Mau pesan layanan Homecare Bumame? Klik disini.

Mau pesan layanan Homecare Bumame? Klik disini.

Oliguria
Kembali ke Artikel & Berita

Oliguria: Penyebab dan Gejala

SBAOthers

Pernah merasa sudah cukup minum, tapi urine yang keluar justru sangat sedikit? Dalam dunia kesehatan, masalah ini bisa termasuk oliguria, yaitu kondisi saat produksi urine rendah. Tapi apakah gangguan ini berbahaya? 

Umumnya, ini tidak berbahaya, karena urine yang sedikit juga bisa karena dehidrasi atau terlalu banyak kehilangan cairan tubuh. Tapi jika terjadi terus-menerus, ini bisa jadi tanda adanya gangguan ginjal hingga masalah pada saluran kemih. Lebih lengkapnya tentang gangguan ini mulai dari gejala hingga penyebabnya akan diuraikan pada artikel berikut.

Apa Itu Oliguria?

Oliguria merupakan kondisi dimana produksi urine lebih sedikit dari biasanya, yaitu kurang dari 400 mL dalam waktu 24 jam. Umumnya, kondisi ini bukan penyakit, tapi tanda tubuh kekurangan air, ada gangguan ginjal, serta ada sumbatan di saluran kemih.

Oliguria dapat muncul sementara setelah seseorang mengalami muntah, diare, demam, atau banyak berkeringat. Namun, jika berlangsung terus-menerus, bisa menjadi tanda gangguan ginjal akut dan perlu segera diperiksa.

Penyebab Oliguria

Masalah ini bisa terjadi karena berbagai kondisi, tapi secara umum, penyebabnya bisa dibagi menjadi tiga berdasarkan lokasi gangguannya, yaitu prerenal, renal, dan postrenal. Berikut penjelasannya.

1. Prerenal

Prerenal terjadi saat aliran darah ke ginjal turun, sehingga membuat ginjal tidak memperoleh cukup darah untuk memproduksi urine. Hal ini disebabkan karena faktor berikut.

  • Dehidrasi karena mengalami diare, muntah, demam, mengeluarkan banyak keringat, hingga kurang minum. 

  • Mengalami pendarahan atau syok sehingga membuat tekanan darah turun drastis.

  • Gagal jantung yang membuat aliran darah ke ginjal menjadi menurun. 

  • Ada infeksi yang berat seperti sepsis yang bisa membuat tekanan darah turun dan mengganggu aliran darah ke ginjal.

2. Renal

Renal terjadi saat ada gangguan atau kerusakan di jaringan ginjal, sehingga membuat kemampuan ginjal dalam memfilter darah dan menghasilkan urine menjadi terganggu. Beberapa penyebabnya adalah sebagai berikut.

  • Cedera ginjal akut, yaitu turunnya fungsi ginjal secara cepat.

  • Radang ginjal, seperti glomerulonefritis yang membuat proses penyaringan darah di ginjal terganggu sehingga produksi urine pun menurun.

  • Mengonsumsi obat tertentu, seperti obat anti nyeri ibuprofen atau diklofenak, yang pada kondisi tertentu semisal saat dehidrasi bisa mengurangi fungsi ginjal.

  • Terpapar zat tertentu, seperti zat kontras yang digunakan dalam pengecekan radiologi, terutama untuk orang-orang dengan faktor risiko gangguan ginjal. 

3. Postrenal

Postrenal terjadi saat aliran urine terhambat setelah urine diproduksi oleh ginjal. Sumbatan ini umumnya terjadi di saluran kemih karena beberapa faktor seperti berikut.

  • Batu saluran kemih.

  • Pembesaran prostat.

  • Bagian ureter maupun uretra menyempit atau tersumbat.

Selain beberapa penyebab tersebut, risiko mengalami oliguria akan semakin tinggi jika Anda mengalami penyakit ginjal kronis, diabetes, tekanan darah tinggi, dan gagal jantung.

Oliguria vs Anuria

Banyak orang yang menganggap bahwa oliguria sama dengan anuria, karena sekilas sama-sama menghasilkan urine yang sedikit. Tapi, keduanya tetap berbeda. Berikut perbedaannya.

Aspek

Oliguria

Anuria

Tingkat penurunan

Produksi urine menurun, tetapi masih ada.

Produksi urine sangat sedikit dan bahkan hampir tidak ada.

Jumlah urine pada orang dewasa

<400 mL/24 jam 

<100 mL/24 jam

Faktor penyebab 

Penyebabnya bisa karena dehidrasi, tekanan darah rendah, gangguan ginjal, atau sumbatan saluran kemih.

Penyebab anuria umumnya karena gangguan ginjal berat atau ada sumbatan saluran kemih yang parah.

Gejala dan Tanda Peringatan

Gejala oliguria biasanya akan berbeda tergantung dari penyebabnya, bahkan sebagian orang tidak merasakan keluhan sama sekali. Tapi umumnya, orang yang mengalami penurunan produksi urine akan merasakan gejala seperti berikut.

  • Produksi urine rendah, padahal sudah banyak minum air.

  • Edema atau bengkak di bagian kaki, pergelangan kaki, hingga perut karena ada penumpukan cairan.

  • Kelelahan berlebihan karena ketidakseimbangan cairan.

  • Sering mual dan muntah, karena ada penumpukan limbah di tubuh akibat dari kondisi ini.

Beberapa gejala tersebut mungkin terasa biasa di tahap awal, tapi jika Anda sudah mengalami beberapa gejala berikut, sebaiknya Anda perlu waspada. 

  • Sakit perut parah dan sulit buang air kecil, yang biasanya terjadi karena ada sumbatan atau infeksi serius di kantung kemih.

  • Perubahan mental seperti sering bingung atau sulit berkonsentrasi karena ginjal yang bermasalah.

  • Sesak napas yang bisa terjadi akibat penumpukan cairan di tubuh karena ginjal tidak bisa mengeluarkannya dengan baik. 

Diagnosis Oliguria

Pada dasarnya, dalam mendiagnosis kelainan ini dokter akan mengevaluasi jumlah urine, kondisi tubuh, riwayat kesehatan, hingga obat yang dikonsumsi sehari-hari. Selain itu, biasanya juga ada pengecekan laboratorium dan pencitraan untuk tahu lebih lanjut penyebabnya. 

Untuk lebih lengkapnya, berikut beberapa tes yang perlu dijalani untuk menentukan penyebab oliguria. 

  • Pengecekan urine untuk melihat apakah ada darah, protein, sel darah putih, atau bakteri dalam urine, sebagai langkah untuk mengetahui adanya infeksi atau gangguan ginjal. 

  • Cek darah, yang biasanya mencakup kreatinin, ureum, dan elektrolit untuk mengukur fungsi ginjal dan melihat apakah ada gangguan keseimbangan elektrolit. Selain itu, biasanya disertai dengan pengukuran eGFR untuk mengevaluasi bagaimana kemampuan ginjal dalam menyaring darah. 

  • Pengecekan dengan USG atau CT scan untuk melihat bagaimana kondisi ginjal dan saluran kemih. Ini biasanya dilakukan jika dokter curiga ada batu, sumbatan, atau kelainan struktural di organ tersebut.

  • Biopsi ginjal yang mana biasanya dilakukan jika pengecekan lain belum cukup untuk tahu penyebab keluhan penderita. Caranya yaitu dengan mengambil bagian jaringan ginjal untuk menilai apakah ada infeksi atau kerusakan serius.

Selain itu, biasanya juga akan dilakukan cek diabetes dan tekanan darah, mengingat keduanya bisa meningkatkan faktor risiko penyakit ginjal dan munculnya keluhan urine yang sedikit. 

Cara Mengatasi Oliguria

Secara umum, cara mengatasi masalah ini akan disesuaikan dengan penyebabnya. Berikut ini beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi oliguria.

  1. Memberikan cairan melalui mulut atau infus, jika penyebabnya adalah dehidrasi. Namun, sebaiknya Anda tidak memaksakan minum air dalam jumlah banyak tanpa anjuran dokter karena pada kondisi tertentu hal ini justru bisa menimbulkan penumpukan cairan.

  2. Mengonsumsi antibiotik, jika penyebabnya karena ada infeksi bakteri. 

  3. Pemasangan kateter atau prosedur tertentu untuk menghilangkan sumbatan di saluran kemih, jika oliguria akibat dari adanya sumbatan. 

  4. Dialisis untuk membantu mengganti fungsi ginjal, jika penyebab utama keluhan ini adalah karena ada gangguan fungsi ginjal.

  5. Melakukan cek kesehatan secara rutin, sebagai langkah untuk monitoring hasil penanganan dan mencegah keluhan muncul kembali.

Kapan Harus ke Dokter?

Cek kesehatan ke dokter sebaiknya tidak Anda lewatkan jika sudah mengalami gejala seperti produksi urine yang sangat sedikit dan berlangsung terus menerus. Apalagi jika disertai dengan keluhan mual, muntah, diare berkepanjangan, kebingungan, bengkak di bagian tubuh tertentu, hingga muncul darah pada urine, karena ini bisa jadi tanda ada gangguan serius pada ginjal hingga kandung kemih.

Mulai Jaga Kesehatan Tubuh dengan Cek Urine Rutin

Oliguria bukan penyakit, tetapi kondisi saat jumlah urine berkurang secara signifikan karena dehidrasi, gangguan fungsi ginjal, hingga sumbatan di saluran kemih. Untuk itu, gejala yang bisa dirasakan tidak hanya jumlah urine yang berkurang, tapi juga tubuh menjadi mual, muntah, lemas, bengkak hingga sesak napas.

Berhubung penyebab oliguria tidak hanya satu, maka sangat disarankan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan, terutama jika keluhan tersebut berlangsung terus-menerus. Salah satu cek kesehatan yang bisa dipilih yaitu Tes Urine Rutin di Bumame dengan harga layanan mulai dari Rp65.000,00.

Melalui tes ini, Anda bisa mengecek berbagai parameter dalam urine, seperti glukosa, protein, bilirubin, pH, leukosit, dan keton, yang bisa membantu Anda mengetahui kondisi urine sebenarnya dan membantu dokter menilai apakah ada kelainan tertentu termasuk penyebab oliguria. Untuk informasi lebih lanjut, hubungi Bumame untuk keperluan konsultasi gratis!

Lokasi Klinik Bumame

1.  Klinik Bumame BSD
Ruko Northridge B1 No.16, Rw. Mekar Jaya, Kecamatan Serpong, Tangerang, Banten 15310

2. Klinik Bumame TB Simatupang
Jl. TB Simatupang No.33, RT.1/RW.5, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, DKI Jakarta 12550

3.Klinik Bumame Puri
Ruko Sentra Niaga Puri Indah Blok T6/23 RT.1/RW.2, Kembangan Sel., Kec. Kembangan, Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11610

4. Klinik Bumame Cideng
JAC Building, Jl. Jati Baru Raya No.28 5, Petojo Sel., Kecamatan Gambir, Kota Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10160

5. Klinik Bumame Kelapa Gading
Ruko Mall of Indonesia, Italian Walk Blok C 15-16, RT.18/RW.8, Klp. Gading Bar., Kec. Klp. Gading, Jkt Utara, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 14240

Referensi:

  1. UPT Puskesmas Perampuan Cantik. (2025). Oliguria: Penyebab Gejala dan Penanganannya. 

  2. Siloam Hospitals. (2025). Kenali Oliguria pada Anak, Ditandai Jarang Buang Air Kecil. 

  3. Mandjur. (2026). Oliguria: Penyebab, Gejala, Pengobatan, dan Pencegahannya. 

  4. Amboss. (2025). Anuria and Oliguria. 

  5. Medicine Net. (2025). What Is Oliguria vs Anuria?. 

  6. Apollo Hospitals. (2025). Oliguria - Penyebab, Gejala, Diagnosis, Pengobatan, dan Pencegahan. 

  7. Eka Hospital. (2025). Oliguria: Penyebab, Gejala, dan Penanganan.

Ditinjau secara medis oleh dr. Arina Dyga Putri

Frequently Asked Question

Apa itu oliguria?
Oliguria adalah kondisi ketika produksi urine lebih sedikit dari biasanya, yaitu kurang dari 400 mL dalam 24 jam. Kondisi ini dapat disebabkan oleh dehidrasi, gangguan ginjal, atau sumbatan saluran kemih. 
Apa saja penyebab oliguria?
Penyebab oliguria dibagi menjadi tiga, yaitu prerenal karena berkurangnya aliran darah ke ginjal, renal karena gangguan jaringan ginjal, dan postrenal akibat sumbatan pada saluran kemih. 
Apa saja gejala oliguria yang perlu diwaspadai?
Selain produksi urine yang rendah, oliguria dapat disertai pembengkakan, kelelahan, mual, dan muntah. Kondisi yang lebih serius dapat ditandai sakit perut parah, sulit buang air kecil, kebingungan, atau sesak napas. 
Bagaimana oliguria didiagnosis?
Dokter dapat mengevaluasi jumlah urine, riwayat kesehatan, obat yang dikonsumsi, serta melakukan pemeriksaan urine, tes darah, USG atau CT scan. Biopsi ginjal dapat dilakukan bila pemeriksaan lain belum cukup untuk mengetahui penyebabnya. 
Apakah oliguria bisa sembuh?
Oliguria dapat membaik jika penyebabnya berhasil ditangani, tetapi proses pemulihannya bergantung pada penyebab, tingkat keparahan, dan kondisi pasien. Penanganannya dapat berupa pemberian cairan, antibiotik, penghilangan sumbatan, hingga dialisis sesuai penyebabnya.