Merasa kulit kepala gatal, bersisik, terasa berminyak, dan ada ruam merah di sekitar hidung atau alis? Jika keluhan ini datang dan pergi, bisa jadi itu adalah dermatitis seboroik. Apa sebenarnya kondisi kulit ini? Apa penyebabnya? Mari simak penjelasan lengkapnya di bawah ini!
Apa itu Dermatitis Seboroik?
Seborrheic dermatitis atau dermatitis seboroik biasa pada di banyak orang, namun masih banyak yang belum memahami kondisi ini dan mengira hanya masalah ketombe atau iritasi biasa. Secara sederhana, seborrheic adalah peradangan kulit jangka panjang yang menyebabkan ruam bersisik, kemerahan, dan gatal-gatal.
Sering kali, kondisi ini muncul di area kulit yang banyak menghasilkan minyak (sebum). Contohnya kulit kepala, dahi, alis, telinga, dada, dan sekitar hidung.
Penyakit kulit ini bersifat kronis dan cenderung kambuh. Pemicunya dapat berupa stres, cuaca dingin, atau kurang tidur. Jadi, tujuan pengobatan adalah mengendalikan gejala dan mengurangi kekambuhan.
Gejala dan Ciri Seboroik
Bagaimana cara mengenali penyakit ini? Ciri paling khas dari seborrheic adalah kulit bersisik yang tampak berminyak atau kekuningan, kadang dengan kemerahan dan rasa gatal. Di berbagai bagian tubuh, tampilannya juga bisa berbeda-beda.
Tanda pada Kulit Kepala
Tempat favorit seborrheic adalah kulit kepala. Sisiknya bisa halus, seperti ketombe atau bisa juga lebih tebal, lengket, dan tampak lembap berminyak. Selain itu, beberapa hal ini juga bisa terjadi.
Kulit kepala mengelupas, mulai dari serbuk putih hingga sisik kuning tebal.
Rambut atau bantal tampak berdebu, sebenarnya karena serpihan kulit kepala.
Gatal, dari yang ringan sampai yang sangat mengganggu.
Kulit kepala merah, bersisik, atau terasa panas saat kekambuhan lebih berat.
Tanda di Wajah dan Area Lain
Kondisi ini memang identik dengan kulit kepala. Namun, tetap bisa muncul di bagian lain yang berminyak juga. Berikut ciri-cirinya.
Dahi, terutama di sekitar garis rambut.
Alis dan area di antara keduanya.
Lipatan dari hidung ke pipi.
Sekitar mulut dan area jenggot.
Kelopak mata .
Di dalam atau belakang telinga.
Dada bagian atas, punggung, ketiak, pusar, selangkangan, dan lipatan kulit lainnya.
Perbedaan Tampilan Sesuai Warna Kulit
Tergantung dari warna kulit pasien, ruam seboroik yang muncul tidak selalu sama warnanya. Di kulit terang, ruam sering terlihat kemerahan dan sedikit menonjol. Di kulit yang gelap, ruamnya mungkin keunguan atau justru lebih terang daripada warna kulit di sekitarnya.
Setelah peradangan mereda, bisa jadi ada bekas sementara. Jadi, jangan panik jika bekasnya tidak langsung hilang.
Gejala yang Sering Menyertai
Selain bersisik dan kemerahan, penderita juga mungkin merasakan rasa gatal atau terbakar, kulit kering dan mengelupas, serta ketidaknyamanan lainnya.
Kerak, retakan kulit, atau keluarnya cairan pada telinga.
Ruam simetris di kedua sisi wajah atau kulit kepala
Ketidaknyamanan di lipatan kulit yang lembap, misalnya ketiak atau bawah payudara.
Pada Bayi (Cradle Cap)
Tampilannya sedikit berbeda pada bayi. Seborrheic di bayi dapat berupa sisik kuning atau kecokelatan yang menempel di kulit kepala (bisa tebal). Kondisinya tidak mengganggu bayi dan tidak berbahaya, biasanya dapat membaik sendiri dalam beberapa minggu hingga bulan.
Penyebab Dermatitis Seboroik
Setelah tahu gejalanya, tentu Anda bingung mengapa ini bisa terjadi. Menurut para ahli, penyakit ini terjadi karena kombinasi dari beberapa kondisi. Berikut penjelasannya.
1. Ragi Malassezia
Inilah dalang utamanya, Malassezia, yaitu sejenis ragi (jamur mikroskopis) yang secara alami hidup di kulit manusia. Kebanyakan sebenarnya tidak menimbulkan masalah.
Namun, pada sebagian orang, tubuh memberi respons peradangan yang berlebihan terhadap ragi ini. Alhasil, muncul ruam bersisik khas seborrheic. Jadi, masalahnya bukan karena kulit Anda kotor.
2. Minyak Kulit atau Sebum
Minyak kulit adalah lingkungan kesukaan Malassezia. Maka dari itu, penyebaran seboroik semakin terlihat di bagian-bagian dengan lipatan atau kulit kepala berminyak.
3. Faktor Pemicu Kekambuhan
Beberapa faktor ini memang tidak selalu menjadi penyebab utamanya, namun sering kali ada kaitannya dengan kekambuhan penderita. Berikut adalah situasinya:
stres fisik atau emosional,
kurang tidur dan kelelahan,
cuaca dingin dan kering,
perubahan hormon, dan
iritasi produk kulit atau rambut.
Seborrheic juga bisa lebih berat, lebih luas, atau lebih sulit penanganannya pada orang-orang dengan kondisi tertentu, seperti orang dengan HIV/AIDS atau Parkinson.
Apakah Sama dengan Ketombe?
Seborrheic dan ketombe memang berkaitan, tapi tidak selalu identik. Ketombe adalah gangguan kulit kepala yang menyebabkan pengelupasan, namun ini versi ringannya. Sedangkan dermatitis seboroik melibatkan peradangan yang lebih jelas.
Jadi, ketombe termasuk tanda awal atau bentuk ringan dari seborrheic di kulit kepala. Namun, jika mulai muncul ruam-ruam di bagian gejala lain, kemungkinan besar, itu bukan ketombe biasa.
Cara Mengobati Dermatitis Seboroik
Penyakit kulit ini umumnya bisa terkendali dengan perawatan rutin. Tujuannya untuk mengurangi kemerahan, gatal, sisik, dan mencegah kekambuhan.
Sampo Medis
Untuk gejala ringan sampai sedang di kulit kepala, sampo antiketombe atau sampo medis menjadi langkah pertama. Di bagian belakang kemasan sampo, cari kandungan berikut:
Ketoconazole 1-2%
Selenium sulfide
Zinc pyrithione
Ciclopirox
Salicylic acid atau tar, terutama untuk membantu mengangkat sisik yang tebal
Lakukan Keramas yang Efektif
Ketika memakai sampo, biarkan beberapa menit sebelum membilas. Biarkan bahan aktifnya bekerja lebih dahulu dan jangan terburu-buru. Pada gejala aktif, gunakan sebanyak 2-3 kali per minggu. Lalu, sekitar sekali seminggu untuk pencegahan.
Bila satu sampo efeknya masih kurang efektif, Anda bisa berkonsultasi dengan dokter. Dokter biasanya akan menyarankan rotasi jenis sampo karena bahan aktifnya bekerja secara berbeda.
Krim atau Salep Antijamur
Ketoconazole adalah salah satu pilihan untuk mengurangi ruam, gatal dan pengelupasan. Hati-hati saat menggunakannya di wajah atau kelopak mata karena lebih sensitif. Pastikan mengikuti arahan dokter, batasan, serta intensitasnya.
Kortikosteroid Topikal Jangka Pendek
Penanganan ini untuk mengurangi kemerahan, bangkak, dan gatal pada seboroik. Gunakan saat kambuh berat dan pada jangka pendek saja. Kenapa? Karena pemakaian steroid kulit yang terlalu lama bisa menimbulkan efek samping seperti penipisan kulit.
Obat Antiinflamasi Lain
Pada kasus-kasus tertentu, dokter dapat meresepkan obat oles yang menekan peradangan tanpa memakai steroid. Obat ini umumnya untuk area sensitif seperti wajah, bila harus menghindari steroid.
Perawatan Kasus Berat
Bila ruam seboroik sangat luas dan tidak membaik dengan olesan obat, dokter bisa memberikan obat antijamur secara oral. Terapi cahaya UVB juga bisa menjadi pilihan pada kasus tertentu yang luas atau membandel.
Perawatan Mandiri
Selain obat, kebiasaan sehari-hari juga perlu Anda perhatikan.
Gunakan sampo medis secara teratur.
Jangan menggaruk atau mencabut sisik secara paksa, karena bisa iritasi.
Hindari pemakaian produk yang membuat kulit makin minyak
Kelola stres, tidur, dan lindungi kulit dari cuaca dingin.
Perawatan Cradle Cap
Pada bayi, ceritanya sangat berbeda. Jangan gunakan sampo dewasa. Orang tua dapat membersihkan kulit kepala dengan sampo bayi yang lembut dan mengangkat sisik yang sudah longgar pelan-pelan. Biasanya, cradle cap akan membaik sendiri.
Kapan Harus ke Dokter?
Perawatan mandiri sering kali sudah cukup, namun ada saatnya Anda butuh bantuan profesional. Sebaiknya, konsultasikan ke dokter kulit atau umum saat ruam tidak membaik setelah perawatan mandiri, kalau semakin luas, sangat gatal, dan sering kambuh.
Diagnosis seboroik biasanya bisa langsung ketahuan dari lokasi dan bentuk ruam. Meski begitu, dokter juga perlu mempertimbangkan kemungkinan penyakit kulit lain yang mirip.
Jika gejalanya muncul secara tiba-tiba dan sangat berat, areanya luas, dan tidak merespons pengobatan. Dokter akan memeriksa sistem imun atau faktor yang memperberat peradangan. Pada bayi, bawa ke dokter bila ruamnya terlihat sangat merah, bernanah, membuat bayi tidak nyaman, menyebar luas, atau disertai demam.
Kenali Seboroik Lebih Awal, agar Kulit Lebih Tenang!
Setelah memahami apa itu seboroik, Anda bisa mengambil langkah yang tepat. Kondisi ini sangat bisa dikendalikan dengan perawatan dan kebiasaan yang konsisten. Jika Anda ingin tahu kondisi kulit lebih jauh, MCU Skin Panel Core dapat menjadi langkah awal yang praktis. Pemeriksaan ini akan menjawab pertanyaan tentang kulit Anda!
Lokasi Klinik Bumame
1. Klinik Bumame BSD
Ruko Northridge B1 No.16, Rw. Mekar Jaya, Kecamatan Serpong, Tangerang, Banten 15310
2. Klinik Bumame TB Simatupang
Jl. TB Simatupang No.33, RT.1/RW.5, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, DKI Jakarta 12550
3.Klinik Bumame Puri
Ruko Sentra Niaga Puri Indah Blok T6/23 RT.1/RW.2, Kembangan Sel., Kec. Kembangan, Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11610
4. Klinik Bumame Cideng
JAC Building, Jl. Jati Baru Raya No.28 5, Petojo Sel., Kecamatan Gambir, Kota Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10160
5. Klinik Bumame Kelapa Gading
Ruko Mall of Indonesia, Italian Walk Blok C 15-16, RT.18/RW.8, Klp. Gading Bar., Kec. Klp. Gading, Jkt Utara, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 14240
Referensi:
Tucker, D., Syed, H. A., & Masood, S. (2024). Seborrheic dermatitis.
American Academy of Dermatology (AAD). (2024). Seborrheic dermatitis: Diagnosis and treatment.
LeFevre, N. M., Braudis, K., & Feigenbaum, L. S. (2025). Seborrheic dermatitis: Diagnosis and treatment.
American Academy of Dermatology (AAD). (2022). Seborrheic dermatitis: Signs and symptoms.
Ruenger, T. M. (2025). Seborrheic dermatitis.
World Health Organization. (2014). Evidence and recommendations on seborrhoeic dermatitis.
Clark, G. W., Pope, S. M., & Jaboori, K. A. (2015). Diagnosis and treatment of seborrheic dermatitis.
Ditinjau secara medis oleh dr. Reycha Nabila
.jpg&w=3840&q=75)