Menyadari perubahan pada bagian tubuh, terutama di area sensitif seperti payudara, pasti menimbulkan rasa cemas. Apalagi jika payudara tiba-tiba terasa bengkak, nyeri, dan hangat, padahal bagian tubuh yang lain tidak. Kemungkinan, abses payudara adalah penyebabnya.
Apa itu Abses Payudara?
Abses payudara adalah kantong atau benjolan berisi kumpulan nanah yang terbentuk di dalam jaringan payudara akibat infeksi bakteri. Uniknya, banyak orang yang menganggap abses payudara sama dengan mastitis.
Secara medis, keduanya sama-sama merupakan reaksi infeksi, tapi mastitis merupakan tahap awal sebelum terjadinya abses, yang ditandai dengan kulit berwarna merah, terasa hangat, dan bengkak. Namun, pada kondisi ini, belum terjadi penumpukan nanah.
Ketika reaksi peradangan tidak mendapatkan penanganan yang cepat dan tepat, maka infeksi berkembang lebih jauh menjadi abses. Area yang sudah meradang sebelumnya akan membentuk dinding pembatas untuk mengurung infeksi agar tidak menjalar lebih jauh, sehingga terciptalah benjolan nanah.
Penyebab Abses Payudara
Melansir Cleveland Clinic, benjolan berisi nanah tersebut bisa terbentuk karena satu sebab tunggal, yaitu infeksi bakteri Staphylococcus aureus. Jenis bakteri ini cukup umum ditemukan, karena sehari-hari memang hidup di permukaan kulit tubuh manusia.
Pada kondisi normal, bakteri ini memang tidak berbahaya. Namun, masalah baru muncul ketika bakteri tersebut berhasil menyusup masuk ke jaringan bagian dalam kulit.
Khusus pada kasus abses payudara, ada dua celah yang biasanya dimanfaatkan bakteri ini, yaitu melalui luka kecil di area puting atau lewat lubang saluran ASI. Begitu bakteri berhasil masuk ke jaringan dalam yang kaya nutrisi dan aliran darah, perkembangbiakan mereka akan berlangsung sangat cepat.
Sistem kekebalan tubuh akan mendeteksinya sebagai ancaman dan langsung mengirimkan sel darah putih untuk melumpuhkan bakteri serta pembentukan nanah pun dimulai.
Faktor Risiko Abses Payudara
Selain bakteri, terdapat beberapa faktor risiko yang juga meningkatkan peluang terjadinya benjolan payudara berisi nanah tersebut. Berikut ini penjelasannya.
1. Pada Ibu Menyusui
Seorang ibu yang berada dalam fase aktif menyusui (laktasi) memiliki faktor risiko tertinggi mengalami abses payudara. Hal ini karena:
Pelekatan yang kurang tepat saat menyusui yang mengakibatkan puting lecet dan menjadi pintu masuk bakteri;
Saluran ASI tersumbat karena tidak dipompa maupun diberikan langsung pada bayi hingga tuntas, yang kemudian memicu peradangan sebagai awal mula infeksi bakteri; serta
ASI terlalu penuh hingga menyebabkan payudara mengeras, sementara salurannya justru lebih rentan mengalami peradangan dan infeksi.
2. Pada Perempuan yang Tidak Menyusui
Meskipun tidak dalam fase menyusui, tapi faktor risiko abses payudara pada wanita tetap lebih tinggi, apalagi ada kondisi pendukung sebagai berikut.
Memiliki kebiasaan merokok yang menyebabkan peradangan pada jaringan payudara (periductal mastitis) dan berubah menjadi benjolan nanah.
Mempunyai tindik di area puting, padahal jaringan payudara sangatlah sensitif, sehingga satu tusukan jarum kecil bisa mengakibatkan luka yang menjadi celah masuk bakteri.
Terdapat riwayat medis penyerta, terutama yang memiliki sistem kekebalan tubuh rendah dan mudah terinfeksi, seperti pasien diabetes.
3. Pada Pria
Nyatanya, tidak hanya wanita yang bisa mengalami abses payudara, tapi pria juga berisiko. Terutama jika pria tersebut memiliki kondisi berikut.
Mengidap kelebihan berat badan (obesitas) yang rentan terserang berbagai infeksi bakteri maupun virus.
Kurang menjaga kebersihan diri, sehingga bakteri mudah mendapatkan celah masuk ke jaringan dalam.
Mempunyai pola hidup yang kurang sehat, seperti merokok dan mengonsumsi alkohol, yang melemahkan sistem kekebalan tubuh sehingga mudah terserang bakteri.
Ciri-ciri Abses Payudara
Mengenali gejala dari pembengkakan payudara sangat penting untuk mencegah kondisi tersebut semakin parah. Ciri-ciri khusus abses payudara adalah sebagai berikut.
Permukaan kulit di area yang terdapat benjolan terlihat kemerahan dan suhunya lebih tinggi dari area tubuh sekitarnya.
Nyeri payudara yang terasa berdenyut, apalagi permukaan benjolan bergesekan dengan pakaian dalam.
Puting mengeluarkan cairan keruh agak berbau atau terkadang nanah.
Mengalami demam tinggi lebih dari 38°C, tubuh menggigil hebat, dan kelelahan ekstrem.
Diagnosis Abses Payudara
Saat Anda memeriksakan diri ke dokter setelah mendapati rangkaian keluhan di atas, maka dokter perlu menegakkan diagnosis terlebih dulu. Tujuannya adalah memastikan kondisi jaringan dalam payudara untuk menentukan rencana perawatan yang tepat tanpa efek samping berbahaya.
Selain melakukan wawancara untuk mengetahui riwayat kesehatan pasien dan kondisi terkini, dokter juga akan:
Melakukan pemeriksaan fisik dengan meraba area pembengkakan untuk mengetahui ukuran dan ada tidaknya reaksi cairan saat ditekan (fluktuasi); serta
USG payudara untuk melihat kondisi di dalam benjolan dan mengetahui kondisi sel jaringan lainnya selama peradangan.
Jika dokter menemukan sel atau benda asing lain yang mencurigakan pada abses payudara tersebut, Anda akan mendapatkan rujukan skrining kanker payudara seperti mammografi untuk kebutuhan diagnosis yang lebih akurat.
Komplikasi Abses Payudara
Saat diagnosis sudah jelas, Anda sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter spesialis agar lekas mendapatkan penanganan yang tepat. Sebab, jika Anda membiarkan pembengkakan payudara ini terlalu lama, maka akan terjadi berbagai komplikasi, seperti:
Nanah dari benjolan di payudara merembes ke permukaan kulit luar (fistula);
Kerusakan jaringan permanen yang menyebabkan bentuk payudara berubah (asimetris); dan
Kantong nanah menyebar hingga ke dalam aliran darah dan menyebabkan infeksi organ tubuh lainnya (sepsis).
Cara Mengobati Abses Payudara
Tentunya, Anda tidak ingin mengalami komplikasi-komplikasi di atas, bukan? Lagi pula, penanganan abses payudara cukup sederhana, meskipun harus dilakukan secara medis dan tidak memungkinkan penanganan mandiri. Berikut ini penjelasannya.
Pemberian antibiotik untuk memusnahkan bakteri. Obat yang dokter resepkan harus dihabiskan agar tidak menimbulkan reaksi resisten dari bakteri.
Penyedotan cairan nanah menggunakan jarum kecil (fine needle aspiration) hingga benjolan mengempis.
Pemberian obat pereda nyeri (analgesik) yang juga dapat meredakan panas, agar pasien lebih leluasa beraktivitas.
Setelah rangkaian tindakan medis tersebut, Anda perlu melakukan perawatan mandiri berupa mengompres area bekas benjolan dengan air hangat. Tujuannya untuk memperlancar peredaran darah sehingga tidak terjadi lagi penyumbatan yang memicu serangan bakteri.
Cara Mencegah Abses Payudara
Tidak ada yang lebih baik dari mencegah diri sendiri terserang penyakit. Begitu pula dengan kondisi pembengkakan payudara ini. Anda dapat meminimalisir risikonya melalui hal-hal sederhana berikut.
Memastikan pelekatan yang tepat saat menyusui agar puting tidak lecet.
Mengosongkan total ASI agar tidak penuh apalagi bengkak.
Menjaga kebersihan dan kesehatan area payudara agar tidak memiliki celah luka sebagai jalan masuk bakteri.
Menggunakan pakaian dalam (bra) yang pas agar sirkulasi darah lancar dan saluran ASI tidak tersumbat.
Menerapkan gaya hidup sehat dengan mengatur pola makan, menjauhi rokok dan alkohol, dan rajin berolahraga.
Melakukan skrining kesehatan (medical check up) dasar secara berkala untuk mendeteksi dini berbagai potensi penyakit agar dapat segera ditangani.
Mencegah Kanker Payudara Bersama Bumame
Gangguan kesehatan pada payudara tidak terbatas pada abses saja, tetapi risiko yang lebih besar, yaitu kanker. Khusus untuk kanker payudara, peluang kesembuhan total masih terbuka lebar, asalkan sel kanker terdeteksi sejak dini dan segera mendapatkan penanganan medis menyeluruh.
Anda dapat mengandalkan layanan skrining kanker payudara dari Bumame untuk menjawab kebutuhan tersebut. Pemeriksaan akan dilakukan melalui pengambilan sampel darah untuk mendeteksi risiko tumor dan kanker. Anda bisa datang langsung ke klinik Bumame terdekat atau memilih layanan home care bila berminat.
Kapan Harus ke Dokter?
Anda sebaiknya lekas mendatangi fasilitas kesehatan terdekat dan berkonsultasi dengan dokter bila mengalami tanda-tanda berikut.
Demam tinggi yang tidak kunjung reda meskipun sudah meminum obat penurun panas.
Area kemerahan di dada menyebar dengan cepat.
Rasa nyeri hebat hingga membuat kesulitan bernapas dan bergerak.
Kepala terasa pusing dan tubuh sangat lemas, bahkan rasanya ingin pingsan.
Pentingnya Menjaga Kesehatan Payudara
Merasa cemas merupakan reaksi yang wajar saat mendapati benjolan nanah di payudara. Meskipun demikian, abses masih dapat ditangani dengan prosedur medis sederhana, asalkan belum terjadi komplikasi dan cepat terdeteksi. Kuncinya tentu dengan lebih peduli dan mengenali tubuh Anda dengan baik.
Lokasi Klinik Bumame
1. Klinik Bumame BSD
Ruko Northridge B1 No.16, Rw. Mekar Jaya, Kecamatan Serpong, Tangerang, Banten 15310
2. Klinik Bumame TB Simatupang
Jl. TB Simatupang No.33, RT.1/RW.5, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, DKI Jakarta 12550
3.Klinik Bumame Puri
Ruko Sentra Niaga Puri Indah Blok T6/23 RT.1/RW.2, Kembangan Sel., Kec. Kembangan, Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11610
4. Klinik Bumame Cideng
JAC Building, Jl. Jati Baru Raya No.28 5, Petojo Sel., Kecamatan Gambir, Kota Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10160
5. Klinik Bumame Kelapa Gading
Ruko Mall of Indonesia, Italian Walk Blok C 15-16, RT.18/RW.8, Klp. Gading Bar., Kec. Klp. Gading, Jkt Utara, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 14240
Referensi:
Hermina Hospitals — Abses Payudara pada Perempuan
MedicElle Clinic — Perbedaan Abses Payudara dan Mastitis yang Wajib Diketahui untuk Kesehatan Wanita
Cleveland Clinic — How To Know if You Could Have a Breast Abscess — and What To Do About It
Healthline — Breast Abscesses: Types, Treatment, and More
MSD Manual — Infeksi Payudara dan Abses Payudara
Klinik Pandawa Utama — Abses Payudara: Penyebab, Risiko, dan Solusi Pengobatan
Ciputra Hospital — Penanganan Abses Payudara
Medical News Today — What to Know About a Breast Abscess
RSUD Tigaraksa — Mastitis dan Abses Payudara: Kenali Gejala dan Penanganannya
Ditinjau secara medis oleh dr. Denizha Irfani
Frequently Asked Question
Apakah abses payudara bisa sembuh sendiri tanpa pengobatan?
Abses payudara umumnya tidak dapat ditangani hanya dengan perawatan mandiri karena terdapat kumpulan nanah akibat infeksi. Dokter dapat memberikan antibiotik dan melakukan penyedotan nanah sesuai kondisi pasien.
Apa saja ciri-ciri abses payudara?
Ciri-cirinya meliputi benjolan atau pembengkakan yang terasa nyeri, kulit kemerahan dan hangat, serta keluarnya cairan keruh atau nanah dari puting. Gejala lain yang dapat muncul adalah demam tinggi, menggigil, dan kelelahan ekstrem.
Apa penyebab dan faktor risiko abses payudara?
Abses payudara terjadi akibat infeksi bakteri, termasuk Staphylococcus aureus, yang masuk melalui luka kecil pada puting atau saluran ASI. Faktor risikonya meliputi puting lecet, saluran ASI tersumbat, kebiasaan merokok, tindik puting, diabetes, dan kondisi yang melemahkan sistem kekebalan tubuh.
Apakah abses payudara sama dengan mastitis atau kanker payudara?
Tidak. Mastitis merupakan peradangan jaringan payudara, sedangkan abses payudara melibatkan penumpukan nanah akibat infeksi. Keduanya berbeda dari kanker payudara, yang berkaitan dengan pertumbuhan sel abnormal. Dokter perlu melakukan pemeriksaan untuk memastikan penyebab benjolan.
Berapa lama abses payudara sembuh dan kapan harus ke dokter?
Artikel menyebutkan waktu pemulihan sekitar 1–3 minggu setelah tindakan medis, tetapi durasinya dapat berbeda pada setiap orang. Segera periksakan diri jika mengalami demam tinggi yang tidak mereda, kemerahan yang menyebar cepat, nyeri hebat, pusing, atau tubuh sangat lemas. Abses payudara membutuhkan penanganan medis.
