan ini bisa berkaitan dengan cara bangkit, posisi tangan, dan jumlah pengulangan yang langsung banyak.
Artikel ini membahas pengertian sit up, hasilnya bagi perut, langkah yang ramah bagi leher dan punggung, bedanya dengan crunch dan plank, serta siapa yang perlu berhati-hati.
Pengertian Sit Up dan Otot yang Ikut Bekerja
Sit up adalah latihan penguatan otot perut yang memakai berat badan sendiri sebagai beban. Gerakannya dimulai dari posisi berbaring telentang dengan lutut ditekuk, lalu tubuh bagian atas diangkat hingga duduk dan diturunkan kembali. NHS mencontohkan sit up dan push up sebagai latihan kekuatan dengan berat badan sendiri.
Selain otot perut, sit up banyak memakai otot penekuk pinggul atau hip flexor. Menurut Harvard Health, otot ini membentang dari paha hingga ruas tulang belakang di punggung bawah, sehingga kondisinya ikut memengaruhi rasa nyaman di punggung. Kerja sama otot perut, pinggul, dan punggung ini menggambarkan fungsi otot sebagai penggerak sekaligus penopang tubuh.
Apakah Sit Up Bisa Mengecilkan Perut?
Jawaban singkatnya, sit up mengencangkan otot perut, sedangkan lemak perut berkurang lewat aktivitas fisik rutin dan pola makan. Harvard Health menyebut latihan yang menyasar satu area, seperti sit up, tidak menjangkau lemak di sekitar organ dalam atau lemak viseral.
Lemak ini berada di bawah dinding perut, di sekitar hati, usus, dan organ lainnya. Harvard Health mengaitkannya dengan sejumlah penyakit kronis, termasuk penyakit jantung, sehingga perut buncit layak diperhatikan.
Harvard Health menyarankan aktivitas intensitas sedang setidaknya 30 menit hampir setiap hari, seperti jalan cepat atau bersepeda santai, ditambah pola makan seimbang untuk mencapai berat badan sehat.
Manfaat Sit Up yang Bisa Anda Harapkan
Sit up yang dilakukan dengan teknik tepat memberi manfaat berikut:
Otot perut lebih kencang dan kuat. Harvard Health menyebut latihan seperti sit up bisa mengencangkan otot perut. NHS memasukkan otot perut ke dalam kelompok otot besar yang perlu dilatih rutin.
Mendukung kestabilan tulang belakang. MSD Manual menjelaskan latihan untuk menguatkan otot perut, bokong, dan punggung, atau otot inti, membantu menstabilkan tulang belakang dan mengurangi beban pada bantalan tulang belakang atau diskus. Kemenkes juga memasukkan latihan otot inti dan punggung ke dalam langkah pencegahan nyeri punggung bawah.
Praktis dilakukan di rumah. Sit up cukup membutuhkan matras atau lantai beralas. Kemenkes menyebut latihan dengan berat badan sendiri, yang dikenal sebagai kalistenik, membangun kekuatan otot sekaligus melatih keseimbangan, kelenturan, koordinasi, dan daya tahan.
Langkah Sit Up yang Lebih Ramah bagi Leher dan Punggung
Gunakan matras atau alas yang empuk, lalu ikuti langkah berikut:
Berbaring dengan lutut ditekuk. Telapak kaki menapak di lantai, sementara punggung dan kepala bertumpu rata di matras.
Silangkan tangan di depan dada. Posisi dari panduan MSD Manual ini membuat tangan tidak menarik kepala ke depan.
Kencangkan otot perut. Tahan kontraksi ringan di perut sebelum tubuh mulai terangkat.
Bangkit perlahan. Angkat kepala, bahu, lalu punggung secara bertahap dengan tenaga otot perut. Jaga kepala sedikit ke belakang sehingga dagu tidak menempel ke dada.
Turun dengan terkendali. Lepaskan kontraksi perut, lalu turunkan tubuh perlahan hingga kembali ke matras.
Bila bangkit penuh masih terasa berat, mulailah dari versi pendek. Untuk membantu mencegah nyeri punggung bawah, MSD Manual mencontohkan gerakan mengangkat bahu sekitar 25 cm dari lantai sebanyak 3 set berisi 10 kali. Hentikan latihan apa pun yang memicu atau menambah nyeri punggung.
Beda Sit Up, Crunch, dan Plank
Ketiga gerakan ini sama-sama melatih otot di sekitar perut, dengan rentang gerak dan tumpuan yang berbeda.
Tabel ini membantu mengenali pola yang umum dan bukan alat diagnosis.
Harvard Health mencatat plank kini menjadi acuan utama untuk melatih otot inti, sementara sit up dan crunch klasik mulai ditinggalkan. Bila punggung bawah mudah pegal saat sit up, plank dengan posisi yang benar bisa menjadi alternatif.
Mengapa Leher dan Punggung Bawah Bisa Pegal setelah Sit Up?
Harvard Health menjelaskan sit up mendorong lengkung tulang belakang ke lantai sambil banyak memakai otot penekuk pinggul. Bila otot ini terlalu kuat atau kaku, tarikannya pada tulang belakang bagian bawah bisa menimbulkan rasa tidak nyaman.
Kemenkes juga menyebut ketegangan otot akibat aktivitas fisik berlebihan atau postur tidak tepat sebagai salah satu penyebab nyeri punggung bawah. Karena itu, tambahkan jumlah sit up secara bertahap.
Kemenkes menyebut otot leher bisa kaku dan tegang akibat postur yang kurang baik. Saat sit up, dagu yang ditarik ke dada atau kepala yang tertarik oleh tangan membuat leher menekuk jauh dari posisi netralnya. Keluhan leher belakang sakit yang muncul setiap kali berlatih menjadi tanda untuk memperbaiki posisi kepala dan tangan.
Berapa Kali Sit Up yang Dianjurkan dalam Seminggu?
Jumlah sit up menyesuaikan kemampuan masing-masing. NHS menganjurkan latihan kekuatan yang melatih semua kelompok otot besar, termasuk otot perut, setidaknya 2 hari per minggu. Setiap gerakan dilakukan sampai Anda perlu jeda singkat sebelum mengulanginya.
Kemenkes menyarankan pemula memulai dari gerakan sederhana dan intensitas rendah, lalu menaikkan tingkat kesulitan secara bertahap. Sesi latihan dengan berat badan sendiri selama 15 sampai 30 menit sudah bisa memberi manfaat. Bila Anda baru kembali aktif, atur pula persiapan olahraga untuk pemula.
Sit up bisa dipadukan dengan push up agar kelompok otot lain ikut terlatih. Lengkapi dengan aktivitas intensitas sedang setidaknya 150 menit atau intensitas berat 75 menit per minggu, sesuai anjuran NHS, lewat jenis dan durasi olahraga yang Anda sukai.
Siapa yang Perlu Menunda atau Mengganti Sit Up?
Kondisi berikut membutuhkan penyesuaian gerakan atau saran tenaga kesehatan lebih dulu:
Ibu hamil dan ibu setelah melahirkan. Cleveland Clinic menyarankan menghindari sit up dan crunch yang menekan otot perut setelah usia kehamilan 12 minggu dan pada masa setelah melahirkan.
Orang dengan otot perut terpisah. Kondisi yang disebut diastasis recti ini adalah terpisahnya otot perut bagian depan atau rectus abdominis, dan dialami 6 dari 10 perempuan setelah melahirkan. Tandanya antara lain tonjolan di atas atau di bawah pusar dan nyeri punggung bawah. Saat bangun dari berbaring, berguling ke samping lalu dorong tubuh dengan lengan.
Orang dengan gangguan tulang belakang. Kemenkes menyebut herniasi diskus, penyempitan saluran tulang belakang, osteoartritis, dan skoliosis sebagai kondisi yang bisa memicu nyeri punggung bawah. Jenis latihan dan fisioterapi sebaiknya ditentukan bersama dokter atau fisioterapis.
Orang dengan tulang keropos atau rapuh. Tulang keropos atau osteoporosis membuat tulang mudah patah. Panduan latihan untuk tulang keropos dari pemerintah negara bagian New Jersey, Amerika Serikat, menganjurkan menghindari sit up dan crunch karena keduanya membungkukkan tulang belakang ke depan. Hindari kedua gerakan ini kecuali dokter atau fisioterapis menyatakan aman, dan tanyakan dulu latihan perut yang sesuai.
Orang dengan nyeri leher yang menjalar. Nyeri, kesemutan, atau lemah yang menjalar ke lengan, tangan, atau jari bisa menandakan radikulopati, yaitu saraf yang terjepit atau terganggu. Periksakan keluhan ini sebelum melanjutkan latihan perut.
Orang yang lama tidak berolahraga atau punya kondisi medis. NHS menyarankan berbicara dengan dokter lebih dulu sebelum mulai berlatih.
Tanda Nyeri yang Perlu Segera Diperiksakan
Segera periksakan diri ke dokter bila nyeri punggung atau leher disertai tanda berikut:
Mati rasa atau lemah pada satu atau kedua tungkai. MSD Manual menyebut keluhan ini bisa menandakan gangguan saraf atau tekanan pada sumsum tulang belakang.
Sulit buang air kecil atau tidak bisa menahan buang air kecil dan besar. Gejala ini juga termasuk tanda gangguan saraf yang perlu diperiksa secepatnya.
Demam, berat badan turun, atau nyeri hebat di malam hari. Penyebabnya bisa berasal dari luar otot dan perlu dievaluasi dokter.
Nyeri leher yang makin berat atau berlangsung lama. Kemenkes menyarankan segera mencari perawatan medis, apalagi bila disertai gejala lain yang mengkhawatirkan.
Celah di tengah perut lebih dari dua jari atau terasa nyeri. Cleveland Clinic menyarankan menghubungi tenaga kesehatan untuk mendapatkan diagnosis.
Bila Anda lama tidak berolahraga atau memiliki penyakit kronis, medical check up sebelum memulai program latihan membantu dokter menilai kondisi Anda secara menyeluruh.
Latih Otot Perut secara Bertahap dengan Gerakan yang Nyaman
Sit up adalah latihan sederhana untuk menguatkan otot perut. Manfaatnya terasa saat gerakan dilakukan perlahan dengan leher dan punggung terjaga, lalu dipadukan dengan aktivitas aerobik dan pola makan seimbang.
Pilih variasi yang nyaman bagi tubuh Anda, dari crunch hingga plank, lalu tambah jumlahnya sedikit demi sedikit. Bila Anda ingin berdiskusi tentang pemeriksaan kesehatan sebelum memulai program latihan, hubungi CS Bumame lewat WhatsApp.
Lokasi Klinik Bumame
1. Klinik Bumame BSD
Ruko Northridge B1 No.16, Rw. Mekar Jaya, Kecamatan Serpong, Tangerang, Banten 15310
2. Klinik Bumame TB Simatupang
Jl. TB Simatupang No.33, RT.1/RW.5, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, DKI Jakarta 12550
3.Klinik Bumame Puri
Ruko Sentra Niaga Puri Indah Blok T6/23 RT.1/RW.2, Kembangan Sel., Kec. Kembangan, Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11610
4. Klinik Bumame Cideng
JAC Building, Jl. Jati Baru Raya No.28 5, Petojo Sel., Kecamatan Gambir, Kota Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10160
5. Klinik Bumame Kelapa Gading
Ruko Mall of Indonesia, Italian Walk Blok C 15-16, RT.18/RW.8, Klp. Gading Bar., Kec. Klp. Gading, Jkt Utara, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 14240
Referensi
Kementerian Kesehatan RI, Ayo Sehat. Nyeri Punggung Bawah (Low Back Pain).
Kementerian Kesehatan RI, Ayo Sehat. Sakit Leher.
Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan, Kementerian Kesehatan RI. Kalistenik, Revolusi Sehat Tanpa Biaya di Era Modern.
Harvard Health Publishing. Want a Stronger Core? Skip the Sit-Ups.
Harvard Health Publishing. Taking Aim at Belly Fat.
NHS. Physical Activity Guidelines for Adults Aged 19 to 64.
MSD Manual Consumer Version, Peter J. Moley, MD. Low Back Pain.
Cleveland Clinic. Diastasis Recti (Abdominal Separation), Causes and Treatment.
New Jersey Department of Human Services and The Interagency Council on Osteoporosis. Osteoporosis Exercise Do's and Don'ts.
Ditinjau secara medis oleh dr. Denizha Irfani
Frequently Asked Question
Sit up adalah latihan untuk otot apa?
Sit up melatih otot perut dan melibatkan otot penekuk pinggul yang membentang dari paha ke punggung bawah. Gerakan ini termasuk latihan kekuatan yang menggunakan berat badan sendiri sebagai beban.
Apakah sit up bisa mengecilkan perut buncit?
Sit up membantu menguatkan dan mengencangkan otot perut, tetapi tidak secara khusus menghilangkan lemak perut. Pengurangan lemak memerlukan aktivitas fisik rutin dan pola makan seimbang.
Apa beda sit up dan crunch?
Sit up mengangkat tubuh bagian atas hingga posisi duduk, sedangkan crunch hanya mengangkat bahu dari lantai. Crunch memiliki rentang gerak lebih pendek dan dapat menjadi alternatif bagi orang yang kesulitan melakukan sit up penuh.
Bagaimana cara sit up agar leher tidak sakit?
Silangkan tangan di depan dada, jaga dagu agar tidak menempel ke dada, lalu bangkit perlahan menggunakan otot perut. Hindari menarik kepala dengan tangan. Hentikan latihan dan periksakan diri jika nyeri leher memburuk atau menjalar ke lengan.
Berapa kali sit up yang dianjurkan dalam seminggu?
Latihan kekuatan yang mencakup otot perut dianjurkan setidaknya dua hari per minggu. Pemula sebaiknya memulai dengan jumlah sedikit, lalu meningkatkan pengulangan secara bertahap sesuai kemampuan tubuh.
