Vaksin atau imunisasi bukan cuma untuk anak. Cek daftar lengkap vaksin yang wajib untuk orang dewasa berdasarkan rekomendasi PAPDI 2026. Booking di Bumame!
Kalau mendengar kata “vaksin” atau “imunisasi”, kebanyakan orang langsung membayangkan bayi atau anak kecil yang sedang menangis di puskesmas. Wajar, karena program imunisasi di Indonesia memang paling gencar di fase awal kehidupan. Tapi anggapan bahwa vaksin hanya untuk anak-anak adalah miskonsepsi yang perlu segera diluruskan.
Faktanya, sistem imun orang dewasa juga membutuhkan perlindungan tambahan. Beberapa vaksin yang diterima saat kecil efektivitasnya menurun seiring waktu dan memerlukan booster. Ada juga vaksin yang memang baru direkomendasikan untuk usia dewasa, seperti vaksin herpes zoster atau pneumonia. Satgas Imunisasi Dewasa PAPDI (Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia) bahkan secara rutin memperbarui Jadwal Imunisasi Dewasa yang mencakup lebih dari 20 jenis vaksin.
Artikel ini membahas secara lengkap vaksin apa saja yang diperlukan orang dewasa, dibagi berdasarkan kategori: vaksin rutin untuk semua orang dewasa, vaksin tambahan sesuai kondisi medis, dan vaksin khusus untuk keperluan tertentu. Semuanya mengacu pada rekomendasi resmi PAPDI 2025.
Mitos yang Masih Melekat: “Saya Sudah Dewasa, Tidak Perlu Vaksin Lagi”
Sebelum masuk ke daftar vaksin, ada baiknya kita bahas dulu mengapa banyak orang dewasa merasa tidak perlu divaksinasi. Alasan paling umum adalah: “Saya sudah pernah divaksin lengkap waktu kecil”. Memang benar, vaksinasi masa kanak-kanak memberikan fondasi kekebalan yang penting. Tapi ada beberapa hal yang sering terlewat.
Pertama, tidak semua vaksin memberikan perlindungan seumur hidup. Vaksin tetanus dan difteri, misalnya, memerlukan booster setiap 10 tahun. Vaksin influenza perlu diulang setiap tahun karena virusnya terus bermutasi. Kedua, ada penyakit yang risikonya justru meningkat di usia dewasa, seperti herpes zoster (cacar api) yang umumnya menyerang usia 50 tahun ke atas, atau pneumonia yang berbahaya bagi lansia dan penyandang penyakit kronis.
Ketiga, gaya hidup dewasa membawa risiko paparan yang berbeda dari masa kanak-kanak. Perjalanan internasional, aktivitas seksual, kondisi kerja tertentu, hingga kehamilan - semua ini mempengaruhi jenis vaksin yang kamu butuhkan. Jadwal imunisasi dewasa bukan sekadar “lanjutan” dari jadwal anak; ini adalah program perlindungan yang dirancang khusus untuk fase kehidupan dan risiko yang kamu hadapi saat ini.
Vaksin Apa Saja yang Diperlukan Orang Dewasa?
Berdasarkan Jadwal Imunisasi Dewasa PAPDI 2026, vaksin untuk orang dewasa dapat dikelompokkan menjadi tiga kategori utama. Pembagian ini membantu kamu memahami mana yang berlaku untuk semua orang, mana yang bergantung pada kondisi kesehatan, dan mana yang diperlukan untuk situasi tertentu.
Vaksin Rutin yang Dianjurkan untuk Semua Orang Dewasa Vaksin dalam kategori ini direkomendasikan untuk seluruh orang dewasa tanpa memandang kondisi medis atau gaya hidup tertentu. Ini adalah “fondasi” perlindungan yang idealnya dimiliki setiap orang.
Vaksin Influenza (Flu) Influenza bukan sekadar pilek biasa! Virus ini bisa menyebabkan komplikasi serius seperti pneumonia, terutama pada kelompok risiko tinggi. PAPDI merekomendasikan vaksinasi influenza 1 dosis setiap tahun untuk semua orang dewasa. Vaksin ini perlu diulang karena virus influenza bermutasi setiap tahun, dan antibodi yang terbentuk menurun setelah 6–12 bulan.
Vaksin Td/Tdap (Tetanus, Difteri, Pertusis) Tetanus dan difteri bukan penyakit masa lalu, karena keduanya masih ditemukan di Indonesia. Orang dewasa memerlukan 1 dosis booster Td/Tdap setiap 10 tahun. Bagi ibu hamil, 1 dosis Tdap direkomendasikan pada setiap kehamilan untuk melindungi bayi dari pertusis (batuk rejan) di bulan-bulan awal kehidupan. Jika kamu tidak ingat kapan terakhir kali mendapat vaksin tetanus, ini saat yang tepat untuk memulai.
Vaksin HPV (Human papillomavirus) HPV tidak hanya menyerang perempuan. PAPDI merekomendasikan vaksin HPV bivalent, quadrivalent, atau nonavalent 3 dosis untuk perempuan usia 19–45 tahun, dan vaksin HPV quadrivalent atau nonavalent 3 dosis untuk laki-laki usia 19–26 tahun. Vaksin ini melindungi dari kanker serviks, kanker orofaring, kutil kelamin, dan beberapa jenis kanker lain yang terkait HPV. Waktu terbaik pemberian adalah sebelum aktif secara seksual, tapi manfaatnya tetap signifikan meskipun diberikan setelahnya.
Vaksin Tambahan Sesuai Kondisi Medis atau Usia Vaksin dalam kategori ini tidak diberikan secara universal, tapi sangat dianjurkan berdasarkan usia, kondisi medis, atau faktor risiko tertentu. Konsultasikan dengan dokter untuk menentukan apakah kamu memerlukan vaksin-vaksin berikut.
Vaksin Varicella (Cacar Air) Direkomendasikan 2 dosis untuk semua orang dewasa yang belum pernah terbukti mengalami cacar air atau belum memiliki kekebalan. Perlu diketahui bahwa cacar air pada orang dewasa umumnya jauh lebih berat dibanding anak-anak, dan bisa menyebabkan komplikasi serius. Sangat dianjurkan bagi tenaga kesehatan dan perempuan yang berencana hamil (minimal 4 minggu sebelum kehamilan). Vaksin ini tidak boleh diberikan pada ibu hamil karena merupakan vaksin hidup.
Vaksin MMR (Measles, Mumps, Rubella) Campak, gondongan, dan rubella masih bisa menyerang orang dewasa, terutama yang belum pernah divaksin atau belum lengkap vaksinasinya. Diberikan 1–2 dosis tergantung riwayat vaksinasi sebelumnya. Bagi perempuan, vaksin MMR penting untuk mencegah Sindrom Rubella Kongenital jika diberikan sebelum kehamilan. Sama seperti varicella, vaksin ini kontraindikasi pada ibu hamil.
Vaksin Pneumokokal (PCV20) Pneumonia adalah salah satu penyebab kematian tertinggi pada lansia dan orang dengan penyakit kronis. PAPDI merekomendasikan vaksin pneumokokal konjugat mulai usia dewasa. Sangat dianjurkan bagi penyandang penyakit paru kronis, penyakit jantung, diabetes, gangguan ginjal, HIV, serta calon jemaah haji dan umrah.
Vaksin Herpes Zoster Herpes zoster (cacar api) disebabkan oleh reaktivasi virus varicella yang "tidur" di tubuh setelah infeksi cacar air sebelumnya. Risikonya meningkat signifikan setelah usia 50 tahun. Diberikan 2 dosis, dan juga direkomendasikan untuk individu usia 18 tahun ke atas dengan kondisi imunokompromi. Nyeri pasca herpes zoster (postherpetic neuralgia) bisa berlangsung berbulan-bulan, dan vaksinasi adalah cara terbaik untuk mencegahnya.
Vaksin DBD atau Dengue Indonesia adalah negara endemis demam berdarah. Vaksin dengue diberikan 2 dosis (bulan ke-0 dan ke-3) untuk usia 19–60 tahun. Vaksin ini dikontraindikasikan pada ibu hamil, ibu menyusui, dan individu dengan imunodefisiensi tertentu. Cocok untuk kamu yang tinggal di daerah dengan angka kejadian DBD tinggi.
Vaksin Khusus untuk Perjalanan atau Risiko Tertentu Beberapa vaksin tidak diberikan secara rutin, tapi menjadi penting dalam situasi tertentu, terutama untuk perjalanan internasional, ibadah haji/umrah, atau paparan risiko spesifik.
Vaksin Meningitis Meningokokal Wajib untuk jemaah haji dan umrah dan bukan sekadar anjuran. Sejak Februari 2025, Indonesia memberlakukan kembali kewajiban vaksin meningitis dengan sistem e-ICV (International Certificate of Vaccination) digital. Vaksinasi harus dilakukan minimal 10 hari sebelum keberangkatan, dan sertifikat e-ICV berlaku selama 2 tahun. Artinya, kamu tidak perlu menunggu mendekati tanggal keberangkatan untuk vaksinasi, justru bisa dilakukan jauh-jauh hari saat mulai merencanakan perjalanan. Selain meningitis, vaksin polio juga termasuk vaksin wajib untuk jemaah haji dan umrah, sementara influenza dan pneumonia masuk dalam kategori vaksin anjuran untuk perlindungan tambahan selama di Tanah Suci.
Vaksin Typhoid (Tifoid) Sebagai negara endemis tifus, Indonesia termasuk wilayah dengan risiko tinggi. Vaksin typhoid polisakarida diberikan 1 dosis setiap 3 tahun, sedangkan typhoid konjugat cukup 1 dosis seumur hidup. Dianjurkan untuk semua orang, khususnya bagi para traveler dan food bloggers.
Vaksin Lainnya Tergantung kebutuhan, tersedia juga vaksin Yellow Fever (wajib untuk bepergian ke negara tertentu), Japanese Encephalitis (untuk daerah endemis), dan Rabies (pre-exposure prophylaxis untuk kelompok berisiko tinggi). Konsultasikan kebutuhan vaksin perjalananmu dengan dokter minimal 4–6 minggu sebelum keberangkatan.

Kenapa Bumame untuk Vaksinasi Dewasa?
Bumame Health Clinic berfokus pada layanan vaksinasi dewasa untuk usia 12 tahun ke atas. Seluruh rekomendasi vaksinasi di Bumame mengacu pada Jadwal Imunisasi Dewasa PAPDI 2025, sehingga kamu bisa yakin bahwa jenis vaksin, dosis, dan jadwal yang diberikan sesuai dengan standar terkini dari otoritas medis Indonesia.
Untuk kamu yang ingin berkonsultasi sebelum vaksinasi, Bumame menyediakan layanan telekonsultasi gratis melalui WhatsApp selama jam operasional. Kamu bisa bertanya tentang riwayat vaksinasi, kesesuaian vaksin dengan kondisi kesehatanmu, atau jadwal dosis yang tepat sebelum datang ke clinic. Jika kamu melakukan tes di Bumame, konsultasi dokter walk-in untuk pembacaan hasil tes Bumame juga tidak dikenakan biaya tambahan.
Asuransi Vaksinasi Bumame: Dilengkapi Perlindungan Asuransi
Satu hal yang perlu kamu ketahui: seluruh layanan vaksinasi dan Vitamin Booster (V-Drip & V-Boost) di Bumame sudah dilengkapi dengan perlindungan asuransi melalui kerja sama dengan Cermati Protect. Perlindungan ini mencakup risiko efek samping pasca tindakan dan sudah termasuk dalam biaya layanan tanpa biaya tambahan apa pun.
Efek samping serius dari vaksinasi memang tergolong jarang, tapi adanya perlindungan ini memberikan lapisan keamanan tambahan yang berarti. Kamu tidak perlu mendaftar atau mengurus polis terpisah, karena semuanya otomatis berlaku saat kamu menerima layanan di Bumame. Ini merupakan bagian dari komitmen Bumame dalam menghadirkan layanan kesehatan yang aman, nyaman, dan terpercaya bagi setiap pasien.
FAQ Seputar Vaksin Dewasa
Q: Apakah orang dewasa masih perlu vaksin?
A: Ya. Sistem imun orang dewasa tetap membutuhkan perlindungan tambahan. Beberapa vaksin perlu booster, seperti tetanus setiap 10 tahun, dan ada juga vaksin yang memang baru direkomendasikan saat dewasa seperti HPV, pneumonia, dan herpes zoster.
Q: Vaksin apa saja yang wajib untuk orang dewasa?
A: Secara umum, vaksin rutin yang dianjurkan untuk semua orang dewasa meliputi vaksin influenza (setiap tahun), Td/Tdap (booster tiap 10 tahun), dan HPV sesuai usia dan kebutuhan. Selain itu, ada vaksin tambahan tergantung kondisi medis dan gaya hidup.
Q: Seberapa sering vaksin influenza perlu dilakukan?
A: Vaksin influenza dianjurkan 1 kali setiap tahun karena virus flu terus bermutasi dan perlindungan dari vaksin sebelumnya dapat menurun dalam 6–12 bulan.
Q: Apakah vaksin aman untuk ibu hamil?
A: Beberapa vaksin aman dan justru direkomendasikan saat kehamilan, seperti Tdap untuk melindungi bayi dari pertusis. Namun, vaksin tertentu seperti MMR dan varicella tidak boleh diberikan saat hamil, sehingga perlu konsultasi dokter terlebih dahulu.
Q: Saya sudah pernah vaksin waktu kecil. Masih perlu vaksin lagi?
A: Perlu. Tidak semua vaksin memberikan perlindungan seumur hidup. Selain itu, kebutuhan vaksin bisa berubah sesuai usia, kondisi kesehatan, dan risiko paparan saat dewasa.
Q: Apakah vaksin memiliki efek samping?
A: Efek samping umumnya ringan, seperti nyeri di area suntikan, demam ringan, atau kelelahan. Efek samping serius sangat jarang terjadi.
Q: Apakah bisa konsultasi sebelum vaksin di Bumame?
A: Bisa. Bumame menyediakan layanan telekonsultasi gratis via WhatsApp untuk membantu menentukan jenis vaksin yang sesuai dengan kondisi kesehatanmu sebelum datang ke klinik.
Q: Apakah vaksinasi di Bumame aman?
A: Ya. Semua layanan vaksinasi di Bumame sudah dilengkapi perlindungan asuransi melalui Cermati Protect tanpa biaya tambahan, sehingga memberikan rasa aman ekstra setelah tindakan.
Mulai dari Satu Langkah
Vaksinasi dewasa bukan soal mengejar ketinggalan dari masa kecil. Ini adalah langkah proaktif untuk melindungi dirimu dari penyakit yang sebenarnya bisa dicegah, baik untuk kesehatanmu sendiri maupun orang-orang di sekitarmu. Dengan panduan Jadwal Imunisasi Dewasa PAPDI 2025 dan dukungan tim medis Bumame, kamu bisa menyusun rencana vaksinasi yang tepat sesuai usia dan kondisimu.
Tidak perlu langsung semua sekaligus. Mulai dari satu vaksin yang paling relevan untukmu saat ini.
Chat & pesan sekarang melalui WhatsApp Bumame! Telekonsultasi gratis untuk bantu kamu menentukan vaksin dewasa yang tepat. Perlindungan asuransi sudah termasuk di setiap layanan vaksinasi.
Lokasi Klinik Bumame
Klinik Bumame Cideng
JAC Building, Jl. Jati Baru Raya No.28 5, Petojo Sel., Kecamatan Gambir, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10160Klinik Bumame TB Simatupang
1, Jl. TB Simatupang No.33, RT.1/RW.5, Ragunan, Ps. Minggu, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12550Klinik Bumame BSD
Ruko Northridge B1 No.16, Rw. Mekar Jaya, Kec. Serpong, Tangerang, Banten 15310




