Mau pesan layanan Homecare Bumame? Klik disini.

Mau pesan layanan Homecare Bumame? Klik disini.

Bayi Sering Kaget saat Tidur: Penyebab, Cara Menenangkan, dan Kapan ke Dokter
Kembali ke Artikel & Berita

Bayi Sering Kaget saat Tidur: Penyebab, Cara Menenangkan, dan Kapan ke Dokter

SBAOthers

Bayi baru saja terlelap, lalu tiba-tiba kedua tangannya terentang lebar, tubuhnya tersentak, dan tangisnya pecah. Banyak orang tua ikut terbangun dan khawatir si kecil kesakitan atau sarafnya bermasalah.

Pada bulan-bulan awal, bayi sering kaget saat tidur umumnya berasal dari refleks bawaan yang wajar. Meski begitu, ada pola gerakan lain yang sekilas mirip kaget dan perlu dinilai dokter, jadi mengenali bedanya membantu Anda tetap tenang.

Artikel ini membahas penyebabnya, ciri kaget yang normal, pola yang perlu diperiksa, cara menenangkan bayi, dan kapan perlu ke dokter.

Kenapa Bayi Sering Kaget saat Tidur?

Penyebab yang umum adalah refleks Moro, yaitu refleks kaget bawaan bayi baru lahir. American Academy of Pediatrics (AAP) menjelaskan bahwa banyak gerakan bayi di minggu-minggu pertama terjadi secara refleks, artinya muncul sendiri tanpa disengaja.

Faktor kedua adalah pola tidur yang masih berkembang. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) melalui laman Ayo Sehat menyebut siklus tidur bayi lebih pendek daripada orang dewasa, sehingga bayi bisa terbangun sesaat di antara siklus. Bayi baru lahir juga banyak berada di fase tidur ringan, saat ia bisa bergerak, tersenyum, bersuara, atau menggerakkan tangan dan kaki seperti hampir bangun. Karena itu, pola tidur dan jam tidur normal bayi perlu dipahami sesuai usianya.

Seperti Apa Refleks Kaget yang Normal?

Saat posisi kepala bayi berubah mendadak atau jatuh ke belakang, atau saat ia dikejutkan suara keras, bayi meluruskan lengan, kaki, dan lehernya, lalu cepat menarik kedua lengan ke arah tubuh. Gerakan ini sering disertai tangis, dan kekuatannya berbeda pada setiap bayi.

Menurut AAP, refleks Moro biasanya memuncak pada bulan pertama dan mulai menghilang setelah sekitar usia 2 bulan, meski waktunya tidak persis sama pada setiap bayi. Bila refleks kaget masih tampak kuat saat bayi bertambah besar, tanyakan kepada dokter ketika kontrol rutin.

Refleks ini seharusnya sama kuat di sisi kiri dan kanan. AAP menyarankan orang tua memberi tahu dokter anak bila satu sisi tampak lebih lemah. Dokter memeriksanya sejak pemeriksaan fisik bayi baru lahir.

Pemicu yang Membuat Bayi Mudah Tersentak

Refleks kaget biasanya muncul setelah ada perubahan di sekitar bayi. Beberapa pemicu berikut sering terjadi tanpa disadari:

  • Perubahan posisi yang mendadak. Saat bayi diturunkan dari gendongan, kepalanya bisa jatuh sedikit ke belakang dan memicu refleks kaget. Topang kepala dan punggungnya sampai seluruh tubuh menyentuh kasur, lalu lepaskan tangan perlahan.

  • Suara keras atau tiba-tiba. Pintu yang terbanting atau benda jatuh bisa membuat bayi tersentak meski matanya terpejam. Kamar yang tenang pada malam hari membantu mengurangi pemicu ini.

  • Siklus tidur yang pendek. Bayi lebih sering melewati masa peralihan antarsiklus dan bisa terbangun sesaat. Sebagian bayi kembali tidur tanpa banyak bantuan, sementara sebagian lain masih membutuhkan bantuan orang tua.

  • Lapar atau rasa tidak nyaman. Kemenkes menyebut kebutuhan menyusu, rasa sakit atau tidak nyaman, tumbuh gigi, serta perubahan rutinitas sebagai hal yang bisa membuat bayi terbangun. Bila bayi terus rewel, periksa kebutuhannya lebih dulu.

Pola Gerakan yang Perlu Diperiksa Dokter

Ada gerakan yang tampak seperti kaget tetapi berasal dari kondisi lain. Salah satunya spasme infantil, jenis kejang langka yang biasanya mulai sebelum usia 1 tahun dan menurut MSD Manual bisa sangat mirip bayi yang sedang kaget.

1. Sentakan Beruntun setelah Bangun Tidur

Pada spasme infantil, setiap sentakan berlangsung beberapa detik lalu berulang dalam rangkaian beberapa menit, umumnya tidak lama setelah bayi bangun. NINDS, lembaga riset saraf Amerika Serikat, menggambarkan kepala yang menunduk, tubuh membungkuk di pinggang, dan lengan tersentak ke arah kepala. Pada sebagian bayi, gerakannya hanya berupa anggukan kepala ringan.

2. Bayi Berhenti Tersenyum atau Kehilangan Kemampuan

Saat spasme infantil muncul, bayi bisa berhenti tersenyum atau kehilangan kemampuan yang sudah dikuasai, misalnya berguling atau duduk. Keterlambatan perkembangan kadang sudah terlihat lebih dulu, jadi tanda gangguan tumbuh kembang lain patut ikut diperhatikan.

3. Gerakan Tidak Sama di Kedua Sisi Tubuh

MSD Manual menyebut gerak lengan dan kaki yang tidak setara bisa menjadi tanda gangguan saraf, misalnya palsi saraf. Dokter juga memeriksa tulang bayi, termasuk tulang selangka yang bisa patah saat persalinan dan umumnya pulih dalam beberapa minggu.

4. Tubuh Kaku, Gemetar, atau Tidak Merespons

Sentakan yang disertai tubuh kaku, gemetar, bibir kebiruan, atau bayi tidak merespons seperti biasa bisa menjadi tanda kejang. Kemenkes menjelaskan kejang sebagai perubahan aktivitas otak yang berlangsung beberapa detik sampai beberapa menit. Bila disertai napas terhenti atau kebiruan, segera bawa bayi ke IGD.

5. Sentakan Muncul bersama Demam

NINDS menjelaskan bahwa kejang demam terjadi saat anak sakit dengan demam tinggi. Sentakan berulang yang muncul bersama demam perlu segera diperiksa dokter, dan memahami ciri kejang demam pada anak membantu orang tua bersiap.

Membedakan Kaget Biasa, Gerakan Tidur, dan Pola yang Perlu Diperiksa

Ciri

Refleks kaget

Gerakan tidur ringan

Perlu diperiksa

 

Kapan muncul

Setelah suara keras atau posisi kepala berubah mendadak

Di tengah tidur

Sering tidak lama setelah bangun tidur

Bentuk gerakan

Lengan dan kaki meregang, lalu lengan menarik ke dalam

Tangan dan kaki bergerak, tersenyum, atau bersuara

Kepala menunduk, tubuh membungkuk, atau tubuh kaku dan gemetar

Usia yang umum

Mulai memudar setelah sekitar 2 bulan

Pola tidur lebih teratur pada 4 sampai 6 bulan

Spasme infantil umumnya mulai sebelum 1 tahun

Yang menyertai

Bisa disertai tangis

Bayi tetap tidur atau terbangun sesaat

Sentakan beruntun, kemunduran kemampuan, kebiruan

Langkah Anda

Tenangkan dan atur lingkungan tidur

Amati sejenak, sebagian bayi tidur kembali sendiri

Rekam video, hubungi dokter, ke IGD bila ada tanda darurat

Tabel ini membantu mengenali pola yang umum dan bukan alat diagnosis.

Kapan Harus ke Dokter atau IGD?

Segera bawa bayi ke IGD atau hubungi layanan gawat darurat bila ia berhenti bernapas, kesulitan bernapas, sulit dibangunkan, terkulai lemas, atau tubuhnya kaku, gemetar, dan terus menyentak. Bibir, lidah, atau wajah yang mendadak pucat atau kebiruan juga termasuk tanda darurat menurut NHS Inggris. Pelajari langkah pertolongan pertama saat anak kejang agar Anda bisa bertindak lebih tenang.

Buat janji dengan dokter anak bila sentakan muncul beruntun, sering terjadi setelah bangun tidur, hanya kuat di satu sisi, disertai kemunduran kemampuan, atau Anda ragu dengan gerakan yang dilihat. MSD Manual menyebut penanganan dini spasme infantil berkaitan dengan hasil perkembangan yang lebih baik. Deteksi dini memberi lebih banyak pilihan.

Sebelum ke dokter, rekam gerakan bayi dengan ponsel dari awal sampai selesai, lalu catat jam, lama, dan kegiatan bayi sebelumnya. Rekaman ini membantu dokter melihat gerakan yang sulit digambarkan dengan kata-kata.

Bagaimana Dokter Menilai Bayi yang Sering Kaget?

Dokter akan menanyakan kapan gerakan muncul, berapa lama, dan kondisi bayi sesudahnya, lalu melihat rekaman bila ada. Pemeriksaan fisik mencakup kekuatan otot, kesetaraan gerak, dan refleks, termasuk refleks Moro. Pemantauan lewat tes tumbuh kembang anak membantu menilai apakah kemampuan bayi bertambah sesuai usianya.

Bila dokter mencurigai kejang, pemeriksaan lanjutan bisa berupa elektroensefalografi (EEG) untuk merekam aktivitas listrik otak. NINDS menjelaskan pemantauan video bersama EEG membantu menentukan jenis kejang dan menyingkirkan kondisi yang mirip. Pada dugaan spasme infantil, EEG dilakukan saat bayi tidur dan terjaga, disertai MRI otak untuk mencari kelainan struktur.

Jenis pemeriksaan dan ambang diagnosis ditentukan oleh dokter. Memahami perbedaan epilepsi dan kejang membantu Anda mengikuti penjelasan dokter.

Cara Menenangkan Bayi yang Sering Kaget dengan Aman

Refleks kaget akan memudar seiring usia, jadi fokus orang tua adalah membuat bayi nyaman dan tidur dengan aman. Langkah berikut bisa dicoba:

  1. Tidurkan telentang di permukaan yang rata dan kokoh. Kemenkes dan NHS menganjurkan tempat tidur bayi bebas dari bantal, guling, selimut longgar, bumper, dan mainan. Posisi telentang di setiap waktu tidur membantu menurunkan risiko sindrom kematian bayi mendadak atau SIDS.

  2. Bedong dengan cara yang tepat. AAP menyebut bedong yang benar bisa membantu menenangkan bayi. Gunakan kain tipis, sisakan ruang dua sampai tiga jari di antara dada dan bedong, dan biarkan kaki bisa menekuk ke atas dan ke luar, karena bedong terlalu ketat dengan kaki diluruskan bisa memicu displasia panggul, yaitu gangguan pembentukan sendi panggul.

  3. Hentikan bedong saat bayi mulai berusaha berguling. Sebagian bayi mulai berlatih berguling sejak sekitar usia 2 bulan. AAP mencatat penelitian yang menunjukkan risiko SIDS meningkat bila bayi yang dibedong tidur atau berguling ke posisi tengkurap, dan bedong berpemberat juga perlu dihindari.

  4. Bedakan suasana siang dan malam. Siang hari, buka tirai dan ajak bayi berinteraksi. Malam hari, redupkan lampu, kurangi stimulasi, dan jalankan rutinitas sederhana sekitar 20 sampai 30 menit sebelum tidur seperti saran Kemenkes.

  5. Jaga bayi agar tidak kepanasan. Menurut AAP, tanda bayi kepanasan antara lain berkeringat, rambut lembap, pipi kemerahan, ruam panas, dan napas cepat. NHS menyarankan melepas satu lapisan atau lebih bila kulit bayi panas atau berkeringat.

  6. Tidur sekamar di kasur terpisah. NHS menganjurkan bayi tidur di boks terpisah di kamar orang tua setidaknya selama 6 bulan pertama. Hindari tidur bersama bayi di sofa atau kursi.

Dampingi Tidur Bayi dengan Tenang dan Percaya Diri

Bayi sering kaget saat tidur adalah bagian dari perkembangan yang umum di bulan-bulan awal. Lingkungan tidur yang aman dan pengamatan yang tenang membantu si kecil tidur lebih nyaman sekaligus membantu Anda menangkap pola yang perlu diperiksa.

Orang tua yang sering terjaga juga perlu menjaga kesehatannya sendiri, dan medical check up berkala bisa menjadi bagian dari rutinitas itu. Untuk pertanyaan seputar layanan pemeriksaan, hubungi CS Bumame lewat WhatsApp.

Lokasi Klinik Bumame

1.  Klinik Bumame BSD
Ruko Northridge B1 No.16, Rw. Mekar Jaya, Kecamatan Serpong, Tangerang, Banten 15310

2. Klinik Bumame TB Simatupang
Jl. TB Simatupang No.33, RT.1/RW.5, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, DKI Jakarta 12550

3.Klinik Bumame Puri
Ruko Sentra Niaga Puri Indah Blok T6/23 RT.1/RW.2, Kembangan Sel., Kec. Kembangan, Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11610

4. Klinik Bumame Cideng
JAC Building, Jl. Jati Baru Raya No.28 5, Petojo Sel., Kecamatan Gambir, Kota Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10160

5. Klinik Bumame Kelapa Gading
Ruko Mall of Indonesia, Italian Walk Blok C 15-16, RT.18/RW.8, Klp. Gading Bar., Kec. Klp. Gading, Jkt Utara, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 14240

Referensi

  1. American Academy of Pediatrics, HealthyChildren.org — Newborn Reflexes

  2. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Ayo Sehat — Kenapa Bayi Sering Bangun Malam? Pahami Pola Tidurnya dan Ajari Kemampuan Tidur

  3. MSD Manual Consumer Version — Physical Examination of a Newborn

  4. MSD Manual Consumer Version — Infantile Spasms

  5. National Institute of Neurological Disorders and Stroke — Epilepsy and Seizures

  6. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Ayo Sehat — Epilepsi

  7. NHS — Sudden Infant Death Syndrome (SIDS)

  8. American Academy of Pediatrics, HealthyChildren.org — Swaddling, Is It Safe for Your Baby?

Ditinjau secara medis oleh dr. Talitha Amalia

Frequently Asked Question

Apakah normal bayi sering kaget saat tidur?

Ya, pada bulan-bulan awal, bayi sering kaget saat tidur umumnya merupakan refleks Moro, yaitu refleks bawaan yang normal. Namun, konsultasikan dengan dokter jika sentakan muncul berulang, hanya terjadi pada satu sisi tubuh, atau disertai kemunduran kemampuan.

Sampai usia berapa refleks kaget pada bayi hilang?

Refleks Moro biasanya memuncak pada bulan pertama dan mulai menghilang setelah bayi berusia sekitar 2 bulan. Waktunya dapat berbeda pada setiap bayi. Jika refleks tetap kuat seiring bertambahnya usia, konsultasikan dengan dokter anak.

Apakah bayi yang sering kaget perlu dibedong?

Bedong yang tepat dapat membantu menenangkan bayi. Pastikan bayi tetap tidur telentang, kain tidak terlalu ketat, dan pinggul dapat bergerak bebas. Hentikan bedong segera setelah bayi mulai menunjukkan tanda ingin berguling.

Bagaimana membedakan bayi kaget dengan kejang?

Refleks kaget biasanya muncul setelah pemicu, seperti suara keras atau perubahan posisi kepala. Spasme infantil dapat berupa sentakan berulang, sering kali setelah bayi bangun tidur. Tubuh kaku, gemetar, atau bayi tidak merespons seperti biasa perlu segera diperiksa.

Kapan bayi yang sering kaget harus dibawa ke IGD?

Segera bawa bayi ke IGD jika ia berhenti bernapas, kesulitan bernapas, sulit dibangunkan, terkulai lemas, mengalami kebiruan, atau tubuhnya kaku dan terus menyentak. Tanda-tanda tersebut membutuhkan pertolongan medis segera.