Mau pesan layanan Homecare Bumame? Klik disini.

Mau pesan layanan Homecare Bumame? Klik disini.

Sindrom Cushing: Gejala, Penyebab, dan Pengobatan
Kembali ke Artikel & Berita

Sindrom Cushing: Penyebab, Gejala, dan Cara Mengobatinya

SBAOthers

Kenaikan berat badan, wajah terlihat lebih berisi, atau tubuh yang mudah lelah adalah keluhan umum yang cukup sering dialami. Perubahan ini biasanya dikaitkan dengan pola makan, kurang tidur, atau aktivitas harian. Namun, perubahan ini juga bisa mengindikasikan kondisi medis tertentu, salah satunya adalah sindrom Cushing.

Apa Itu Sindrom Cushing?

Sindrom Cushing adalah kumpulan gejala yang muncul akibat kadar kortisol dalam tubuh terlalu tinggi dalam waktu lama, sehingga juga sering disebut hiperkortisolisme. Kortisol sendiri adalah hormon steroid yang dibuat oleh kelenjar adrenal, kelenjar kecil yang letaknya berada di atas ginjal.

Dalam kadar normal, hormon ini membantu tubuh bisa mengalami stres, menjaga tekanan darah, mengatur penggunaan energi, dan mengendalikan respons peradangan. Namun, saat kadarnya berada di atas normal dalam waktu lama, berpotensi merusak berbagai organ vital dan menyebabkan komplikasi serius.

Selain itu, kortisol yang terlalu tinggi juga bisa menurunkan fungsi enzim yang mana mengaktifkan hormon tiroid yang diproduksi kelenjar tiroid. Kondisi tingginya kadar kortisol bisa terjadi karena konsumsi obat steroid atau penyebab dari dalam tubuh (gangguan internal).

Dalam kebanyakan kasus, konsumsi obat golongan glukokortikoid dalam waktu lama menjadi penyebab utama dari sindrom Cushing. Obat ini biasanya digunakan untuk beberapa jenis penyakit, termasuk peradangan dan gangguan autoimun.

Sementara itu, jika tubuhlah yang menghasilkan kortisol berlebihan, penyebabnya bisa berasal dari gangguan pada kelenjar hipofisis, kelenjar adrenal, atau tumor tertentu yang menghasilkan hormon ACTH.

Sebagai tambahan; sindrom ini berbeda dengan Cushing disease (penyakit Cushing). Cushing disease adalah salah satu jenis Cushing syndrome yang terjadi karena adanya tumor pada kelenjar hipofisis.

Penyebab Sindrom Cushing

Dari banyak kasus yang terjadi, ada beberapa faktor utama yang menjadi penyebab munculnya kondisi sindrom ini. Beberapa di antaranya adalah sebagai berikut.

1. Penggunaan Obat Steroid

Obat golongan glukokortikoid bekerja menyerupai kortisol alami dalam tubuh. Jenis obat ini bermanfaat untuk mengatasi berbagai masalah kesehatan seperti asma dan radang sendi. Namun, penggunaan dalam dosis tinggi dan waktu lama bisa membuat tubuh mengalami kelebihan efek kortisol.

Obat steroid tersedia dalam berbagai bentuk, termasuk tablet dan suntikan. Risiko sindrom Cushing di sini bergantung pada jenis obat, dosis, lama penggunaan, serta cara obat diberikan.

2. Tumor pada Kelenjar Hipofisis

Kelenjar hipofisis berada di dasar otak dan berperan mengatur berbagai hormon. Tumor tertentu pada kelenjar ini bisa menghasilkan ACTH terlalu banyak. ACTH kemudian memberi sinyal kepada kelenjar adrenal untuk memproduksi lebih banyak kortisol.

3. Tumor pada Kelenjar Adrenal

Kelenjar adrenal menghasilkan berbagai hormon, termasuk kortisol. Tumor tertentu pada kelenjar ini juga bisa membuat produksi kortisol meningkat tanpa mengikuti kebutuhan tubuh.

4. Produksi ACTH dari Tumor Lain

Pada kasus yang lebih jarang, tumor di luar kelenjar hipofisis bisa menghasilkan ACTH. Hal tersebut bisa menyebabkan kelenjar adrenal terus mendapat sinyal untuk memproduksi kortisol dalam jumlah berlebihan.

Faktor Risiko dan Komplikasi Sindrom Cushing

Tidak semua orang dengan gejala tertentu akan mengalami sindrom Cushing. Risiko paling jelas terlihat pada orang yang menggunakan obat glukokortikoid dalam dosis tinggi atau untuk waktu lama.

Pada sindrom yang berasal dari gangguan internal, keberadaan tumor pada hipofisis, adrenal, atau sumber ACTH lainnya menjadi faktor yang perlu mendapatkan evaluasi. Jika kadar kortisol tinggi berlangsung lama, efeknya bisa terasa di berbagai bagian tubuh, seperti:

  • Berat badan bisa meningkat;

  • Tekanan darah naik;

  • Kadar gula darah menjadi lebih sulit dikendalikan; dan

  • Tulang menjadi lebih rapuh, sehingga risiko patah tulang meningkat.

Gejala Sindrom Cushing

Gejala sindrom Cushing bisa berkembang perlahan. Pada awalnya, beberapa perubahan mungkin terlihat seperti keluhan biasa, sehingga tidak langsung menimbulkan kecurigaan. Adapun beberapa gejala yang umumnya muncul pada kondisi ini antara lain:

  • Berat badan bertambah, terutama di sekitar perut dan tubuh bagian tengah;

  • Wajah terlihat lebih bulat;

  • Lemak menumpuk di sekitar leher atau di antara bahu;

  • Lengan dan tungkai tampak lebih kurus ketimbang bagian tubuh lainnya;

  • Kulit menjadi tipis dan mudah memar;

  • Muncul stretch mark berwarna merah muda hingga keunguan yang lebar;

  • Otot terasa lemah, terutama pada lengan dan tungkai;

  • Luka membutuhkan waktu lebih lama untuk sembuh;

  • Tekanan darah meningkat;

  • Gula darah meningkat;

  • Mudah merasa lelah; dan

  • Terjadi perubahan suasana hati.

Selain gejala umum di atas, kondisi tingginya kadar kortisol juga bisa memunculkan kondisi medis tertentu. Misalnya, kelebihan hormon kortisol pada perempuan bisa menyebabkan perubahan hormon yang menuntun pada siklus menstruasi yang tidak teratur atau berhenti, serta pertumbuhan rambut berlebih pada wajah dan tubuh.

Pada laki-laki, kondisi ini berpotensi menyebabkan penurunan gairah seksual, gangguan ereksi, atau masalah kesuburan. Sedangkan pada anak-anak, kondisi kadar kortisol tinggi bisa menyebabkan melambatnya pertumbuhan tinggi badan.

Diagnosis Sindrom Cushing

Dokter umumnya memulai pemeriksaan dengan mengajukan pertanyaan seputar keluhan, perubahan tubuh, riwayat kesehatan, serta obatan yang pasien gunakan. Jika ada indikasi kelebihan kadar kortisol, dokter bisa mengajukan beberapa jenis pemeriksaan berikut ini untuk mengevaluasinya.

  • Kortisol bebas urine 24 jam: Pemeriksaan ini mengukur jumlah kortisol yang tubuh keluarkan melalui urine selama satu hari.

  • Kortisol saliva malam hari: Pada kondisi normal, kadar kortisol turun pada malam hari. Pemeriksaan ini membantu melihat apakah kadar hormon tetap tinggi pada waktu tersebut.

  • Tes supresi deksametason dosis rendah: Anda akan mendapatkan obat deksametason dalam dosis tertentu. Kemudian kadar kortisol diperiksa untuk melihat respons tubuh terhadap obat tersebut.

Dalam praktiknya, dokter tidak selalu menggunakan satu tes saja. Jika hasil pemeriksaan menunjukkan adanya kelebihan kortisol, maka pemeriksaan berikutnya diperlukan untuk mencari sumber masalahnya.

Misalnya, pemeriksaan ACTH bisa membantu menentukan apakah kelebihan kortisol berkaitan dengan hipofisis atau sumber lainnya. Dalam situasi tertentu, dokter juga bisa meminta pemeriksaan pencitraan seperti MRI atau CT scan.

Gejala sindrom Cushing juga bisa menyerupai beberapa gangguan hormonal lain. Karena itu, dokter perlu mempertimbangkan kemungkinan penyebab lain berdasarkan keluhan dan hasil pemeriksaan. Misalnya, kondisi hipertiroid juga bisa menyebabkan perubahan berat badan, mudah lelah, serta perubahan pada kondisi tubuh.

Pengobatan Sindrom Cushing

Cara mengatasi sindrom ini pada dasarnya tergantung pada penyebabnya. Dokter umumnya akan berusaha menurunkan paparan kortisol sekaligus menangani sumber masalahnya.

1. Penurunan Konsumsi Obat Steroid

Jika gejala sindrom ini muncul akibat konsumsi obat steroid, dokter biasanya akan menurunkan dosis secara perlahan jika kondisi yang mendasari memungkinkan. Konsumsi obatan steroid sendiri tidak boleh dihentikan sendiri karena berpotensi membuat tubuh kekurangan kortisol secara mendadak.

2. Operasi

Jika penyebabnya adalah tumor, maka operasi bisa menjadi pilihan utama untuk mengangkat sumber produksi hormon. Misalnya pada kasus penyakit Cushing, operasi untuk mengangkat tumor hipofisis menjadi salah satu terapi utama dalam pengobatannya.

3. Pengobatan Non-Operasi

Tidak semua pasien dengan sindrom Cushing bisa menjalani operasi atau langsung sembuh setelah operasi. Dalam kondisi tertentu, dokter memberi obat yang menekan produksi kortisol atau mengurangi efek kortisol pada tubuh.

Radioterapi juga bisa menjadi pilihan treatment pada kasus tertentu, terutama jika jaringan tumor masih tersisa atau operasi tidak memungkinkan. Selama pengobatan, dokter pun akan memantau masalah yang muncul akibat kelebihan kortisol ini, seperti tekanan darah tinggi, gula darah, kesehatan tulang, dan risiko pembekuan darah.

Kapan Harus ke Dokter?

Anda sebaiknya memeriksakan diri jika ada beberapa gejala di atas muncul bersamaan dan tidak kunjung membaik. Misalnya terjadinya kenaikan berat badan tanpa perubahan pola makan yang jelas, wajah semakin membulat, mudah memar, dan muncul stretch mark keunguan yang lebar, atau kelemahan otot.

Pemeriksaan medis juga sebaiknya dilakukan jika Anda mengkonsumsi obatan steroid dalam waktu lama, lalu mulai mengalami perubahan tidak biasa pada tubuh. Jangan pernah coba menghentikan obat steroid secara tiba-tiba hanya karena khawatir terhadap sindrom ini.

Untuk langkah yang lebih aman, konsultasikan terkait konsumsi obat tersebut langsung kepada dokter. Nantinya, dokter akan menilai apakah dosis konsumsi obat memang perlu dikurangi dan bagaimana cara mengurangi dengan aman.

Pantau Kondisi Tubuh secara Menyeluruh dengan MCU

Pemeriksaan kesehatan rutin menjadi salah satu langkah yang bisa Anda lakukan untuk meminimalkan risiko sindrom Cushing. Melalui evaluasi medis, Anda akan mendapatkan gambaran luas mengenai kondisi kesehatan secara akurat.

Medical Check Up Plus dari Bumame bisa menjadi salah satu solusi pemeriksaan medis rutin profesional yang bisa Anda pertimbangkan. Paket ini menyediakan pemeriksaan lengkap, mencakup pemeriksaan darah lengkap, profil lemak, gula darah puasa, fungsi hati, fungsi ginjal, asam urat, urine lengkap, HbA1c, dan vitamin D 25-OH.

Pemeriksaan ini bisa menjadi bagian dari pemantauan kesehatan secara umum, terutama untuk melihat beberapa faktor kesehatan yang juga bisa terdampak oleh gangguan metabolik. Jika dokter menilai gejala Anda mungkin berkaitan dengan gangguan hormon lain, pemeriksaan bisa disesuaikan dengan kondisi yang ditemukan. 

Jangan Abaikan Perubahan Tubuh yang Menetap

Sindrom Cushing memang tidak selalu mudah dikenali, karena gejalanya dapat muncul perlahan dan menyerupai keluhan kesehatan lainnya. Namun, perubahan seperti berat badan yang terus bertambah, wajah semakin bulat, kulit mudah memar, stretch mark keunguan, hingga kelemahan otot patut yang terjadi berulang atau secara bersamaan sebaiknya segera mendapatkan evaluasi medis. 

Dengan diagnosis yang tepat, dokter bisa mencari sumber kelebihan kortisol dan menentukan pengobatan lebih dini sesuai penyebabnya.

Lokasi Klinik Bumame

1.  Klinik Bumame BSD
Ruko Northridge B1 No.16, Rw. Mekar Jaya, Kecamatan Serpong, Tangerang, Banten 15310

2. Klinik Bumame TB Simatupang
Jl. TB Simatupang No.33, RT.1/RW.5, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, DKI Jakarta 12550

3.Klinik Bumame Puri
Ruko Sentra Niaga Puri Indah Blok T6/23 RT.1/RW.2, Kembangan Sel., Kec. Kembangan, Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11610

4. Klinik Bumame Cideng
JAC Building, Jl. Jati Baru Raya No.28 5, Petojo Sel., Kecamatan Gambir, Kota Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10160

5. Klinik Bumame Kelapa Gading
Ruko Mall of Indonesia, Italian Walk Blok C 15-16, RT.18/RW.8, Klp. Gading Bar., Kec. Klp. Gading, Jkt Utara, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 14240

Referensi:

  1. National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases (NIDDK). (2025). Cushing’s Syndrome. National Institutes of Health. 

  2. Nieman, L. K., Biller, B. M. K., Findling, J. W., et al. (2008). The Diagnosis of Cushing’s Syndrome: An Endocrine Society Clinical Practice Guideline. The Journal of Clinical Endocrinology & Metabolism, 93(5), 1526–1540. 

  3. Nieman, L. K., Biller, B. M. K., Findling, J. W., et al. (2015). Treatment of Cushing’s Syndrome: An Endocrine Society Clinical Practice Guideline. The Journal of Clinical Endocrinology & Metabolism, 100(8), 2807–2831. 

  4. Mayo Clinic. (2024). Cushing Syndrome: Symptoms and Causes. 

  5. Fleseriu, M., Petersenn, S., & others. (2024). Medical Therapy of Endogenous Cushing’s Syndrome. 

  6. Bumame. (2026). Medical Check Up Plus. 

  7. Bumame. (2026). Medical Check Up Hormon Tiroid.

Ditinjau secara medis oleh dr. Aimee Wineyna

Frequently Asked Question

Apa itu sindrom Cushing?
Sindrom Cushing adalah kumpulan gejala akibat kadar kortisol terlalu tinggi dalam tubuh dalam waktu lama, atau disebut juga hiperkortisolisme. 
Apa penyebab sindrom Cushing?
Penyebab utamanya dapat berupa penggunaan obat steroid dalam dosis tinggi atau jangka panjang, maupun produksi kortisol berlebihan akibat gangguan pada kelenjar hipofisis, adrenal, atau tumor tertentu. 
Apa saja gejala sindrom Cushing?
Gejalanya dapat berupa kenaikan berat badan, wajah membulat, penumpukan lemak di leher, kulit mudah memar, stretch mark keunguan, kelemahan otot, tekanan darah dan gula darah meningkat, serta mudah lelah. 
Bagaimana cara mendiagnosis sindrom Cushing?
Diagnosis dapat dilakukan melalui pemeriksaan kortisol bebas urine 24 jam, kortisol saliva malam hari, atau tes supresi deksametason dosis rendah. Dokter juga dapat melakukan pemeriksaan ACTH serta pencitraan seperti MRI atau CT scan untuk mencari sumber masalah. 
Bagaimana cara mengobati sindrom Cushing?
Pengobatan bergantung pada penyebabnya, seperti menurunkan dosis obat steroid secara bertahap, operasi untuk mengangkat tumor, atau penggunaan obat yang menekan produksi maupun efek kortisol.