Mau pesan layanan Homecare Bumame? Klik disini.

Mau pesan layanan Homecare Bumame? Klik disini.

Cortisol (Kortisol) Adalah: Fungsi dan Tanda Kadarnya Tidak Seimbang
Kembali ke Artikel & Berita

Cortisol (Kortisol) Adalah: Fungsi dan Tanda Kadarnya Tidak Seimbang

SBAOthers

Istilah kortisol belakangan sering muncul di media sosial, dikaitkan dengan perut buncit, wajah sembap, sampai susah tidur. Wajar bila Anda bertanya, apakah lelah dan stres sehari-hari berarti kadar kortisol sedang tinggi?

Kortisol memang naik saat tubuh menghadapi tekanan, dan itu bagian dari cara tubuh melindungi diri. Masalah muncul bila paparannya berlangsung lama, misalnya pada stres kronis, atau bila kelenjar penghasilnya terganggu. Gangguan kelenjar seperti ini tergolong jarang.

Berikut fungsi kortisol, ritme hariannya, kaitannya dengan stres, tanda kadarnya tidak seimbang, dan cara dokter memeriksanya.

Apa Itu Cortisol dan dari Mana Asalnya?

Kortisol adalah hormon steroid yang dibuat dari kolesterol di lapisan luar kelenjar adrenal, dua kelenjar kecil di atas ginjal. Hormon golongan glukokortikoid ini dijuluki hormon stres karena membantu tubuh merespons tekanan. Menurut StatPearls, orang dewasa sehat memproduksi rata-rata 8 sampai 30 mg kortisol per hari.

Produksinya diatur oleh rantai sinyal berikut:

  1. Hipotalamus di dasar otak melepaskan hormon CRH. Sinyal ini diterima kelenjar hipofisis, kelenjar seukuran kacang polong yang juga berada di dasar otak.

  2. Kelenjar hipofisis lalu melepaskan ACTH ke aliran darah. Hormon inilah yang memerintahkan kelenjar adrenal membuat kortisol.

  3. Saat kadarnya sudah cukup, kortisol menekan pelepasan CRH dan ACTH. Umpan balik ini menjaga kadarnya tetap seimbang.

Fungsi Kortisol bagi Tubuh

Reseptor kortisol ada di hampir semua jenis sel, sehingga hormon ini punya banyak peran, antara lain:

  • Menyediakan energi. Kortisol menaikkan kadar gula darah dan membantu otak memakai glukosa dengan efektif. NIDDK menyebut hormon ini juga membantu mengubah makanan menjadi energi.

  • Meredam peradangan. Kortisol menekan reaksi radang dan mengatur kerja sistem imun. StatPearls mencatat paparan berlebih dalam waktu lama justru menekan pertahanan tubuh, yang ikut menjelaskan turunnya imunitas saat stres.

  • Menjaga tekanan darah. Kortisol ikut mengendalikan tekanan darah. Bila kadarnya berlebih, tubuh menahan lebih banyak garam sehingga risiko hipertensi meningkat.

  • Mengatur cadangan lemak dan otot. Saat stres atau puasa, kortisol membantu memecah lemak dan protein otot sebagai bahan bakar. Kadar tinggi yang menetap membuat lemak menumpuk di rongga perut dan otot menyusut.

Kortisol Naik Turun Mengikuti Jam Biologis

Kadar kortisol berubah sepanjang hari. Menurut StatPearls, kadarnya mulai naik pada jam-jam akhir tidur, memuncak sekitar waktu bangun, lalu turun perlahan hingga rendah pada malam hari. NIDDK menambahkan bahwa produksi hormon ini normalnya menurun tak lama setelah seseorang tertidur.

Karena itu, jam pengambilan sampel ikut menentukan cara membaca hasil. NIDDK mencontohkan pengambilan air liur larut malam untuk mencari sindrom Cushing, karena pada kondisi ini kadar yang seharusnya turun tetap tinggi.

StatPearls juga mencatat kortisol yang tinggi dalam waktu lama menekan fase tidur REM. Meski begitu, penyebab susah tidur sangat beragam dan perlu dinilai bersama kebiasaan Anda.

Apakah Stres Membuat Kortisol Tinggi?

Ya, untuk sementara. Menurut Kementerian Kesehatan, saat stres tubuh mengeluarkan kortisol dan adrenalin sehingga jantung berdetak lebih cepat, otot menegang, napas memburu, dan tekanan darah naik. Pada stres akut, keluhan ini mereda setelah pemicunya hilang dan kadar hormon kembali normal.

Stres kronis berlangsung berminggu-minggu sampai berbulan-bulan. Menurut Mayo Clinic, respons stres yang terus menyala membuat tubuh terpapar kortisol dalam waktu lama, dengan dampak berikut:

  • Suasana hati dan daya pikir. Cemas dan depresi lebih mudah muncul. Kadar kortisol yang tinggi juga membuat sulit fokus dan mudah lupa.

  • Keluhan fisik sehari-hari. Sakit kepala, perut kembung, nyeri ulu hati, dan sulit tidur sering dirasakan. Otot yang terus tegang juga bisa memicu nyeri leher dan punggung.

  • Risiko jangka panjang. Berat badan bisa naik, gairah seksual menurun, dan risiko hipertensi, penyakit jantung, serta stroke meningkat. Kemenkes juga mencatat perubahan siklus menstruasi sebagai komplikasi stres yang tidak dikelola.

Perlu diingat, menurut Kemenkes tingkat stres dinilai lewat kuesioner seperti Perceived Stress Scale (PSS-10) dan wawancara, sedangkan tes darah dilakukan sesuai indikasi untuk menyingkirkan penyakit fisik penyerta. Langkah awalnya adalah cara mengelola stres yang sehat, lalu berkonsultasi bila keluhan menetap.

Tanda Kortisol Berlebih dan Kortisol Kurang

Gangguan kadar kortisol yang menetap umumnya berkaitan dengan efek obat atau penyakit pada kelenjar adrenal dan kelenjar hipofisis.

Kadar berlebih dalam waktu lama disebut sindrom Cushing. Menurut NIDDK, penyebab yang umum adalah obat glukokortikoid dosis tinggi jangka panjang, misalnya untuk asma atau lupus. Bentuk yang berasal dari dalam tubuh diperkirakan dialami 40 sampai 70 orang per satu juta penduduk, dan 8 dari 10 kasusnya dipicu tumor jinak kelenjar hipofisis.

Kadar yang kurang disebut insufisiensi adrenal. Bila sumbernya kerusakan kelenjar adrenal, kondisinya disebut penyakit Addison, yang dialami sekitar 100 sampai 140 orang per satu juta penduduk di negara maju. Penyebab insufisiensi adrenal yang umum adalah menghentikan kortikosteroid secara mendadak setelah lama dipakai.

Bagian tubuh

Kortisol berlebih

Kortisol kurang

Berat dan bentuk tubuh

Berat badan naik, wajah membulat, lemak menumpuk di pangkal leher dan di antara bahu, lengan dan tungkai tampak kurus

Nafsu makan dan berat badan turun

Kulit

Mudah memar, guratan ungu lebar di perut, payudara, pinggul, atau ketiak

Pada penyakit Addison, kulit menggelap di bekas luka, lipatan kulit, siku, lutut, buku jari, dan bibir

Otot dan energi

Otot melemah

Lelah berkepanjangan, otot lemah, nyeri perut

Tekanan darah dan gula darah

Tekanan darah dan gula darah cenderung tinggi

Tekanan darah rendah yang makin turun saat berdiri, gula darah rendah, ingin makanan asin

Tabel ini membantu mengenali pola yang umum dan bukan alat diagnosis.

Menurut NIDDK, tanda kedua kondisi ini mudah tertukar dengan penyakit lain, dan gejala insufisiensi adrenal muncul perlahan. Perubahan seperti berat badan naik turun drastis, misalnya, punya banyak kemungkinan penyebab yang perlu dipilah dokter.

Kapan Dokter Meminta Tes Kortisol?

Dokter meminta tes kortisol bila mencurigai kadarnya tidak seimbang, misalnya pada situasi berikut:

  • Beberapa tanda pada tabel muncul bersamaan. Dokter lebih dulu menyingkirkan kondisi dengan gejala mirip, seperti sindrom ovarium polikistik (PCOS) atau sindrom metabolik. Riwayat penyakit dan pemeriksaan fisik menjadi dasarnya.

  • Pemakaian kortikosteroid jangka panjang. Obat ini bisa diminum atau disuntikkan, termasuk ke sendi untuk meredakan nyeri. Dokter biasanya menanyakan riwayat obat ini sebelum meminta tes.

  • Lelah dan berat badan turun terus-menerus. NIDDK menganjurkan menanyakan kemungkinan insufisiensi adrenal bila keluhan ini menetap. Penanganan dini membantu menghindari krisis adrenal.

Sampel bisa berupa darah, urine 24 jam, atau air liur larut malam. Menurut NIDDK, tidak ada satu tes yang sempurna, sehingga dokter umumnya memakai dua jenis tes. Salah satunya tes supresi, yaitu minum obat sejenis kortikosteroid pada malam hari lalu diambil darah keesokan paginya, saat kadar kortisol normalnya sudah turun.

Persiapan dan Hal yang Memengaruhi Hasil

Ikuti instruksi jam pengambilan sampel dari dokter atau laboratorium. Sampaikan juga hal berikut sebelum tes:

  • Obat yang sedang dipakai. Obat kortikosteroid resep bisa membuat kadar kortisol dalam darah lebih tinggi daripada yang biasa dibuat tubuh. Jangan menghentikannya sendiri, karena dosisnya perlu diturunkan bertahap oleh dokter.

  • Sakit berat, cedera, atau operasi. Tubuh membutuhkan jauh lebih banyak kortisol saat menghadapi stres fisik seperti ini. Ceritakan kondisi tersebut agar hasil dibaca sesuai keadaan Anda.

  • Kondisi yang bisa menaikkan kortisol sesekali. NIDDK mencatat kenaikan ini pada gangguan cemas, depresi, konsumsi alkohol berlebih, obesitas, atau diabetes yang gula darahnya sering tinggi. Dokter mungkin memerlukan tes lanjutan untuk membedakannya dari sindrom Cushing.

Nilai rujukan bergantung pada laboratorium dan dokter. Hasil di luar rentang rujukan belum tentu berarti penyakit, karena dokter membacanya bersama keluhan dan hasil tes lain.

Cek Cortisol Serum Pagi di Bumame

Karena kadar kortisol memuncak sekitar waktu bangun, sampel darah pagi diambil saat produksinya sedang tinggi. Pemeriksaan Cortisol Serum Pagi di Bumame memakai sampel darah untuk membantu menilai keseimbangan hormon, termasuk fungsi kelenjar adrenal, misalnya pada evaluasi gangguan kelenjar adrenal dan kelenjar hipofisis.

Menurut halaman produknya, Anda diminta berpuasa 8 sampai 12 jam sesuai konfirmasi tim Bumame, tetap boleh minum air putih tanpa pemanis, dan perlu menginformasikan obat, vitamin, serta suplemen yang rutin dikonsumsi. Layanan tersedia secara Walk In maupun Home Care, dengan hasil dalam 1x24 jam. Untuk jadwal pengambilan sampel pagi, silakan hubungi CS Bumame lewat WhatsApp.

Kapan Perlu ke Dokter atau IGD?

Segera ke IGD bila muncul tanda krisis adrenal, terutama pada orang dengan insufisiensi adrenal. Tandanya meliputi nyeri hebat mendadak di punggung bawah, perut, atau tungkai, muntah dan diare, badan sangat lemah, bingung, sampai hilang kesadaran. Kondisi ini bisa mengancam nyawa bila tidak segera ditangani.

Buat janji dengan dokter bila beberapa tanda pada tabel muncul bersamaan, atau Anda memakai kortikosteroid jangka panjang dan berencana menghentikannya. Konsultasi juga dianjurkan bila keluhan stres menetap meski sudah dikelola, atau sudah mengganggu aktivitas sehari-hari.

Kenali Kortisol dan Rawat Keseimbangan Tubuh Anda

Kortisol membantu tubuh bertahan, mengatur energi, dan meredam peradangan. Untuk menjaga respons stres tetap terkendali, Kemenkes menganjurkan tidur cukup pada jam yang konsisten, aktivitas fisik minimal 30 menit lima kali seminggu, dan meditasi, yang disebut bisa menurunkan kadar kortisol. Mayo Clinic menambahkan jeda dari layar satu jam sebelum tidur.

Bila tanda kadar hormon yang tidak seimbang muncul, pemeriksaan bersama dokter membantu menemukan penyebabnya. Deteksi dini memberi lebih banyak pilihan. Untuk pertanyaan seputar tes, Anda bisa chat CS Bumame.

Lokasi Klinik Bumame

Pemeriksaan tersedia di lima klinik Bumame.

Bumame Cideng

JAC Building, Jl. Jati Baru Raya No.28, Petojo Selatan, Kecamatan Gambir, Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10160. Senin sampai Minggu, pukul 07.00 sampai 21.00. Lihat lokasi

Bumame TB Simatupang

Jl. TB Simatupang No.33, RT.1/RW.5, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, DKI Jakarta 12550. Senin sampai Minggu, pukul 07.00 sampai 21.00. Lihat lokasi

Bumame BSD

Ruko Northridge B1 No.16, Rw. Mekar Jaya, Kec. Serpong, Tangerang, Banten 15310. Senin sampai Minggu, pukul 07.00 sampai 21.00. Lihat lokasi

Bumame Puri

Ruko Sentra Niaga Puri Indah Blok T6/23, RT.1/RW.2, Kembangan Sel., Kec. Kembangan, Jakarta Barat 11610. Senin sampai Minggu, pukul 06.00 sampai 20.00. Lihat lokasi

Bumame Kelapa Gading

Ruko Mall of Indonesia, Italian Walk Blok C 15-16, RT.18/RW.8, Kelapa Gading Barat, Kec. Kelapa Gading, Jakarta Utara, DKI Jakarta 14240. Senin sampai Minggu, pukul 06.00 sampai 20.00. Lihat lokasi

Pilih lokasi terdekat dari tempat Anda.

Referensi

  1. Kaur J, Gandhi J, Sharma S. StatPearls, NCBI Bookshelf. Physiology, Cortisol.

  2. National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases (NIDDK). Cushing's Syndrome.

  3. National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases (NIDDK). Definition & Facts of Adrenal Insufficiency & Addison's Disease.

  4. National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases (NIDDK). Symptoms & Causes of Adrenal Insufficiency & Addison's Disease.

  5. Mayo Clinic. Chronic Stress Puts Your Health at Risk.

  6. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Ayo Sehat. Apa Itu Stres: Gejala, Penyebab, Pencegahan dan Pengobatan.

  7. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Ayo Sehat. Stres.

Ditinjau secara medis oleh dr. Reycha Nabila

Frequently Asked Question

Cortisol adalah hormon apa dan apa fungsinya?

Kortisol adalah hormon steroid yang diproduksi oleh kelenjar adrenal di atas ginjal dan dikenal sebagai hormon stres. Fungsinya meliputi mengatur gula darah, membantu tubuh menghasilkan energi, menjaga tekanan darah, serta mengendalikan peradangan dan respons sistem imun.

Kenapa tes kortisol biasanya dilakukan pada pagi hari?

Kadar kortisol mengikuti ritme biologis harian. Kadarnya mulai naik menjelang waktu bangun, mencapai puncak sekitar waktu bangun, lalu menurun hingga rendah pada malam hari. Karena itu, waktu pengambilan sampel penting untuk membantu dokter menafsirkan hasil pemeriksaan.

Apakah stres bisa membuat kadar kortisol tinggi?

Ya. Tubuh melepaskan kortisol saat menghadapi tekanan. Pada stres akut, kadarnya biasanya kembali normal setelah pemicu berlalu. Stres berkepanjangan dapat membuat tubuh terpapar kortisol lebih lama, tetapi stres atau kelelahan saja tidak cukup untuk memastikan kadar hormon tinggi.

Apa saja tanda kadar kortisol terlalu tinggi?

Tandanya dapat meliputi berat badan naik, wajah membulat, lemak menumpuk di antara bahu, mudah memar, guratan ungu lebar pada kulit, dan otot melemah. Gejala tersebut dapat disebabkan kondisi lain, sehingga diagnosis memerlukan penilaian dokter dan pemeriksaan yang sesuai.

Apa saja tanda kadar kortisol terlalu rendah?

Kortisol rendah dapat menyebabkan kelelahan berkepanjangan, otot lemah, nafsu makan dan berat badan turun, nyeri perut, tekanan darah rendah, serta keinginan mengonsumsi makanan asin. Jika muncul nyeri hebat, muntah, kebingungan, atau penurunan kesadaran, segera cari pertolongan medis.