Mau pesan layanan Homecare Bumame? Klik disini.

Mau pesan layanan Homecare Bumame? Klik disini.

Myasthenia Gravis Adalah: Gejala, Pengobatan
Kembali ke Artikel & Berita

Myasthenia Gravis Adalah: Gejala, Pengobatan

SBAOthers

Ketika sedang asyik menatap layar ponsel, apakah Anda pernah merasa tiba-tiba kelopak mata berat dan perlahan turun, padahal tidak mengantuk? Kondisi otot mata yang mudah lelah ini mungkin Anda anggap sebagai rasa lelah biasa. Padahal, memahami myasthenia gravis adalah langkah awal menyadari perubahan respon otot.

Perlu diketahui bahwa myasthenia gravis adalah penyakit autoimun yang dapat menghambat kerja sistem saraf ke otot-otot tubuh. Meski bersifat kronis, namun dengan mengetahui gejala dan cara penanganan yang tepat, akan memudahkan Anda dalam melakukan langkah pencegahan sebelum gangguan yang Anda alami menjadi buruk.

Myasthenia Gravis Adalah

Myasthenia gravis adalah gangguan autoimun langka yang dapat mengganggu komunikasi antara saraf dan otot tubuh. Karena itu, otot menjadi sangat lemah dan cepat lelah, terutama jika digunakan terus-menerus. Karakteristik unik dari penyakit myasthenia gravis adalah rasa lemas dapat membaik setelah beristirahat.

Di dalam tubuh yang normal, sistem saraf mengirim sinyal berupa senyawa kimia bernama asetilkolin, yang kemudian menempel pada reseptor otot. Sehingga otot dapat berkontraksi saat Anda bergerak. Namun, gangguan ini terjadi akibat sistem kekebalan tubuh salah mengenali jaringan sehat dan justru merusak reseptor asetilkolin tersebut.

Kondisi ini berbeda dengan kelainan pada struktur otot primer, seperti penyakit miopati yang dapat merusak serabut otot itu sendiri. Selain itu, penyakit ini juga sangat berbeda dengan gangguan sistem saraf pusat, seperti Alzheimer yang menyerang fungsi kognitif. Sebab, myasthenia gravis adalah penyakit yang tidak memengaruhi daya ingat.

Gejala Myasthenia Gravis

Gejalanya bervariasi pada setiap individu dan sering kali muncul secara bertahap. Pada sebagian besar kasus, gejala awal yang nampak, yaitu perubahan otot-otot di sekitar mata dan wajah. Jika diabaikan, dapat menyebar ke bagian tubuh lain. Beberapa gejala yang sering dialami pasien myasthenia gravis adalah sebagai berikut.

  • Gangguan otot mata: Kelopak mata terkulai dan terasa berat pada salah satu atau keduanya. Selain itu, penglihatan menjadi ganda, yaitu ketika melihat satu objek menjadi dua bayangan.

  • Gangguan otot wajah dan tenggorokan: Sulit untuk berekspresi, seperti senyum. Serta sulit untuk mengunyah dan menelan makanan atau cairan. Di samping itu, nada suara yang dikeluarkan berubah menjadi sengau, pelo, atau cadel, sehingga artikulasi bicara menjadi pelan dan tidak jelas.

  • Kelemahan otot anggota tubuh: Rasa lemas yang berlebihan pada beberapa otot tubuh, mulai dari otot leher, bahu, lengan, hingga tungkai kaki. Ini membuat tubuh sulit untuk beraktivitas ringan, seperti naik tangga, mengangkat barang, atau bangun dari tempat tidur.

  • Sesak napas: Otot pernapasan yang melemah dapat menyebabkan dada terasa berat dan sesak napas, terutama saat berbaring atau setelah beraktivitas.

Penyebab Penyakit Autoimun

Penyebab utama munculnya myasthenia gravis adalah autoimun, di mana antibodi yang dihasilkan oleh sistem imun justru memblokir jalur komunikasi antara saraf dengan otot. Akibatnya otot tidak bisa menerima sinyal dari otak dengan baik. Sementara penyebab dari penyakit autoimun sendiri masih harus diteliti oleh para ahli medis.

Namun, para peneliti meyakini bahwa pembesaran kelenjar timus dapat mempengaruhi timbulnya reaksi autoimun. Kelenjar timus adalah organ kecil yang dapat membentuk sistem kekebalan tubuh, yang letaknya di rongga dada bagian atas, tepatnya di belakang tulang dada dan di antara paru-paru. 

Selain faktor dari gangguan kelenjar timus tersebut, terdapat beberapa faktor pemicu yang dapat memperburuk kondisi penderita autoimun, antara lain.

  • Infeksi bakteri atau virus di saluran pernapasan.

  • Stres yang berlebihan baik fisik maupun emosional.

  • Paparan suhu panas yang ekstrim, seperti cuaca yang panas atau mandi pakai air yang terlalu panas.

  • Efek samping obat-obatan tertentu, seperti antibiotik golongan aminoglikosida (untuk infeksi bakteri kuat), obat beta blocker (penurun tekanan darah), atau obat relaksan otot.

  • Perubahan kadar hormon tubuh, misal saat hamil atau menstruasi.

Apakah Myasthenia Gravis Bisa Sembuh?

Secara medis, hingga saat ini belum ada obat yang dapat menyembuhkan penyakit myasthenia gravis secara keseluruhan. Kendati demikian, myasthenia gravis adalah kondisi kronis yang gejalanya dapat dikendalikan dengan penanganan medis yang tepat dan teratur.

Dengan mengikuti terapi yang konsisten dan mengikuti saran dokter, banyak penderita yang berhasil mencapai fase remisi. Fase remisi artinya fase di mana gejala kelemahan otot dapat berkurang atau hilang sementara waktu. Sehingga penderita tetap dapat menjalani kehidupan sehari-hari dengan aman dan nyaman.

Diagnosis Myasthenia Gravis

Tujuan dari diagnosis myasthenia gravis adalah untuk membedakan penyakit ini dengan jenis gangguan saraf atau kelainan otot lainnya. Dokter spesialis saraf akan melakukan serangkaian pemeriksaan, mulai dari wawancara riwayat kesehatan, menguji kekuatan otot, refleks, koordinasi, dan pergerakan mata.

Jika dokter menemukan indikasi adanya gangguan pada pergerakan otot tubuh setelah pemeriksaan awal, selanjutnya dokter akan menyarankan untuk melakukan tes penunjang. Berikut adalah beberapa tes yang direkomendasikan.

  • Tes darah antibodi: Untuk mendeteksi keberadaan antibodi abnormal yang menyerang imun, seperti anti-acetylcholin receptor (anti-AChr). Selain itu juga mendeteksi antibodi yang menyerang protein pada otot yaitu muscle-specific kinase (anti-Musk).

  • Elektromiografi (EMG): Dokter memberikan rangsangan listrik ringan secara berulang kali pada otot, untuk melihat seberapa cepat respon otot. Normalnya respon otot akan stabil, tapi pada orang yang mengalami gangguan, kontraksi otot menurun drastis.

  • Tes kompres es: Merupakan metode sederhana dengan cara meletakkan kantong es di atas kelopak mata selama beberapa menit. Jika kelopak mata membaik, ini menguatkan indikasi penyakit tersebut.

  • CT Scan atau MRI: Pemindaian pada area dada guna memeriksa ukuran kelenjar timus dan mendeteksi apakah ada tumor yang tumbuh di permukaan luar kelenjar timus.

Pengobatan dan Pencegahan Kambuh

Penanganan medis disesuaikan dengan tingkat keparahan gejala, kondisi kesehatan pasien, dan usia. Tujuan pengobatan myasthenia gravis adalah untuk menekan reaksi sistem kekebalan tubuh yang berlebihan (autoimun), sehingga fungsi komunikasi saraf dan otot membaik. Terapi yang umum diberikan kepada pasien meliputi.

  • Obat inhibitor (penghambat) asetilkolinesterase: Contohnya obat pyridostigmine yang berfungsi untuk menambah jumlah asetilkolin di jalur saraf-otot, sehingga kekuatan otot meningkat.

  • Obat imunosupresan: Contohnya obat kortikosteroid, azathioprine, dan mycophenolate mofetil, yang bekerja menekan aktivitas sistem imun agar mengurangi produksi antibodi abnormal.

  • Terapi pertukaran plasma: Caranya dengan mengambil darah pasien, dan membuang bagian plasma yang berisi antibodi abnormal. Lalu, menggantinya dengan plasma donor. 

  • Terapi IVIG (Intravenous Immunoglobulin): Memasukkan antibodi sehat dari donor darah ke dalam pasien melalui infus, untuk menenangkan sistem imun yang bereaksi berlebihan.

  • Tindakan operasi: Mengangkat kelenjar timus melalui tindakan pembedahan, tujuannya untuk mengurangi ketergantungan obat yang tentunya memiliki efek samping jika dikonsumsi berlebihan.

Kapan Harus ke Dokter Saraf?

Apabila Anda mengalami gejala kelemahan otot yang muncul secara mendadak tanpa ada alasan yang jelas. Bersegeralah konsultasi dengan dokter spesialis saraf di rumah sakit. Terlebih jika kelemahan otot tersebut mulai mengganggu fungsi gerak mata, area wajah, tangan, dan kaki Anda.

Penanganan darurat medis juga harus segera dilakukan apabila Anda mengalami myasthenic crisis. Kondisi di mana kelemahan otot sudah menyebar ke bagian organ vital, misalnya pada otot pernapasan. Sebab dapat menyebabkan sesak napas yang berat, dan kesulitan saat menelan makanan bahkan ludah sekalipun.

Sebagai langkah pencegahan munculnya gejala myasthenia gravis adalah dengan  melakukan pemeriksaan tubuh secara menyeluruh melalui layanan medical check up basic dari Bumame. Pemeriksaan ini berguna untuk mendeteksi penyakit atau berbagai gangguan kesehatan sejak dini, sebelum gejala yang lebih parah muncul tiba-tiba.

Lokasi Klinik Bumame

1.  Klinik Bumame BSD
Ruko Northridge B1 No.16, Rw. Mekar Jaya, Kecamatan Serpong, Tangerang, Banten 15310

2. Klinik Bumame TB Simatupang
Jl. TB Simatupang No.33, RT.1/RW.5, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, DKI Jakarta 12550

3.Klinik Bumame Puri
Ruko Sentra Niaga Puri Indah Blok T6/23 RT.1/RW.2, Kembangan Sel., Kec. Kembangan, Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11610

4. Klinik Bumame Cideng
JAC Building, Jl. Jati Baru Raya No.28 5, Petojo Sel., Kecamatan Gambir, Kota Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10160

5. Klinik Bumame Kelapa Gading
Ruko Mall of Indonesia, Italian Walk Blok C 15-16, RT.18/RW.8, Klp. Gading Bar., Kec. Klp. Gading, Jkt Utara, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 14240

Referensi

  1. National Institute of Neurological Disorders and Stroke (NINDS). (2023). Myasthenia Gravis.

  2. Mayo Clinic. (2023). Myasthenia Gravis.

  3. Johns Hopkins Medicine. (2024). Myasthenia Gravis.

  4. Muscular Dystrophy Association (MDA). (2023). Myasthenia Gravis (MG).

  5. Cleveland Clinic. (2024). Myasthenia Gravis (MG).

Ditinjau secara medis oleh dr. Febe Rangga Saba Pong Tambing

Frequently Asked Question

Apa itu myasthenia gravis?
Myasthenia gravis adalah gangguan autoimun langka yang mengganggu komunikasi antara saraf dan otot, sehingga otot menjadi lemah dan cepat lelah.
Apa saja gejala myasthenia gravis?
Gejalanya dapat berupa kelopak mata terkulai, penglihatan ganda, sulit mengunyah atau menelan, kelemahan otot anggota tubuh, dan sesak napas.
Apakah myasthenia gravis bisa sembuh?
Belum ada obat yang dapat menyembuhkan myasthenia gravis secara keseluruhan. Namun, gejalanya dapat dikendalikan dengan penanganan medis yang tepat dan teratur.
Bagaimana cara mencegah gejala myasthenia gravis kambuh?
Istirahat di sela aktivitas, konsumsi makanan lembut jika sulit menelan, hindari stres, lakukan olahraga ringan, dan hindari aktivitas berat yang memicu kelelahan ekstrem.
Kapan penderita myasthenia gravis harus segera mendapat pertolongan medis?
Pertolongan medis segera diperlukan jika terjadi myasthenic crisis, terutama ketika kelemahan otot menyebabkan sesak napas berat atau kesulitan menelan.