Booking layanan Bumame tanpa antri. Klik disini.

Booking layanan Bumame tanpa antri. Klik disini.

Benjolan di Leher
Kembali ke Artikel & Berita

Cara Menurunkan Darah Tinggi: Tips dan Harga Cek

SBA

Pusing atau rasa berat di tengkuk sering kali terasa setelah beraktivitas seharian. Meski biasanya hilang sendiri, Anda perlu waspada jika keluhan ini tak kunjung mereda sebab kondisi tersebut bisa menjadi salah satu tanda ada gangguan kesehatan, termasuk tekanan darah tinggi.

Masalah tekanan darah tinggi sebenarnya juga bisa terjadi tanpa menunjukkan indikasi apapun. Untungnya, ada banyak cara menurunkan darah tinggi dan cara menjaganya supaya tekanan darah tetap stabil dengan menghindari berbagai faktor penyebabnya sejak dini.

Kenapa Tekanan Darah Tinggi Perlu Segera Dikendalikan?

Tekanan darah tinggi atau hipertensi adalah kondisi yang terjadi pada tubuh saat tekanan darah di pembuluh arteri terlalu tinggi. Dibandingkan dengan masalah kesehatan lainnya, hipertensi tidak memiliki gejala tertentu.

Seseorang bisa dibilang mengalami hipertensi jika tekanan darahnya mencapai 140/90 mmHg atau lebih. Untuk memastikan akurasi diagnosis, dokter biasanya akan melakukan pengukuran pada dua kesempatan atau hari yang berbeda.

Jika dibiarkan terlalu lama, tekanan darah yang tinggi bisa membebani jantung dan pembuluh darah. Akibatnya, risiko serangan jantung, stroke, dan gangguan ginjal pun ikut meningkat. Karena itu, Anda perlu mempelajari cara menurunkan darah tinggi supaya tidak memicu komplikasi kesehatan yang lebih berat.

Hipertensi juga bisa meningkatkan risiko penggumpalan darah di pembuluh darah. Untungnya, penerapan gaya hidup sehat sudah terbukti sebagai salah satu cara terbaik menurunkan darah tinggi. Bahkan banyak orang berhasil mengontrol tekanan darah mereka tanpa obat.

Cara Menurunkan Tekanan Darah Tinggi Tanpa Obat 

Berikut adalah beberapa tips sederhana mengontrol tekanan darah yang bisa Anda terapkan dalam kehidupan sehari-hari. 

1. Kurangi Asupan Garam dan Makanan Olahan

Garam bisa jadi salah satu penyebab utama naiknya tekanan darah. Alasannya adalah terlalu banyak garam bisa membuat tubuh menahan lebih banyak cairan yang membuat volume darah ikut meningkat. Untuk itu, WHO menyarankan untuk batasi konsumsi garam kurang dari 5 gram atau sekitar satu sendok teh per hari untuk orang dewasa.

Sumber garam ini tidak serta merta hanya berasal dari makanan yang terasa asin saja. Kadar garam tinggi juga bisa ditemukan pada makanan instan, camilan kemasan, bahkan aneka saus olahan. Supaya aman, biasakan membaca label kemasan untuk melihat berapa banyak garam atau natrium dalam produk tersebut sebelum membeli dan mengonsumsinya.

Sebagai alternatif makanan olahan, Anda bisa beralih ke masakan rumahan dengan mulai memasak sendiri di rumah yang bisa dikontrol komposisi dan kadar natriumnya. Manfaatkan bumbu rempah alami seperti bawang, jahe, atau lada untuk menambah cita rasa tanpa penggunaan garam berlebih.

2. Rutin Olahraga Ringan hingga Sedang

Meski sepele, olahraga ringan yang rutin setiap hari adalah salah satu cara paling terjangkau untuk menurunkan darah tinggi. Aktif berolahraga ringan setiap hari bisa memperkuat jantung dan membuat pembuluh darah lebih lentur yang hasilnya aliran darah jadi lebih lancar dan tekanan darah pun lebih terkontrol.

Anda cukup melakukan olahraga rutin berintensitas rendah/ringan atau sedang. Contoh mudah olahraga ringan adalah jalan santai, peregangan otot, bahkan sesimpel melakukan pekerjaan rumah, seperti menyapu, mengepel, mencuci, atau berkebun. Sementara untuk olahraga berintensitas sedang bisa memilih antara jalan cepat, jogging, bersepeda, hingga berenang.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyarankan orang dewasa untuk beraktivitas fisik sedang minimal 150 menit dalam seminggu. Supaya tidak terasa berat, Anda bisa berolahraga sekitar 30 menit sehari selama 5 hari dalam seminggu.

Anda bebas memilih olahraga yang Anda sukai dan selingi dengan latihan kekuatan otot minimal dua kali seminggu untuk hasil yang maksimal.

3. Kelola Stres dan Istirahat yang Cukup

Stres yang berlebihan juga bisa membuat tekanan darah naik secara perlahan. Saat stres, tubuh melepaskan hormon yang membuat jantung berdetak lebih cepat dan pembuluh menyempit. Karena itu, mengelola stres menjadi bagian penting dalam menjaga tekanan darah tetap stabil.

Coba luangkan waktu untuk relaksasi, seperti meditasi, yoga, atau sekadar menarik napas dalam-dalam. Melakukan hobi yang menyenangkan juga bisa membantu meredakan pikiran yang penat. Menghabiskan waktu bersama keluarga atau teman dekat pun bisa menjadi obat stres yang sama efektifnya.

Selain itu, tidur yang cukup juga sangat berpengaruh pada tekanan darah Anda. Saat tidur nyenyak, tekanan darah akan menurun dan beristirahat. Kurang tidur dalam waktu lama justru bisa memicu naiknya tekanan darah. Usahakan tidur sekitar 7-9 jam setiap malam agar tubuh tetap bugar.

4. Batasi Kafein dan Hindari Rokok serta Alkohol

Rokok adalah musuh besar bagi kesehatan jantung dan pembuluh darah karena zat di dalamnya bisa merusak dinding pembuluh darah dan membuatnya menyempit secara perlahan.

Berhenti merokok adalah salah satu upaya menjaga tekanan darah tetap terkendali. Manfaat baiknya bahkan bisa Anda rasakan tidak lama setelah berhenti merokok.

Konsumsi alkohol berlebihan juga bisa meningkatkan tekanan darah secara signifikan. Membatasi atau menghindari alkohol membantu menjaga tekanan darah sekaligus mengoptimalkan efektivitas obat hipertensi.

Kafein berlebih pun sebaiknya dibatasi karena bisa memicu kenaikan tekanan sementara. Bagi penikmat kopi, amati bagaimana tubuh Anda merespons kafein. Membatasi asupan kafein secara bijak membantu menjaga tekanan darah Anda tetap aman. Sebagai alternatif, Anda bisa memilih minuman bebas kafein seperti teh herbal atau air putih yang lebih menyehatkan tubuh.

5. Konsumsi Makanan Tinggi Kalium

Kalium adalah mineral yang bisa membantu menyeimbangkan efek garam di dalam tubuh. Mineral ini membantu ginjal mengeluarkan kelebihan natrium atau garam melalui urin dengan lebih baik. Dengan begitu, tekanan darah bisa lebih terjaga dan tetap stabil.

Beberapa makanan tinggi kalium yang mudah didapat antara lain pisang, alpukat, dan kentang. Selain itu, ada juga makanan kaya kalium seperti bayam, tomat, dan kacang-kacangan.

Sebagai cara menurunkan darah tinggi, Anda bisa mengikuti diet DASH (Dietary Approaches to Stop Hypertension). Diet DASH ini berfokus pada peningkatan asupan nutrisi penurun tekanan darah, seperti kalium, kalsium, dan serat. Ketika mengikuti diet ini, Anda perlu lebih banyak mengonsumsi sayur, buah, biji-bijian utuh, dan produk rendah lemak.

Pola makan sehat ini bisa menurunkan tekanan darah tinggi secara bertahap. Meski begitu, jangan lupa bahwa keseimbangan pola makan tetap penting dan hindari memangkas nutrisi harian secara ekstrem. Sebab, pemangkasan asupan gizi yang terlalu drastis, seperti karbohidrat secara berlebihan, justru berisiko mengganggu kestabilan energi tubuh dan memicu gejala gula darah rendah.

6. Pantau Tekanan Darah Secara Rutin

Selain mengubah gaya hidup, melakukan pemeriksaan tubuh seperti cek darah juga membantu Anda memantau tekanan darah sekaligus kondisi kesehatan lainnya secara akurat.

Memantau tekanan darah secara rutin juga penting buat Anda untuk mencegah komplikasi. Anda sangat bisa melakukan pemantauan tekanan darah mandiri di rumah dengan alat tensi digital yang praktis. Alat ini memudahkan Anda mengecek apakah tekanan darah berada pada kategori normal, tinggi, atau rendah tanpa harus selalu datang ke fasilitas kesehatan.

Catat hasil pengukuran secara berkala agar Anda bisa melihat pola perubahannya. Bila angkanya sering tinggi, segera konsultasikan dengan tenaga medis untuk penanganan lebih lanjut. Pemeriksaan darah lengkap juga membantu memantau kondisi kesehatan Anda secara menyeluruh, termasuk memantau kadar gula darah yang tinggi.

Cek Kesehatan Darah Anda Bersama Bumame

Tahu cara menurunkan darah tinggi itu penting, tetapi memahami kondisi tubuh secara menyeluruh itu jauh lebih baik. Tekanan darah tinggi sering kali berkaitan erat dengan masalah kesehatan lain, seperti kadar kolesterol tinggi, diabetes, hingga penurunan fungsi ginjal.

Karena itu, Anda bisa melakukan pemeriksaan menyeluruh supaya tidak ada masalah kesehatan yang terlewat.

Bumame menghadirkan paket Medical Check Up Basic seharga Rp1.042.000 yang bisa membantu Anda memantau kesehatan secara lebih lengkap. Dengan paket ini, Anda dapat memantau kadar asam urat serta urine untuk mengevaluasi fungsi ginjal.

Kadar asam urat yang tinggi dapat merangsang peradangan pada pembuluh darah dan memicu kekakuan arteri, sehingga memaksa jantung bekerja lebih keras dan berisiko meningkatkan tekanan darah. 

Sementara itu, pemeriksaan urine berfungsi sebagai penanda untuk menilai kesehatan ginjal. Ginjal dan tekanan darah saling memengaruhi secara langsung. Ketika ginjal mengalami gangguan, organ ini tidak mampu mengatur keseimbangan cairan dan garam dalam tubuh dengan baik, yang pada akhirnya memicu atau memperburuk hipertensi.

Selain itu, paket cek kesehatan ini juga menyediakan pemeriksaan gula darah, hematologi lengkap, kolesterol lengkap, hingga fungsi hati.

Kapan Perlu Mengonsumsi Obat dan Memerlukan Pemeriksaan Medis?

Meski mengubah gaya hidup sebagai cara menurunkan darah tinggi memang efektif, ada kalanya Anda tetap butuh obat. Anda juga perlu waspada bila muncul gejala seperti sakit kepala hebat, nyeri dada, atau sesak napas.

Setelah pemeriksaan, dokter bisa menentukan pengobatan yang terbaik ketika Anda mengalami tekanan darah tinggi. Jika mendapat obat, minum secara teratur sesuai anjuran dokter agar hasilnya optimal. Jika ingin berhenti minum obat, Anda juga perlu berkonsultasi dahulu dengan dokter.

Jaga Tekanan Darah Anda Biar Tetap Stabil

Meski terlihat menyeramkan, tekanan darah tinggi bisa dikendalikan dengan kombinasi gaya hidup sehat dan pemeriksaan rutin. Memulai gaya hidup sehat dengan sederhana pun tidak apa-apa, selama Anda konsisten melakukannya. 

Menjaga kesehatan sejak sekarang jauh lebih baik daripada mengobati saat sudah terlambat. Hubungi Bumame melalui layanan obrolan langsung untuk berkonsultasi dan menentukan paket pemeriksaan yang paling sesuai dengan kebutuhan Anda.

Lokasi Klinik Bumame

1.  Klinik Bumame BSD
Ruko Northridge B1 No.16, Rw. Mekar Jaya, Kecamatan Serpong, Tangerang, Banten 15310

2. Klinik Bumame TB Simatupang
Jl. TB Simatupang No.33, RT.1/RW.5, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, DKI Jakarta 12550

3.Klinik Bumame Puri
Ruko Sentra Niaga Puri Indah Blok T6/23 RT.1/RW.2, Kembangan Sel., Kec. Kembangan, Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11610

4. Klinik Bumame Cideng
JAC Building, Jl. Jati Baru Raya No.28 5, Petojo Sel., Kecamatan Gambir, Kota Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10160

Referensi:

World Health Organization. (2025). Hypertension.  

Primaya Hospital. (2025). Hipertensi: Cara Menurunkan dan Mencegah Darah Tinggi.  

World Health Organization. (2024). Sodium reduction.

Kementerian Kesehatan RI. (2024). Bagaimana Mengontrol Tekanan Darah Tanpa Obat?

Pan American Health Organization (PAHO/WHO). Hypertension.

Ditinjau secara medis oleh dr. Febe Rangga Saba Pong Tambing

Frequently Asked Question

Kapan seseorang dikatakan mengalami tekanan darah tinggi?
Seseorang dikatakan mengalami hipertensi jika tekanan darah mencapai 140/90 mmHg atau lebih, dengan diagnosis yang umumnya dikonfirmasi melalui pengukuran pada kesempatan berbeda.
Bagaimana cara menurunkan darah tinggi tanpa obat?
Tekanan darah dapat dikendalikan dengan mengurangi garam, rutin berolahraga, mengelola stres, tidur cukup, membatasi kafein, menghindari rokok dan alkohol, serta mengonsumsi makanan tinggi kalium.
Berapa banyak garam yang sebaiknya dikonsumsi untuk membantu menjaga tekanan darah?
WHO menyarankan orang dewasa membatasi konsumsi garam hingga kurang dari 5 gram atau sekitar satu sendok teh per hari.
Apakah olahraga dapat membantu menurunkan tekanan darah tinggi?
Ya. Aktivitas fisik rutin dapat membantu memperkuat jantung dan membuat pembuluh darah lebih lentur. WHO merekomendasikan aktivitas fisik intensitas sedang minimal 150 menit per minggu untuk orang dewasa.
Kapan tekanan darah tinggi membutuhkan obat atau pemeriksaan medis?
Obat mungkin diperlukan jika perubahan gaya hidup belum cukup. Segera periksa jika tekanan darah tinggi disertai sakit kepala hebat, nyeri dada, atau sesak napas.