Sakit pinggang belakang adalah salah satu keluhan medis yang sangat umum terjadi. Bahkan, catatan World Health Organization (WHO) pada 2020 mengungkap bahwa keluhan ini terjadi pada lebih dari 619 juta orang di seluruh dunia.
Meski sebagian besar kasus bukan kondisi serius dan bisa membaik sendiri, namun keluhan ini sebenarnya bisa menjadi indikasi adanya penyakit lain yang lebih serius. Oleh karena itu, termasuk penting untuk mengenali tanda-tanda keluhan ini di awal, sehingga penanganan medis tepat bisa dilakukan lebih cepat.
Apa Itu Sakit Pinggang Belakang?
Sakit pinggang belakang (low back pain) adalah sensasi tidak nyaman atau nyeri yang muncul di area antara batas bawah tulang rusuk hingga lipatan bokong.
Nyeri ini bisa muncul di satu titik, menyebar di sekitar area pinggang, atau bahkan menjalar hingga bokong dan kaki. Intensitasnya pun bisa beragam, mulai dari pegal ringan, kaku, rasa tertarik, hingga nyeri tajam.
Berdasarkan lamanya keluhan, sakit pinggang belakang sendiri bisa bersifat akut, subakut, atau kronis. Di sini, keluhan akut umumnya berlangsung dalam waktu relatif singkat, sedangkan keluhan kronis berlangsung selama lebih dari 12 minggu.
Penyebabnya juga bisa beragam, mulai dari ketegangan otot dan masalah pada struktur tulang belakang, hingga penyakit tertentu. Hal penting yang perlu Anda pahami adalah low back pain tidak selalu berarti tulang belakang mengalami kerusakan.
Pada banyak kasus, penyebab spesifik tidak bisa ditentukan (non specific). Oleh karena itu, pemeriksaan dan penanganan sebaiknya dilakukan sesuai dengan gejala serta faktor risiko penderita.
Penyebab Sakit Pinggang Belakang
Sakit pinggang belakang pada dasarnya bisa terjadi akibat masalah pada otot, ligamen, bantalan antar ruas tulang belakang, saraf, ataupun kondisi medis lain. Beberapa penyebab dari keluhan ini bisa ditangani dengan perawatan mandiri, namun ada juga kondisi yang membutuhkan evaluasi medis lanjutan.
A. Penyebab Umum
Dalam banyak kasus, ada empat faktor utama yang umumnya melatarbelakangi munculnya keluhan sakit pinggang belakang, di antaranya adalah sebagai berikut.
1. Ketegangan atau Cedera Otot
Mengangkat benda berat, melakukan gerakan tiba-tiba, memutar tubuh dengan posisi kurang tepat, atau berolahraga berlebihan bisa menjadi penyebab otot atau tendon di sekitar pinggang mengalami strain. Biasanya, sensasi nyerinya lebih terasa saat Anda bergerak, membungkuk, atau mengangkat sesuatu.
2. Terlalu Lama Duduk atau Kurang Bergerak
Kebiasaan duduk dalam waktu lama, terutama jika disertai kurang aktivitas fisik, juga bisa berkontribusi terhadap munculnya sensasi sakit atau nyeri di area pinggang belakang.
Jika aktivitas Anda sering kali dalam posisi duduk, usahakan untuk tidak berada dalam posisi yang sama terus-menerus. Berdiri, berjalan sebentar, dan melakukan gerakan ringan sejenak secara berkala bisa membantu mengurangi potensi keluhan sakit pinggang.
3. Perubahan pada Bantalan Tulang Belakang
Secara medis, bantalan yang ada di antara ruas tulang belakang bisa mengalami perubahan seiring bertambahnya usia. Pada kondisi tertentu, bantalan tersebut bisa menonjol atau mengalami herniasi, sehingga mengiritasi atau menekan saraf di sekitarnya.
Dalam hal ini, jika saraf ikut terlibat, nyeri bisa menjalar dari pinggang ke bokong atau tungkai, bersamaan dengan sensasi kesemutan, mati rasa, atau hilangnya tenaga (lemah). Keluhan yang menjalar ke tungkai ini bisa berkaitan dengan sciatica.
4. Perubahan akibat Usia
Seiring bertambahnya usia, struktur tulang belakang bisa mengalami perubahan degeneratif. Pada cukup banyak kasus, kondisi seperti osteoartritis, penyempitan kanal tulang belakang, atau perubahan pada bantalan tulang belakang bisa memicu keluhan sakit pinggang pada sebagian orang.
B. Penyebab yang Perlu Diwaspadai
Meskipun lebih jarang, sakit pinggang belakang bisa menjadi indikasi atau gejala kondisi lain yang membutuhkan pemeriksaan medis lebih lanjut. Berikut adalah beberapa kondisi serius yang pada banyak kasus bisa memunculkan keluhan low back pain.
1. Osteoporosis dan Patah Tulang Belakang
Osteoporosis sering tidak menimbulkan gejala sampai tulang mengalami patah. Jika terjadi fraktur kompresi pada tulang belakang, keluhan yang muncul bisa berupa nyeri punggung, penurunan tinggi badan, atau perubahan postur. Risiko osteoporosis ini bisa meningkat seiring usia dan berbagai faktor lainnya.
2. Osteomalacia
Osteomalacia pada dasarnya adalah gangguan mineralisasi tulang pada orang dewasa yang bisa menyebabkan tulang menjadi lebih lunak. Pada banyak kasus, kondisi ini bisa berkaitan dengan kekurangan vitamin D atau gangguan metabolisme mineral tertentu dan bisa menyebabkan nyeri tulang, termasuk di area punggung.
3. Infeksi atau Penyakit Lain
Dalam kasus yang lebih jarang, sakit pinggang juga bisa berhubungan dengan infeksi, penyakit inflamasi, kanker, atau kondisi lain di luar sistem muskuloskeletal. Biasanya ada gejala tambahan yang menyertai rasa nyeri seperti demam, penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas, atau keluhan sistemik lainnya.
Selain itu, sakit pinggang yang muncul bersama keluhan saat buang air kecil, demam, menggigil, mual, atau urine berdarah juga perlu menjadi perhatian. Pasalnya, hal tersebut bisa mengarah pada indikasi masalah ginjal atau saluran kemih, bukan semata-mata masalah otot.
Gejala Sakit Pinggang Belakang yang Perlu Diwaspadai
Tidak semua sakit pinggang membutuhkan pemeriksaan darurat. Namun, Anda sebaiknya lebih waspada jika nyeri muncul dengan gejala tertentu dan semakin berat atau mengganggu fungsi tubuh.
Adapun beberapa gejala yang sebaiknya Anda perhatikan antara lain:
Nyeri semakin berat atau tidak kunjung membaik;
Nyeri muncul setelah jatuh, kecelakaan, atau cedera;
Mati rasa atau kesemutan pada kaki;
Kaki terasa lemah atau mengalami kesulitan berjalan;
Nyeri menjalar dari pinggang hingga bokong atau kaki;
Demam atau merasa sangat tidak sehat; dan
Penurunan berat badan tanpa penyebab yang jelas.
Selain gejala di atas, ada juga kondisi yang membutuhkan pertolongan medis secepatnya, yaitu ketika sakit pinggang disertai gangguan mengendalikan buang air kecil atau buang air besar, mati rasa di area sekitar bokong atau organ intim, serta hilangnya tenaga pada kedua kaki.
Cara Mengatasi Sakit Pinggang Belakang Sendiri di Rumah
Jika sakit pinggang belakang tergolong ringan dan tidak muncul bersama gejala serius, Anda bisa melakukan penanganan mandiri di rumah. Beberapa di antaranya adalah sebagai berikut.
Tetap bergerak sesuai kemampuan - Pada sebagian besar kasus, beristirahat di kasur dalam waktu lama tidak dianjurkan. Sebaliknya, lakukan aktivitas sehari-hari yang mampu Anda lakukan dan meningkatkan aktivitas secara bertahap justru menjadi bagian penting dari pemulihan.
Hindari aktivitas yang memperparah nyeri - Untuk sementara waktu, kurangi mengangkat beban berat atau melakukan gerakan yang membuat sakit bertambah. Setelah kondisi membaik, Anda bisa kembali beraktivitas secara bertahap.
Gunakan kompres untuk membantu meredakan rasa tidak nyaman - Kompres dingin atau hangat bisa membantu mengurangi gejala nyeri (bukan mengobati).
Perhatikan posisi saat bekerja - Atur meja dan kursi agar posisi tubuh lebih nyaman. Hindari duduk dalam posisi yang sama terlalu lama dan manfaatkan jeda untuk berdiri atau berjalan.
Lakukan aktivitas fisik secara rutin - Jadwalkan program olahraga yang sesuai secara rutin untuk membantu meningkatkan fungsi dan kemampuan bergerak.
Medical Check Up Tulang untuk Jaga Kesehatan Tubuh
Sakit pinggang belakang tidak selalu berarti tulang Anda bermasalah. Namun, jika Anda memiliki faktor risiko gangguan tulang, pemeriksaan kesehatan menjadi salah satu cara untuk memahami kondisi tubuh dengan lebih baik.
Paket MCU Kesehatan Tulang dari Bumame bisa menjadi opsi pemeriksaan yang Anda andalkan. Pemeriksaan medis ini mencakup pemeriksaan kadar vitamin D 25-OH dan kalsium dalam darah, serta opsi konsultasi dokter.
Pemeriksaan ini bisa membantu mengevaluasi status nutrisi yang berhubungan dengan kesehatan tulang dan mengidentifikasi kondisi yang perlu ditindaklanjuti secara medis.
Jika Anda ingin mengetahui kadar vitamin D secara lebih spesifik, Bumame juga menyediakan pemeriksaan Vitamin D 25-OH Total. Pemeriksaan ini menggunakan sampel darah untuk mengukur kadar 25-hydroxyvitamin D, yang digunakan untuk menilai status vitamin D dalam tubuh.
Kapan Harus ke Dokter?
Anda sebaiknya berkonsultasi dengan dokter jika sakit pinggang belakang tidak membaik setelah beberapa waktu, sering kambuh, atau sudah mengganggu aktivitas sehari-hari. Dokter bisa melakukan wawancara medis dan pemeriksaan fisik untuk menentukan kemungkinan penyebab serta apakah pemeriksaan tambahan diperlukan.
Segera cari pertolongan medis jika sakit pinggang Anda muncul setelah cedera berat atau disertai kelemahan kaki, mati rasa yang signifikan, gangguan buang air kecil atau buang air besar, maupun mati rasa di area sekitar bokong dan organ intim.
Jangan Sembarangan Mengabaikan Nyeri Pinggang Belakang!
Sakit pinggang belakang pada dasarnya bukan keluhan medis baru. Keluhan ini dirasakan oleh jutaan orang di seluruh dunia. Aktivitas fisik yang berlebihan, kurang bergerak, perubahan struktur tulang belakang, hingga perubahan akibat usia bisa berkontribusi terhadap munculnya keluhan ini.
Kabar baiknya, keluhan ini bisa membaik dengan sendirinya tanpa tindakan invasif. Namun, pada beberapa kasus, keluhan ini juga bisa menjadi tanda dari tubuh bahwa adanya gejala medis yang lebih serius. Oleh karena itu, penting bagi Anda untuk mengenali sinyalnya lebih awal, sehingga penanganan medis yang tepat bisa dilakukan lebih awal.
Lokasi Klinik Bumame
1. Klinik Bumame BSD
Ruko Northridge B1 No.16, Rw. Mekar Jaya, Kecamatan Serpong, Tangerang, Banten 15310
2. Klinik Bumame TB Simatupang
Jl. TB Simatupang No.33, RT.1/RW.5, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, DKI Jakarta 12550
3.Klinik Bumame Puri
Ruko Sentra Niaga Puri Indah Blok T6/23 RT.1/RW.2, Kembangan Sel., Kec. Kembangan, Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11610
4. Klinik Bumame Cideng
JAC Building, Jl. Jati Baru Raya No.28 5, Petojo Sel., Kecamatan Gambir, Kota Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10160
5. Klinik Bumame Kelapa Gading
Ruko Mall of Indonesia, Italian Walk Blok C 15-16, RT.18/RW.8, Klp. Gading Bar., Kec. Klp. Gading, Jkt Utara, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 14240
Referensi:
World Health Organization. (2023). Low back pain.
National Institute of Arthritis and Musculoskeletal and Skin Diseases. (2023). Back Pain.
National Institute for Health and Care Excellence. (2020). Low back pain and sciatica in over 16s: assessment and management (NG59).
NHS. (2024). Kidney infection.
NHS. (2022). Kidney stones: Symptoms.
National Institute of Arthritis and Musculoskeletal and Skin Diseases. (2023). Osteoporosis: Diagnosis, Treatment, and Steps to Take.
National Institute for Health and Care Excellence. (2025). Suspected neurological conditions: recognition and referral.
World Health Organization. (2023). WHO guideline for non-surgical management of chronic primary low back pain in adults in primary and community care settings.
Ditinjau secara medis oleh dr. Muhammad Reza Kurniawan
.jpg&w=3840&q=75)