Mau pesan layanan Homecare Bumame? Klik disini.

Mau pesan layanan Homecare Bumame? Klik disini.

Mulut Terasa Pahit dan Mual: Penyebab dan Cara Meredakannya
Kembali ke Artikel & Berita

Mulut Terasa Pahit dan Mual: Penyebab dan Cara Meredakannya

SBATips Kesehatan

Lidah terasa pahit begitu bangun tidur, lalu perut ikut mual saat melihat sarapan. Banyak orang menganggapnya masuk angin dan menunggu keluhan reda sendiri.

Kombinasi ini sering berkaitan dengan asam lambung, tetapi obat, awal kehamilan, masalah gigi dan mulut, atau infeksi juga bisa memicunya. Penanganannya mengikuti pemicu tersebut.

Artikel ini membahas penyebab yang umum beserta polanya, langkah meredakan di rumah, dan tanda yang perlu segera diperiksakan.

Mengapa Mulut Pahit dan Mual Sering Muncul Bersamaan?

Rasa pahit tanpa makan sesuatu yang pahit bisa muncul saat cairan dari saluran cerna naik ke mulut, saat ada masalah gigi dan mulut, atau saat indra pengecap terganggu. Gangguan pengecap yang membuat rasa tidak enak menetap di mulut disebut disgeusia.

Mual adalah mekanisme pertahanan tubuh berupa rasa tidak nyaman di perut yang membuat seseorang ingin muntah. Sejumlah kondisi memicu keduanya sekaligus. Kemenkes mencatat mual dan rasa pahit di mulut sebagai gejala GERD. Perubahan hormon saat hamil dan sebagian obat juga bisa memengaruhi keduanya.

Penyebab yang Umum dan Ciri Pembedanya

1. Asam Lambung Naik atau GERD

GERD terjadi ketika asam lambung dan isi perut mengalir kembali ke kerongkongan. Konsensus Perkumpulan Gastroenterologi Indonesia (PGI) menggambarkan regurgitasi, yaitu isi lambung yang naik kembali, sebagai rasa asam dan pahit di mulut. Kemenkes juga mencatat mual, bau mulut, dan gigi berlubang sebagai gejala yang bisa menyertai rasa panas di dada.

Keluhan cenderung muncul setelah makan terlalu banyak, makan malam terlalu larut, atau berbaring segera setelah makan. Makanan berlemak, pedas, dan gorengan, kegemukan, merokok, serta tekanan pada perut saat hamil termasuk pemicunya. Rasa panas di dada dan makanan yang naik ke mulut juga menjadi ciri asam lambung naik.

2. Refluks Empedu

Empedu adalah cairan pencernaan yang membantu tubuh mencerna lemak. Pada refluks empedu, cairan yang seharusnya mengalir ke usus dua belas jari berbalik ke lambung dan kadang sampai ke kerongkongan. Gejalanya menurut Cleveland Clinic meliputi rasa pahit di mulut, mual, muntah kuning kehijauan, nyeri perut, dan suara serak.

Keluhannya mirip asam lambung naik dan keduanya bisa muncul bersamaan. Bedanya, obat penetral asam (antasida) yang biasa dipakai tidak meredakan refluks empedu. Risikonya lebih tinggi setelah operasi lambung atau pengangkatan kantong empedu, serta pada orang dengan penyakit kantong empedu, tukak lambung, atau riwayat merokok. Kemenkes juga mencatat batu empedu sebagai penyakit yang bisa menimbulkan mual.

3. Efek Samping Obat dan Terapi Kanker

Obat resep, obat bebas, vitamin, dan suplemen bisa meninggalkan rasa pahit serta mulut kering. NIDCD menyebut sebagian antibiotik dan antihistamin sebagai contoh obat yang bisa mengganggu indra pengecap. Kemenkes juga mencatat obat asma, tekanan darah tinggi, alergi, dan obat penenang sebagai pemicu asam lambung naik.

Beberapa obat juga memicu mual, dan mual termasuk efek samping obat kemoterapi yang membuat asupan cairan sulit dijaga. Terapi radiasi di kepala dan leher juga bisa mengubah rasa di mulut. Bila keluhan muncul setelah memulai obat baru, sampaikan kepada dokter dan lanjutkan obat sesuai arahannya.

4. Perubahan Hormon pada Awal Kehamilan

Kemenkes menyebut tidak datangnya haid sebagai tanda pertama kehamilan. Pada trimester pertama, pencernaan berjalan lebih lambat sehingga makanan lebih lama berada di lambung dan menimbulkan mual. Ibu hamil juga bisa mengalami perubahan rasa di mulut dan mengidam makanan yang tidak biasa.

Menurut Cleveland Clinic, naik turunnya hormon estrogen dan progesteron bisa mengubah kepekaan indra pengecap, sehingga keluhan serupa juga bisa muncul saat menopause. Bila mual dan rasa pahit datang bersama haid yang terlambat, ciri awal kehamilan lain dan tes kehamilan membantu memastikannya.

5. Kurang Minum dan Masalah Gigi atau Mulut

Menurut Cleveland Clinic, kurang minum termasuk alasan umum mulut terasa tidak enak. Gigi berlubang yang parah, infeksi, dan abses atau kantong nanah juga bisa menimbulkan rasa pahit. Plak dan bakteri menumpuk bila gigi tidak disikat dengan benar, lalu meninggalkan rasa tidak enak.

Kaitannya dengan mual bisa berupa lingkaran. Mual bisa membuat seseorang enggan minum, lalu mulut yang kering membuat rasa pahit makin terasa.

6. Hidung Tersumbat dan Infeksi

Pilek, alergi, sinusitis, atau COVID-19 bisa membuat hidung tersumbat sehingga indra pengecap ikut terganggu. Bernapas lewat mulut membuat lidah lebih kering, dan obat dekongestan juga bisa menimbulkan rasa tidak enak. Infeksi dari makanan atau minuman yang tercemar juga bisa memicu mual.

Penyebab lain yang disebut Cleveland Clinic adalah infeksi jamur di mulut yang meninggalkan bercak putih di lidah, infeksi ginjal, dan hepatitis, yaitu peradangan hati yang menjadi salah satu bentuk gangguan fungsi hati. Rasa tidak enak yang disertai berat badan turun atau mudah lelah perlu diperiksakan, karena diabetes dan penyakit hati kadang diawali keluhan ringan.

Mencocokkan Pola Keluhan dengan Pemicunya

Pola keluhan membantu mempersempit kemungkinan penyebab.

Kemungkinan penyebab

Pola yang sering menyertai

Langkah awal

Asam lambung naik (GERD)

Pahit atau asam setelah makan banyak atau saat berbaring, dada panas

Atur porsi dan jam makan

Refluks empedu

Muntah kuning kehijauan, nyeri perut, riwayat operasi lambung atau kantong empedu

Periksakan ke dokter

Obat atau terapi kanker

Muncul setelah mulai obat, vitamin, suplemen, atau kemoterapi

Diskusikan dengan dokter sebelum mengubah obat

Awal kehamilan

Terlambat haid, mual di trimester pertama, mengidam

Tes kehamilan dan periksa ke dokter atau bidan

Kurang minum atau masalah mulut

Mulut kering, gigi berlubang, bau mulut, bercak putih di lidah

Perbanyak minum dan periksa ke dokter gigi

Hidung tersumbat atau infeksi

Pilek, alergi, bernapas lewat mulut

Istirahat, cukupi cairan, periksa bila keluhan menetap

Tabel ini membantu mengenali pola yang umum dan bukan alat diagnosis.

Kapan Perlu ke IGD atau Konsultasi Dokter?

Segera ke IGD bila mual disertai muntah yang berlangsung lebih dari 24 jam, muntah darah berwarna merah terang atau seperti kopi, atau nyeri dada. Hal yang sama berlaku untuk sakit kepala hebat, leher kaku, linglung, penurunan kesadaran, demam tinggi, atau penglihatan kabur.

Ibu hamil perlu segera menemui dokter bila mual dan muntah terjadi terus-menerus dan berlebihan. Menurut Kemenkes, kondisi ini bisa menyebabkan kekurangan gizi, dehidrasi atau kekurangan cairan, dan penurunan kesadaran.

Jadwalkan konsultasi bila mual berlangsung lama atau disertai diare, muntah, atau tanda kekurangan cairan. Rasa pahit yang bertahan lebih dari seminggu, asam lambung yang sering kambuh, sulit atau nyeri saat menelan, berat badan turun tanpa sebab, dan buang air besar berwarna hitam juga perlu diperiksakan.

Pemeriksaan untuk Menemukan Sumber Rasa Pahit dan Mual

Dokter biasanya menanyakan kapan rasa pahit muncul, kaitannya dengan makan dan posisi tubuh, obat atau suplemen yang dipakai, serta kemungkinan hamil. Pemeriksaan fisik bisa mencakup kondisi gigi, gusi, dan lidah.

Untuk keluhan mirip GERD, konsensus PGI menyebut pemeriksaan laboratorium, rekam jantung (EKG), USG, atau foto dada sesuai indikasi untuk menyingkirkan penyakit lain yang gejalanya serupa. Endoskopi, yaitu pemeriksaan dengan selang berkamera kecil, khususnya dipertimbangkan bila ada tanda bahaya dan juga dipakai untuk menilai refluks empedu. Gangguan indra pengecap yang menetap dinilai oleh dokter THT, sedangkan masalah gigi ditangani dokter gigi.

Dukungan Cairan Setelah Penyebab Diketahui

Muntah yang berlebihan bisa menyebabkan dehidrasi dan kekurangan elektrolit, yaitu mineral yang menjaga keseimbangan cairan tubuh. Karena itu, langkah pertama tetap mencari penyebab mual bersama dokter.

Setelah penyebabnya diketahui, dokter bisa mempertimbangkan dukungan infus sebagai pelengkap. Bumame menyediakan V-Drip Happy Stomach, dan halaman produknya mencantumkan elektrolit serta antiemetik (obat antimual) di antara kandungannya. Infus ini tidak disarankan untuk ibu hamil dan menyusui, sehingga mual karena kehamilan perlu ditangani bersama dokter kandungan atau bidan. Sampaikan riwayat penyakit, alergi, dan obat yang sedang dipakai sebelum tindakan, lalu hubungi CS Bumame lewat WhatsApp untuk menanyakan kesesuaiannya.

Langkah Meredakan dan Mencegah Keluhan Berulang

Untuk keluhan ringan, pilih langkah yang sesuai dengan dugaan penyebabnya:

  • Minum sedikit demi sedikit. Saat mual, Kemenkes menyarankan istirahat sejenak dan minum air putih hangat secara perlahan. Bila mual disertai muntah, cairan elektrolit membantu mengganti cairan yang hilang. Cleveland Clinic menyebut cukup minum sebagai langkah utama mengurangi rasa pahit.

  • Atur porsi dan jam makan. Makan dalam porsi kecil tetapi sering, dan tunda makan berat sampai mual mereda. Beri jeda setidaknya 3 jam antara makan malam dan waktu tidur, lalu hindari berbaring segera setelah makan.

  • Kurangi pemicu asam lambung. Batasi makanan pedas, berlemak, gorengan, cokelat, kopi, teh, soda, serta jus tomat atau jeruk bila memicu keluhan. Kemenkes menganjurkan meninggikan kepala saat berbaring sebagai bagian dari pengaturan posisi tidur saat asam lambung naik. Untuk penyakit asam lambung yang sering kambuh, dokter bisa meresepkan obat penetral atau penekan asam lambung sesuai diagnosis.

  • Rawat kebersihan mulut. Sikat gigi setidaknya dua kali sehari dan bersihkan sela gigi dengan benang gigi sekali sehari. Mengunyah permen karet tanpa gula membantu produksi air liur. Periksakan gigi secara rutin ke dokter gigi.

  • Berhenti merokok. Merokok merusak indra pengecap, mengurangi air liur, memicu masalah gusi dan bau mulut, serta ikut memicu asam lambung naik. Dokter bisa membantu menyusun langkah berhenti yang sesuai.

Catat Polanya, Lalu Ambil Langkah yang Sesuai

Rasa pahit dan mual lebih mudah ditangani setelah pemicunya jelas. Catat kapan keluhan muncul, makanan dan obat yang Anda konsumsi, serta keluhan lain yang menyertainya. Catatan sederhana ini membantu dokter memilih pemeriksaan yang sesuai. Deteksi dini memberi lebih banyak pilihan.

Bila Anda ingin bertanya tentang pemeriksaan yang sesuai, chat CS Bumame.

Lokasi Klinik Bumame

1.  Klinik Bumame BSD
Ruko Northridge B1 No.16, Rw. Mekar Jaya, Kecamatan Serpong, Tangerang, Banten 15310

2. Klinik Bumame TB Simatupang
Jl. TB Simatupang No.33, RT.1/RW.5, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, DKI Jakarta 12550

3.Klinik Bumame Puri
Ruko Sentra Niaga Puri Indah Blok T6/23 RT.1/RW.2, Kembangan Sel., Kec. Kembangan, Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11610

4. Klinik Bumame Cideng
JAC Building, Jl. Jati Baru Raya No.28 5, Petojo Sel., Kecamatan Gambir, Kota Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10160

5. Klinik Bumame Kelapa Gading
Ruko Mall of Indonesia, Italian Walk Blok C 15-16, RT.18/RW.8, Klp. Gading Bar., Kec. Klp. Gading, Jkt Utara, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 14240

Referensi

  1. Kementerian Kesehatan RI, Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan — GERD: Meskipun Biasa Terjadi pada Pencernaan Manusia, Jika Tidak Tertangani dengan Benar Apakah Bisa Berbahaya?

  2. Kementerian Kesehatan RI, Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan — Faktor-Faktor yang Menyebabkan Rasa Mual

  3. Kementerian Kesehatan RI, Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan — Perubahan Fisik dan Psikis pada Ibu Hamil

  4. Kementerian Kesehatan RI, Ayo Sehat — Tanda Bahaya Kehamilan yang Harus Diketahui oleh Ibu Hamil

  5. Pengurus Besar Perkumpulan Gastroenterologi Indonesia (PB PGI), Acta Medica Indonesiana — National Consensus on the Management of Gastroesophageal Reflux Disease in Indonesia

  6. Cleveland Clinic — Bile Reflux: What It Is, Symptoms and Treatment

  7. Cleveland Clinic Health Essentials, Mark Rood, MD — Here Are the 10 Most Common Reasons for a Bitter Taste in Your Mouth

  8. National Institute on Deafness and Other Communication Disorders (NIDCD), National Institutes of Health — Taste Disorders

Ditinjau secara medis oleh dr. Aimee Wineyna

Frequently Asked Question

Apakah mulut pahit dan mual tanda asam lambung naik?

Bisa. Asam lambung naik atau GERD dapat menyebabkan mual dan rasa pahit di mulut ketika isi lambung mengalir kembali ke kerongkongan. Namun, keluhan serupa juga bisa disebabkan oleh obat, kehamilan, masalah gigi dan mulut, atau infeksi.

Apakah mulut terasa pahit dan mual bisa menjadi tanda hamil?

Bisa. Perubahan hormon pada awal kehamilan dapat memicu mual dan mengubah indra pengecap. Jika keluhan disertai terlambat haid, lakukan tes kehamilan dan konsultasikan hasilnya dengan dokter atau bidan.

Kenapa mulut terasa pahit saat bangun tidur?

Mulut pahit saat bangun tidur dapat disebabkan oleh kurang minum, mulut kering akibat bernapas lewat mulut, atau asam lambung yang naik saat berbaring setelah makan. Masalah gigi dan mulut juga dapat menjadi penyebabnya.

Apa arti muntah kuning kehijauan disertai mulut pahit?

Muntah kuning kehijauan disertai mulut pahit dapat menjadi tanda refluks empedu, yaitu aliran balik cairan empedu ke lambung dan terkadang ke kerongkongan. Segera periksakan diri jika muntah berulang atau disertai nyeri perut yang berat.

Kapan mulut pahit dan mual perlu diperiksakan?

Periksakan diri jika rasa pahit bertahan lebih dari seminggu, mual berlangsung lama, atau muncul tanda dehidrasi. Segera ke IGD jika muntah berlangsung lebih dari 24 jam, muntah darah, mengalami nyeri dada, atau muncul gejala berat lainnya.