Mau pesan layanan Homecare Bumame? Klik disini.

Mau pesan layanan Homecare Bumame? Klik disini.

Apa Itu Sepsis: Gejala dan Penyebab
Kembali ke Artikel & Berita

Apa Itu Sepsis: Gejala, Penyebab, dan Cara Penanganannya

SBAOthers

Saat tubuh mengalami infeksi, muncul berbagai tanda seperti demam, menggigil, atau tubuh terasa lemas. Terkadang, infeksi dapat berkembang dan memicu respons tubuh yang berlebihan. Jika tidak segera ditangani, respons tersebut dapat mengganggu fungsi organ dan menyebabkan sepsis. Lantas, apa itu sepsis dan mengapa kondisi ini membutuhkan penanganan medis segera?

Apa Itu Sepsis?

Saat infeksi menyerang tubuh, sistem imun akan mengerahkan berbagai mekanisme untuk mengatasinya. Namun, dalam kondisi tertentu, respons tubuh terhadap infeksi justru dapat menjadi tidak terkendali dan menyebabkan kerusakan pada jaringan maupun organ. Kondisi inilah yang sering para ahli sebut sebagai sepsis.

Secara medis, sepsis merupakan kondisi yang mengancam nyawa ketika respons tubuh terhadap infeksi menyebabkan gangguan fungsi organ. Karena dapat berkembang dengan cepat, sepsis termasuk kondisi gawat darurat yang membutuhkan penanganan medis segera.

Infeksi yang memicu sepsis dapat berasal dari berbagai bagian tubuh. Beberapa sumber infeksi antara lain paru-paru, saluran kemih, saluran pencernaan, dan kulit. Infeksi tersebut paling sering disebabkan oleh bakteri, tetapi virus, jamur, dan parasit juga dapat menjadi penyebab.

Infeksi bisa berkembang menjadi sepsis pada siapa saja. Meski begitu, beberapa kelompok memiliki risiko yang lebih tinggi, termasuk lansia, bayi, ibu hamil, ibu yang baru melahirkan, orang dengan daya tahan tubuh rendah, serta penderita penyakit kronis tertentu.

Penyebab Sepsis

Infeksi memicu sistem imun untuk memberikan respons terhadap kuman yang masuk ke tubuh. Pada sepsis, respons tersebut berlangsung secara berlebihan sehingga tubuh mulai mengalami gangguan pada jaringan dan fungsi organ. Jadi, sepsis bukan nama dari satu jenis infeksi tertentu, melainkan kondisi serius yang dapat muncul akibat respons tubuh terhadap infeksi.

Berbagai jenis infeksi dapat berkembang menjadi sepsis. Beberapa sumber yang menjadi penyebab penyakit ini antara lain infeksi pada paru-paru, saluran kemih, kulit, dan saluran pencernaan. Pada kondisi tertentu, infeksi yang awalnya terlihat ringan dapat berkembang dan menyebabkan kondisi pasien memburuk.

Salah satu contoh penyakit infeksi yang dapat menyebabkan kondisi serius adalah dengue. Tes dengue penting dilakukan untuk membedakannya dari infeksi lain, termasuk sepsis, yang juga dapat berkembang menjadi kondisi berat dan memerlukan penanganan medis.

Tanda-Tanda Pasien Sepsis

Tanda dan gejala sepsis dapat berbeda pada setiap orang. Kondisinya juga dapat berubah dengan cepat, sehingga perubahan keadaan seseorang yang sedang mengalami infeksi perlu diperhatikan.

Beberapa tanda yang dapat muncul meliputi:

  • Demam, suhu tubuh rendah, atau menggigil.

  • Napas cepat atau kesulitan bernapas.

  • Detak jantung cepat atau denyut nadi yang lemah.

  • Tekanan darah rendah.

  • Kulit terasa dingin, lembap, atau berkeringat.

  • Nyeri atau rasa tidak nyaman yang berat.

  • Kebingungan atau perubahan kondisi mental.

  • Produksi urine yang berkurang.

Tidak semua orang akan mengalami seluruh tanda tersebut. Beberapa gejalanya juga dapat menyerupai kondisi kesehatan lain. Karena itu, gejala tersebut tidak dapat digunakan untuk memastikan seseorang mengalami sepsis tanpa pemeriksaan oleh tenaga kesehatan.

Pada anak, tanda yang perlu diperhatikan dapat berupa napas cepat, kulit pucat, kejang, sulit dibangunkan, tubuh terasa dingin, sulit makan atau minum, muntah berulang, hingga berkurangnya frekuensi buang air kecil.

Kenapa Sepsis Bisa Menyebabkan Kematian?

Sepsis menjadi kondisi yang serius ketika respons imun yang berlebihan mulai mengganggu kerja jaringan dan organ tubuh. Ketika gangguan tersebut semakin berat, fungsi organ dapat menurun dan kondisi pasien dapat memburuk.

Gangguan fungsi organ akibat infeksi ini dapat melibatkan berbagai organ, termasuk paru-paru, ginjal, hati, jantung, dan otak. Pada kondisi yang lebih berat, sepsis dapat berkembang menjadi syok septik, yaitu bentuk sepsis dengan gangguan sirkulasi dan metabolisme yang berat serta risiko kematian yang lebih tinggi.

Salah satu organ yang dapat mengalami gangguan adalah hati. Ketika fungsi hati terganggu, berbagai proses penting yang dilakukan organ tersebut juga dapat ikut terdampak. Karena itu, pembahasan mengenai kegagalan organ pada sepsis juga berkaitan dengan pentingnya mengenali gangguan fungsi hati dan penyebabnya.

Diagnosis Sepsis

Untuk memastikan sepsis, dokter akan menggabungkan hasil pemeriksaan darah dengan pemeriksaan fisik, tanda-tanda vital, riwayat infeksi, dan pemeriksaan penunjang lainnya. Pemeriksaan tersebut membantu dokter mencari tanda infeksi dan gangguan fungsi organ.

Salah satu pemeriksaannya adalah kultur darah, yang membantu dokter mengidentifikasi bakteri atau jamur tertentu dalam darah, yang dapat berkaitan dengan kondisi yang dahulu disebut septikemia. Dokter juga dapat memilih pemeriksaan lain sesuai dengan sumber infeksi yang dicurigai.

Selain itu, dokter juga memeriksa fungsi organ dan kondisi sirkulasi pasien. Salah satunya dengan mengukur kadar laktat dalam darah. Hasil pemeriksaan ini membantu dokter menilai kondisi pasien, terutama ketika pasien mengalami sepsis atau syok septik.

Dokter juga dapat menggunakan Sequential Organ Failure Assessment (SOFA) untuk menilai gangguan fungsi organ pada pasien dengan dugaan infeksi. Namun, dokter tidak menentukan diagnosis dan tingkat keparahan sepsis hanya berdasarkan skor atau satu hasil pemeriksaan. Dokter tetap akan mempertimbangkan seluruh kondisi pasien.

Penanganan Sepsis

Sepsis membutuhkan penanganan medis sesegera mungkin. Dokter akan berfokus pada tiga hal utama, yaitu mengatasi infeksi, menjaga aliran darah dan fungsi organ, serta mengendalikan sumber infeksi jika kondisi pasien membutuhkannya.

Dokter juga dapat memberikan obat antimikroba berdasarkan dugaan atau hasil pemeriksaan penyebab infeksi. Jika infeksi berasal dari bakteri, dokter dapat memberikan antibiotik sesuai kondisi pasien. Setelah dokter memperoleh informasi lebih lanjut mengenai penyebab infeksi, maka akan dapat menyesuaikan terapi untuk pasien.

Selain itu, dokter juga dapat memberikan cairan melalui pembuluh darah untuk membantu menjaga sirkulasi. Jika tekanan darah tetap rendah setelah pemberian cairan dan kondisi pasien memenuhi kriteria tertentu, dokter dapat menggunakan obat vasopresor untuk membantu mempertahankan tekanan darah dan aliran darah ke organ.

Dokter juga perlu mengendalikan sumber infeksi. Pada kondisi tertentu, pasien mungkin membutuhkan tindakan medis atau operasi untuk mengatasi sumber infeksi atau mengangkat jaringan yang terinfeksi.

Selama menjalani perawatan, dokter dan tenaga kesehatan akan memantau kondisi pasien secara berkala dengan melihat tanda vital, fungsi organ, dan respons tubuh terhadap pengobatan untuk menentukan langkah penanganan berikutnya.

Pencegahan Sepsis

Tidak semua kasus sepsis dapat dicegah. Namun, mengurangi risiko infeksi dan mendapatkan penanganan yang tepat ketika mengalami infeksi dapat membantu menurunkan risiko infeksi berkembang menjadi sepsis.

Beberapa langkah yang dapat dilakukan antara lain:

  • Mencuci tangan secara rutin dan menjaga kebersihan diri.

  • Menjaga kebersihan makanan dan lingkungan.

  • Mendapatkan vaksinasi sesuai rekomendasi.

  • Menjaga kebersihan luka dan segera mencari pertolongan bila luka menunjukkan tanda infeksi.

  • Mengikuti anjuran tenaga kesehatan ketika sedang mengalami infeksi.

  • Menggunakan antibiotik sesuai resep dan petunjuk tenaga kesehatan.

Orang yang memiliki penyakit kronis atau sistem kekebalan tubuh melemah juga perlu lebih memperhatikan tanda infeksi dan perubahan kondisi tubuh.

Kapan Harus ke IGD?

Sepsis merupakan kondisi gawat darurat. Jika seseorang sedang atau baru mengalami infeksi kemudian mengalami kesulitan bernapas, kebingungan, tekanan darah rendah, kulit dingin dan berkeringat, nyeri atau rasa tidak nyaman yang berat, denyut jantung cepat atau lemah, atau produksi urine yang berkurang, segera cari pertolongan medis.

Tidak perlu menunggu sampai semua gejala muncul. Sepsis dapat menunjukkan tanda yang berbeda pada setiap orang dan dapat berkembang dengan cepat. Jika terdapat infeksi disertai perubahan kondisi yang mengkhawatirkan, pemeriksaan segera oleh tenaga medis diperlukan untuk mengetahui penyebab dan tingkat keparahannya.

Lakukan Cek Kesehatan Rutin untuk Menjaga Kondisi Tubuh

Sepsis merupakan kondisi serius yang dapat terjadi ketika respons tubuh terhadap infeksi menyebabkan gangguan fungsi organ. Karena kondisinya dapat berkembang dengan cepat, penting untuk mengenali tanda-tandanya dan segera mendapatkan pertolongan medis jika muncul gejala yang mengkhawatirkan.

Untuk membantu memantau kondisi tubuh, disarankan melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin. Salah satunya Hematologi Lengkap di Bumame untuk memeriksa berbagai komponen darah, seperti hemoglobin, sel darah merah, sel darah putih, dan trombosit. 

Pemeriksaan ini bukan pemeriksaan khusus untuk mendiagnosis sepsis, tetapi dapat menjadi bagian dari evaluasi kesehatan sesuai kebutuhan. Hasil pemeriksaan dapat memberikan gambaran mengenai kondisi darah dan membantu tenaga kesehatan dalam mengevaluasi kondisi kesehatan sesuai kebutuhan.

Lokasi Klinik Bumame

1.  Klinik Bumame BSD
Ruko Northridge B1 No.16, Rw. Mekar Jaya, Kecamatan Serpong, Tangerang, Banten 15310

2. Klinik Bumame TB Simatupang
Jl. TB Simatupang No.33, RT.1/RW.5, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, DKI Jakarta 12550

3.Klinik Bumame Puri
Ruko Sentra Niaga Puri Indah Blok T6/23 RT.1/RW.2, Kembangan Sel., Kec. Kembangan, Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11610

4. Klinik Bumame Cideng
JAC Building, Jl. Jati Baru Raya No.28 5, Petojo Sel., Kecamatan Gambir, Kota Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10160

5. Klinik Bumame Kelapa Gading
Ruko Mall of Indonesia, Italian Walk Blok C 15-16, RT.18/RW.8, Klp. Gading Bar., Kec. Klp. Gading, Jkt Utara, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 14240

Referensi

1. World Health Organization (WHO). 2024. Sepsis

2. Centers for Disease Control and Prevention (CDC).  2026. About Sepsis

3. Singer M, Deutschman CS, Seymour CW, et al. 2016. The Third International Consensus Definitions for Sepsis and Septic Shock (Sepsis-3)

4. Centers for Disease Control and Prevention (CDC). 2025. Risk Factors for Sepsis

5. Evans L, Rhodes A, Alhazzani W, et al. 2021. Surviving Sepsis Campaign: International Guidelines for Management of Sepsis and Septic Shock 2021

6. Seymour CW, Liu VX, Iwashyna TJ, et al. 2016. Assessment of Clinical Criteria for Sepsis: Sepsis-3


Ditinjau secara medis oleh dr. Arina Dyga Putri

Frequently Asked Question

Apa itu sepsis?
Sepsis adalah kondisi yang mengancam nyawa ketika respons tubuh terhadap infeksi menjadi tidak terkendali hingga menyebabkan gangguan fungsi organ. Kondisi ini dapat berkembang dengan cepat dan membutuhkan penanganan medis segera. 
Apa saja tanda dan gejala sepsis?
Tanda sepsis dapat berupa demam atau suhu tubuh rendah, menggigil, napas cepat atau sulit bernapas, detak jantung cepat, tekanan darah rendah, kulit dingin dan lembap, nyeri berat, kebingungan, serta produksi urine yang berkurang. 
Apa yang menyebabkan sepsis?
Sepsis dapat terjadi akibat respons tubuh yang berlebihan terhadap berbagai infeksi, seperti infeksi pada paru-paru, saluran kemih, kulit, atau saluran pencernaan. Infeksi tersebut paling sering disebabkan oleh bakteri, tetapi virus, jamur, dan parasit juga dapat menjadi penyebab. 
Bagaimana cara mendiagnosis sepsis?
Diagnosis sepsis dilakukan dengan menggabungkan pemeriksaan fisik, tanda-tanda vital, riwayat infeksi, pemeriksaan darah, dan pemeriksaan penunjang lainnya. Dokter dapat melakukan kultur darah, pemeriksaan kadar laktat, penilaian fungsi organ, serta menggunakan SOFA sebagai salah satu alat penilaian. 
Bagaimana cara menangani sepsis?

Penanganan sepsis dilakukan sesegera mungkin dengan mengatasi infeksi, menjaga aliran darah dan fungsi organ, serta mengendalikan sumber infeksi. Terapi dapat meliputi obat antimikroba, cairan intravena, vasopresor jika diperlukan, dan tindakan medis atau operasi untuk mengatasi sumber infeksi.