Ketika beraktivitas di alam terbuka, seperti mendaki, berkemah, ataupun berjalan di kawasan hutan, Anda mungkin tidak menyadari adanya kutu kecil yang menempel di kulit. Padahal, gigitan kutu tertentu bisa menularkan infeksi, salah satunya penyakit Lyme atau Lyme disease.
Gejala infeksi ini bisa menyerupai flu pada awalnya, sehingga penting untuk bisa mengenali riwayat paparan kutu dan juga perubahan kondisi tubuh setelah beraktivitas di area berisiko. Mari simak lebih dalam dan kenali gejala lengkapnya!
Apa Itu Penyakit Lyme?
Penyakit Lyme adalah infeksi yang disebabkan oleh bakteri dari kelompok Borrelia dan umumnya ditularkan kepada manusia melalui gigitan kutu yang terinfeksi. Kutu pembawa bakteri ini umumnya ditemukan di wilayah tertentu, terutama Amerika Utara dan juga beberapa bagian Eropa.
Risiko jika terpapar akan sangat bergantung pada lokasi, aktivitas, dan juga kemungkinan kontak dengan kutu yang terinfeksi. Lyme disease sendiri tidak menular dari manusia ke manusia melalui sentuhan biasa, berbagi makanan, udara, ataupun cairan dari orang yang terinfeksi.
Penularan umumnya hanya terjadi saat kutu yang membawa bakteri menempel dan menggigit kulit. Gigitan kutu pun terkadang tidak disadari karena ukurannya kecil dan juga tidak selalu menimbulkan rasa sakit.
Selain itu, tidak semua gigitan kutu itu akan menyebabkan Lyme disease. Risiko tetap ditentukan oleh jenis kutu, apakah memang membawa bakteri atau tidak, serta kondisi paparan. Maka dari itu, menemukan kutu pada kulit juga tidak serta merta berarti seseorang terinfeksi.
Gejala Penyakit Lyme
Gejala bisa muncul beberapa hari hingga beberapa minggu setelah gigitan kutu yang terinfeksi. Salah satu tanda awalnya yang dikenal adalah ruam berbentuk lingkaran ataupun oval yang perlahan melebar di sekitar lokasi gigitan.
Ruam ini kadang menyerupai pola sasaran, tapi tidak selalu tampak seperti itu dan juga bisa sulit dikenali pada berbagai warna kulit. Gejala awal lainnya bisa berupa flu, seperti demam, merasakan sakit kepala, nyeri otot dan juga sendi, serta kelelahan.
Tapi tidak semua orang akan mengalami ruam, sebagian orang juga mungkin tidak menyadari pernah digigit kutu itu. Maka dari itu, riwayat aktivitas di wilayah yang memiliki kutu pembawa bakteri menjadi informasi penting pada saat berkonsultasi dengan dokter.
Gejala Jika Infeksi Berlanjut
Jika tidak segera terdiagnosis dan mendapat penanganan, penyakit Lyme bisa berkembang dan memengaruhi bagian tubuh lain. Gejala lanjutannya bisa mencakup nyeri atau sampai pembengkakan sendi, gangguan saraf seperti kelemahan otot wajah, serta masalah pada jantung yang memengaruhi irama atau hantaran listriknya.
Gejala yang muncul sangat bergantung pada tahap infeksi dan juga tidak selalu sama pada setiap orang. Segera cari pertolongan medis jika setelah kemungkinan paparan kutu ini muncul kelemahan wajah mendadak, nyeri dada, jantung berdebar disertai pusing, sesak napas, ataupun sampai sakit kepala berat dengan kaku leher.
Keluhan tersebut memerlukan evaluasi segera dan juga tidak boleh diasumsikan sebagai Lyme disease tanpa pemeriksaan.
Penyebab dan Faktor Risiko Penyakit Lyme
Penyebab penyakit Lyme adalah bakteri Borrelia yang masuk ke tubuh melalui gigitan kutu terinfeksi. Kutu bisa ditemukan di area berumput, semak, hutan, ataupun lingkungan lain yang sesuai dengan habitatnya. Risiko paparan akan tiba-tiba meningkat saat seseorang beraktivitas di area endemis tanpa perlindungan memadai.
Orang yang biasa tinggal bepergian ke wilayah endemis dan juga melakukan kegiatan di luar ruangan berpotensi lebih sering terpapar kutu. Namun, tidak semua daerah memiliki risiko penularan yang sama.
Bagi orang yang tinggal di Indonesia, penting juga untuk memberi tahu dokter jika memang pernah bepergian ke wilayah yang diketahui memiliki Lyme disease. Penilaian risiko ini sangat perlu mempertimbangkan lokasi paparan dan juga gejala, bukan hanya berdasarkan adanya gigitan serangga.
Diagnosis dan Pemeriksaan Penyakit Lyme
Diagnosis akan dilakukan dengan menilai gejala, riwayat kemungkinan gigitan kutu, aktivitas di wilayah berisiko, serta adanya temuan pemeriksaan fisik. Jika memang terdapat ruam khas dan juga riwayat paparan yang sesuai di wilayah endemis, maka biasanya dokter akan mempertimbangkan diagnosis berdasarkan gambaran klinis.
Dokter juga akan merekomendasikan tes darah untuk mendeteksi antibodi terhadap bakteri penyebab penyakit Lyme. Hasil tes pun masih perlu ditafsirkan sesuai waktu munculnya gejala dan juga riwayat paparan, karena pemeriksaan pada tahap awal bisa memberikan hasil negatif meskipun infeksi masih mungkin terjadi.
Tes Hematologi sendiri akan mengukur komponen darah seperti hemoglobin, sel darah merah, sel darah putih, dan juga trombosit. Pemeriksaan ini bisa membantu mengevaluasi kondisi kesehatan secara umum, tapi masih bukan tes khusus untuk memastikan Lyme disease.
Jika dokter memang menilai pemeriksaan komponen darah diperlukan untuk mengevaluasi keluhan, Anda bisa menggunakan layanan Hematologi Lengkap di Bumame. Ingat! Pemeriksaan ini bersifat penunjang dan tidak bisa menggantikan tes khusus Lyme disease maupun konsultasi dokter.
Cara Mengatasi Penyakit Lyme
Lyme disease bisa ditangani menggunakan antibiotik yang dipilih dokter berdasarkan usia, gejala, tahap penyakit, dan juga kondisi kesehatan pasien. Penanganan sedini mungkin akan membantu mempercepat pemulihan dan juga mengurangi risiko komplikasi.
Untuk jenis pengobatan standar, Anda akan diberi antibiotik berupa pil. Pengobatan ini biasanya akan berlangsung selama 10 hingga 14 hari, tergantung pada gejala. Konsumsi pil ini pun tidak bisa sembarangan dan Anda putuskan sendiri.
Pada sebagian kasus dengan gejala yang lebih berat, misalnya ketika sistem saraf ataupun jantung terpengaruh, maka dokter bisa merekomendasikan evaluasi spesialis dan juga antibiotik melalui pembuluh darah atau IV.
Namun, tidak semua pasien membutuhkan terapi tersebut. Pilihan penanganannya tetap disesuaikan dengan manifestasi penyakit.
Apakah Penyakit Lyme Bisa Sembuh?
Banyak pasien bisa membaik setelah mendapatkan antibiotik yang sesuai. Tapi, sebagian penderita tetap bisa mengalami kelelahan, nyeri, ataupun kesulitan berkonsentrasi setelah pengobatan selesai.
Keluhan yang menetap ini masih perlu evaluasi dokter karena bisa saja ada penyebab lain dan juga tidak selalu menandakan infeksi bakteri masih aktif. Anda pun tidak boleh mengonsumsi antibiotik tanpa adanya resep atau memperpanjang pengobatan sendiri.
Jika memang gejala tidak membaik atau muncul keluhan baru setelah terapi, maka konsultasikan kembali dengan dokter untuk bisa menilai penyebab dan juga langkah berikutnya.
Cara Mencegah Penyakit Lyme
Pencegahan utama adalah dengan mengurangi risiko gigitan kutu, terutama saat berada di wilayah yang diketahui memiliki risiko. Beberapa langkah yang bisa Anda lakukan meliputi.
Gunakan pakaian yang menutupi kulit saat beraktivitas di area berumput ataupun berhutan.
Gunakan repelan serangga sesuai petunjuk pada label juga.
Tetap berada di jalur yang terbuka bila memang memungkinkan dan hindari menyentuh semak secara langsung.
Periksa tubuh, kulit kepala, pakaian, dan juga perlengkapan setelah beraktivitas di luar ruangan.
Segera lepaskan kutu yang menempel menggunakan pinset berujung halus dengan menariknya perlahan dari dekat permukaan kulit.
Jangan membakar kutu atau mengoleskan bahan seperti minyak, cat kuku, maupun zat iritan untuk bisa melepaskannya. Jika memang muncul ruam atau gejala yang mencurigakan setelah gigitan kutu, konsultasikan dengan tenaga medis dan tetap sampaikan kapan serta di mana paparan kemungkinan terjadi.
Kapan Harus Berkonsultasi dengan Dokter?
Jika curiga terinfeksi penyakit Lyme, lakukan konsultasi dengan dokter. Terutama jika setelah bepergian ke wilayah berisiko ataupun mengalami gigitan kutu, mengalami ruam yang melebar, demam, nyeri sendi, sakit kepala, ataupun kelelahan yang tidak biasa.
Sampaikan juga riwayat perjalanan, lokasi aktivitas, waktu gigitan jika diketahui, serta adanya perubahan gejala yang dialami. Jika sedang mengalami nyeri dada, sesak napas, pingsan, kelemahan wajah mendadak, ataupun sakit kepala berat dengan kaku leher, segera cari pertolongan medis.
Jangan hanya menunda penanganan untuk bisa menunggu hasil pemeriksaan laboratorium. Bila memang dokter merekomendasikan pemeriksaan darah, pastikan jenis tes sesuai dengan dugaan klinis.
Layanan Hematologi Lengkap Bumame pun bisa membantu menilai komponen darah. Namun, diagnosis penyakit masih memerlukan pemeriksaan dan juga interpretasi yang lebih spesifik.
Lokasi Klinik Bumame
1. Klinik Bumame BSD
Ruko Northridge B1 No.16, Rw. Mekar Jaya, Kecamatan Serpong, Tangerang, Banten 15310
2. Klinik Bumame TB Simatupang
Jl. TB Simatupang No.33, RT.1/RW.5, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, DKI Jakarta 12550
3.Klinik Bumame Puri
Ruko Sentra Niaga Puri Indah Blok T6/23 RT.1/RW.2, Kembangan Sel., Kec. Kembangan, Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11610
4. Klinik Bumame Cideng
JAC Building, Jl. Jati Baru Raya No.28 5, Petojo Sel., Kecamatan Gambir, Kota Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10160
5. Klinik Bumame Kelapa Gading
Ruko Mall of Indonesia, Italian Walk Blok C 15-16, RT.18/RW.8, Klp. Gading Bar., Kec. Klp. Gading, Jkt Utara, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 14240
Referensi
Centers for Disease Control and Prevention (CDC) — About Lyme Disease
Mayo Clinic — Lyme Disease: Symptoms and Causes
Centers for Disease Control and Prevention (CDC) — Preventing Tick Bites
National Health Service (NHS) — Lyme Disease
Mayo Clinic — Lyme Disease: Diagnosis and Treatment
Ditinjau secara medis oleh dr. Reycha Nabila
Frequently Asked Question
Apakah penyakit Lyme menular dari manusia ke manusia?
Penyakit Lyme umumnya menular melalui gigitan kutu yang terinfeksi bakteri Borrelia. Penyakit ini tidak menyebar melalui kontak sehari-hari, seperti berpelukan, berbagi makanan, atau menyentuh orang yang terinfeksi.
Apakah setiap gigitan kutu menyebabkan penyakit Lyme?
Tidak. Hanya kutu tertentu yang membawa bakteri penyebab penyakit Lyme. Risiko penularan bergantung pada jenis kutu, lokasi paparan, dan kondisi gigitan. Kutu yang menempel perlu dilepas dengan benar, kemudian pantau gejala yang muncul.
Apakah penyakit Lyme bisa dideteksi dengan tes darah biasa?
Tidak selalu. Tes hematologi lengkap bukan pemeriksaan khusus untuk memastikan penyakit Lyme. Dokter dapat merekomendasikan tes antibodi terhadap bakteri penyebabnya berdasarkan gejala, riwayat paparan, dan waktu pemeriksaan.
Apakah penyakit Lyme bisa sembuh dengan antibiotik?
Banyak kasus penyakit Lyme dapat membaik dengan antibiotik yang diresepkan dokter. Jenis dan durasi pengobatan disesuaikan dengan kondisi pasien. Sebagian orang masih mengalami keluhan setelah terapi sehingga memerlukan evaluasi lebih lanjut.
Kapan perlu memeriksakan diri setelah gigitan kutu?
Periksakan diri jika muncul ruam yang melebar, demam, nyeri sendi, sakit kepala, atau kelelahan tidak biasa setelah kemungkinan paparan kutu, terutama di wilayah berisiko. Nyeri dada, sesak napas, kelemahan wajah mendadak, atau sakit kepala berat disertai kaku leher memerlukan pertolongan medis segera.
