Mau pesan layanan Homecare Bumame? Klik disini.

Mau pesan layanan Homecare Bumame? Klik disini.

Sering Sakit Kepala Pertanda Apa? Cara Membaca Pola dan Penyebabnya
Kembali ke Artikel & Berita

Sering Sakit Kepala Pertanda Apa? Cara Membaca Pola dan Penyebabnya

SBAOthers

Sakit kepala datang lagi menjelang sore, untuk kesekian kalinya minggu ini. Anda minum obat pereda nyeri, keluhan reda, lalu beberapa hari kemudian rasa yang sama kembali.

WHO memperkirakan gangguan sakit kepala dialami sekitar 40% populasi dunia. Kebanyakan sakit kepala hilang dengan sendirinya. Frekuensi dan gejala penyertanya memberi petunjuk tentang pemicunya. Sakit kepala yang mendadak dan sangat hebat, atau disertai lemah di satu sisi tubuh, perlu segera ditangani di IGD.

Berikut cara membaca polanya, pemicu yang sering terlewat, dan kapan perlu diperiksa.

Sering Sakit Kepala Umumnya Pertanda Apa?

Dokter membagi sakit kepala menjadi dua kelompok. Sakit kepala primer berdiri sendiri, misalnya sakit kepala tegang (tension-type headache), migrain, dan sakit kepala klaster (cluster headache). Sakit kepala sekunder muncul sebagai gejala kondisi lain, seperti infeksi, tekanan darah tinggi, cedera kepala, atau perubahan rutinitas termasuk puasa, menurut NINDS.

Jadi, sakit kepala yang sering kambuh umumnya menandakan sakit kepala primer atau pemicu harian yang berulang. NHS juga menyebut kebanyakan sakit kepala tidak menandakan penyakit serius. Pusing yang terasa melayang atau berputar adalah keluhan lain dengan penyebab sering pusing tersendiri.

Membaca Pola dari Frekuensi dan Ciri Nyerinya

Mayo Clinic menggolongkan sakit kepala harian kronis (chronic daily headache) bila nyeri muncul 15 hari atau lebih dalam sebulan selama lebih dari tiga bulan. Ambang diagnosis ditentukan oleh dokter. Berikut pola yang umum dilaporkan:

Pola

Ciri nyeri

Petunjuk tambahan

 

Sakit kepala tegang

Menekan seperti diikat di kedua sisi kepala, ringan sampai sedang

Dipicu stres, kurang tidur, atau postur, tanpa mual

Migrain

Berdenyut, sedang sampai berat, sering di satu sisi, 4 sampai 72 jam

Mual, peka cahaya dan suara, kadang didahului aura

Sakit kepala klaster

Sangat hebat di sekitar satu mata, singkat, bisa beberapa kali sehari

Mata merah berair dan hidung tersumbat di sisi yang sama

Sakit kepala akibat obat

Muncul pada sebagian besar hari, menekan, sering memberat saat bangun tidur

Minum obat pereda nyeri lebih dari dua hari seminggu

Tabel ini membantu mengenali pola yang umum dan bukan alat diagnosis.

Nyeri berdenyut yang berulang di satu sisi, seperti migrain sebelah kanan, sebaiknya dicatat bersama pemicunya.

Pemicu Harian yang Membuat Sakit Kepala Sering Kambuh

Banyak sakit kepala berulang berawal dari kebiasaan sehari-hari berikut:

1. Stres dan Otot yang Menegang

Menurut Kemenkes, saat stres tubuh melepaskan kortisol dan adrenalin yang membuat otot menegang. NINDS menyebut stres emosional membuat otot leher, wajah, kulit kepala, dan rahang berkontraksi sehingga memicu sakit kepala tegang. Cara mengelola stres yang konsisten membantu mengurangi kekambuhan.

2. Kurang Tidur atau Jam Tidur Berubah-ubah

NINDS menyebut tidur yang kurang, tidak berkualitas, atau justru berlebihan bisa memperburuk sakit kepala. Mayo Clinic mencatat gangguan tidur dan mendengkur sebagai faktor yang berkaitan dengan sakit kepala yang sering. Bila sulit tidur hampir setiap malam, bicarakan gejala insomnia dengan dokter.

3. Postur dan Layar

Membaca, bekerja di depan komputer, atau menatap ponsel dalam posisi yang membebani leher bisa memicu sakit kepala tegang, menurut NINDS. NHS juga memasukkan postur buruk dan masalah penglihatan ke dalam penyebab umum. WHO menyebut nyerinya bisa menjalar dari atau ke leher, sehingga perlu dibedakan dari penyebab sakit kepala belakang yang lain.

4. Telat Makan, Kurang Minum, Kafein, dan Alkohol

NHS memasukkan makan tidak teratur, kurang cairan atau dehidrasi, dan alkohol berlebihan ke dalam penyebab umum sakit kepala. NINDS menambahkan puasa, kafein, dan berhentinya asupan kafein sebagai pemicu.

5. Perubahan Hormon

NHS menyebut haid dan masa menopause bisa memicu sakit kepala hormonal. Kemenkes menjelaskan naik-turunnya hormon pada siklus haid atau menopause bisa memicu migrain. NINDS menyarankan perempuan mencatat tanggal haid agar hubungannya terlihat.

Ketika Obat Pereda Nyeri Justru Membuat Sakit Kepala Lebih Sering

WHO mencatat jenis sakit kepala sekunder yang banyak dijumpai adalah sakit kepala akibat penggunaan obat berlebihan (medication-overuse headache). Nyerinya muncul lebih banyak hari dibanding hari bebas nyeri, menetap, dan sering memberat saat bangun tidur. WHO juga memperkirakan separuh penderita gangguan sakit kepala mengobati diri sendiri.

Menurut Mayo Clinic, minum obat pereda nyeri, termasuk obat bebas, lebih dari dua hari dalam seminggu atau sembilan hari dalam sebulan meningkatkan risiko sakit kepala rebound. Pengurangan obat sebaiknya diatur bersama dokter karena penghentian yang keliru bisa menimbulkan efek samping serius.

Kondisi Kesehatan yang Bisa Ditandai Sakit Kepala Berulang

Beberapa kondisi perlu dipertimbangkan, khususnya bila ada keluhan lain:

  • Tekanan darah tinggi. WHO menyebut kebanyakan orang dengan hipertensi tidak merasakan gejala, sehingga satu-satunya cara mengetahuinya adalah mengukur tekanan darah. Tekanan yang sangat tinggi, biasanya 180/120 mmHg atau lebih, bisa menimbulkan sakit kepala berat dan pandangan kabur. Pengukuran rutin adalah langkah dasar deteksi hipertensi.

  • Anemia. NHLBI mencatat sakit kepala, lemas, pucat, lelah, dan pusing sebagai gejala umum kekurangan sel darah merah atau hemoglobin. Karena anemia ringan bisa tanpa gejala, ciri-ciri anemia mudah terlewat.

  • Infeksi. Flu dan pilek termasuk penyebab umum sakit kepala menurut NHS. Bila sakit kepala selalu datang bersama hidung tersumbat yang berkepanjangan, sampaikan kepada dokter agar kemungkinan sinusitis ikut diperiksa.

  • Kondisi serius yang lebih jarang. NINDS dan Mayo Clinic menyebut stroke, radang selaput otak atau meningitis, cedera kepala, dan tumor otak sebagai penyebab sakit kepala sekunder. Tanda bahaya di bawah ini membantu membedakannya.

Kapan Harus ke IGD dan Kapan Cukup ke Dokter?

Segera ke IGD bila sakit kepala disertai tanda berikut:

  • Mendadak dan sangat hebat. NHS meminta pertolongan darurat bila sakit kepala datang tiba-tiba dan terasa sangat nyeri. NINDS juga menyoroti sakit kepala hebat pertama kali yang disertai bingung.

  • Tanda gangguan saraf. Wajah atau tubuh lemah atau mati rasa, sulit bicara atau berjalan, kejang, atau kehilangan penglihatan perlu ditangani segera. NINDS menyebut kelemahan di bagian tubuh mana pun bisa menjadi tanda stroke, dan gejala stroke ringan pun memerlukan penanganan cepat.

  • Demam dengan leher kaku. NHS menggolongkan sakit kepala dengan demam tinggi, leher kaku, silau terhadap cahaya, atau ruam yang tidak memudar saat ditekan gelas sebagai keadaan darurat. Mayo Clinic juga meminta pemeriksaan segera untuk kombinasi ini.

  • Setelah cedera kepala atau saat tekanan darah sangat tinggi. NHS meminta pertolongan darurat bila sakit kepala muncul dalam tiga bulan setelah cedera kepala. WHO menganjurkan pertolongan segera bila tekanan darah sangat tinggi disertai sakit kepala berat atau nyeri dada.

Buat janji dengan dokter bila sakit kepala muncul dua kali atau lebih dalam seminggu, obat pereda nyeri diminum hampir setiap hari, atau polanya berubah dan memberat, sesuai saran Mayo Clinic. NHS menganjurkan konsultasi segera bila sakit kepala disertai muntah atau gangguan penglihatan. NINDS meminta perhatian pada sakit kepala menetap yang baru muncul setelah usia 50 tahun.

Cara Dokter Mencari Penyebab Sakit Kepala

Menurut NINDS, dokter menelusuri riwayat kesehatan dan pola sakit kepala, lalu melakukan pemeriksaan fisik dan saraf. Tes darah, tes urine, CT scan, MRI, atau EEG diminta bila dicurigai ada penyebab tertentu. Kemenkes menjelaskan diagnosis migrain juga bertumpu pada riwayat gejala.

NINDS menganjurkan membawa catatan berisi waktu muncul, kekuatan dan lama nyeri, obat yang diminum, kualitas tidur, stres, serta makanan dan minuman dalam 24 jam sebelumnya.

Pemeriksaan Dasar untuk Menyingkirkan Pemicu yang Tidak Terasa

Tekanan darah tinggi umumnya tanpa gejala dan hanya diketahui lewat pengukuran, sementara anemia ringan juga bisa tidak bergejala. Bila dokter menyarankan pemeriksaan dasar untuk menyingkirkan kemungkinan tersebut, Medical Check Up Basic di Bumame bisa menjadi langkah awal.

Paket ini berisi hematologi lengkap termasuk kadar hemoglobin, glukosa puasa, profil lemak (kolesterol total, HDL, LDL direk, dan trigliserida), asam urat, fungsi hati (SGOT dan SGPT), fungsi ginjal (ureum, kreatinin, dan eGFR), serta urine lengkap. Tanda vital termasuk tekanan darah diperiksa sebelum pengambilan sampel. Pemeriksaan memerlukan puasa dan tersedia di klinik maupun lewat Home Care, jadi hubungi CS Bumame lewat WhatsApp untuk mengatur jadwal.

Penanganan Mengikuti Jenis dan Penyebabnya

NINDS menjelaskan langkah pertama penanganan adalah menemukan kondisi yang mendasari sakit kepala. WHO menyebut golongan obatnya meliputi pereda nyeri (analgesik), obat antimual (antiemetik), obat khusus migrain, dan obat pencegahan, yang pemilihannya ditentukan dokter. Latihan relaksasi dan terapi perilaku kognitif juga bisa membantu sebagian orang.

Kebiasaan yang Membantu Mengurangi Kekambuhan

Menurut WHO, perubahan gaya hidup sederhana sering sudah cukup membantu:

  • Buat catatan sakit kepala. WHO dan Kemenkes menyarankan kalender atau catatan harian untuk menemukan pemicu. Catat juga sakit kepala yang ringan.

  • Batasi obat pereda nyeri. Mayo Clinic mengingatkan obat sakit kepala yang diminum lebih dari dua kali seminggu bisa membuat sakit kepala makin sering. Diskusikan rencana pengurangannya dengan dokter.

  • Jaga jadwal tidur. Mayo Clinic menyarankan tidur tujuh sampai delapan jam dengan jam tidur dan bangun yang sama. Kemenkes menganjurkan berhenti memakai gawai minimal satu jam sebelum tidur.

  • Makan teratur dan bergerak aktif. Hindari melewatkan jam makan, cukupi cairan, dan kurangi kafein serta alkohol. Olahraga aerobik rutin seperti jalan kaki atau bersepeda membantu meredakan stres, menurut Mayo Clinic.

Catat Polanya, Lalu Temukan Pemicunya

Sakit kepala yang sering kambuh umumnya berkaitan dengan tidur, makan, stres, atau kebiasaan minum obat, dan banyak di antaranya bisa diperbaiki. Catatan sederhana selama beberapa minggu membantu Anda dan dokter melihat pemicunya. Deteksi dini memberi lebih banyak pilihan. Untuk pertanyaan seputar pemeriksaan, silakan chat CS Bumame.

Lokasi Klinik Bumame

1.  Klinik Bumame BSD
Ruko Northridge B1 No.16, Rw. Mekar Jaya, Kecamatan Serpong, Tangerang, Banten 15310

2. Klinik Bumame TB Simatupang
Jl. TB Simatupang No.33, RT.1/RW.5, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, DKI Jakarta 12550

3.Klinik Bumame Puri
Ruko Sentra Niaga Puri Indah Blok T6/23 RT.1/RW.2, Kembangan Sel., Kec. Kembangan, Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11610

4. Klinik Bumame Cideng
JAC Building, Jl. Jati Baru Raya No.28 5, Petojo Sel., Kecamatan Gambir, Kota Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10160

5. Klinik Bumame Kelapa Gading
Ruko Mall of Indonesia, Italian Walk Blok C 15-16, RT.18/RW.8, Klp. Gading Bar., Kec. Klp. Gading, Jkt Utara, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 14240

Referensi

  1. Kementerian Kesehatan RI, Ayo Sehat. Migrain.

  2. Kementerian Kesehatan RI, Ayo Sehat. Apa Itu Stres: Gejala, Penyebab, Pencegahan dan Pengobatan.

  3. World Health Organization. Migraine and Other Headache Disorders.

  4. National Institute of Neurological Disorders and Stroke (NINDS). Headache.

  5. National Health Service (NHS). Headaches.

  6. Mayo Clinic. Chronic Daily Headaches, Symptoms and Causes.

  7. World Health Organization. Hypertension.

  8. National Heart, Lung, and Blood Institute (NHLBI). Anemia Symptoms.

Ditinjau secara medis oleh dr. Muhammad Reza Kurniawan

Frequently Asked Question

Sering sakit kepala pertanda apa?

Sering sakit kepala umumnya berkaitan dengan sakit kepala tegang, migrain, stres, kurang tidur, telat makan, atau postur tubuh. Namun, keluhan ini juga bisa berhubungan dengan kondisi lain, seperti anemia, infeksi, tekanan darah sangat tinggi, atau penggunaan obat pereda nyeri berlebihan.

Berapa kali sakit kepala dalam seminggu yang perlu diperiksakan?

Sebaiknya konsultasikan ke dokter jika sakit kepala muncul dua kali atau lebih dalam seminggu, obat pereda nyeri digunakan hampir setiap hari, atau pola sakit kepala berubah dan semakin berat.

Apakah sering sakit kepala merupakan tanda tekanan darah tinggi?

Belum tentu. Kebanyakan orang dengan tekanan darah tinggi tidak mengalami gejala. Cara mengetahui tekanan darah tinggi adalah melalui pengukuran tekanan darah, bukan hanya berdasarkan sakit kepala.

Apakah minum obat sakit kepala setiap hari bisa memperburuk keluhan?

Bisa. Penggunaan obat pereda nyeri lebih dari dua hari dalam seminggu dapat meningkatkan risiko sakit kepala akibat penggunaan obat berlebihan. Konsultasikan dengan dokter untuk menentukan penanganan dan cara mengurangi obat dengan aman.

Kapan sakit kepala harus segera dibawa ke IGD?

Segera ke IGD jika sakit kepala muncul mendadak dan sangat hebat, disertai kelemahan atau mati rasa pada satu sisi tubuh, sulit bicara, kejang, demam dengan leher kaku, atau muncul setelah cedera kepala.