Mau pesan layanan Homecare Bumame? Klik disini.

Mau pesan layanan Homecare Bumame? Klik disini.

Perbedaan Vitamin D dan Kalsium: Fungsi dan Gejala Kekurangannya
Kembali ke Artikel & Berita

Perbedaan Vitamin D dan Kalsium: Fungsi dan Gejala Kekurangannya

SBAOthers

Vitamin D dan kalsium sering disebut bersamaan. Bukan tanpa alasan karena keduanya saling berkaitan erat dan sama-sama berperan penting bagi kesehatan tulang, otot, dan sistem imun. Tapi nyatanya, keduanya bukan zat yang sama. Perbedaan vitamin D dan kalsium terletak pada bentuk, fungsi, sumber, serta cara tubuh memanfaatkannya.

Artikel ini akan membahas secara lengkap tentang perbedaan vitamin D dan kalsium apa yang terjadi jika seseorang kekurangan serta penanganannya agar kadarnya kembali normal. 

Apa itu Vitamin D?

Vitamin D merupakan salah satu vitamin yang sangat penting untuk perkembangan dan kekuatan tulang. Vitamin D ini juga yang berperan dalam sistem saraf, sistem otot dan rangka, serta sistem imun. 

Pada dasarnya fungsi dari vitamin D adalah membantu tubuh menyerap kalsium yang merupakan zat utama pembentukan tulang. Apabila kadar vitamin D ini berkurang dan terjadi berkepanjangan, penyerapan kalsium jadi menurun dan bisa menyebabkan hipoglikemia atau kadar kalsium rendah dalam darah serta memicu gangguan kesehatan tulang.

Vitamin D bisa diperoleh dari berbagai sumber, bisa dari asupan makanan, konsumsi suplemen, bahkan dari paparan sinar matahari. 

Saat kulit terpapar sinar matahari, tubuh dapat membentuk vitamin D. Mekanismenya, sinar matahari akan memicu proses sintesis kolesterol di dalam kulit. Setelah itu, vitamin D diproses oleh hati dan ginjal menjadi bentuk aktif yang dapat digunakan tubuh.

Penjelasan ini sekaligus meluruskan kesalahpahaman umum terkait sinar matahari dapat memberikan vitamin D secara langsung. Faktanya, sinar matahari hanyalah pemicu untuk membantu tubuh memproduksinya sendiri.

Selanjutnya, kebutuhan Vitamin D dalam tubuh itu berbeda berdasarkan dari usia seseorang. Berikut adalah kadar normal vitamin D dalam darah dalam International Unit (IU).

  • Bayi baru lahir sampai 12 bulan: 400 IU

  • Anak-anak 1-13 tahun: 600 IU

  • Remaja 14-18 tahun: 600 IU

  • Dewasa 19-70 tahun: 600 IU

  • Lansia 71 tahun ke atas: 800 IU

  • Ibu hamil dan menyusui: 600 IU 

Apa Itu Kalsium?

Kalsium adalah salah satu mineral dalam tubuh dengan jumlah paling banyak. Mineral ini umumnya terdapat pada tulang dan gigi. Tinggi rendahnya kadar dapat memengaruhi kesehatan dan kepadatan tulang.

Tak hanya untuk tulang, mineral kalsium juga diperlukan untuk kontraksi otot, transmisi sinyal saraf, menjaga jaringan ikat tetap kuat dan fleksibel, serta mendukung pelepasan hormon. Ketidakseimbangan kadar kalsium juga berpengaruh pada kenormalan seluruh fungsi tersebut.

Untuk itu, cukupi kebutuhan kalsium harian sesuai kadar normalnya berdasarkan usia dan jenis kelamin.

  • Bayi 0-6 bulan: 200 mg per hari

  • Bayi 7-12 bulan: 260 mg

  • Anak 1-3 tahun: 700 mg

  • Anak 4-8 tahun: 1.000 mg

  • Anak 9-18 tahun: 1.300 mg

  • Dewasa 19-50 tahun: 1.000 mg

  • Wanita 51-70 tahun: 1.200 mg

  • Pria di atas 70 tahun: 1.200 mg

Sumber asupan kalsium umumnya bisa diperoleh dari konsumsi susu dan produk olahannya, ikan laut, kacang-kacangan, dan biji-bijian.

Perbedaan Vitamin D dan Kalsium

Perbedaan paling mendasar antara vitamin D dan kalsium adalah fungsinya dalam tubuh. Vitamin D berperan sebagai pembantu penyerapan, sedangkan kalsium merupakan mineral yang langsung digunakan untuk membentuk dan memperkuat tulang.

Tanpa vitamin D yang cukup, usus akan lebih sulit menyerap kalsium sehingga tubuh berisiko mengalami kekurangan kalsium meskipun asupan makanan cukup. Berlaku sama, asupan kalsium yang rendah juga dapat memengaruhi kesehatan tulang meskipun kadar vitamin D cukup. 

Singkatnya, fungsi vitamin D sangat penting untuk menjaga keseimbangan kalsium dalam tubuh. Asupan keduanya juga perlu dipenuhi sesuai kebutuhan tubuh.

Selain berbeda dalam fungsi, perbedaan vitamin D dan kalsium juga bisa diketahui dari cara tubuh menyimpan serta mengolahnya. Vitamin D bersifat larut lemak sehingga dapat disimpan di jaringan lemak dan hati tubuh. 

Untuk kalsium sendiri sebagian besar sudah tersimpan dalam tulang dan gigi. Sebagian kecil kalsium lainnya beredar dalam darah untuk mendukung fungsi otot, saraf, hingga pembekuan darah.

Gejala Seseorang Kekurangan Vitamin D

Beberapa orang mungkin tak menunjukan gejala. Namun jika terlalu parah gejala akan muncul yang menunjukan adanya masalah kesehatan. Berikut adalah beberapa gejala yang wajib diwaspadai.

  • Kelelahan.

  • Nyeri tulang.

  • Otot lemah, pegal, atau kram otot.

  • Perubahan suasana hati, seperti depresi.

  • Nyeri otot. 

  • Sensitivitas terhadap nyeri meningkat. 

  • Otot lemah pada bagian tubuh yang dekat dengan batang tubuh, seperti lengan atas atau paha.

  • Berjalan terhuyung-huyung seperti bebek akibat otot pinggul atau kaki yang lemah.

  • Otot berkedut atau gemetar.

  • Kejang otot.

  • Kaki berbentuk O atau melengkung ke luar (pada kasus kekurangan vitamin D yang berat).

Kekurangan vitamin D yang berat pada anak dapat menyebabkan rakhitis. Gejala rakhitis meliputi:

  • Pertumbuhan tulang yang tidak normal seperti tulang yang melengkung atau bengkok.

  • Otot lemah.

  • Nyeri tulang.

  • Kelainan bentuk pada sendi.

Kondisi ini sangat jarang terjadi pada anak. Anak dengan kekurangan vitamin D yang ringan mungkin hanya mengalami otot yang lemah, pegal, dan/atau nyeri otot.

Gejala Seseorang Kekurangan Kalsium

Kekurangan kalsium akan menunjukkan gejala yang berbeda dari kekurangan vitamin D. Beberapa tanda yang perlu diwaspadai antara lain:

  • Kesemutan atau mati rasa di sekitar mulut, tangan, dan kaki.

  • Kram atau kejang otot.

  • Otot gemetar.

  • Kelelahan.

  • Kulit kering.

  • Kuku rapuh.

Dalam jangka panjang, kekurangan kalsium juga dapat memengaruhi kepadatan tulang dan meningkatkan risiko osteoporosis, yaitu kondisi tulang yang rapuh dan mudah patah.

Penyebab Kekurangan Vitamin D dan Kalsium

Kekurangan vitamin D ini umumnya disebabkan oleh asupan vitamin D yang kurang dari makanan dan/atau sinar matahari, tubuh tidak mampu menyerap dan memanfaatkan vitamin D dengan baik, akibat operasi penurunan berat badan, hingga efek penggunaan obat-obatan tertentu.

Selain itu, berikut adalah beberapa penyakit dan kondisi medis tertentu yang membuat tubuh sulit menyerap vitamin D:

  • Fibrosis kistik, penyakit Crohn, dan penyakit celiac. Kondisi ini dapat membuat usus tidak mampu menyerap vitamin D dari suplemen dengan cukup, terutama jika kondisinya tidak ditangani.

  • Obesitas. Indeks massa tubuh (IMT) di atas 30 berkaitan dengan kadar vitamin D yang lebih rendah. Sel lemak menyimpan vitamin D sehingga tidak dilepaskan ke dalam darah. 

  • Orang yang pernah menjalani operasi bariatrik untuk menurunkan berat badan.

  • Orang yang pernah menjalani pengangkatan sebagian usus halus (reseksi).

  • Kondisi yang memengaruhi pankreas, seperti insufisiensi pankreas eksokrin.

Sementara itu, kekurangan kalsium dapat terjadi karena asupan kalsium dari makanan rendah, gangguan penyerapan, penyakit ginjal, bahkan kekurangan vitamin D. Karena vitamin D membantu penyerapan kalsium, kekurangan vitamin ini juga bisa mengakibatkan kekurangan kalsium.

Perbedaan Cara Cek Kadar Vitamin D dan Kalsium

Pemeriksaan kadar vitamin D umumnya tidak dilakukan secara rutin. Tes ini biasanya disarankan jika terdapat kondisi medis tertentu, faktor risiko kekurangan vitamin D, dan/atau gejala yang mengarah ke sana. Untuk mengetahui kadar vitamin D, dokter biasanya akan menyarankan tes darah. 

Tes yang paling umum adalah 25-hidroksivitamin D, atau 25(OH)D. Selain itu, riwayat rakhitis, osteoporosis, atau patah tulang pada pasien juga bisa membantu dalam mendiagnosis pasien. 

Sedangkan untuk pemeriksaan kalsium dilakukan melalui tes kalsium darah. Tes dapat dilakukan saat terdapat gejala kram otot, kesemutan, kejang, sampai gangguan irama jantung. Terkadang, tes kadar kalsium juga bisa dilengkapi dengan cek fungsi ginjal.

Tes Kadar Vitamin D dengan Mudah di Bumame

Bumame menyediakan tes Vitamin D 25-OH Total yang merupakan tes untuk mengukur kadar vitamin D dalam darah. Tes ini sangat penting untuk mencegah terjadinya kekurangan vitamin D sebelum dampaknya semakin parah.

Hanya perlu membayar mulai dari Rp350.000, Anda sudah bisa mendapatkan hasil kadar dan simpanan vitamin D dalam darah yang sangat berguna untuk menilai kesehatan tulang, otot, dan daya tahan tubuh. 

Kapan Harus ke Dokter?

Jika mengalami beberapa gejala akibat kekurangan vitamin D maupun kalsium yang berlangsung lebih dari seminggu, segera berkonsultasi ke dokter untuk mendapatkan penanganan agar segera mereda. Berikut adalah beberapa gejala yang bisa mencari tanda harus segera ke rumah sakit.

  • Kelelahan berat.

  • Nyeri tulang.

  • Otot melemah.

  • Kram otot.

  • Kesemutan hebat.

  • Kejang berulang.

  • Berat badan menurun drastis tanpa sebab.

  • Penurunan kesadaran.

Jika memiliki riwayat penyakit tulang seperti osteoporosis dan osteomalasia, selalu lakukan pemeriksaan rutin untuk mengetahui kondisi tulang keseluruhan.

Lokasi Klinik Bumame

1.  Klinik Bumame BSD
Ruko Northridge B1 No.16, Rw. Mekar Jaya, Kecamatan Serpong, Tangerang, Banten 15310

2. Klinik Bumame TB Simatupang
Jl. TB Simatupang No.33, RT.1/RW.5, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, DKI Jakarta 12550

3.Klinik Bumame Puri
Ruko Sentra Niaga Puri Indah Blok T6/23 RT.1/RW.2, Kembangan Sel., Kec. Kembangan, Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11610

4. Klinik Bumame Cideng
JAC Building, Jl. Jati Baru Raya No.28 5, Petojo Sel., Kecamatan Gambir, Kota Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10160

5. Klinik Bumame Kelapa Gading
Ruko Mall of Indonesia, Italian Walk Blok C 15-16, RT.18/RW.8, Klp. Gading Bar., Kec. Klp. Gading, Jkt Utara, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 14240

Referensi:

  1. MedlinePlus — Vitamin D Deficiency

  2. Yale Medicine — Vitamin D Deficiency

  3. Nationwide Children’s Hospital — Vitamin D Deficiency: Evaluation and Treatment

  4. Healthline — Try These Nutritious Foods with High Vitamin D

  5. National Health Service — Vitamin D

  6. Hackensack Meridian Health — Signs You Could Be Low on Vitamin D

  7. National Institutes of Health — Calcium

  8. MedlinePlus — Calcium in Diet

Ditinjau secara medis oleh dr. Talitha Amalia

Frequently Asked Question

Apa perbedaan vitamin D dan kalsium?

Vitamin D adalah vitamin yang membantu tubuh menyerap kalsium, sedangkan kalsium merupakan mineral utama pembentuk tulang dan gigi. Vitamin D juga mendukung fungsi otot, saraf, dan sistem imun, sementara kalsium berperan dalam kontraksi otot, transmisi sinyal saraf, dan pembekuan darah.

Apakah vitamin D dan kalsium boleh dikonsumsi bersamaan?

Vitamin D dan kalsium dapat dikonsumsi bersamaan karena keduanya saling mendukung kesehatan tulang. Vitamin D membantu penyerapan kalsium di dalam tubuh. Namun, penggunaan suplemen sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan dan saran tenaga kesehatan agar dosisnya tepat.

Makanan apa yang kaya vitamin D dan kalsium?

Sumber vitamin D antara lain ikan berlemak, kuning telur, dan makanan yang diperkaya vitamin D. Sementara itu, kalsium dapat diperoleh dari susu dan produk olahannya, ikan tertentu, kacang-kacangan, biji-bijian, serta sayuran hijau. Mengonsumsi makanan yang beragam dapat membantu memenuhi kebutuhan kedua nutrisi tersebut.

Apa gejala kekurangan vitamin D dan kalsium?

Kekurangan vitamin D dapat menimbulkan kelelahan, nyeri tulang, otot lemah, dan kram otot. Kekurangan kalsium dapat menyebabkan kesemutan di sekitar mulut atau anggota tubuh, kram atau kejang otot, kelelahan, kulit kering, dan kuku rapuh. Gejala tersebut tidak selalu menunjukkan kekurangan nutrisi sehingga pemeriksaan medis mungkin diperlukan.

Bagaimana cara memeriksa kadar vitamin D dan kalsium dalam tubuh?

Kadar vitamin D umumnya diperiksa melalui tes darah 25-hidroksivitamin D atau 25(OH)D. Sementara itu, kadar kalsium dapat diperiksa melalui tes kalsium darah. Dokter menentukan jenis pemeriksaan berdasarkan gejala, faktor risiko, dan kondisi kesehatan. Pemeriksaan tambahan, seperti fungsi ginjal, dapat disarankan jika diperlukan.