Mau pesan layanan Homecare Bumame? Klik disini.

Mau pesan layanan Homecare Bumame? Klik disini.

Tidur setelah Subuh: Efeknya bagi Kesehatan dan Cara Mengaturnya
Kembali ke Artikel & Berita

Tidur setelah Subuh: Efeknya bagi Kesehatan dan Cara Mengaturnya

SBATips Kesehatan

Alarm berbunyi pukul empat lebih, salat Subuh selesai, lalu kasur kembali terasa memanggil. Banyak orang memilih tidur lagi sampai pukul tujuh, apalagi setelah lembur atau bangun untuk sahur. Ada yang bangun dengan badan segar, ada juga yang justru merasa kepala berat sampai siang.

Kebiasaan ini sering dibahas dari sisi agama. Dari sisi kesehatan, efeknya lebih banyak ditentukan oleh total jam tidur, lama tidur tambahan, jam bangun, dan apa yang Anda lakukan sebelum berbaring, misalnya baru selesai makan sahur.

Artikel ini membahas kapan tidur setelah Subuh bisa membantu, efeknya bagi jam biologis dan lambung, cara mengaturnya agar bangun tetap segar, serta tanda kantuk pagi yang perlu diperiksakan ke dokter.

Apakah Tidur setelah Subuh Buruk bagi Kesehatan?

Jawabannya bergantung pada pola tidur Anda secara keseluruhan. Orang dewasa membutuhkan tidur 7 sampai 9 jam sehari, sehingga tidur setelah Subuh sebaiknya dihitung sebagai bagian dari jam tidur normal tersebut.

Bila tidur malam terpotong, misalnya karena lembur atau bangun sahur, tambahan tidur yang singkat bisa membantu mengurangi kantuk. Laman Ayo Sehat Kemenkes menyarankan jam bangun yang mirip setiap hari, dan bila perlu menambah tidur, lakukan secara moderat dan terencana.

Lain halnya bila tidur pagi berlangsung berjam-jam setiap hari. Pola ini mengurangi paparan cahaya pagi dan bisa menggeser jam biologis. Bagi orang yang sulit tidur di malam hari, NHS juga menyarankan untuk tidak tidur lebih lama setelah malam yang buruk dan tetap mengikuti jam tidur biasa.

Mengapa Kantuk Datang Lagi setelah Salat Subuh?

Rasa kantuk sesudah Subuh punya beberapa pemicu yang sering muncul bersamaan. Sebagian di antaranya serupa dengan penyebab ngantuk di pagi hari secara umum.

1. Rasa Linglung Sesaat setelah Bangun

Rasa berat, pening, dan linglung saat baru bangun disebut sleep inertia. Efeknya terasa kuat dalam 30 menit pertama, dan lebih berat bila Anda bangun pada waktu biologis malam atau setelah kurang tidur. Bangun Subuh setelah tidur larut bisa memenuhi kedua kondisi ini, sehingga dorongan untuk kembali tidur terasa kuat.

2. Tidur Malam yang Terpotong

Begadang, lembur, atau sering terbangun di malam hari membuat jatah tidur berkurang. Dorongan untuk tidur pun menumpuk, sehingga tubuh mudah tertidur lagi begitu ada kesempatan berbaring. Kurang tidur juga mengganggu kemampuan berpikir jernih, bereaksi cepat, dan mengingat. Kantuk pagi seperti ini termasuk efek begadang yang sering dirasakan keesokan harinya.

3. Jam Biologis Masih Mengikuti Gelap

Jam biologis atau ritme sirkadian diatur oleh bagian otak bernama suprachiasmatic nucleus. Bagian ini membaca sinyal terang dan gelap dari mata, lalu mendorong tubuh tidur di malam hari dan terjaga di siang hari. Waktu Subuh jatuh saat langit masih gelap, sehingga sinyal cahaya yang membantu tubuh terjaga belum banyak diterima.

4. Perut Kenyang setelah Sahur

Kemenkes menyebut rasa mengantuk dan ingin kembali tidur sering dialami setelah makan sahur. Selama Ramadan, bangun sahur juga memotong durasi tidur malam dan menggeser jam biologis, sehingga kantuk lebih mudah datang di pagi hari.

Apa yang Terjadi bila Tidur Pagi Berlangsung Berjam-jam?

Tidur tambahan setelah Subuh membawa efek yang berbeda, bergantung pada lama dan waktunya. Berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan:

  • Kantuk bisa berkurang setelah malam yang terpotong. Selama Ramadan, Kemenkes menganjurkan tidur singkat atau power nap 15 sampai 20 menit untuk mengembalikan fokus tanpa memicu rasa pening setelah bangun. Prinsip yang sama bisa dipakai bila Anda ingin tidur lagi setelah Subuh.

  • Bangun bisa terasa linglung. Kajian tentang sleep inertia menyarankan tidur singkat kurang dari 30 menit untuk menurunkan risiko rasa linglung. Bila rasa ini muncul, pemulihan penuh bisa memakan waktu setidaknya satu jam setelah bangun.

  • Jam biologis mudah bergeser. Bangun siang mengurangi paparan cahaya pagi, sehingga jam biologis makin sulit kembali teratur. Bila jam bangun di hari kerja dan akhir pekan berbeda jauh, tubuh mengalami pergeseran ritme yang mirip jet lag.

  • Isi lambung lebih mudah naik. Berbaring langsung setelah makan memudahkan isi lambung bergerak kembali ke kerongkongan, kondisi yang disebut refluks. Kemenkes menyarankan jeda setidaknya 2 sampai 3 jam setelah makan sebelum berbaring atau tidur.

Membandingkan Tidur Singkat, Tidur Panjang, dan Tidur setelah Sahur

Tabel berikut merangkum pola tidur setelah Subuh yang sering dijalani dan cara menyikapinya.

Pola Tidur

Yang Umumnya Dirasakan

Saran

Tidur singkat 15 sampai 20 menit dengan alarm

Fokus kembali dengan risiko linglung yang lebih kecil

Cocok setelah malam yang terpotong karena sahur atau lembur

Tidur lagi berjam-jam hingga siang

Bangun bisa terasa linglung, paparan cahaya pagi berkurang, dan jam biologis mudah bergeser

Batasi durasinya dan jaga jam bangun tetap mirip setiap hari, termasuk akhir pekan

Langsung berbaring setelah makan sahur

Isi lambung lebih mudah naik dan bisa memicu rasa panas di dada

Beri jeda 2 sampai 3 jam, atau tidur setengah duduk dengan bantal yang menyangga kepala dan bahu

Tidur pagi setelah shift malam

Menjadi waktu tidur utama hari itu

Gelapkan kamar dengan tirai penghalang cahaya dan redam suara dengan penyumbat telinga

Tabel ini membantu mengenali pola yang umum dan bukan alat diagnosis.

Langkah Aman bila Ingin Tidur Lagi setelah Subuh

Bila tubuh memang butuh tambahan istirahat, beberapa kebiasaan berikut membantu Anda tetap bangun dengan segar:

  • Pasang alarm sebelum memejamkan mata. Tentukan batas waktu, misalnya 15 sampai 20 menit, agar tidur tidak berlanjut hingga siang. Letakkan alarm agak jauh dari kasur supaya Anda perlu bangkit untuk mematikannya.

  • Isi jeda setelah sahur dengan kegiatan ringan. Membaca, merapikan kamar, atau bersiap kerja memberi waktu bagi lambung untuk mencerna makanan. Bila kantuk tidak tertahan, Kemenkes menyarankan posisi setengah duduk dengan tumpukan bantal yang menyangga kepala dan bahu. Bangun sahur lebih awal juga memberi waktu untuk makan dengan tenang.

  • Cari cahaya pagi setelah bangun. Buka tirai atau keluar rumah sebentar agar mata menerima cahaya pagi. MedlinePlus juga menyarankan paparan sinar matahari yang cukup sepanjang hari sebagai bagian dari kebiasaan tidur sehat.

  • Jaga jam bangun tetap mirip setiap hari. Jam tidur dan bangun yang stabil membantu jam biologis bekerja teratur. Hindari selisih yang jauh antara hari kerja dan akhir pekan.

  • Perbaiki tidur malamnya. Tidur lebih awal, jauhkan ponsel 30 menit sebelum tidur, serta hindari makan besar dan alkohol di larut malam. Beberapa cara sederhana untuk tidur lebih nyenyak bisa mulai Anda terapkan malam ini.

  • Bergerak ringan bila memilih tetap terjaga. Jalan santai di sekitar rumah sekaligus menambah paparan cahaya pagi. Saat berpuasa, Kemenkes menyarankan aktivitas setelah sahur berintensitas sangat rendah karena risiko dehidrasi sepanjang hari cukup tinggi.

Kelompok yang Perlu Lebih Cermat Mengatur Tidur Pagi

Beberapa kondisi membuat tidur setelah Subuh perlu diatur dengan lebih hati-hati:

  • Orang dengan GERD atau maag. Pada GERD, asam lambung mudah naik ke kerongkongan, apalagi saat berbaring dengan lambung penuh. Keluhannya bisa mengganggu kualitas tidur, sehingga jeda setelah makan penting bagi orang yang mengalami GERD saat puasa.

  • Orang yang sulit tidur di malam hari. Tidur pagi yang panjang bisa membuat jam tidur malam makin tidak teratur. NHS menyarankan orang dengan insomnia bangun pada jam yang sama setiap hari dan tetap mengikuti jam tidur biasa setelah malam yang buruk.

  • Orang yang harus menyetir setelah bangun. Para peneliti menyebut rasa linglung setelah bangun sebagai tantangan bagi orang yang harus mengemudi atau mengambil keputusan penting segera sesudahnya. Beri waktu bagi tubuh untuk benar-benar terjaga sebelum berangkat.

  • Orang yang sedang berpuasa. Kemenkes menyarankan tidur lebih awal setelah tarawih, maksimal pukul 22.00, agar tetap mendapat setidaknya 4 sampai 5 jam tidur sebelum sahur. Pengaturan ini juga membantu menjaga produktivitas selama bulan Ramadan.

  • Pekerja shift malam. Tidur pagi adalah waktu istirahat utama mereka, sehingga kamar perlu dibuat gelap dan tenang. MedlinePlus juga menyarankan tidur singkat untuk menambah total jam tidur dan membatasi pergantian jadwal shift.

Kapan Kantuk setelah Subuh Perlu Diperiksakan?

Kantuk sesekali setelah Subuh umumnya wajar. Periksakan diri ke dokter bila muncul tanda berikut:

  • Tetap sangat mengantuk meski tidur malam sudah cukup. Kantuk berlebihan yang mengganggu aktivitas bisa berkaitan dengan gangguan tidur seperti hipersomnia. Dokter akan mencari penyebabnya sebelum menentukan penanganan.

  • Mendengkur keras dan napas tersengal saat tidur. Napas yang berhenti lalu mulai lagi, suara tersedak, sering terbangun, dan sakit kepala saat bangun termasuk tanda sleep apnea. Bila tidak ditangani, kondisi ini bisa meningkatkan risiko kecelakaan akibat kelelahan, misalnya saat berkendara.

  • Sulit tidur selama berbulan-bulan. NHS menyarankan konsultasi ke dokter bila kebiasaan tidur sudah diperbaiki tetapi keluhan belum membaik. Rasa lelah, mudah marah, dan sulit berkonsentrasi di siang hari sering menyertai keluhan ini.

  • Rasa panas di dada yang sering berulang. Keluhan yang makin berat, mengganggu tidur, atau tidak membaik meski pola makan sudah diubah perlu diperiksakan. Nyeri dada berat yang disertai sesak napas, keringat dingin, atau nyeri menjalar ke lengan, rahang, dan punggung perlu segera ditangani di IGD.

Bila kantuk disertai keluhan lain seperti mudah lelah, dokter bisa menyarankan pemeriksaan lanjutan, termasuk medical check up untuk melihat kondisi kesehatan secara umum.

Mulai Hari setelah Subuh dengan Tubuh yang Lebih Bugar

Tidur setelah Subuh bisa menjadi tambahan istirahat yang membantu selama singkat, terencana, dan tidak menggantikan tidur malam. Fondasinya tetap tidur berkualitas di malam hari, jam bangun yang konsisten, dan jeda yang cukup setelah makan sahur.

Mulailah dari satu langkah kecil, misalnya memasang alarm 20 menit setiap kali ingin tidur lagi setelah Subuh. Bila Anda ingin menjadwalkan pemeriksaan kesehatan, hubungi CS Bumame lewat WhatsApp.

Lokasi Klinik Bumame

1.  Klinik Bumame BSD
Ruko Northridge B1 No.16, Rw. Mekar Jaya, Kecamatan Serpong, Tangerang, Banten 15310

2. Klinik Bumame TB Simatupang
Jl. TB Simatupang No.33, RT.1/RW.5, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, DKI Jakarta 12550

3.Klinik Bumame Puri
Ruko Sentra Niaga Puri Indah Blok T6/23 RT.1/RW.2, Kembangan Sel., Kec. Kembangan, Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11610

4. Klinik Bumame Cideng
JAC Building, Jl. Jati Baru Raya No.28 5, Petojo Sel., Kecamatan Gambir, Kota Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10160

5. Klinik Bumame Kelapa Gading
Ruko Mall of Indonesia, Italian Walk Blok C 15-16, RT.18/RW.8, Klp. Gading Bar., Kec. Klp. Gading, Jkt Utara, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 14240

Referensi

  1. MedlinePlus, National Library of Medicine — Healthy Sleep

  2. Hilditch CJ, McHill AW — Sleep Inertia: Current Insights

  3. NHS — Insomnia

  4. NHS — Sleep Apnoea

  5. Kementerian Kesehatan RI, Ayo Sehat — Bahaya Begadang: Diam-Diam Merusak Otak, Jantung, dan Sistem Imun Anda

  6. Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan, Kementerian Kesehatan RI — Mengatasi Perubahan Pola Tidur dan Aktivitas Fisik pada saat Berpuasa

  7. Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan, Kementerian Kesehatan RI — Tips Puasa Bagi Penderita Maag Agar Tetap Nyaman

  8. Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan, Kementerian Kesehatan RI — Pola Makan Tepat untuk Membantu Mengendalikan Gejala GERD

Ditinjau secara medis oleh dr. Aimee Wineyna

Frequently Asked Question

Apakah tidur setelah Subuh berbahaya bagi kesehatan?

Efeknya bergantung pada total jam tidur, durasi tidur tambahan, dan jam bangun. Tidur singkat yang terencana dapat membantu setelah malam yang terpotong, sedangkan tidur berjam-jam setiap hari bisa menggeser jam biologis.

Berapa lama tidur setelah Subuh yang dianjurkan?

Tidur singkat sekitar 15–20 menit dapat membantu mengembalikan fokus dan mengurangi risiko linglung setelah bangun. Gunakan alarm agar tidur tidak berlanjut hingga siang.

Bolehkah langsung tidur setelah makan sahur?

Sebaiknya beri jeda sekitar 2–3 jam karena berbaring dengan lambung penuh memudahkan isi lambung naik ke kerongkongan. Jika sangat mengantuk, gunakan posisi setengah duduk dengan bantal yang menyangga kepala dan bahu.

Mengapa badan terasa lemas saat bangun dari tidur setelah Subuh?

Rasa berat, pening, dan linglung setelah bangun disebut sleep inertia. Efeknya biasanya terasa kuat dalam 30 menit pertama dan bisa lebih berat jika sebelumnya kurang tidur.

Kapan kantuk setelah Subuh perlu diperiksakan ke dokter?

Periksakan diri jika tetap sangat mengantuk meski tidur malam sudah cukup, mendengkur keras disertai napas tersengal, atau mengalami kesulitan tidur selama berbulan-bulan.