Booking layanan Bumame tanpa antri. Klik disini.

Booking layanan Bumame tanpa antri. Klik disini.

penyakit Alzheimer
Kembali ke Artikel & Berita

Alzheimer: Gejala, Penyebab, dan Faktor Risiko yang Bisa Dikelola

Bumame Editor

Ibu Anda menanyakan hal yang sama tiga kali dalam satu sore. Ayah Anda berputar sedikit lebih lama di jalan yang sudah puluhan tahun ia lewati. Anda mungkin menanggapinya dengan senyum saat itu, lalu diam-diam bertanya-tanya apakah ini penuaan biasa atau sesuatu yang sebaiknya diperiksa.

Di banyak keluarga Indonesia, hampir semua bentuk lupa pada orang tua dimaklumi dengan satu kata, yaitu pikun. Istilah pikun dipakai sehari-hari untuk menggambarkan daya ingat yang menurun seiring bertambahnya usia. Sebagian perubahan itu memang wajar. Sebagian lain punya pola berbeda yang bisa dikenali lebih awal oleh orang terdekat.


Apa Itu Alzheimer?

Alzheimer adalah penyakit otak yang menyebabkan penurunan daya ingat, kemampuan berpikir, dan perilaku secara bertahap. Perubahannya bermula di sel saraf pada area otak yang mengatur ingatan, lalu meluas ke area lain seiring waktu. Prosesnya berlangsung perlahan selama bertahun-tahun, sehingga keluarga sering baru menyadarinya setelah perubahan cukup terlihat.

Alzheimer merupakan penyebab paling umum dari demensia. Demensia sendiri adalah kumpulan gejala penurunan fungsi berpikir yang mengganggu aktivitas harian, mencakup kemampuan mengingat, berbahasa, menilai situasi, dan mengambil keputusan.

Penuaan yang sehat memang membawa sedikit perlambatan dalam mengingat. Alzheimer berbeda karena penurunannya terus berlanjut dan pada akhirnya memengaruhi kemampuan seseorang mengurus keperluan sehari-hari. Orang yang mengalaminya tetap berhak diperlakukan dengan hormat serta dilibatkan dalam keputusan tentang dirinya selama masih memungkinkan.

Apa Bedanya Demensia dan Alzheimer?

Pertanyaan ini sering muncul karena kedua istilah kerap dipakai bergantian. Demensia adalah payung untuk sekumpulan gejala penurunan fungsi berpikir yang mengganggu aktivitas harian. Alzheimer adalah salah satu penyakit yang menimbulkan gejala tersebut, sekaligus penyebab yang paling sering ditemukan.

Analoginya sederhana. Demam adalah gejala, sedangkan flu adalah salah satu penyebabnya. Seseorang bisa demam karena banyak hal. Begitu juga demensia, yang bisa berasal dari Alzheimer, gangguan aliran darah ke otak, atau kondisi lain. Karena itu dokter perlu pemeriksaan lebih lanjut sebelum menentukan penyebab di balik gejala yang terlihat.

Pikun Biasa atau Tanda Alzheimer?

Yang membedakan lupa yang wajar dari lupa yang perlu diperiksa adalah polanya. Tabel berikut membantu Anda mengenali pola tersebut dalam keseharian orang tua Anda.

Lupa yang wajar seiring usia

Yang perlu diperiksa

Lupa nama seseorang lalu teringat beberapa saat kemudian

Lupa nama anggota keluarga dekat yang setiap hari ditemui

Lupa menaruh kunci dan menemukannya kembali setelah dicari

Menaruh barang di tempat yang tidak wajar, misalnya kunci di dalam kulkas

Lupa tanggal atau hari, lalu ingat lagi tidak lama setelahnya

Bingung waktu dan tempat, termasuk tidak yakin sedang berada di mana

Sesekali sulit mencari kata yang tepat saat berbicara

Sulit mengikuti atau melanjutkan percakapan yang sedang berlangsung

Tetap bisa mengurus keuangan dan tagihan rutin sendiri

Kesulitan mengelola uang dan membayar tagihan yang biasa dikerjakan

Tabel ini berfungsi sebagai bahan pengamatan sehari-hari bagi keluarga. Tabel ini bukan alat diagnosis. Perubahan yang mulai mengganggu aktivitas harian sebaiknya diperiksakan ke dokter, seberapa pun ringan tampaknya.

Gejala Alzheimer

Gejala Alzheimer berbeda pada setiap orang. Beberapa perubahan berikut termasuk yang paling sering dilaporkan keluarga.

1. Gangguan daya ingat yang mengganggu aktivitas

Informasi yang baru saja didengar cepat hilang. Pertanyaan yang sama diulang dalam rentang waktu dekat, dan catatan atau pengingat mulai dibutuhkan untuk hal yang dulu diingat dengan mudah.

2. Sulit merencanakan dan menyelesaikan tugas familiar

Memasak resep yang sudah lama dikuasai terasa membingungkan. Mengikuti urutan langkah, mengelola tagihan bulanan, atau mengoperasikan alat rumah tangga yang biasa dipakai menjadi lebih berat.

3. Bingung waktu dan tempat

Kesulitan mengingat hari, tanggal, atau bulan berlangsung lebih lama daripada sekadar keliru sesaat. Kadang muncul kebingungan tentang sedang berada di mana dan bagaimana bisa sampai ke sana.

4. Perubahan suasana hati dan kepribadian

Muncul kecemasan, mudah tersinggung, curiga berlebihan, atau sikap yang terasa lain dari biasanya. Perubahan ini sering lebih terlihat saat berada di situasi baru atau di luar rutinitas.

5. Menarik diri dari pekerjaan dan pergaulan

Kegiatan yang dulu dinikmati mulai ditinggalkan. Arisan, pengajian, atau hobi lama berkurang karena mengikuti percakapan dan aktivitas kelompok terasa melelahkan.

Gejala ini berkembang bertahap selama bertahun-tahun. Satu tanda yang berdiri sendiri belum berarti Alzheimer, dan penilaian menyeluruh hanya bisa dilakukan oleh dokter.

Penyebab dan Faktor Risiko Alzheimer

Penyebab pasti Alzheimer belum sepenuhnya dipahami. Penelitian sejauh ini menunjukkan keterlibatan penumpukan protein abnormal di otak, yaitu amiloid yang menumpuk di antara sel saraf dan tau yang menggumpal di dalam sel saraf. Penumpukan ini mengganggu komunikasi antar sel saraf dan lama-kelamaan merusaknya.

Sebagian faktor risiko berada di luar kendali siapa pun.

  • Usia. Usia adalah faktor risiko yang paling konsisten. Alzheimer umumnya muncul pada usia di atas 65 tahun, dan risikonya meningkat seiring bertambahnya usia. Ada juga Alzheimer usia muda yang bisa muncul sebelum usia 65 tahun, dan jenis ini lebih jarang ditemukan.

  • Riwayat keluarga dan genetik. Memiliki orang tua atau saudara kandung dengan Alzheimer meningkatkan risiko, meski banyak orang dengan riwayat keluarga tidak pernah mengalaminya. Beberapa variasi genetik juga berperan dalam risiko ini.


Faktor Risiko yang Bisa Dikelola

Penelitian menunjukkan sebagian risiko demensia berkaitan dengan faktor yang bisa dikelola sepanjang hidup. Besarnya proporsi masih terus diteliti, dan yang berguna bagi keluarga adalah arahnya. Sebagian besar faktor tersebut bersifat metabolik dan gaya hidup, sehingga ada ruang untuk bertindak, terutama pada usia paruh baya.

  1. Tekanan darah tinggi atau hipertensi di usia paruh baya. Tekanan darah yang tinggi dalam jangka panjang merusak pembuluh darah kecil di otak. Mengendalikan hipertensi sejak usia 40-an termasuk langkah yang didukung bukti kuat.

  2. Diabetes yang tidak terkontrol. Kadar gula darah tinggi yang berlangsung lama memengaruhi pembuluh darah dan sel saraf. Pengelolaan diabetes melitus yang konsisten membantu menjaga kesehatan otak seiring bertambahnya usia.

  3. Kolesterol tinggi. Kadar lemak darah yang tinggi mempercepat penyempitan pembuluh darah, termasuk pembuluh yang memasok otak. Memantau kolesterol tinggi sejak dini membantu menjaga aliran darah tetap lancar.

  4. Kurang aktivitas fisik. Gerak teratur membantu menjaga tekanan darah, berat badan, dan aliran darah ke otak. Jalan kaki rutin bersama orang tua Anda sudah termasuk bentuk yang bermanfaat.

  5. Merokok dan alkohol berlebih. Keduanya merusak pembuluh darah dan sel saraf. Berhenti merokok pada usia berapa pun tetap memberi manfaat bagi kesehatan pembuluh darah.

  6. Gangguan pendengaran yang tidak ditangani. Pendengaran yang menurun membuat otak menerima lebih sedikit rangsangan dan membuat orang menarik diri dari percakapan. Pemeriksaan pendengaran dan penggunaan alat bantu sesuai anjuran dokter membantu menjaga keterlibatan sosial.

  7. Kurang tidur berkualitas. Tidur berperan dalam proses pembersihan sisa metabolisme di otak. Menjaga jam tidur normal membantu fungsi berpikir tetap terjaga.

  8. Jarang stimulasi mental dan interaksi sosial. Membaca, mengobrol, mengikuti kegiatan komunitas, dan mempelajari hal baru menjaga otak tetap aktif. Kesepian pada usia lanjut termasuk faktor yang perlu diperhatikan keluarga.

Mengelola faktor di atas belum tentu menghapus risiko sepenuhnya. Yang bisa dilakukan keluarga adalah menurunkan beban risiko yang masih bisa dikendalikan, dan sebagian besar dari daftar tersebut bisa dimulai dari rumah.

Kapan Harus Konsultasi ke Dokter?

Beberapa situasi berikut sebaiknya menjadi alasan untuk membuat janji dengan dokter.

  • Perubahan daya ingat yang mulai mengganggu aktivitas harian, misalnya lupa minum obat rutin atau kesulitan mengurus keuangan sendiri.

  • Keluarga mulai lebih sering menutupi kesalahan kecil atau mengambil alih tugas yang dulu dikerjakan sendiri oleh orang tua Anda.

  • Perubahan kepribadian atau perilaku yang mencolok dan berlangsung terus-menerus selama beberapa bulan.

Pemeriksaan dini membantu keluarga merencanakan perawatan lebih awal dan memberi waktu untuk membicarakan keinginan orang tua Anda selagi ia masih bisa menyampaikannya. Pemeriksaan juga membantu dokter menelusuri kemungkinan penyebab lain. Beberapa kondisi seperti gangguan tiroid atau kekurangan vitamin B12 bisa menimbulkan gejala serupa, dan sebagian di antaranya bisa ditangani.

Temani Orang Tua, Mulai dari Hal yang Bisa Dikelola

Kekhawatiran Anda tentang daya ingat orang tua adalah bentuk perhatian yang berharga. Mulailah dari langkah yang ada di tangan Anda, yaitu mengenali pola perubahan, membicarakannya dengan hormat, dan menjaga angka metabolik keluarga tetap terpantau. Menemani sejak awal terasa jauh lebih ringan daripada mengejar ketertinggalan di kemudian hari.

Lokasi Klinik Bumame

1.  Klinik Bumame BSD
Ruko Northridge B1 No.16, Rw. Mekar Jaya, Kecamatan Serpong, Tangerang, Banten 15310

2. Klinik Bumame TB Simatupang
Jl. TB Simatupang No.33, RT.1/RW.5, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, DKI Jakarta 12550

3.Klinik Bumame Puri
Ruko Sentra Niaga Puri Indah Blok T6/23 RT.1/RW.2, Kembangan Sel., Kec. Kembangan, Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11610

4. Klinik Bumame Cideng
JAC Building, Jl. Jati Baru Raya No.28 5, Petojo Sel., Kecamatan Gambir, Kota Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10160

Referensi

  1. Alzheimer's Association. 10 Early Signs and Symptoms of Alzheimer's and Dementia. Retrieved 2 September 2026 from https://www.alz.org/alzheimers-dementia/10_signs

  2. Mayo Clinic. Alzheimer's Disease: Symptoms and Causes. Retrieved 2 September 2026 from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/alzheimers-disease/symptoms-causes/syc-20350447

  3. World Health Organization. Dementia Fact Sheet. Retrieved 2 September 2026 from https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/dementia

  4. National Institute on Aging. Alzheimer's Disease Fact Sheet. Retrieved 2 September 2026 from https://www.nia.nih.gov/health/alzheimers-and-dementia/alzheimers-disease-fact-sheet

  5. Livingston, G., et al. Dementia Prevention, Intervention, and Care: 2024 Report of the Lancet Standing Commission. Retrieved 2 September 2026 from https://www.thelancet.com/journals/lancet/article/PIIS0140-6736(24)01296-0/fulltext

Ditinjau secara medis oleh dr. Denizha Irfani

Frequently Asked Question

Apa itu penyakit Alzheimer?
Alzheimer adalah penyakit otak yang menyebabkan penurunan daya ingat, kemampuan berpikir, dan perilaku secara bertahap. Alzheimer merupakan penyebab paling umum dari demensia, yaitu kumpulan gejala penurunan fungsi berpikir yang mengganggu aktivitas harian.
Apa bedanya demensia dan Alzheimer?
Demensia adalah payung untuk sekumpulan gejala penurunan fungsi berpikir yang mengganggu aktivitas harian. Alzheimer adalah salah satu penyakit yang menyebabkan gejala tersebut dan menjadi penyebab yang paling sering ditemukan. Perumpamaannya mirip demam sebagai gejala dan flu sebagai salah satu penyebabnya.
Alzheimer umumnya muncul di umur berapa?
Alzheimer umumnya muncul pada usia di atas 65 tahun dan risikonya meningkat seiring bertambahnya usia. Ada juga Alzheimer usia muda yang bisa muncul sebelum usia 65 tahun, dan jenis ini lebih jarang ditemukan.
Apakah Alzheimer bisa disembuhkan?
Sampai saat ini belum ada obat yang bisa menyembuhkan Alzheimer. Penanganan yang tersedia bertujuan membantu memperlambat perburukan gejala pada sebagian pasien serta menjaga kualitas hidup pasien dan keluarganya. Rencana penanganan ditentukan oleh dokter sesuai kondisi masing-masing.
Apakah Alzheimer bisa dicegah?
Alzheimer belum bisa dicegah sepenuhnya. Mengelola faktor risiko metabolik seperti tekanan darah, gula darah, dan kolesterol, serta menjaga aktivitas fisik, kualitas tidur, dan interaksi sosial, membantu menurunkan risiko demensia secara keseluruhan.