Menjelang sore, huruf di layar laptop mulai tampak berbayang. Mata pegal dan perih, padahal laporan belum selesai. Keluhan serupa juga bisa muncul setelah membaca berjam-jam atau menyetir jauh saat mudik.
Mata lelah umumnya mereda setelah mata diistirahatkan. Meski begitu, ada keluhan mata yang sekilas mirip kelelahan dan membutuhkan pertolongan segera.
Artikel ini dimulai dari tanda bahaya tersebut, lalu membahas pemicu, gejala, pemeriksaan, dan cara meredakannya, termasuk aturan 20-20-20.
Keluhan Mata yang Butuh Pertolongan Segera
Keluhan berikut berbeda dari mata lelah, dan NHS menggolongkannya sebagai kondisi yang perlu segera ditangani di IGD:
Penglihatan hilang mendadak. Satu atau kedua mata tiba-tiba tidak bisa melihat. Segera cari pertolongan tanpa menunggu keluhan membaik sendiri.
Nyeri mata hebat yang datang tiba-tiba. Mata lelah biasanya hanya terasa pegal atau perih yang mereda setelah istirahat. Nyeri hebat yang mendadak perlu diperiksa saat itu juga.
Mata merah disertai mual atau sakit kepala. NHS mencatat glaukoma yang muncul mendadak bisa menimbulkan nyeri mata hebat, mata merah, pandangan kabur, lingkaran pelangi di sekitar lampu, mual, muntah, dan sakit kepala. Kumpulan gejala ini termasuk kondisi darurat.
Pandangan yang mendadak kabur atau ganda, kilatan cahaya, dan bayangan gelap yang bergerak di pandangan perlu diperiksa dokter pada hari yang sama. Bila penglihatan terganggu, minta orang lain mengantar dan hindari menyetir sendiri.
Mengenal Mata Lelah dan Kaitannya dengan Layar
Mata lelah atau astenopia adalah keluhan yang muncul ketika mata dipakai fokus dalam waktu lama. Kemenkes menyebutnya akibat ketegangan mata saat bekerja yang menuntut penglihatan dalam jangka panjang. AAO menambahkan, istilah ini lebih menggambarkan gejala, mulai dari mata berair, pandangan kabur, hingga sakit kepala.
Bila pemicunya komputer atau ponsel, keluhan ini disebut computer vision syndrome atau digital eye strain. Kemenkes mengutip penelitian yang menunjukkan sekitar dua dari tiga pengguna perangkat digital mengalami setidaknya satu gejalanya. Kabar baiknya, AAO dan Kemenkes menyebut keluhan ini umumnya tidak menimbulkan kerusakan mata permanen.
Keluhan yang terus berulang tetap bisa menurunkan efisiensi kerja dan produktivitas, menurut Kemenkes dan tinjauan di jurnal e-CliniC. Keluhan lain di sekitar mata, seperti kedutan pada mata atau kelopak mata bengkak, punya pemicu sendiri.
Pemicu Mata Lelah saat Bekerja, Membaca, dan Menyetir
Pemicunya datang dari aktivitas, lingkungan, dan kondisi mata sendiri:
Menatap layar. AAO mencatat orang biasanya berkedip sekitar 15 kali per menit, tetapi hanya 5 sampai 7 kali saat memakai komputer atau perangkat digital, sehingga mata cepat kering. AOA menambahkan huruf di layar sering kurang tajam dibanding halaman cetak.
Membaca dan menyetir jarak jauh. AAO menyebut ketegangan mata akibat membaca atau menyetir berjam-jam serupa dengan ketegangan akibat layar. Embusan AC yang mengarah ke wajah ikut mengeringkan mata.
Cahaya dan posisi layar. Penerangan yang buruk bisa membuat mata lelah, menurut Kemenkes. Layar yang lebih terang dari ruangan, terlalu dekat atau jauh, posisi yang kurang ergonomis, dan huruf kecil juga memaksa mata bekerja lebih keras.
Mata minus, plus, silinder, atau mata tua yang belum dikoreksi. Kemenkes menyebut gangguan refraksi ini memperberat keluhan. Pada mata plus (hipermetropia), mata terus menyesuaikan fokus hingga pegal, kondisi yang disebut astenopia akomodatif.
Siapa yang Lebih Mudah Mengalami Mata Lelah?
AAO menyebut mata lelah akibat layar bisa dialami semua usia. Kemenkes mencatat kelompok berisiko antara lain pekerja kantor, pemrogram, desainer grafis, guru, dosen, dan mahasiswa. Risiko lebih tinggi pada orang yang menatap layar dua jam atau lebih tanpa henti setiap hari, menurut AOA.
Tinjauan pustaka di jurnal e-CliniC Universitas Sam Ratulangi menambahkan faktor seperti pemakaian kacamata atau lensa kontak, pola istirahat, kecerahan layar, dan usia. AOA juga menyebut mata tua (presbiopia) ikut berperan.
Keluhan yang Biasa Menyertai Mata Lelah
Menurut Kemenkes, keluhan biasanya muncul setelah lama menatap layar dan membaik setelah mata beristirahat.
1. Mata Pegal, Panas, atau Perih
Mata terasa capek, panas, atau seperti berpasir setelah berjam-jam bekerja. Kemenkes juga mencatat rasa pegal di sekitar mata. Perih yang disertai mata merah dan tidak kunjung membaik perlu diperiksakan.
2. Mata Kering, lalu Berair
Jarang berkedip membuat permukaan mata kering, lalu mata bisa berair atau perih. Menurut AAO, mata kering bisa terus berulang pada pemakai lensa kontak yang lama menatap layar.
3. Pandangan Kabur dan Sulit Fokus
Huruf tampak kabur dan mata sulit fokus setelah lama menatap layar. AOA menyebut banyak keluhan penglihatan ini bersifat sementara, tetapi sebagian orang tetap merasakan pandangan jauh kabur setelah berhenti bekerja. Pandangan keruh yang makin buram dari waktu ke waktu perlu diperiksa, karena NHS mengaitkan pola ini dengan katarak.
4. Sakit Kepala di Sekitar Mata
Kemenkes mencatat mata lelah bisa disertai sakit kepala di sekitar mata, dan huruf yang terlalu kecil termasuk pemicunya. Sakit kepala yang berulang setiap hari kerja sebaiknya dikonsultasikan ke dokter.
5. Silau dan Penglihatan Ganda
Kemenkes mencatat keluhan silau dan, pada sebagian orang, penglihatan ganda. Penglihatan ganda yang baru muncul atau mata yang sakit terkena cahaya terang perlu segera diperiksa dokter.
6. Leher dan Bahu Ikut Pegal
Posisi layar yang kurang pas membuat leher dan bahu tegang. Tinjauan di jurnal e-CliniC mencatat nyeri leher dan nyeri kepala sering menyertai mata lelah. Pegal yang menetap, seperti nyeri leher belakang, perlu dinilai dokter.
Lelah Biasa atau Perlu Diperiksa? Bandingkan Polanya
Tabel ini membantu mengenali pola yang umum dan bukan alat diagnosis.
Kapan Mata Lelah Perlu Diperiksakan ke Dokter?
Di luar tanda darurat, Kemenkes menganjurkan pemeriksaan bila mata merah tidak membaik, pandangan terus kabur, mata sangat nyeri, sakit kepala berulang, atau keluhan tetap muncul meski waktu layar sudah dikurangi. Menurut AOA, keluhan akan terus kambuh bila penyebabnya tidak diatasi.
AOA juga menyarankan pengguna komputer menjalani pemeriksaan mata menyeluruh setiap tahun.
Yang Diperiksa Dokter Mata saat Konsultasi
AOA menjelaskan mata lelah akibat layar didiagnosis lewat pemeriksaan mata menyeluruh, yang bisa meliputi:
Riwayat keluhan. Dokter menanyakan gejala, kesehatan umum, obat yang diminum, dan lingkungan kerja. AAO menyarankan Anda menceritakan kapan keluhan muncul dan berapa lama berlangsung.
Tajam penglihatan dan refraksi. Pemeriksaan visus menilai seberapa jauh penglihatan terpengaruh. Pemeriksaan refraksi lalu menentukan ukuran lensa untuk mata minus, plus, atau silinder.
Fokus dan kerja sama kedua mata. Dokter menilai cara mata memfokuskan, bergerak, dan bekerja bersama. AAO menambahkan pemeriksaan tanda mata kering dan otot mata.
NHS mencatat glaukoma umumnya ditemukan saat pemeriksaan mata rutin, sering sebelum muncul gejala.
Cara Meredakan Mata yang Sudah Lelah
Sebagian besar keluhan mereda setelah mata diistirahatkan dan kebiasaan memakai layar diperbaiki. Langkah yang bisa membantu:
Istirahatkan mata. Alihkan pandangan ke objek jauh dan berkedip beberapa kali. AOA menyarankan istirahat 15 menit setelah dua jam memakai komputer tanpa henti.
Air mata buatan. AAO menyebut tetes air mata buatan bisa menyegarkan mata yang kering. Di ruangan kering dan hangat, alat pelembap udara bisa membantu.
Kacamata sesuai hasil pemeriksaan. Kemenkes menganjurkan kacamata sesuai hasil pemeriksaan dokter. AOA menyebut lensa khusus untuk jarak layar kadang dibutuhkan, dan latihan penglihatan (vision therapy) bisa disarankan untuk masalah fokus atau koordinasi mata.
AAO membedakan kacamata komputer dengan kacamata penghalang sinar biru. Kacamata komputer dibuat sesuai resep untuk jarak layar, jadi diskusikan kebutuhannya dengan dokter.
Kebiasaan Harian agar Mata Tidak Cepat Lelah
Sesuaikan langkahnya dengan aktivitas yang banyak menyita waktu Anda:
Aturan 20-20-20. Setiap 20 menit menatap layar, alihkan pandangan ke objek sekitar 6 meter selama 20 detik. Kemenkes menyebut cara ini membantu otot mata lebih rileks. Jeda serupa berguna saat membaca lama.
Jarak dan posisi layar. Kemenkes menyarankan layar sekitar 50 sampai 70 cm dari mata. Bagian atas monitor sebaiknya sedikit di bawah tinggi mata.
Cahaya, huruf, dan kedipan. Samakan kecerahan layar dengan ruangan, kurangi pantulan, perbesar huruf, dan biasakan berkedip dengan sadar. AAO menyebut filter layar matte membantu mengurangi silau.
Saat menyetir jauh. AAO menyarankan mengarahkan lubang AC menjauhi wajah, memakai air mata buatan saat mata kering, mengenakan kacamata atau lensa kontak sesuai resep, dan memakai kacamata hitam bila perlu. Menurut AAO, langkah ini membantu mengurangi ketegangan mata selama berkendara.
Gaya hidup. Kemenkes menganjurkan olahraga, jam tidur yang cukup, dan makanan bergizi. Menu seimbang ikut mencukupi zat gizi untuk penglihatan, seperti vitamin A. Di luar jam kerja, detoks digital memberi mata waktu istirahat tambahan.
Beri Mata Jeda, Nikmati Pandangan yang Lebih Nyaman
Jeda 20 detik, posisi layar yang pas, dan kacamata sesuai hasil pemeriksaan membantu mata tetap nyaman saat bekerja, membaca, atau menyetir. Bila keluhan menetap, periksakan mata ke dokter, karena deteksi dini memberi lebih banyak pilihan.
Untuk memantau kesehatan secara umum, medical check up berkala bisa menjadi kebiasaan yang baik. Ada pertanyaan seputar layanan pemeriksaan? Silakan hubungi CS Bumame lewat WhatsApp.
Lokasi Klinik Bumame
1. Klinik Bumame BSD
Ruko Northridge B1 No.16, Rw. Mekar Jaya, Kecamatan Serpong, Tangerang, Banten 15310
2. Klinik Bumame TB Simatupang
Jl. TB Simatupang No.33, RT.1/RW.5, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, DKI Jakarta 12550
3.Klinik Bumame Puri
Ruko Sentra Niaga Puri Indah Blok T6/23 RT.1/RW.2, Kembangan Sel., Kec. Kembangan, Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11610
4. Klinik Bumame Cideng
JAC Building, Jl. Jati Baru Raya No.28 5, Petojo Sel., Kecamatan Gambir, Kota Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10160
5. Klinik Bumame Kelapa Gading
Ruko Mall of Indonesia, Italian Walk Blok C 15-16, RT.18/RW.8, Klp. Gading Bar., Kec. Klp. Gading, Jkt Utara, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 14240
Referensi
Kementerian Kesehatan RI, Ayo Sehat — Sering Menatap Layar? Kenali Computer Vision Syndrome dan Cara Mencegahnya
Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan, Kementerian Kesehatan RI — Mata Lelah dan Penyebabnya
Dotulong D, Rares LM, Najoan IHM, e-CliniC Universitas Sam Ratulangi — Computer Vision Syndrome
American Academy of Ophthalmology — Computers, Digital Devices, and Eye Strain
American Academy of Ophthalmology — Eye Strain and Sleepy Eyes: How to Prevent Eye Discomfort
American Optometric Association — Computer Vision Syndrome
NHS — Vision Loss
NHS — Glaucoma
Ditinjau secara medis oleh dr. Aimee Wineyna
Frequently Asked Question
Apakah mata lelah bisa merusak mata secara permanen?
Mata lelah umumnya tidak menimbulkan kerusakan permanen dan membaik setelah mata diistirahatkan. Namun, keluhan yang menetap perlu diperiksakan ke dokter.
Bagaimana cara melakukan aturan 20-20-20?
Setiap 20 menit menatap layar, alihkan pandangan ke objek yang berjarak sekitar 6 meter selama 20 detik agar mata mendapat jeda.
Bagaimana cara mengurangi mata lelah saat menyetir jauh?
Arahkan embusan AC menjauhi wajah, gunakan air mata buatan saat mata kering, dan kenakan kacamata atau lensa kontak sesuai resep. Kacamata hitam juga dapat digunakan bila diperlukan.
Kapan keluhan mata perlu segera dibawa ke IGD?
Segera ke IGD jika penglihatan hilang mendadak, mata mengalami nyeri hebat secara tiba-tiba, atau mata merah disertai mual dan sakit kepala.
Apakah kacamata antiradiasi sinar biru bisa mengatasi mata lelah?
Kacamata komputer dengan resep yang sesuai dapat membantu kebutuhan penglihatan pada jarak layar. Kebutuhan kacamata sebaiknya didiskusikan dengan dokter setelah pemeriksaan mata.
