Mau pesan layanan Homecare Bumame? Klik disini.

Mau pesan layanan Homecare Bumame? Klik disini.

Brucellosis: Penyebab, Gejala, Pengobatan, dan Cara Pencegahannya
Kembali ke Artikel & Berita

Brucellosis: Penyebab, Gejala, Pengobatan, dan Cara Pencegahannya

SBAOthers

Pernah menikmati segelas susu segar langsung dari peternakan atau mencicipi keju tradisional saat berwisata kuliner di pedesaan? Rasanya memang nikmat. Namun, di balik kesegaran susu mentah dan produk ternak yang tidak melewati proses pemanasan sempurna, ada risiko kesehatan, salah satunya adalah brucellosis. 

Ini adalah infeksi dari hewan yang bisa menular ke manusia dan sering luput karena gejalanya mirip flu biasa. Banyak orang awam mungkin juga belum familiar dengan penyakit ini. Padahal, risikonya bisa berdampak panjang jika tidak ditangani sejak awal. Mari mengenal penyakit brucellosis lebih dalam lewat artikel berikut ini!

Apa Itu Brucellosis?

Brucellosis adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh bakteri kelompok Brucella. Bakteri ini menyerang hewan ternak, seperti sapi, kambing, domba, babi, dan anjing. Manusia pun dapat tertular melalui kontak dengan hewan yang terinfeksi atau produk olahannya. Karena sumbernya berasal dari hewan, penyakitnya disebut zoonosis. 

Dari sekian banyak jenis Brucella, Brucella melitensis (yang biasa ditemukan pada kambing dan domba) tercatat sebagai penyebab brucellosis pada manusia yang paling sering terjadi di dunia. Penyakit ini ditemukan di banyak negara dan dapat menyerang semua usia, baik laki-laki maupun perempuan.

Kabar baiknya, penularan dari manusia ke manusia sangat jarang terjadi. Dengan demikian, penyakit ini tidak menyebar semudah flu atau batuk pilek.

Gejala Brucellosis dan Tanda yang Perlu Anda Waspadai

Gejala awal biasanya mirip flu, yaitu demam, badan lemas, tidak enak badan, dan berat badan menurun. Karena ciri-ciri gejalanya tidak khas, orang yang mengalaminya kadang tidak langsung menyadari bahwa itu brucellosis.

Selain itu, penderita bisa merasakan keringat berlebih, sakit kepala, nyeri otot, nyeri sendi atau punggung, serta nafsu makan yang menurun. Gejala biasanya muncul sekitar 2-4 minggu setelah terpapar, meski rentangnya bisa dari 1 minggu hingga 2 bulan.

Gejala lain yang cukup khas adalah pola demamnya. Suhu tubuh Anda bisa melonjak tinggi, lalu turun lagi disertai keringat yang banyak, terutama pada pagi hari. Jika tidak ditangani, demam ini bisa hilang-timbul dan kambuh berkali-kali selama berbulan-bulan. Pada sebagian pasien, hati atau limpa juga ikut membesar.

Bila Anda membiarkan infeksi tanpa pengobatan yang tepat, beberapa gangguan jangka panjang bisa muncul, antara lain:

  • radang sendi yang berkepanjangan,

  • infeksi pada katup jantung (endokarditis),

  • kelelahan kronis dan perasaan murung,

  • pembengkakan testis pada laki-laki.

Jika merasakan beberapa gejala di atas, segera hubungi dokter dan jadwalkan pemeriksaan lebih lanjut.

Penyebab dan Faktor Risiko Brucellosis

Brucellosis disebabkan oleh bakteri Brucella yang berasal dari hewan yang terinfeksi. Manusia biasanya tertular melalui beberapa jalur berikut.

  • Meminum susu mentah atau memakan keju dan olahan susu lain yang tidak dipasteurisasi (tidak dipanaskan untuk mematikan kuman), terutama dari kambing atau domba.

  • Memakan daging yang kurang matang dari hewan ternak atau daging hasil buruan.

  • Bersentuhan langsung dengan hewan terinfeksi, khususnya darah, plasenta, janin, dan cairan dari rahim hewan.

  • Terkena cipratan cairan tubuh hewan di mata, hidung, atau mulut, serta menghirup bakteri yang melayang di udara.

  • Bakteri masuk melalui luka pada kulit.

Orang yang pekerjaannya dekat dengan hewan menghadapi risiko lebih tinggi untuk terjangkit penyakit ini. Mereka antara lain adalah peternak, pekerja rumah potong hewan, penjagal, pemburu, dokter hewan, dan petugas laboratorium. 

Bahkan, Centers for Disease Control and Prevention (CDC) mencatat brucellosis sebagai infeksi bakteri yang paling sering dilaporkan terjadi di laboratorium. Di Indonesia, masyarakat lebih mengenalnya sebagai penyakit gangguan reproduksi pada hewan ternak. Akibatnya, banyak orang belum menyadari bahwa penyakit ini bisa menular ke manusia.

Diagnosis Brucellosis: Pemeriksaan yang Dokter Lakukan

Karena gejalanya tidak khas, dokter tidak bisa memastikan hanya dari keluhan yang Anda rasakan. Dokter akan menanyakan riwayat paparan, misalnya, apakah ada kebiasaan minum susu mentah, kontak dengan hewan ternak, atau apakah pekerjaan yang Anda lakukan berhubungan dengan hewan.

Lalu, dokter akan meminta pemeriksaan laboratorium untuk memastikan diagnosis. Beberapa pemeriksaan yang biasanya dokter lakukan antara lain.

  • Kultur: Dokter menumbuhkan bakteri dari sampel darah, sumsum tulang, atau cairan tubuh lain.

  • Serologi: Ini adalah pemeriksaan antibodi dalam darah. Sebagian tes memerlukan dua sampel yang Anda ambil dengan jarak sekitar 2–4 minggu.

  • PCR: PCR adalah pemeriksaan materi genetik bakteri pada darah atau jaringan.

Pada fase awal infeksi, jumlah sel darah putih Anda umumnya normal atau sedikit menurun. Di sinilah pemeriksaan hematologi lengkap di Bumame bisa berguna sebagai pemeriksaan penunjang. Tes ini menghitung sel darah merah, sel darah putih, trombosit, dan hemoglobin, sehingga memberi gambaran umum kondisi darah Anda.

Perlu dicatat, tes tidak dipakai untuk memastikan brucellosis. Hasilnya membantu dokter membaca kondisi tubuh secara menyeluruh dan menentukan apakah Anda perlu tes lanjutan. 

Perlu Anda ketahui pula, melakukan tes darah lengkap melalui pemeriksaan kesehatan berkala juga dapat membantu memberikan petunjuk awal kepada tenaga medis. Sehingga, mereka dapat merencanakan tindakan penanganan dengan tepat. 

Pengobatan Brucellosis

Dokter mengobati dengan antibiotik. Pada umumnya, dokter meresepkan kombinasi dua jenis antibiotik karena pemakaian satu jenis saja lebih mudah membuat infeksi kambuh. Durasi pengobatannya pun tidak singkat, setidaknya 6 sampai 8 minggu.

Dokter akan menyesuaikan pilihan obat dengan kondisi masing-masing pasien. Ibu hamil, anak-anak, orang yang alergi pada obat tertentu, atau pasien yang daya tahan tubuhnya menurun biasanya memerlukan penyesuaian. Dokter pun perlu menentukan pilihan terbaiknya. Karena itu, jangan membeli atau menghentikan antibiotik sendiri.

Selama demam, Anda juga perlu cukup beristirahat. Sebab, pemulihan bisa memakan waktu beberapa minggu hingga beberapa bulan tergantung seberapa dini Anda memulai pengobatan dan seberapa berat infeksi yang Anda alami.

Meski sudah menjalani pengobatan, sekitar 5–15% pasien mengalami kekambuhan. Oleh sebab itu, dokter menganjurkan kontrol selama kira-kira satu tahun setelah pengobatan. Bila infeksi sudah mengenai jantung atau sistem saraf, pengobatan biasanya lebih panjang dan terkadang memerlukan tindakan tambahan.

Cara Mencegah Brucellosis

Pada dasarnya, kita bisa mencegah dengan memperhatikan makanan dan cara kita berinteraksi dengan hewan. Berikut langkah-langkah yang bisa Anda lakukan.

  • Pilih susu dan olahan susu seperti keju dan es krim yang sudah dipasteurisasi. Jika Anda ragu apakah suatu produk sudah dipasteurisasi atau belum, sebaiknya jangan mengonsumsinya.

  • Masaklah daging sampai benar-benar matang, termasuk daging kambing, domba, sapi, dan daging buruan.

  • Para pekerja peternakan, rumah potong hewan, dan dokter hewan sebaiknya memakai sarung tangan karet, kacamata pelindung, celemek, serta masker saat menangani jaringan atau cairan tubuh hewan.

  • Kita perlu menangani dan membuang plasenta, bangkai, dan jeroan hewan dengan benar.

  • Petugas laboratorium wajib menerapkan prosedur keselamatan setiap kali menangani sampel yang mereka curigai mengandung Brucella.

Di tingkat peternakan, upaya paling efektif adalah menghilangkan infeksi pada hewan. Pemerintah setempat bisa memvaksinasi ternak di daerah yang kasusnya tinggi, sekaligus mengedukasi masyarakat soal risiko produk susu yang tidak dipasteurisasi.

Kapan Harus Periksa ke Dokter?

Jangan menyepelekan setiap tanda dan gejala dari brucellosis. Segera periksakan diri ke dokter bila demam berlangsung berhari-hari atau hilang-timbul, apalagi jika Anda juga mengalami keringat berlebih, nyeri sendi dan otot, badan lemas, atau berat badan turun tanpa sebab yang jelas. 

Anda perlu lebih waspada jika pernah minum susu mentah, makan daging kurang matang, atau bekerja dekat dengan hewan ternak. Siapa pun yang merasa mungkin terpapar sebaiknya menghubungi tenaga kesehatan. 

Sampaikan riwayat paparan secara terbuka agar dokter bisa menentukan tes yang tepat. Demam juga punya banyak penyebab, misalnya tipes, sehingga Anda juga perlu mengetahui perbedaan tipes dan tifus yang sering tertukar. 

Untuk menelusuri penyebab demam yang tak kunjung reda, tersedia paket skrining demam awal di Bumame yang bisa Anda coba. Mau memulai dari pemeriksaan dasar? Anda bisa booking pemeriksaan hematologi lengkap di Bumame atau melihat pilihan paket medical check-up untuk pemeriksaan kesehatan yang lebih menyeluruh.

Lokasi Klinik Bumame

1.  Klinik Bumame BSD
Ruko Northridge B1 No.16, Rw. Mekar Jaya, Kecamatan Serpong, Tangerang, Banten 15310

2. Klinik Bumame TB Simatupang
Jl. TB Simatupang No.33, RT.1/RW.5, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, DKI Jakarta 12550

3.Klinik Bumame Puri
Ruko Sentra Niaga Puri Indah Blok T6/23 RT.1/RW.2, Kembangan Sel., Kec. Kembangan, Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11610

4. Klinik Bumame Cideng
JAC Building, Jl. Jati Baru Raya No.28 5, Petojo Sel., Kecamatan Gambir, Kota Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10160

5. Klinik Bumame Kelapa Gading
Ruko Mall of Indonesia, Italian Walk Blok C 15-16, RT.18/RW.8, Klp. Gading Bar., Kec. Klp. Gading, Jkt Utara, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 14240

Referensi

  1. World Health Organization — Brucellosis

  2. Centers for Disease Control and Prevention — About Brucellosis

  3. Bush, L. M., & Vazquez-Pertejo, M. T. — Brucellosis

  4. Noor, S. M. — Brucellosis: An Unrecognized Zoonotic Disease in Indonesia

  5. Centers for Disease Control and Prevention — Clinical Overview of Brucellosis

Ditinjau secara medis oleh dr. Reycha Nabila

Frequently Asked Question

Apakah brucellosis menular dari manusia ke manusia?

Penularan brucellosis antarmanusia sangat jarang terjadi. Infeksi umumnya menyebar melalui kontak dengan hewan terinfeksi atau konsumsi produk hewani yang terkontaminasi.

Apakah brucellosis bisa sembuh?

Brucellosis dapat diobati dengan antibiotik yang diresepkan dokter, biasanya berupa kombinasi dua jenis obat selama beberapa minggu. Kontrol setelah pengobatan tetap penting karena infeksi dapat kambuh.

Apakah brucellosis berbahaya bagi ibu hamil?

Ya. Brucellosis dapat meningkatkan risiko komplikasi kehamilan, termasuk keguguran. Ibu hamil yang merasa terpapar atau mengalami gejala perlu segera berkonsultasi dengan dokter untuk pemeriksaan dan penanganan yang sesuai.

Berapa lama gejala brucellosis muncul setelah terpapar?

Gejala biasanya muncul sekitar 2–4 minggu setelah paparan. Namun, gejala dapat timbul dalam waktu satu minggu hingga dua bulan setelah terpapar bakteri Brucella.

Apakah susu yang sudah dipasteurisasi aman dari brucellosis?

Pasteurisasi merupakan proses pemanasan yang membantu membunuh bakteri berbahaya, termasuk Brucella. Untuk mengurangi risiko infeksi, pilih susu dan produk olahannya yang telah dipasteurisasi serta hindari susu mentah.