Mau pesan layanan Homecare Bumame? Klik disini.

Mau pesan layanan Homecare Bumame? Klik disini.

Kekurangan Vitamin B12: Gejala, Penyebab, dan Cara Mengatasinya
Kembali ke Artikel & Berita

Kekurangan Vitamin B12: Gejala, Penyebab, dan Cara Mengatasinya

SBATips Kesehatan

Ujung jari kesemutan saat mengetik, badan cepat lelah meski tidur cukup, dan lidah terasa perih. Banyak orang menganggapnya tanda kurang istirahat.

Keluhan seperti ini bisa berkaitan dengan kekurangan vitamin B12. Kondisinya berkembang perlahan, dan gangguan saraf bisa muncul meski belum ada anemia. Kabar baiknya, kekurangan ini umumnya bisa diatasi setelah penyebabnya diketahui.

Berikut penjelasan tentang gejala, penyebab, pemeriksaan, pengobatan, dan pencegahannya.

Apa Itu Kekurangan Vitamin B12?

Kekurangan vitamin B12 adalah kondisi saat kadar vitamin B12 (kobalamin) terlalu rendah untuk menjalankan fungsinya. Vitamin dari kelompok vitamin B ini dibutuhkan untuk membentuk sel darah merah, membuat DNA, dan menjaga mielin, yaitu lapisan pelindung serabut saraf.

Banyak orang mengenal manfaat vitamin B12 untuk kesehatan saraf, tetapi belum banyak yang tahu bahwa tubuh bisa kekurangan B12 meski asupannya cukup. Asam lambung harus melepaskan B12 dari protein makanan, lalu B12 menempel pada faktor intrinsik buatan sel lambung sebelum diserap di ujung usus halus. Gangguan di salah satu tahap ini bisa membuat B12 kurang.

Menurut NIH, tubuh menyimpan cadangan sekitar 1 sampai 5 mg B12. Karena itu, gejala kekurangan bisa baru muncul setelah beberapa tahun.

Penyebab Kekurangan Vitamin B12

Penyebabnya terbagi menjadi asupan yang kurang dan penyerapan yang terganggu. Menurut Mayo Clinic, pola makan justru lebih jarang menjadi penyebab. Penyebab yang umum antara lain:

  • Anemia pernisiosa. Pada penyakit autoimun ini, sistem imun menyerang sel lambung penghasil faktor intrinsik, sehingga B12 tidak terserap meski asupannya cukup. NIH menyebutnya salah satu penyebab utama kekurangan B12 yang bergejala.

  • Gangguan lambung. Peradangan lambung jangka panjang yang menipiskan lapisannya (gastritis atrofi) menurunkan asam lambung dan faktor intrinsik. Menurut NIH, kondisi ini dialami 8 sampai 9% orang berusia 65 tahun ke atas. Infeksi bakteri Helicobacter pylori juga bisa mengganggu penyerapan B12.

  • Penyakit atau operasi saluran cerna. Penyakit celiac, penyakit Crohn, dan cacing pita dari ikan yang terkontaminasi bisa menghambat penyerapan B12. Operasi penurunan berat badan atau pengangkatan sebagian lambung dan usus juga mengurangi kemampuan tubuh menyerapnya.

  • Obat dan zat tertentu. Pemakaian jangka panjang metformin untuk diabetes serta obat penekan asam lambung golongan penghambat pompa proton (PPI) dan penghambat reseptor H2, yang dipakai untuk GERD, bisa menurunkan kadar B12. Paparan gas nitrous oxide juga bisa memicunya. Jangan menghentikan obat sendiri tanpa saran dokter.

  • Pola makan tanpa produk hewani. B12 secara alami hanya terdapat pada makanan hewani, sehingga orang dengan pola makan vegan atau vegetarian lebih berisiko. Menurut StatPearls, pola makan vegan ketat bisa memicu kekurangan setelah sekitar 3 tahun.

Gejala Kekurangan Vitamin B12 yang Perlu Dikenali

Menurut Mayo Clinic, gejala muncul perlahan selama berbulan-bulan sampai bertahun-tahun dan makin terasa saat kadar B12 makin rendah.

1. Lelah, Pucat, dan Jantung Berdebar

Tanpa cukup B12, tubuh membentuk sel darah merah yang terlalu besar dan kurang berfungsi (anemia megaloblastik). Akibatnya badan mudah lelah, kulit pucat atau kekuningan, napas pendek, dan jantung berdebar. Pola ini mirip ciri-ciri anemia lain, jadi penyebabnya perlu dipastikan lewat tes darah.

2. Kesemutan atau Kebas di Tangan dan Kaki

Kekurangan B12 membuat saraf tepi lebih rentan terganggu (neuropati perifer). Menurut NIH, keluhan saraf ini bisa muncul meski belum ada anemia. Kaki sering kesemutan tanpa pemicu yang jelas sebaiknya diperiksakan ke dokter.

3. Lidah Meradang dan Terasa Perih

Lidah bisa mengalami peradangan (glositis) sehingga terasa perih atau tidak nyaman. NIH dan StatPearls mencatatnya sebagai salah satu tanda kekurangan B12. Periksakan ke dokter bila keluhan ini tidak kunjung membaik.

4. Keseimbangan Terganggu dan Otot Melemah

Bila berlangsung lama, kerusakan mielin bisa mengenai sumsum tulang belakang. StatPearls menjelaskan kondisi ini membuat posisi tubuh sulit dirasakan dan langkah menjadi goyah. Mayo Clinic juga mencatat otot lemah dan gerakan yang tidak stabil.

5. Mudah Lupa, Bingung, atau Murung

NIH mencatat demensia sebagai salah satu dampak kekurangan B12, dan beberapa penelitian menemukan kaitannya dengan depresi. Keluhan daya ingat pada lansia punya banyak penyebab, termasuk penyakit Alzheimer, sehingga dokter perlu menelusurinya.

Komplikasi Bila Kekurangan Berlangsung Lama

Kekurangan yang dibiarkan lama bisa menimbulkan komplikasi berikut:

  • Kerusakan saraf menetap. NIH menekankan penanganan dini untuk mencegah kerusakan saraf permanen. Mayo Clinic mencontohkan kesemutan yang tidak hilang dan gangguan keseimbangan.

  • Gagal jantung. StatPearls mencatat anemia akibat kekurangan B12 bisa berujung pada gagal jantung. Lelah dan sesak yang terus memburuk perlu diperiksakan.

  • Risiko kanker lambung. Menurut Mayo Clinic, anemia pernisiosa meningkatkan risiko kanker lambung atau usus. Karena itu, pasien perlu kontrol rutin.

  • Dampak pada bayi. Kekurangan B12 pada ibu hamil dan menyusui bisa berkaitan dengan cacat tabung saraf, gangguan tumbuh kembang, dan anemia pada bayi. Bayi yang hanya mendapat ASI dari ibu vegan juga berisiko.

Kurang Asupan atau Gangguan Penyerapan?

Cara mengatasinya bergantung pada jalur penyebab. Tabel berikut merangkum perbedaannya.

Aspek

Kurang Asupan

Gangguan Penyerapan

Yang umum mengalami

Vegan, vegetarian ketat, pola makan sangat terbatas

Lansia, anemia pernisiosa, penyakit usus, riwayat operasi lambung, pemakai obat tertentu

Letak masalah

Makanan hewani sedikit atau tidak ada

Asam lambung, faktor intrinsik, atau usus halus terganggu

Arah penanganan

Makanan hewani atau diperkaya, suplemen oral sesuai saran dokter

Menangani penyebab, suntikan atau suplemen B12 sesuai keputusan dokter, kontrol rutin

Tabel ini membantu mengenali pola yang umum dan bukan alat diagnosis.

Kapan Harus Konsultasi ke Dokter?

Kesemutan sesekali yang hilang setelah posisi diubah umumnya tidak berbahaya. Kementerian Kesehatan menyarankan pemeriksaan bila kesemutan menetap, berulang tanpa pemicu, atau makin berat. Periksakan diri juga bila lelah dan pucat tidak membaik dengan istirahat, atau muncul langkah goyah dan mudah lupa.

StatPearls menyarankan pemeriksaan B12 pada pemakai metformin dan PPI, lansia, serta orang yang pernah menjalani operasi lambung. Bila muncul nyeri dada, sesak napas berat, atau jantung berdebar sangat kencang, segera ke IGD.

Bagaimana Dokter Memastikan Diagnosis?

Dokter menanyakan pola makan, obat, dan riwayat operasi, lalu memeriksa fungsi saraf. Pemeriksaan yang umum dipakai antara lain:

  • Tes darah lengkap. Kementerian Kesehatan menyebut tes darah lengkap bisa menunjukkan kadar hemoglobin dan ukuran sel darah merah. Pada kekurangan B12, sel darah merah cenderung lebih besar dari normal (makrositik). Temuan ini membantu dokter membedakannya dari jenis lain seperti anemia defisiensi besi.

  • Kadar vitamin B12 dan folat. Kekurangan folat juga membuat sel darah merah membesar, jadi keduanya diperiksa bersamaan. StatPearls menyebut kadar B12 di bawah 200 pg/mL tergolong kurang dan 200 sampai 300 pg/mL tergolong batas. Nilai rujukan bergantung pada laboratorium dan dokter, dan ambang diagnosis ditentukan oleh dokter.

  • Tes lanjutan dan penyebab. Pada hasil batas, dokter bisa memeriksa asam metilmalonat (MMA) dan homosistein. Dokter juga mencari penyebabnya, misalnya lewat tes antibodi terhadap faktor intrinsik untuk menilai anemia pernisiosa.

Pemeriksaan Vitamin B12 di Bumame

Karena gejalanya mirip banyak kondisi lain, kadar B12 dalam darah membantu dokter menilai apakah lelah atau kesemutan berkaitan dengan vitamin ini. Bumame menyediakan pemeriksaan Vitamin B12 dengan sampel darah, di klinik maupun lewat Home Care. Pemeriksaan ini ditujukan antara lain bagi orang dengan pola makan terbatas, keluhan lelah atau kesemutan, gangguan penyerapan, atau pemantauan atas arahan dokter.

Pemeriksaan ini tidak memerlukan puasa. Sampaikan obat, vitamin, dan suplemen yang rutin Anda konsumsi, dan jangan menghentikan obat tanpa arahan tenaga medis. Hasil bisa diperoleh dalam 1x24 jam dan sebaiknya dibahas bersama dokter. Untuk mengatur jadwal, chat CS Bumame.

Cara Mengatasi Kekurangan Vitamin B12

Pengobatan disesuaikan dengan penyebab. Menurut StatPearls, suplemen oral umumnya cukup bila kekurangan berasal dari pola makan. Pada anemia pernisiosa atau setelah operasi lambung, dokter umumnya memberikan suntikan B12 karena cara ini melewati hambatan penyerapan. NIH mencatat suplemen oral juga bisa efektif pada sebagian pasien, jadi bentuk, takaran, dan lama terapi ditentukan dokter.

Penyebab dasarnya juga perlu ditangani, misalnya gangguan pencernaan. Menurut StatPearls, peluang pulih lebih baik bila pengobatan dimulai sebelum muncul gangguan saraf berat, dan perbaikan saraf bisa memakan waktu berbulan-bulan sampai bertahun-tahun. NIH juga mencatat suplemen B12 tidak terbukti menambah stamina pada orang yang kadarnya sudah cukup.

Langkah Mencegah Kekurangan Vitamin B12

Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 28 Tahun 2019 menetapkan Angka Kecukupan Gizi (AKG) vitamin B12 sebesar 4,0 mcg per hari untuk orang dewasa. Ibu hamil perlu tambahan 0,5 mcg dan ibu menyusui tambahan 1,0 mcg, sedangkan kebutuhan anak lebih kecil dan naik bertahap sesuai usia. Langkah yang bisa dilakukan:

  • Pilih sumber hewani yang beragam. Ikan, daging, ayam, telur, hati, susu, keju, dan yogurt mengandung B12. Menurut NIH, B12 dari produk susu tampaknya diserap sekitar tiga kali lebih baik dibanding dari daging, ikan, dan unggas.

  • Manfaatkan makanan yang diperkaya. Vegan dan vegetarian bisa memilih sereal atau ragi nutrisi yang diperkaya B12. NIH menyebut makanan diperkaya dan suplemen B12 bisa menurunkan risiko kekurangan secara bermakna.

  • Periksa berkala bila berisiko. Lansia, pemakai obat yang menurunkan B12, dan orang yang pernah menjalani operasi lambung sebaiknya memeriksa kadar B12 secara berkala. Jadwalnya ditentukan dokter sesuai kondisi Anda.

Kenali Tandanya, Periksa Lebih Awal

Kekurangan vitamin B12 berkembang perlahan dan umumnya bisa diatasi setelah penyebabnya ditemukan. Perhatikan kesemutan yang menetap, lelah berkepanjangan, atau perubahan daya ingat, terutama bila Anda termasuk kelompok berisiko. Deteksi dini memberi lebih banyak pilihan. Untuk pertanyaan seputar pemeriksaan, hubungi CS Bumame lewat WhatsApp.

Lokasi Klinik Bumame

Pemeriksaan tersedia di lima klinik Bumame.

Bumame Cideng

JAC Building, Jl. Jati Baru Raya No.28, Petojo Selatan, Kecamatan Gambir, Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10160. Senin sampai Minggu, pukul 07.00 sampai 21.00. Lihat lokasi

Bumame TB Simatupang

Jl. TB Simatupang No.33, RT.1/RW.5, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, DKI Jakarta 12550. Senin sampai Minggu, pukul 07.00 sampai 21.00. Lihat lokasi

Bumame BSD

Ruko Northridge B1 No.16, Rw. Mekar Jaya, Kec. Serpong, Tangerang, Banten 15310. Senin sampai Minggu, pukul 07.00 sampai 21.00. Lihat lokasi

Bumame Puri

Ruko Sentra Niaga Puri Indah Blok T6/23, RT.1/RW.2, Kembangan Sel., Kec. Kembangan, Jakarta Barat 11610. Senin sampai Minggu, pukul 06.00 sampai 20.00. Lihat lokasi

Bumame Kelapa Gading

Ruko Mall of Indonesia, Italian Walk Blok C 15-16, RT.18/RW.8, Kelapa Gading Barat, Kec. Kelapa Gading, Jakarta Utara, DKI Jakarta 14240. Senin sampai Minggu, pukul 06.00 sampai 20.00. Lihat lokasi

Pilih lokasi terdekat dari tempat Anda.

Referensi

  1. National Institutes of Health, Office of Dietary Supplements. Vitamin B12: Fact Sheet for Health Professionals.

  2. Ankar A, Kumar A. StatPearls (NCBI Bookshelf). Vitamin B12 Deficiency.

  3. Mayo Clinic. Vitamin Deficiency Anemia: Symptoms and Causes.

  4. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Ayo Sehat). Anemia.

  5. Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan, Kementerian Kesehatan RI. Cara Cegah dan Atasi Kaki Kesemutan.

  6. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 28 Tahun 2019 tentang Angka Kecukupan Gizi yang Dianjurkan untuk Masyarakat Indonesia.

Ditinjau secara medis oleh dr. Reycha Nabila

Frequently Asked Question

Apa saja gejala kekurangan vitamin B12?

Gejalanya meliputi mudah lelah, pucat, jantung berdebar, kesemutan atau kebas pada tangan dan kaki, lidah meradang, gangguan keseimbangan, otot melemah, serta mudah lupa. Keluhan biasanya berkembang perlahan dan gangguan saraf dapat muncul meski belum terjadi anemia.

Apa penyebab kekurangan vitamin B12?

Penyebabnya meliputi kurangnya asupan makanan sumber B12, seperti pada pola makan vegan ketat, serta gangguan penyerapan akibat anemia pernisiosa, penyakit lambung atau usus, operasi saluran cerna, dan penggunaan obat tertentu dalam jangka panjang.

Bagaimana cara mengetahui tubuh kekurangan vitamin B12?

Dokter akan menilai gejala, pola makan, penggunaan obat, dan riwayat kesehatan, lalu menyarankan tes darah lengkap serta pemeriksaan kadar vitamin B12 dan folat. Jika hasilnya belum meyakinkan, tes asam metilmalonat (MMA) atau homosistein dapat diperlukan.

Berapa lama kekurangan vitamin B12 bisa pulih?

Pemulihan bergantung pada penyebab, tingkat kekurangan, dan pengobatan yang diberikan. Kadar B12 dapat membaik setelah terapi yang sesuai, tetapi pemulihan gangguan saraf bisa memerlukan waktu berbulan-bulan hingga bertahun-tahun. Penanganan dini membantu mengurangi risiko kerusakan saraf menetap.

Makanan apa saja yang mengandung vitamin B12?

Vitamin B12 terdapat pada ikan, daging, ayam, hati, telur, susu, keju, dan yogurt. Orang yang tidak mengonsumsi produk hewani dapat memilih makanan yang diperkaya B12 atau suplemen sesuai anjuran tenaga medis.