Mau pesan layanan Homecare Bumame? Klik disini.

Mau pesan layanan Homecare Bumame? Klik disini.

apa-itu-diabetes-mellitus
Kembali ke Artikel & Berita

Apa Itu Diabetes Melitus: Kenali Jenis, Gejala, hingga Cara Mendeteksinya

Bumame Editormedical check up

Rasa haus yang tidak kunjung hilang sering dianggap efek cuaca panas. Bangun malam untuk buang air kecil dikira akibat banyak minum, dan badan lelah disalahkan pada pekerjaan.

Pada sebagian orang, keluhan seperti ini berkaitan dengan gula darah yang tinggi. Gejala diabetes tipe 2 bisa ringan selama bertahun-tahun, dan sebagian orang baru mengetahuinya setelah komplikasi muncul.

Berikut penjelasan tentang apa itu diabetes melitus, jenis, penyebab, gejala, komplikasi, hingga cara diagnosis, pengobatan, dan pencegahannya.

Apa Itu Diabetes Melitus?

Diabetes melitus adalah penyakit kronis yang ditandai kadar gula darah di atas normal. Kondisi ini muncul ketika pankreas, kelenjar di belakang lambung, tidak menghasilkan cukup insulin atau tubuh tidak bisa memakainya secara efektif.

Glukosa atau gula darah adalah sumber energi sel tubuh yang sebagian besar berasal dari makanan. Insulin adalah hormon dari pankreas yang membantu gula darah masuk ke dalam sel.

Saat insulin kurang atau tidak bekerja, gula menumpuk di darah. Kondisi gula darah tinggi ini disebut hiperglikemia, dan dalam jangka panjang bisa merusak pembuluh darah serta saraf.

Istilah diabetes juga dipakai pada diabetes insipidus, kondisi lain dengan penyebab dan penanganan yang berbeda.

Mengenal Jenis Diabetes Melitus dan Prediabetes

Diabetes Tipe 1

Diabetes tipe 1 terjadi ketika sistem kekebalan tubuh keliru merusak sel penghasil insulin di pankreas. Penderitanya memerlukan insulin setiap hari. Jenis ini umumnya terdiagnosis pada anak, remaja, dan dewasa muda.

Diabetes Tipe 2

Diabetes tipe 2 muncul saat tubuh tidak memakai insulin dengan baik atau produksinya kurang. Jenis ini jauh lebih banyak ditemukan dan berkembang perlahan. Kasusnya kini juga makin sering muncul pada anak dan remaja.

Diabetes Gestasional

Diabetes gestasional adalah gula darah tinggi yang muncul selama kehamilan pada perempuan tanpa riwayat diabetes. Kondisi ini biasanya hilang setelah persalinan, tetapi ibu dan anaknya lebih berisiko terkena tipe 2 kelak.

Prediabetes

Prediabetes adalah kondisi ketika gula darah di atas normal, namun masih di bawah batas diabetes tipe 2. Banyak orang tidak menyadarinya. Perubahan gaya hidup bisa membantu mengembalikan gula darah ke kisaran normal.

Apa Penyebab Diabetes Melitus dan Siapa yang Berisiko?

Masalah dasarnya ada pada insulin yang kurang atau tidak bekerja dengan baik. Tipe 1 belum diketahui pemicunya dan belum bisa dicegah. Pada tipe 2, sel tubuh kurang merespons insulin, kondisi yang disebut resistensi insulin.

Risiko tipe 2 meningkat pada kondisi berikut:

  • Kelebihan berat badan. Berat badan berlebih dan obesitas berkaitan erat dengan resistensi insulin. Mencegah obesitas pada anak ikut menurunkan risiko tipe 2 di usia muda.

  • Kurang gerak dan pola makan tinggi gula. Jarang berolahraga dan sering mengonsumsi makanan manis yang rendah serat meningkatkan risiko. Kebiasaan ini bisa diubah.

  • Riwayat keluarga dan usia. Risiko lebih tinggi jika orang tua atau saudara kandung memiliki diabetes. Risiko juga meningkat seiring bertambahnya usia.

  • Tekanan darah tinggi dan lemak darah tidak normal. Keduanya termasuk faktor risiko tipe 2. Pengobatan dan gaya hidup sehat membantu mengendalikannya.

  • Riwayat diabetes gestasional atau prediabetes. Kedua kondisi ini menunjukkan tubuh pernah kesulitan mengatur gula darah. Risiko berkembang menjadi tipe 2 pun lebih tinggi.

Gejala Diabetes Melitus yang Perlu Diperhatikan

Gejala tipe 1 bisa muncul dalam hitungan minggu, sedangkan gejala tipe 2 sering ringan dan berkembang perlahan. Perhatikan enam tanda berikut, apalagi jika muncul bersamaan.

1. Sering Merasa Haus

Rasa haus berlebihan atau polidipsia berkaitan dengan banyaknya cairan yang keluar lewat urine. Haus tetap terasa walau sudah minum lebih banyak. Bila berlangsung berhari-hari, periksakan gula darah.

2. Sering Buang Air Kecil

Ginjal membuang kelebihan gula bersama urine, sehingga frekuensi buang air kecil atau poliuria meningkat. Keluhan ini sering terasa pada malam hari. Bangun berkali-kali untuk ke toilet layak dibicarakan dengan dokter.

3. Berat Badan Turun tanpa Sebab

Saat sel kekurangan energi dari gula darah, tubuh memecah lemak dan otot. Berat badan turun meski pola makan tetap, dan sebagian orang justru sering lapar. Penurunan yang tidak direncanakan perlu diperiksakan.

4. Mudah Lelah

Gula yang tertahan di darah tidak bisa dipakai sel sebagai tenaga, sehingga tubuh terasa lemas. Keluhan ini mudah disangka kurang tidur. Lelah yang menetap disertai haus perlu diperiksakan.

5. Penglihatan Kabur

Gula darah tinggi bisa membuat pandangan terasa buram. Keluhan ini sering disangka mata lelah. Pandangan kabur yang baru muncul, apalagi bersama gejala lain, sebaiknya diperiksakan.

6. Luka Lama Sembuh

Luka kecil yang tidak kunjung kering bisa menjadi tanda gula darah tinggi, khususnya di kaki. Sebagian orang juga sering mengalami gatal atau infeksi jamur di area kelamin. Keluhan berulang layak diperiksakan.

Komplikasi yang Bisa Muncul dalam Jangka Panjang

Gula darah tinggi yang tidak terkendali perlahan merusak pembuluh darah dan saraf di bagian tubuh berikut:

  • Jantung. Risiko serangan jantung dan stroke lebih tinggi pada orang dengan diabetes. Risiko bertambah bila tekanan darah dan lemak darah juga tinggi.

  • Ginjal. Kerusakan pembuluh darah kecil di ginjal bisa menurunkan fungsinya hingga gagal ginjal. Karena itu, fungsi ginjal perlu diperiksa secara rutin.

  • Mata. Kerusakan pembuluh darah di retina, lapisan belakang mata, disebut retinopati diabetik. Kondisi ini bisa menyebabkan kehilangan penglihatan permanen.

  • Saraf. Kerusakan saraf atau neuropati bisa membuat kaki terasa kesemutan, terbakar, atau mati rasa. Akibatnya, luka kecil sering tidak terasa.

  • Kaki. Saraf yang kurang peka dan aliran darah yang buruk membuat luka lambat sembuh. Luka bisa berkembang menjadi ulkus atau borok yang pada sebagian kasus berujung amputasi.

Baca Juga: Efek Gula Darah Tinggi dalam Jangka Pendek dan Panjang

Perbedaan Diabetes Tipe 1 dan Tipe 2

Tabel berikut merangkum perbedaan keduanya.

Aspek

Tipe 1

Tipe 2

Penyebab

Sistem imun merusak sel penghasil insulin

Tubuh kurang merespons insulin atau produksinya kurang

Usia saat didiagnosis

Umumnya anak, remaja, dan dewasa muda

Dewasa, kini juga usia muda

Munculnya gejala

Cepat, dalam hitungan minggu

Perlahan, bisa bertahun-tahun

Penanganan utama

Insulin setiap hari

Gaya hidup sehat, obat, atau insulin

Pencegahan

Belum diketahui

Sering bisa dicegah atau ditunda

Gunakan tabel ini sebagai gambaran umum. Kepastian diagnosis datang dari pemeriksaan dokter.

Kapan Sebaiknya Berkonsultasi ke Dokter?

Temui dokter bila salah satu gejala di atas menetap, apalagi bila haus berlebihan, sering buang air kecil, dan berat badan turun muncul bersamaan. Gejala yang berkembang cepat dalam hitungan hari perlu diperiksakan segera.

Bila Anda memiliki faktor risiko di atas, pemeriksaan tetap dianjurkan meski tanpa keluhan.

Bagaimana Diabetes Melitus Didiagnosis?

Diagnosis ditegakkan lewat pemeriksaan darah, antara lain:

  • Gula darah puasa. Menurut pedoman Perkumpulan Endokrinologi Indonesia (PERKENI), puasa berarti tanpa asupan kalori minimal 8 jam. Hasil gula darah puasa menunjukkan kadar gula saat tubuh tidak mencerna makanan.

  • HbA1c. Tes ini mengukur gula yang menempel pada hemoglobin di sel darah merah. Hasil tes HbA1c menggambarkan kendali gula darah jangka panjang.

  • Tes toleransi glukosa oral (TTGO). Setelah puasa, pasien minum larutan gula, lalu gula darah diperiksa lagi dua jam kemudian. Hasilnya menunjukkan cara tubuh mengolah beban gula.

  • Gula darah sewaktu. Pemeriksaan ini bisa dilakukan kapan saja tanpa puasa. Dokter menilainya bersama keluhan khas seperti haus berlebihan.

Setiap hasil dibandingkan dengan kriteria pedoman klinis, dan ambang diagnosis ditentukan oleh dokter.

Mengetahui Kendali Gula Darah Lewat Pemeriksaan Darah

Pada tahap awal, diabetes tipe 2 dan prediabetes sering tanpa gejala, sehingga pemeriksaan darah menjadi cara mengetahuinya. Tes HbA1c juga menggambarkan kendali gula darah selama sekitar tiga bulan terakhir.

Paket Diabetes Melitus dari Bumame adalah paket pemeriksaan darah untuk menilai gula darah sekaligus kendali gula jangka panjang. Hasilnya bisa Anda diskusikan dengan dokter. Untuk jadwal dan lokasi, hubungi CS Bumame lewat WhatsApp.

Pengobatan untuk Menjaga Gula Darah Tetap Terkendali

Pengobatan bertujuan menjaga gula darah dalam target yang ditetapkan dokter agar komplikasi bisa dicegah atau ditunda. Langkah pengobatan umumnya mencakup:

  • Pola makan teratur. Jadwal, jenis, dan jumlah makanan yang tepat membantu gula darah lebih stabil. Dokter atau ahli gizi bisa membantu menyusun menu.

  • Aktivitas fisik. Latihan teratur membantu tubuh memakai insulin dengan lebih baik. Jenis dan intensitasnya disesuaikan dengan kondisi masing-masing.

  • Obat sesuai resep. Pada tipe 2, dokter bisa meresepkan obat penurun gula darah bila gaya hidup sehat belum cukup. Obat diminum sesuai anjuran dan tidak dihentikan sendiri.

  • Insulin untuk tipe 1. Penderita tipe 1 memerlukan terapi insulin setiap hari. Sebagian penderita tipe 2 juga memerlukannya sesuai penilaian dokter.

Langkah Sehari-hari untuk Menurunkan Risiko Diabetes Tipe 2

Risiko tipe 2 bisa diturunkan atau kemunculannya ditunda lewat perubahan gaya hidup. Langkah yang dianjurkan antara lain:

  • Rutin bergerak. Pedoman PERKENI menganjurkan latihan fisik dengan total sekitar 150 menit per minggu, misalnya jalan cepat atau bersepeda. Waktunya bisa dibagi ke beberapa hari.

  • Makan seimbang dan jaga berat badan. Batasi gula dan lemak jenuh, lalu perbanyak sayur dan makanan berserat. Berat badan yang sehat membantu tubuh merespons insulin.

  • Tidak merokok. WHO menganjurkan menghindari rokok untuk mencegah diabetes tipe 2 dan komplikasinya. Bila sulit berhenti sendiri, dokter bisa membantu menyusun langkah berhenti merokok.

  • Cek gula darah berkala. Pemeriksaan rutin membantu menemukan prediabetes sebelum muncul keluhan. Jadwalnya bisa disesuaikan dengan faktor risiko masing-masing.

Kenali Lebih Awal, Kelola dengan Lebih Tenang

Diabetes melitus bisa dikelola, apalagi jika diketahui sejak awal. Mengenali gejala dan faktor risiko memberi Anda waktu untuk bertindak bersama dokter. Deteksi dini memberi lebih banyak pilihan.

Untuk pertanyaan seputar pemeriksaan gula darah, chat CS Bumame.

Lokasi Klinik Bumame

1.  Klinik Bumame BSD
Ruko Northridge B1 No.16, Rw. Mekar Jaya, Kecamatan Serpong, Tangerang, Banten 15310

2. Klinik Bumame TB Simatupang
Jl. TB Simatupang No.33, RT.1/RW.5, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, DKI Jakarta 12550

3.Klinik Bumame Puri
Ruko Sentra Niaga Puri Indah Blok T6/23 RT.1/RW.2, Kembangan Sel., Kec. Kembangan, Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11610

4. Klinik Bumame Cideng
JAC Building, Jl. Jati Baru Raya No.28 5, Petojo Sel., Kecamatan Gambir, Kota Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10160

5. Klinik Bumame Kelapa Gading
Ruko Mall of Indonesia, Italian Walk Blok C 15-16, RT.18/RW.8, Klp. Gading Bar., Kec. Klp. Gading, Jkt Utara, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 14240

Referensi

  1. Kementerian Kesehatan RI, Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan. Mari Kenali Diabetes Melitus. Retrieved 23 September 2026 from https://keslan.kemkes.go.id/view_artikel/3175/mari-kenali-diabetes-melitus

  2. Kementerian Kesehatan RI, Ayo Sehat. Diabetes Melitus Tipe 2. Retrieved 23 September 2026 from https://ayosehat.kemkes.go.id/topik-penyakit/diabetes-penyakit-ginjal/diabetes-melitus-tipe-2

  3. Perkumpulan Endokrinologi Indonesia. Pedoman Pengelolaan dan Pencegahan Diabetes Melitus Tipe 2 Dewasa di Indonesia 2021. Retrieved 23 September 2026 from https://pbperkeni.or.id/wp-content/uploads/2021/11/22-10-21-Website-Pedoman-Pengelolaan-dan-Pencegahan-DMT2-Ebook.pdf

  4. World Health Organization. Diabetes. Retrieved 23 September 2026 from https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/diabetes

  5. Centers for Disease Control and Prevention. Diabetes Basics. Retrieved 23 September 2026 from https://www.cdc.gov/diabetes/about/index.html

  6. NHS. Diabetes. Retrieved 23 September 2026 from https://www.nhs.uk/conditions/diabetes

Ditinjau secara medis oleh dr. Arina Dyga Putri

Frequently Asked Question

Apa itu diabetes mellitus?

Diabetes mellitus adalah penyakit kronis yang terjadi ketika kadar gula darah meningkat karena tubuh tidak menghasilkan insulin yang cukup atau tidak dapat menggunakan insulin secara efektif.

Apa perbedaan diabetes tipe 1 dan tipe 2?

Pada tipe 1, sistem imun merusak sel penghasil insulin sehingga penderitanya memerlukan insulin setiap hari. Pada tipe 2, tubuh tidak memakai insulin dengan baik, dan kondisinya sering bisa dicegah atau ditunda dengan gaya hidup sehat.

Apa saja gejala awal diabetes melitus?

Gejala yang umum meliputi sering haus, sering buang air kecil, berat badan turun tanpa sebab, mudah lelah, penglihatan kabur, dan luka lama sembuh. Pada tipe 2, gejalanya bisa sangat ringan sehingga kondisi ini sering baru diketahui lewat pemeriksaan darah.

Bagaimana cara mengetahui seseorang terkena diabetes?

Diagnosis ditegakkan lewat pemeriksaan darah seperti gula darah puasa, HbA1c, tes toleransi glukosa oral, atau gula darah sewaktu. Ambang diagnosis ditentukan oleh dokter berdasarkan pedoman yang berlaku.

Apakah diabetes melitus bisa dicegah?

Risiko diabetes tipe 2 bisa diturunkan dengan menjaga berat badan, rutin bergerak, memilih makanan seimbang, dan tidak merokok. Untuk tipe 1, cara pencegahannya belum diketahui.