Mau pesan layanan Homecare Bumame? Klik disini.

Mau pesan layanan Homecare Bumame? Klik disini.

skrining kanker payudara di bumame
Kembali ke Artikel & Berita

Skrining Kanker Payudara: Kenali Jenis Pemeriksaan, Waktu yang Tepat, hingga Arti Hasilnya

Bumame Editorskrining kanker

Banyak perempuan baru terpikir memeriksakan payudara setelah meraba sesuatu yang terasa asing saat mandi. Selama tubuh baik-baik saja, jadwal periksa mudah tergeser oleh pekerjaan dan urusan keluarga.

Perubahan di payudara bisa berkembang tanpa rasa sakit. Pemeriksaan rutin membantu menemukan perubahan itu selagi masih kecil, ketika peluang keberhasilan pengobatan lebih besar.

Berikut penjelasan jenis pemeriksaan, siapa yang perlu memulai lebih awal, persiapannya, dan cara memahami hasil.

Apa Itu Skrining Kanker Payudara?

Skrining kanker payudara adalah rangkaian pemeriksaan untuk mencari tanda kanker pada perempuan yang belum memiliki keluhan di payudara. Kata skrining berarti penyaringan, yaitu pemeriksaan pada orang yang tampak sehat untuk menemukan masalah sejak dini. Pemeriksaannya bisa dilakukan sendiri di rumah, oleh dokter melalui pemeriksaan fisik, atau dengan alat pencitraan. Bila sudah muncul gejala kanker payudara seperti benjolan atau perubahan kulit, pemeriksaan yang dijalani disebut pemeriksaan diagnostik karena tujuannya mencari penyebab keluhan.

Mengapa Skrining Membantu Menemukan Perubahan Lebih Awal?

WHO mencatat bahwa kanker payudara tahap awal bisa ditemukan sebelum tanda atau gejalanya muncul. Di tahap inilah skrining berperan, karena pemeriksaan pencitraan bisa menemukan kanker sebelum teraba.

Waktu penemuan berpengaruh pada hasil pengobatan. Kanker payudara lebih mungkin berhasil ditangani ketika benjolannya masih kecil dan belum menyebar ke kelenjar getah bening di sekitarnya. Kementerian Kesehatan menyampaikan pesan serupa, yaitu semakin cepat kanker payudara terdeteksi, semakin besar peluang sembuh.

Skrining juga berguna bagi perempuan tanpa riwayat keluarga. Menurut WHO, sekitar 80% kasus kanker payudara terjadi pada perempuan tanpa faktor risiko khusus selain jenis kelamin dan usia.

Empat Jenis Pemeriksaan dalam Skrining Kanker Payudara

Setiap metode punya peran berbeda dan saling melengkapi. Pilihannya bergantung pada usia, risiko, dan hasil pemeriksaan sebelumnya.

1. SADARI atau Periksa Payudara Sendiri

SADARI adalah pemeriksaan payudara yang Anda lakukan sendiri untuk mengenali perubahan bentuk, kulit, puting, dan benjolan. Kementerian Kesehatan menganjurkan SADARI sebulan sekali pada hari ke-7 sampai ke-10 dihitung dari hari pertama haid, saat payudara biasanya tidak sedang bengkak. Mencatat siklus menstruasi di kalender membantu Anda mengingat jadwalnya.

Mulailah dengan mengamati payudara di depan cermin, pertama dengan lengan di samping tubuh, lalu dengan kedua lengan terangkat. Setelah itu, raba seluruh payudara hingga ketiak dengan gerakan melingkar, dalam posisi berdiri lalu berbaring. SADARI membantu perempuan dewasa mengenali kondisi normal payudaranya dan tetap perlu dilengkapi pemeriksaan oleh tenaga kesehatan.

2. SADANIS oleh Dokter atau Tenaga Kesehatan

SADANIS adalah pemeriksaan payudara klinis oleh dokter atau tenaga kesehatan terlatih. Pemeriksa mengamati bentuk dan kulit payudara, lalu meraba payudara serta ketiak untuk mencari benjolan atau perubahan lain. Pemeriksaan singkat ini cocok bagi perempuan yang ingin payudaranya diperiksa tangan terlatih, termasuk yang masih ragu dengan teknik SADARI. Jadwalnya ditentukan dokter sesuai usia dan risiko.

3. USG Payudara

USG atau ultrasonografi payudara memakai gelombang suara untuk menghasilkan gambar jaringan di dalam payudara, tanpa sinar-X. Kulit cukup diolesi gel, lalu alat kecil digerakkan perlahan di atasnya. Pemeriksaan ini cocok bagi perempuan dengan benjolan yang teraba atau temuan pada pemeriksaan lain yang perlu diperjelas.

4. Mamografi

Mamografi adalah foto sinar-X dosis rendah pada payudara. Payudara diletakkan di antara dua pelat dan ditekan beberapa detik agar gambarnya jelas. Rasanya bisa tidak nyaman, tetapi hanya sebentar. Mamografi skrining ditujukan bagi perempuan tanpa keluhan, sedangkan mamografi diagnostik dipakai bila ada benjolan atau hasil skrining yang perlu diperjelas.

Menurut CDC, mamografi bisa menemukan kanker payudara sebelum cukup besar untuk diraba. Dalam panduan yang dirangkum CDC, mamografi umumnya dianjurkan setiap dua tahun bagi perempuan berisiko rata-rata usia 40 sampai 74 tahun. Panduan ini berasal dari Amerika Serikat, sehingga jadwal untuk Anda tetap ditentukan dokter.

Baca Juga: Gejala Awal Kanker Payudara

Siapa yang Perlu Memulai Skrining Lebih Awal?

Sebagian perempuan memiliki risiko di atas rata-rata. Menurut CDC, kelompok ini perlu membicarakan dengan dokter kapan mulai skrining dan seberapa sering. Sampaikan kondisi berikut saat konsultasi:

  • Riwayat kanker payudara dalam keluarga. WHO memasukkan riwayat keluarga sebagai faktor risiko kanker payudara. Dokter biasanya menanyakan siapa yang terkena dan pada usia berapa untuk menilai besar risiko Anda.

  • Mutasi gen BRCA1 atau BRCA2. BRCA1 dan BRCA2 adalah dua gen yang perubahannya, disebut mutasi, bisa diwariskan dari orang tua dan menurut WHO sangat meningkatkan risiko kanker payudara. Pada kelompok berisiko tinggi, CDC menyebut MRI payudara, yaitu pemeriksaan dengan medan magnet, bisa dipakai bersama mamografi.

  • Riwayat paparan radiasi di area dada. WHO mencatat riwayat paparan radiasi sebagai faktor risiko kanker payudara. Sampaikan kepada dokter bila Anda pernah menjalani terapi radiasi, walaupun pengobatannya sudah lama selesai.

  • Jaringan payudara padat. Istilah ini berarti payudara memiliki lebih banyak jaringan kelenjar dan ikat dibanding lemak, dan biasanya diketahui dari hasil mamografi. Kepadatan ini bisa membuat gambar mamografi lebih sulit dibaca, sehingga dokter mungkin menambahkan pemeriksaan lain.

Perbedaan SADARI, USG, dan Mamografi

Ketiga pemeriksaan ini sering dianggap sama, padahal yang dilihat berbeda.

Pemeriksaan

Apa yang dilihat

Kapan dilakukan

Untuk siapa

SADARI

Perubahan bentuk, kulit, puting, dan benjolan yang bisa dilihat atau diraba sendiri

Sebulan sekali, hari ke-7 sampai ke-10 dari hari pertama haid

Perempuan dewasa, untuk mengenali kondisi normal payudara

USG payudara

Gambar jaringan dari gelombang suara untuk memperjelas benjolan atau area tertentu

Sesuai anjuran dokter, sering sebagai pemeriksaan pendamping

Perempuan dengan benjolan atau temuan pada pemeriksaan lain, sesuai penilaian dokter

Mamografi

Foto sinar-X dosis rendah yang bisa menunjukkan perubahan sebelum teraba

Umumnya dianjurkan dua tahun sekali menurut panduan CDC, jadwal ditentukan dokter

Perempuan berisiko rata-rata usia 40 sampai 74 tahun, atau lebih awal bila risikonya tinggi

Tabel ini merangkum perbedaannya secara umum. Pemeriksaan yang diperlukan ditentukan oleh dokter.

Persiapan Sebelum Menjalani Mamografi

Langkah berikut membuat mamografi lebih nyaman dan gambarnya lebih mudah dibaca:

  • Pilih waktu saat payudara tidak sedang nyeri. Bagi yang belum menopause, waktu yang nyaman biasanya seminggu setelah haid. Payudara yang kencang dan sensitif termasuk tanda menjelang haid, jadi hindari jadwal di hari-hari tersebut.

  • Hindari deodoran, bedak, losion, dan parfum. Biarkan ketiak dan payudara bersih dari produk tersebut pada hari pemeriksaan. Partikel logam di dalamnya bisa tampak pada gambar dan menyulitkan pembacaan.

  • Bawa hasil pemeriksaan sebelumnya. Gambar atau laporan lama membantu dokter membandingkan perubahan dari waktu ke waktu. Bila pernah periksa di tempat lain, minta salinannya lebih dulu.

  • Kenakan pakaian dua potong. Atasan dan bawahan yang terpisah membuat Anda cukup melepas bagian atas. Proses berganti pakaian pun lebih cepat.

Bagaimana Membaca Hasil Skrining?

Hasil normal. Tidak ada temuan yang perlu diperiksa lebih lanjut. Lanjutkan SADARI setiap bulan dan kembali skrining sesuai jadwal dari dokter. Periksakan diri bila muncul perubahan baru sebelum jadwal berikutnya, karena mamografi bisa melewatkan sebagian kanker.

Perlu pemeriksaan lanjutan. Dokter menemukan area yang perlu diperjelas dengan foto mamografi tambahan, USG, atau biopsi, yaitu pengambilan sedikit jaringan untuk diperiksa di laboratorium. Diagnosis kanker ditegakkan dari pemeriksaan jaringan tersebut.

Dipanggil kembali setelah mamografi wajar membuat cemas. Panggilan ini berarti dokter membutuhkan gambar tambahan, dan diagnosis belum ditetapkan pada tahap ini. Mamografi kadang menemukan area yang tampak tidak biasa padahal ternyata jinak. WHO juga mencatat bahwa sebagian besar benjolan payudara bersifat jinak. Benjolan jinak ini bisa berupa tumor jinak, yaitu pertumbuhan jaringan yang tidak menyebar ke bagian tubuh lain.

Skrining tetap punya keterbatasan, termasuk paparan radiasi dosis rendah pada mamografi. Karena itu, kapan mulai dan seberapa sering skrining sebaiknya diputuskan bersama dokter.

Baca Juga: Perbedaan Tumor dan Kanker

Skrining Kanker Payudara di Bumame

Pemeriksaan payudara dan pencitraan seperti mamografi tetap menjadi dasar skrining. Bumame menyediakan Paket Skrining Kanker Payudara, paket pemeriksaan laboratorium penunjang untuk skrining kanker payudara. Bawa hasilnya saat berkonsultasi, agar dokter bisa menilainya bersama pemeriksaan fisik dan jadwal mamografi atau USG yang sesuai untuk Anda. Untuk menanyakan jadwal dan lokasi pemeriksaan, silakan hubungi CS Bumame lewat WhatsApp.

Kapan Harus Konsultasi ke Dokter?

Bila tanda berikut muncul, buat janji dengan dokter tanpa menunggu jadwal skrining berikutnya:

  • Benjolan atau penebalan baru. Benjolan di payudara atau ketiak sering tidak terasa nyeri, sehingga mudah terlewat. WHO menganjurkan benjolan yang tidak biasa tetap diperiksakan walaupun tidak sakit.

  • Perubahan ukuran atau bentuk payudara. Ukuran atau bentuk satu payudara bisa berubah dibanding biasanya. Perubahan yang baru muncul dan menetap setelah haid selesai perlu dinilai dokter.

  • Perubahan kulit payudara. Kulit bisa tampak berlekuk, kemerahan, atau dipenuhi cekungan kecil. Tanda ini bisa muncul tanpa rasa sakit dan perlu diperiksakan.

  • Perubahan pada puting. Puting bisa berubah bentuk atau arah, dan kulit gelap di sekitarnya atau areola bisa tampak berbeda. Bandingkan dengan kondisi yang biasa Anda lihat saat SADARI.

  • Cairan tidak biasa dari puting. Cairan yang keluar di luar masa menyusui, apalagi bercampur darah, perlu diperiksakan. Catat warna dan waktu munculnya untuk disampaikan kepada dokter.

Deteksi Dini Memberi Lebih Banyak Pilihan

Skrining kanker payudara lebih mudah dijalani bila sudah menjadi kebiasaan. Lakukan SADARI setiap bulan, bicarakan jadwal mamografi atau USG dengan dokter sesuai usia dan risiko Anda, lalu periksakan setiap perubahan baru tanpa menunggu jadwal berikutnya. Deteksi dini memberi lebih banyak pilihan, dan langkah pertamanya bisa dimulai bulan ini. Pertanyaan soal jadwal pemeriksaan di klinik Bumame bisa Anda sampaikan lewat chat CS Bumame.

Lokasi Klinik Bumame

1.  Klinik Bumame BSD
Ruko Northridge B1 No.16, Rw. Mekar Jaya, Kecamatan Serpong, Tangerang, Banten 15310

2. Klinik Bumame TB Simatupang
Jl. TB Simatupang No.33, RT.1/RW.5, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, DKI Jakarta 12550

3.Klinik Bumame Puri
Ruko Sentra Niaga Puri Indah Blok T6/23 RT.1/RW.2, Kembangan Sel., Kec. Kembangan, Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11610

4. Klinik Bumame Cideng
JAC Building, Jl. Jati Baru Raya No.28 5, Petojo Sel., Kecamatan Gambir, Kota Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10160

5. Klinik Bumame Kelapa Gading
Ruko Mall of Indonesia, Italian Walk Blok C 15-16, RT.18/RW.8, Klp. Gading Bar., Kec. Klp. Gading, Jkt Utara, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 14240

Referensi

  1. Kementerian Kesehatan RI, Ayo Sehat. Cara Melakukan SADARI Untuk Mendeteksi Kanker Payudara. Retrieved 23 September 2026 from https://ayosehat.kemkes.go.id/cara-melakukan-sadari-untuk-mendeteksi-kanker-payudara

  2. Kementerian Kesehatan RI, Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan. Deteksi Dini Kanker Payudara Breast Cancer Semakin Cepat Semakin Besar Peluang Sembuh. Retrieved 23 September 2026 from https://keslan.kemkes.go.id/view_artikel/4168/deteksi-dini-kanker-payudara-breast-cancer-semakin-cepat-semakin-besar-peluang-sembuh

  3. World Health Organization. Breast cancer. Retrieved 23 September 2026 from https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/breast-cancer

  4. Centers for Disease Control and Prevention. Screening for Breast Cancer. Retrieved 23 September 2026 from https://www.cdc.gov/breast-cancer/screening/index.html

  5. Mayo Clinic. Mammogram. Retrieved 23 September 2026 from https://www.mayoclinic.org/tests-procedures/mammogram/about/pac-20384806

  6. MedlinePlus. Mammography. Retrieved 23 September 2026 from https://medlineplus.gov/mammography.html

Ditinjau secara medis oleh dr. Arina Dyga Putri

Frequently Asked Question

Apa itu skrining kanker payudara?
Skrining kanker payudara adalah pemeriksaan payudara pada perempuan tanpa gejala untuk menemukan perubahan sebelum menimbulkan keluhan. Metodenya bisa berupa SADARI, SADANIS, USG, atau mamografi.
Kapan waktu yang tepat untuk melakukan SADARI?
Kementerian Kesehatan menganjurkan SADARI sebulan sekali pada hari ke-7 sampai ke-10 dihitung dari hari pertama haid.
Usia berapa sebaiknya mulai mamografi?
Dalam panduan yang dirangkum CDC, mamografi umumnya dianjurkan setiap dua tahun bagi perempuan berisiko rata-rata usia 40 sampai 74 tahun. Jadwal untuk Anda ditentukan dokter, dan bisa dimulai lebih awal bila risikonya tinggi
Apa yang perlu disiapkan sebelum mamografi?
Pilih waktu saat payudara tidak sedang nyeri, lalu hindari deodoran, bedak, losion, dan parfum di ketiak serta payudara. Bawa juga hasil pemeriksaan sebelumnya agar dokter bisa membandingkannya.
Apakah dipanggil ulang setelah mamografi berarti terkena kanker?
Panggilan ulang berarti dokter membutuhkan gambar atau pemeriksaan tambahan untuk memperjelas satu area. Mamografi kadang menemukan area yang tampak tidak biasa padahal ternyata jinak.