Merasa lelah setelah seharian penuh bekerja adalah hal yang wajar dan biasanya hilang setelah istirahat. Namun, bagaimana jika rasa lelah itu tidak kunjung menghilang meski Anda sudah cukup tidur?
Jika itu terjadi, maka kemungkinan Anda sedang mengalami kondisi yang bernama sindrom kelelahan kronis. Sindrom ini bisa cukup mengganggu penderitanya karena tidak bisa merasa segar kembali bahkan setelah merasa cukup istirahat.
Oleh karena itu, penting sekali untuk memahami bagaimana sindrom ini bisa terjadi cara menanganinya.
Apa Itu Sindrom Kelelahan Kronis?
Sindrom kelelahan kronis adalah penyakit serius jangka panjang yang memengaruhi banyak sistem dalam tubuh. Ciri utamanya adalah rasa lelah berat yang tidak kunjung membaik meski sudah beristirahat cukup.
Ketika mengalami kondisi ini, penderitanya bisa mengalami kesulitan dalam menjalani aktivitas yang dulu terasa mudah. Kondisi ini terjadi bukan karena rasa malas atau kurang semangat, melainkan karena masalah kesehatan yang nyata.
Dalam istilah medis, kondisi ini juga dikenal dengan nama myalgic encephalomyelitis. Banyak dokter menyingkatnya sebagai ME atau CFS dalam catatan medis.
Siapa saja, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa, bisa mengalami sindrom kelelahan ini. Namun, perempuan lebih sering mengalami sindrom ini dibandingkan dengan laki-laki menurut berbagai catatan medis.
Hal yang sering orang salah pahami tentang kondisi ini adalah bahwa penderitanya sering terlihat sehat dari luar. Padahal, di balik penampilan yang tampak normal, mereka dapat menghadapi kelelahan berat yang mengganggu kualitas hidup setiap hari.
Gejala Sindrom Kelelahan Kronis
Gejala utama sindrom kelelahan kronis adalah rasa lelah berat yang berlangsung berbulan-bulan. Rasa lelah ini tidak membaik meskipun penderita sudah beristirahat dan dapat membuat aktivitas harian terasa sangat berat.
Banyak penderita juga mengalami gangguan tidur, sehingga bangun pun tetap merasa tidak segar. Penderita juga sering merasakan masalah lain seperti sulit fokus dan mudah lupa yang berdampak pada kehidupan sehari-hari.
Tanda khas lain yang mencolok adalah memburuknya gejala setelah aktivitas fisik atau mental. Kondisi ini dikenal sebagai post-exertional malaise dan bisa membuat penderita membutuhkan waktu istirahat yang lama.
Gejala lain yang dapat menyertai kondisi ini meliputi pusing, nyeri otot, dan sakit kepala. Beberapa penderita juga merasa gejalanya memburuk saat berdiri terlalu lama karena adanya masalah pada peredaran darah.
Meski lebih jarang terjadi, sebagian penderitanya bisa mengalami gejala seperti keringat di malam hari dan pergantian suasana hati yang cepat. Selain itu, ada juga gejala lain yang bisa muncul, seperti sembelit dan diare.
Gejala yang tiap orang rasakan bisa berbeda, baik jenis maupun tingkat keparahannya. Ada yang masih bisa beraktivitas secara terbatas, ada pula yang sampai sulit bangkit dari tempat tidur.
Penyebab dan Faktor Risikonya
Sampai saat ini, dunia kesehatan masih belum mengetahui penyebab pasti sindrom kelelahan kronis. Beberapa ahli menduga infeksi virus bisa menjadi salah satu pemicu munculnya kondisi ini.
Perubahan pada sistem imun dan masalah produksi energi di tubuh juga kemungkinan besar ikut berperan. Selain itu, faktor keturunan disebut sebagai salah satu kemungkinan yang dapat memengaruhi risiko seseorang mengalami sindrom ini.
Stres fisik maupun emosional yang berat juga dapat memicu atau memperburuk kondisi ini. Sindrom kelelahan kronis lebih sering dilaporkan pada orang dewasa berusia 40 hingga 60 tahun.
Selain itu, perempuan diketahui memiliki risiko lebih tinggi dibandingkan laki-laki. Pada remaja, kondisi ini juga dapat terjadi. Jadi, gejala kelelahan berat yang menetap tetap perlu diperiksa ke dokter.
Meski demikian, memiliki faktor risiko tidak berarti seseorang pasti akan mengalami kondisi ini. Sebaliknya, orang tanpa faktor risiko yang jelas pun tetap dapat mengalaminya. Faktor risiko hanya menunjukkan kemungkinan, bukan kepastian munculnya sindrom kelelahan kronis.
Cara Dokter Mendiagnosis Sindrom Kelelahan Kronis
Hingga sekarang, belum ada satu pun tes khusus yang bisa memastikan sindrom kelelahan kronis. Sebagai gantinya, dokter biasanya melakukan diagnosis dengan menyingkirkan kemungkinan penyakit lain terlebih dahulu.
Karena gejalanya mirip dengan banyak penyakit, pemeriksaan menyeluruh menjadi langkah yang sangat penting. Dokter biasanya menanyakan seberapa sering, seberapa berat, dan seberapa lama gejala tersebut berlangsung.
Semakin lengkap informasi yang diberikan, semakin mudah bagi dokter untuk membedakan sindrom kelelahan kronis dari kondisi lain yang mirip. Proses diagnosis mungkin membutuhkan waktu, tetapi langkah ini penting agar penanganan dapat dilakukan secara tepat.
Jika Anda sering merasa lelah dalam jangka panjang, sebaiknya konsultasikan keluhan tersebut ke dokter. Sebagai pelengkap, Bumame menyediakan layanan Energy Booster berupa suntik vitamin yang bisa membantu memenuhi kebutuhan vitamin B1, B6, dan B12.
Asupan ketiga vitamin tersebut bisa membantu tubuh mengubah kandungan makanan menjadi energi dan mendukung fungsi saraf. Contohnya, vitamin B1 bisa membantu mengubah karbohidrat menjadi energi bagi tubuh.
Sebelum menggunakan layanan ini, informasikan obat atau suplemen yang sedang Anda konsumsi serta apakah Anda memiliki alergi terhadap vitamin tertentu. Hal ini penting agar layanan dapat diberikan dengan aman dan sesuai kebutuhan Anda.
Layanan V-Boost Energy Booster suntik vitamin B1, B6, dan B12 tersedia seharga mulai dari Rp100.000. Untuk pilihan yang lebih lengkap, tersedia V-Boost Strength Booster seharga Rp300.000 dengan kombinasi 12 multivitamin, mulai dari vitamin A hingga E.
Cara Menangani Sindrom Kelelahan Kronis
Meskipun sindrom kelelahan ini sudah terkenal sejak lama, belum ada obat yang bisa sepenuhnya menyembuhkannya. Oleh karena itu, dokter sering melakukan berbagai cara lain untuk membantu meringankan gejalanya.
Salah satu cara yang sering dokter anjurkan adalah mengatur keseimbangan antara aktivitas dan istirahat secara bijak. Cara ini terkenal dengan istilah pacing dan dapat membantu mencegah gejala memburuk setelah beraktivitas.
Memperbaiki kualitas tidur juga menjadi bagian penting dari penanganan kondisi ini. Menjaga jadwal tidur yang teratur dan membatasi penggunaan layar sebelum tidur dapat membantu penderita menghadapi gejalanya.
Jika ingin berolahraga di malam hari, aturlah jadwalnya agar tidak mengganggu waktu istirahat. Selain itu, dokter juga dapat memberikan obat untuk meredakan gejala tertentu, seperti nyeri atau gangguan tidur.
Sebagian orang juga mengikuti terapi sebagai cara untuk mengatasi sindrom kelelahan kronis. Terapi ini, selain untuk menjaga kondisi emosional penderitanya, juga bisa membantunya menghadapi kehidupan sehari-hari. Penderita juga butuh dukungan dari keluarga dan tenaga medis agar bisa menjalani proses pemulihan dengan baik.
Strategi Pencegahannya
Karena dokter masih belum mengetahui penyebab pastinya, masih belum ada cara persis untuk mencegah sindrom kelelahan kronis. Namun, menerapkan gaya hidup sehat tetap dapat membantu menjaga kondisi tubuh secara umum.
Pola makan bergizi, tidur cukup, dan mengelola stres bisa membantu menjaga tubuh tetap bugar. Kemudian, aktivitas fisik ringan yang tidak membutuhkan banyak alat, seperti stretching, juga baik untuk menjaga kelenturan tubuh.
Mengelola stres dengan baik adalah salah satu hal yang juga tidak boleh diabaikan. Ini penting karena dengan begitu, Anda bisa menjaga keseimbangan hormon bahagia sehingga tetap bisa menikmati aktivitas sehari-hari.
Menjaga suasana hati tetap positif juga bisa membantu kesehatan mental secara keseluruhan. Selain itu, penting untuk mengenali sinyal tubuh dan tidak memaksakan diri saat merasa sangat lelah.
Saat menjalani aktivitas sehari-hari, berikan waktu bagi tubuh untuk beristirahat. Langkah ini dapat membantu meminimalkan kelelahan dan mendukung pemulihan tubuh.
Kapan Harus ke Dokter?
Anda sebaiknya menemui dokter jika rasa kelelahan berat berlangsung lebih dari 6 bulan. Sebisa mungkin, jangan menunda pergi ke dokter apabila rasa lelah itu tidak membaik meski Anda sudah cukup beristirahat.
Gejala lain seperti sulit fokus, gangguan tidur, dan nyeri tubuh juga perlu Anda beritahukan kepada dokter. Informasi ini akan sangat membantu dokter dalam memahami kondisi Anda secara lebih menyeluruh.
Pemeriksaan lebih awal juga bisa membantu dokter menyingkirkan penyakit lain dan menyusun rencana penanganan yang sesuai. Walau sindrom ini tidak mengancam nyawa secara langsung, masalah ini tetap dapat berdampak besar pada kualitas hidup penderitanya.
Lokasi Klinik Bumame
1. Klinik Bumame BSD
Ruko Northridge B1 No.16, Rw. Mekar Jaya, Kecamatan Serpong, Tangerang, Banten 15310
2. Klinik Bumame TB Simatupang
Jl. TB Simatupang No.33, RT.1/RW.5, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, DKI Jakarta 12550
3.Klinik Bumame Puri
Ruko Sentra Niaga Puri Indah Blok T6/23 RT.1/RW.2, Kembangan Sel., Kec. Kembangan, Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11610
4. Klinik Bumame Cideng
JAC Building, Jl. Jati Baru Raya No.28 5, Petojo Sel., Kecamatan Gambir, Kota Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10160
5. Klinik Bumame Kelapa Gading
Ruko Mall of Indonesia, Italian Walk Blok C 15-16, RT.18/RW.8, Klp. Gading Bar., Kec. Klp. Gading, Jkt Utara, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 14240
Referensi
Centers for Disease Control and Prevention — About ME/CFS
Cleveland Clinic — Myalgic Encephalomyelitis/Chronic Fatigue Syndrome (ME/CFS)
National Health Service — Myalgic Encephalomyelitis or Chronic Fatigue Syndrome (ME/CFS)
MedlinePlus, U.S. National Library of Medicine — Chronic Fatigue Syndrome
Centers for Disease Control and Prevention — Clinical Overview of ME/CFS
Ditinjau secara medis oleh dr. Talitha Amalia
Frequently Asked Question
Apakah sindrom kelelahan kronis bisa sembuh?
Belum ada obat yang sepenuhnya menyembuhkan sindrom kelelahan kronis. Namun, penanganan yang tepat dapat membantu mengelola gejala dan meningkatkan kualitas hidup.
Apa saja gejala sindrom kelelahan kronis?
Gejalanya meliputi kelelahan berat berkepanjangan, gangguan tidur, sulit berkonsentrasi, mudah lupa, nyeri otot, sakit kepala, dan memburuknya kondisi setelah aktivitas fisik atau mental.
Apa penyebab sindrom kelelahan kronis?
Penyebab pastinya belum diketahui. Infeksi virus, perubahan sistem imun, gangguan produksi energi, faktor keturunan, serta stres fisik atau emosional diduga berperan.
Bagaimana cara mengatasi sindrom kelelahan kronis?
Penanganannya dapat meliputi pengaturan aktivitas dan istirahat melalui pacing, menjaga jadwal tidur, mengelola gejala dengan bantuan dokter, serta memperoleh dukungan keluarga dan tenaga medis.
Kapan penderita kelelahan kronis perlu ke dokter?
Konsultasikan dengan dokter jika kelelahan berat berlangsung lebih dari enam bulan, tidak membaik setelah istirahat, atau disertai gangguan tidur, kesulitan berkonsentrasi, dan nyeri tubuh.
