Mudah lelah, gusi berdarah saat menyikat gigi, atau luka kecil yang tak kunjung sembuh sering kali dianggap sebagai masalah ringan akibat kurang tidur atau aktivitas yang padat. Namun, jika disertai pola makan yang kurang bervariasi dalam jangka panjang, ada kemungkinan tubuh mengalami skorbut, yaitu defisiensi vitamin C yang berat.
Kondisi ini bukan sekadar masalah nutrisi ringan, sebab vitamin C sangat dibutuhkan tubuh untuk menjaga kesehatan jaringan, pembuluh darah, gusi, serta menunjang proses penyembuhan luka. Kenali gejalanya sejak dini supaya Anda dapat memperoleh penanganan yang tepat sebelum keluhan menjadi lebih parah.
Apa Itu Skorbut dan Mengapa Vitamin C Sangat Penting?
Skorbut atau scurvy adalah penyakit akibat kekurangan vitamin C (asam askorbat) dalam jangka waktu tertentu. Gangguan ini berbeda dengan kekurangan vitamin C ringan karena telah menyebabkan gangguan pembentukan kolagen atau protein penting untuk menjaga kekuatan kulit, pembuluh darah, tulang, dan jaringan ikat.
Vitamin C merupakan nutrisi penting yang tidak dapat diproduksi sendiri oleh tubuh, sehingga perlu diperoleh dari makanan atau suplemen jika diperlukan.
Vitamin C sendiri berperan penting bagi kesehatan. Salah satunya adalah membantu pembentukan kolagen, yaitu protein yang berfungsi menjaga kekuatan dan struktur kulit, gusi, tulang, pembuluh darah, serta jaringan ikat. Kolagen juga berperan dalam proses pemulihan jaringan ketika tubuh mengalami luka.
Selain itu, vitamin C berfungsi sebagai antioksidan yang membantu melindungi sel dari kerusakan akibat radikal bebas. Nutrisi ini juga mendukung fungsi sistem kekebalan tubuh dan membantu penyerapan zat besi dari makanan nabati.
Ketika tubuh kekurangan vitamin C dalam waktu lama, pembentukan kolagen dapat terganggu. Akibatnya, jaringan menjadi lebih rapuh, pembuluh darah lebih mudah mengalami perdarahan, dan luka membutuhkan waktu lebih lama untuk sembuh.
Gejala Skorbut yang Perlu Diperhatikan Sejak Dini
Gejala skorbut tidak selalu muncul sekaligus. Berikut beberapa tanda yang perlu diperhatikan.
1. Gejala Awal (Muncul setelah 8-12 Minggu)
Pada fase awal kekurangan vitamin C, tubuh mulai menunjukkan tanda-tanda kelelahan umum dan penurunan stamina. Penderita biasanya mengalami penurunan nafsu makan yang berdampak pada turunnya berat badan, merasa sangat lemas (lethargy), cepat lelah, serta menjadi lebih lekas marah atau sensitif.
2. Gejala Lanjutan (Muncul dalam 1-3 Bulan)
Seiring berjalannya waktu tanpa penanganan, kerusakan jaringan dan gangguan fungsi pembuluh darah akan mulai memicu berbagai komplikasi berikut:
Tubuh kekurangan hemoglobin akibat pendarahan hebat.
Otot dan tulang terasa sangat nyeri.
Terjadi penumpukan cairan hingga memicu pembengkakan jaringan tubuh.
Terjadi pendarahan kulit hingga menimbulkan bintik merah kecil.
Rambut tumbuh meliuk akibat kerusakan kolagen.
Peradangan gusi hingga menyebabkan gigi mudah lepas.
Pemulihan luka luar menjadi sangat lambat.
Penderita mengalami pusing dan sesak napas.
Perubahan emosi drastis hingga memicu depresi berat.
3. Gejala Berat dan Komplikasi Kritis
Jika kondisi terus dibiarkan tanpa asupan vitamin C, skorbut dapat berkembang menjadi kondisi yang mengancam jiwa. Penderita dapat mengalami gejala berikut.
Pembengkakan di sekujur tubuh (generalized edema).
Penyakit kuning parah (jaundice).
Pemecahan sel darah merah (hemolisis).
Pendarahan mendadak tanpa pemicu.
Kerusakan saraf.
Demam tinggi.
Kejang-kejang yang dapat berujung pada kematian.
4. Gejala Khusus pada Bayi
Skorbut juga bisa dialami oleh bayi. Berikut gejalanya.
Bayi menjadi rewel dan sering menangis.
Bayi melipat kaki seperti posisi katak.
Terjadi pendarahan di bawah membran tulang.
Apa Penyebab Skorbut dan Siapa yang Berisiko Mengalaminya?
Penyebab skorbut yang utama yakni sebagai berikut:
Kurangnya vitamin C tiga bulan.
Kurang makan buah sayur segar.
Memasak makanan dalam waktu lama yang merusak vitamin C.
Sementara kelompok berisiko di antaranya sebagai berikut:
Sedang dalam masa kehamilan.
Sedang dalam masa menyusui.
Demam tinggi.
Penderita kelenjar tiroid hiperaktif.
Mengalami diare kronis.
Orang yang baru menjalani operasi.
Orang yang baru mengalami luka bakar.
Menggunakan atau mengonsumsi tembakau.
Perlu diingat jika skorbut tidak selalu berkaitan dengan kondisi ekonomi atau penampilan seseorang. Orang yang terlihat sehat sekalipun dapat mengalami kekurangan vitamin C jika pola makannya tidak mencukupi dalam jangka panjang. Karena itu, menjaga variasi makanan sehari-hari sangat penting untuk memenuhi kebutuhan vitamin C.
Bagaimana Skorbut Didiagnosis?
Jika mengalami gejala yang mengarah pada skorbut, dokter akan memeriksa dengan menggali riwayat kesehatan dan kebiasaan makan sehari-hari. Pemeriksaan fisik juga perlu dilakukan untuk melihat kondisi gusi, kulit, rambut, luka, dan persendian.
Sementara untuk membantu memastikan diagnosis, dokter dapat melakukan berbagai pemeriksaan berikut.
Pemeriksaan darah, untuk menilai apakah kadar vitamin C rendah dan mendeteksi adanya anemia akibat kekurangan nutrisi.
Pemeriksaan zat besi, vitamin B12, dan folat, untuk mengetahui defisiensi penyerta.
Pemeriksaan tambahan, untuk menilai penyebab lain atau komplikasi.
Selain pemeriksaan medis untuk mengetahui penyebab keluhan, kecukupan asupan vitamin C sangat penting untuk menjaga kesehatan. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, Bumame menyediakan layanan V-Boost Immune Booster dengan harga mulai dari Rp100.000.
Layanan ini berupa suntikan vitamin C dosis tinggi yang berperan sebagai antioksidan serta membantu mendukung fungsi sistem imun dan pembentukan kolagen dalam tubuh.
Perlu dipahami bahwa injeksi vitamin C ini bukan pengganti diagnosis maupun penanganan medis untuk penyakit skorbut. Selain itu, tidak semua kondisi lelah atau penurunan daya tahan tubuh memerlukan suntik vitamin.
Jika Anda menduga mengalami defisiensi vitamin C, konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter untuk mengetahui jenis pemeriksaan, tingkat kebutuhan suplementasi, hingga cara pemberiannya yang aman.
Pilihan Pengobatan Skorbut agar Pemulihan Lebih Optimal
Perawatan skorbut berfokus pada pemenuhan kembali kebutuhan vitamin C dan memperbaiki faktor yang menyebabkan kekurangan nutrisi tersebut, di antaranya sebagai berikut.
Suplementasi vitamin C: Gunakan suplemen sesuai dosis dokter dan hindari dosis tinggi mandiri untuk mencegah gangguan pencernaan dan batu ginjal.
Perbaikan pola makan: Imbangi suplemen dengan makanan bergizi seimbang dan konsultasi ke ahli gizi jika mengalami kesulitan makan.
Penanganan komplikasi: Obati masalah medis penyerta seperti anemia atau gangguan penyerapan nutrisi guna mencegah kekambuhan.
Pemantauan pemulihan: Patuhi petunjuk medis hingga tuntas meski gejala mereda, sebab pemulihan jaringan membutuhkan waktu lebih lama.
Cara Mencegah Skorbut melalui Kebiasaan Sehari-hari
Pencegahan skorbut dapat dimulai dari kebiasaan sederhana, yakni memastikan makanan sehari-hari mengandung sumber vitamin C yang cukup. Berikut beberapa pilihan makanan yang dapat dimasukkan ke dalam menu harian:
Buah-buahan: jeruk, jambu biji, pepaya, stroberi, dan kiwi.
Sayuran: paprika, brokoli, tomat, serta berbagai sayuran hijau.
Pilihan pendamping makanan: buah potong sebagai camilan atau tambahan sayuran dalam menu makan utama.
Kandungan vitamin C dapat berkurang akibat penyimpanan dan proses masak terlalu lama. Variasikan sumber makanan dan sertakan buah segar atau sayuran yang diolah secukupnya sesuai kebutuhan.
Selain itu, usahakan untuk:
Mengonsumsi makanan dari beragam kelompok pangan setiap hari.
Menghindari pembatasan makan yang terlalu ketat tanpa pendampingan profesional.
Memerhatikan kebutuhan nutrisi ketika sedang sakit atau mengalami penurunan nafsu makan.
Berkonsultasi dengan tenaga kesehatan jika memiliki gangguan penyerapan nutrisi atau kondisi yang memengaruhi pola makan.
Kapan Sebaiknya Berkonsultasi dengan Dokter?
Tidak semua keluhan lelah atau gusi berdarah menandakan skorbut. Namun, jadwalkan konsultasi jika mengalami gusi yang sering berdarah, mudah memar tanpa sebab jelas, luka yang lambat sembuh, nyeri otot atau persendian yang menetap, maupun kelelahan berkepanjangan.
Segera cari pertolongan medis jika terjadi perdarahan yang banyak atau tidak berhenti, kelemahan berat, sesak napas, atau kondisi yang memburuk dengan cepat. Gejala tersebut dapat menandakan masalah kesehatan serius yang membutuhkan penilaian segera.
Pahami Gejalanya, Lakukan Penanganan yang Tepat
Skorbut adalah kondisi akibat kekurangan vitamin C yang dapat memengaruhi kesehatan gusi, kulit, pembuluh darah, persendian, dan proses penyembuhan luka. Menjaga pola makan beragam merupakan langkah pencegahan yang efektif.
Namun, jika muncul gejala yang mencurigakan, segera konsultasikan dengan dokter agar penyebabnya dapat diketahui dan penanganannya disesuaikan dengan kebutuhan.
Lokasi Klinik Bumame
1. Klinik Bumame BSD
Ruko Northridge B1 No.16, Rw. Mekar Jaya, Kecamatan Serpong, Tangerang, Banten 15310
2. Klinik Bumame TB Simatupang
Jl. TB Simatupang No.33, RT.1/RW.5, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, DKI Jakarta 12550
3.Klinik Bumame Puri
Ruko Sentra Niaga Puri Indah Blok T6/23 RT.1/RW.2, Kembangan Sel., Kec. Kembangan, Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11610
4. Klinik Bumame Cideng
JAC Building, Jl. Jati Baru Raya No.28 5, Petojo Sel., Kecamatan Gambir, Kota Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10160
5. Klinik Bumame Kelapa Gading
Ruko Mall of Indonesia, Italian Walk Blok C 15-16, RT.18/RW.8, Klp. Gading Bar., Kec. Klp. Gading, Jkt Utara, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 14240
Referensi:
National Library of Medicine — Vitamin C Deficiency
MDPI — Scurvy: Rediscovering a Forgotten Disease
National Library of Medicine — Scurvy Still Exists: A Case of Severe Vitamin C Deficiency With Functional Decline in the United States
Journal of Food and Nutrition Research — Vitamin C Deficiency (or Scurvy): Pathophysiology and Clinical Manifestations According to Age Groups
Journal of Rehabilitation Research and Practice — Vitamin C deficiency: a review
Semantics Scholar — Scurvy in the 21st century?: Vitamin C deficiency presenting to the neurologist
Cleveland Clinic — Scurvy
Medical News Today — Everything you need to know about scurvy
National Library of Medicine — Scurvy: An elusive diagnosis
Ditinjau secara medis oleh dr. Talitha Amalia
Frequently Asked Question
Apakah skorbut masih bisa terjadi saat ini?
Ya, skorbut masih dapat terjadi meskipun relatif jarang. Kondisi ini disebabkan oleh kekurangan vitamin C yang berat dalam jangka panjang, misalnya akibat pola makan yang sangat terbatas, gangguan penyerapan nutrisi, atau kondisi kesehatan tertentu.
Berapa lama kekurangan vitamin C dapat menyebabkan skorbut?
Skorbut dapat berkembang setelah beberapa minggu hingga beberapa bulan ketika tubuh kekurangan vitamin C. Waktu kemunculannya berbeda pada setiap orang, bergantung pada cadangan vitamin C dalam tubuh, pola makan, dan kondisi kesehatan.
Apakah skorbut bisa sembuh sepenuhnya?
Umumnya, skorbut dapat sembuh dengan pemenuhan vitamin C yang memadai dan penanganan medis yang sesuai. Dokter dapat merekomendasikan suplemen, perbaikan pola makan, serta penanganan komplikasi jika diperlukan. Penanganan sejak dini membantu mendukung pemulihan.
Apa perbedaan skorbut dan kekurangan vitamin C biasa?
Skorbut merupakan kondisi akibat defisiensi vitamin C yang berat dan telah menimbulkan gejala klinis, seperti gusi berdarah, mudah memar, nyeri sendi, dan luka yang sulit sembuh. Sementara itu, kekurangan vitamin C dapat merujuk pada kondisi ketika asupan vitamin C tidak mencukupi, dengan gejala yang bervariasi sesuai tingkat kekurangannya.
Apakah suntik vitamin C dapat menyembuhkan skorbut?
Penanganan utama skorbut adalah memenuhi kembali kebutuhan vitamin C. Pemberian melalui suntikan dapat dipertimbangkan oleh dokter dalam kondisi tertentu, misalnya jika penyerapan melalui saluran pencernaan terganggu. Namun, suntik vitamin C tidak selalu diperlukan dan bukan pengganti pemeriksaan serta penanganan medis yang sesuai.
