Ketika sedang cuci muka, apakah Anda pernah menemukan benjolan di bawah dagu yang muncul secara tiba-tiba? Dan apakah benjolan itu punya bentuk seperti bola kecil yang ada di bawah dagu Anda?
Kadang-kadang, benjolan itu akan menghilang dengan sendirinya. Tapi jika benjolan tidak kunjung hilang setelah Anda biarkan cukup lama, maka Anda perlu memeriksakannya ke dokter.
Meskipun wajar jika Anda merasa cemas menemukan benjolan baru di bagian wajah, jangan buru-buru merasa takut. Faktanya, sebagian besar benjolan di bawah dagu bersifat jinak dan berkaitan dengan hal sederhana seperti infeksi ringan. Agar Anda mampu menentukan penanganan benjolan dengan lebih tenang, perlu memahami penyebab dan ciri-cirinya terlebih dahulu.
Kemungkinan Penyebab Benjolan di Bawah Dagu
Area bawah dagu, yang secara medis disebut submental, memiliki beberapa struktur yang bisa membengkak atau membentuk benjolan. Dari sini, Anda bisa mengira-ngira apa yang sebenarnya menyebabkan munculnya benjolan di area itu secara tiba-tiba.
1. Kelenjar Getah Bening
Dari semua penyebab munculnya benjolan di bawah dagu, kelenjar getah bening adalah biang keladinya yang paling umum. Benjolan ini bisa muncul karena kelenjar getah bening adalah bagian dari sistem kekebalan tubuh yang tugasnya menyaring cairan tubuh dan melawan infeksi.
Banyaknya kelenjar getah bening di area kepala dan leher sering membuat banyak benjolan muncul di kedua area itu. Benjolan itu muncul ketika tubuh sedang melawan infeksi seperti flu, radang tenggorokan, atau infeksi gigi, yang membuat area submental bisa membengkak.
2. Kista
Di antara semua benjolan di leher dan dagu yang bisa muncul, kista adalah salah satu penyebabnya. Kista epidermoid, yang sering disebut juga kista sebasea, terbentuk ketika sel kulit dan keratin menumpuk di bawah permukaan kulit membentuk kantong tertutup.
Benjolan ini biasanya tumbuh perlahan dan bisa bertahan bertahun-tahun tanpa menimbulkan gangguan berarti.
3. Lipoma
Lipoma adalah tumor jinak yang terbentuk dari jaringan lemak dan terasa lembut saat disentuh. Meski lebih jarang muncul tepat di bawah dagu dibandingkan dengan di leher atau bahu, beberapa benjolan di bawah dagu bisa jadi adalah lipoma.
Walau terlihat mengganggu dan bisa jadi menyeramkan bagi sebagian orang, lipoma bukanlah kanker dan umumnya tidak memerlukan penanganan khusus kecuali jika mengganggu secara estetika.
Selain tiga penyebab utama tersebut, kelenjar ludah di bawah rahang juga bisa membengkak akibat sumbatan saluran atau infeksi. Sumbatan atau infeksi inilah yang kemudian dapat menyebabkan munculnya benjolan di area bawah dagu.
Ciri Benjolan yang Umumnya Jinak
Hampir semua benjolan yang muncul di bawah dagu adalah benjolan yang sifatnya jinak dan punya ciri-ciri yang berbeda. Contohnya, benjolan akibat kelenjar getah bening yang membengkak karena infeksi biasanya terasa lunak, sedikit nyeri saat ditekan, dan masih bisa digerakkan sedikit di bawah kulit.
Ukuran benjolan akibat bengkaknya kelenjar getah bening ini jarang lebih besar dari kacang polong atau kacang kenari. Biasanya, benjolan itu akan mengecil sendiri begitu infeksi penyebabnya sembuh.
Kista dan lipoma juga cenderung mirip dengan benjolan akibat bengkaknya kelenjar getah bening. Keduanya muncul secara pelan-pelan, tidak menimbulkan nyeri, dan permukaannya terasa halus tanpa perubahan warna kulit di sekitarnya.
Benjolan seperti ini biasanya bisa digerakkan dengan mudah saat didorong menggunakan jari, karena tidak menempel erat pada jaringan di bawahnya. Jika benjolan Anda memiliki ciri-ciri seperti di atas, Anda bisa membiarkannya begitu saja.
Meski begitu, tidak ada salahnya untuk tetap melakukan pemeriksaan medis jika membutuhkan kepastian mengenai kondisi tersebut.
Ciri Benjolan yang Perlu Anda Waspadai
Seperti pembahasan di atas, hampir semua benjolan yang muncul di bawah dagu umumnya tidak berbahaya. Namun, Anda baru perlu memeriksakan benjolan jika sudah memiliki ciri-ciri sebagai berikut.
Punya tekstur yang terasa keras.
Tidak bergerak saat kita tekan.
Tumbuh cepat dalam hitungan minggu.
Tanda benjolan di atas berbeda dari ciri-ciri benjolan akibat infeksi biasa yang biasanya lunak dan mudah digeser. Apabila ukuran benjolan itu terus bertambah, Anda perlu segera memeriksakannya, apalagi jika benjolan tidak menghilang setelah dua hingga empat minggu.
Benjolan yang muncul di banyak tempat sekaligus, bukan hanya satu titik di bawah dagu, juga bisa menandakan adanya masalah kesehatan yang cukup serius.
Namun, Anda perlu tahu bahwa benjolan dengan ciri-ciri di atas tidak lantas selalu berarti Anda sedang mengidap kondisi serius, seperti tumor atau kanker. Tanda-tanda tadi hanya menunjukkan seberapa perlunya Anda segera berkonsultasi dengan dokter untuk menemukan asal masalahnya.
Gejala Penyerta yang Perlu Anda Perhatikan
Munculnya benjolan jarang sekali berdiri sendiri tanpa gejala lain yang menyertainya. Memerhatikan gejala tambahan ini membantu dokter menentukan kemungkinan penyebab dengan lebih akurat.
Umumnya, gejala seperti demam dan nyeri di tenggorokan yang berlangsung cukup lama kemungkinan besar terjadi karena tubuh sedang bekerja keras melawan infeksi.
Situasi bisa menjadi lebih serius jika gejala yang muncul adalah penurunan berat badan tanpa sebab jelas dan pembengkakan kelenjar getah bening di beberapa area tubuh sekaligus.
Kombinasi gejala ini kadang berkaitan dengan kondisi sistem imun atau kelainan sel darah yang membutuhkan evaluasi menyeluruh.
Sebaliknya, jika kulit di atas benjolan tampak kemerahan, terasa hangat, dan nyeri saat Anda sentuh, kemungkinan ada infeksi lokal atau abses. Ada juga gejala lain yang perlu Anda waspadai, seperti kesulitan menelan atau rasa sesak di area leher.
Anda tidak boleh mengabaikan gejala-gejala di area leher itu karena bisa menandakan pembengkakan yang menekan struktur di sekitarnya, termasuk area yang berdekatan dengan kelenjar tiroid.
Apabila Anda merasa nyeri saat mengunyah atau membuka mulut dengan lebar, itu bisa menandakan adanya gangguan pada kelenjar ludah di bawah rahang.
Kemudian, ada juga gejala lain seperti munculnya ruam kulit di sekitar benjolan dan gatal yang tidak hilang. Anda perlu melihat juga apakah ada benjolan yang muncul di area lain seperti ketiak dan selangkangan.
Terakhir, ada juga kemungkinan munculnya gejala seperti nyeri sendi yang berbarengan dengan kelelahan kronis dan gangguan autoimun yang turut memicu pembengkakan kelenjar getah bening.
Diagnosis Benjolan di Bawah Dagu
Ketika memeriksakan diri ke fasilitas medis, dokter akan memulai pemeriksaan dengan memeriksa kondisi fisik benjolan itu. Dokter akan meraba benjolan untuk menilai ukuran, tekstur, mobilitas, dan tingkat nyerinya, sambil menanyakan gejala apa saja yang sudah dialami.
Jika pemeriksaan fisik tidak cukup, dokter biasanya akan merekomendasikan pemeriksaan pencitraan seperti USG untuk melihat struktur benjolan lebih detail. Jika diperlukan, dokter juga akan merekomendasikan tes darah untuk menilai tanda infeksi atau peradangan dalam tubuh.
Skrining Tambahan untuk Kewaspadaan Kanker di Bumame
Bagi Anda yang ingin mendapatkan gambaran tambahan seputar risiko kanker secara umum, terutama jika memiliki faktor risiko seperti riwayat keluarga, Bumame menyediakan layanan Skrining Kanker Payudara menggunakan biomarker darah CA 15-3 dan CEA.
Meski khusus dirancang untuk memantau risiko kanker payudara, CEA merupakan penanda tumor yang bisa memberikan gambaran risiko kanker secara lebih luas pada tubuh.
Dari semua demografi, tes ini bisa sangat bermanfaat bagi para wanita di atas 40 tahun atau wanita dari keluarga yang punya riwayat kanker payudara. Tes ini juga cocok jika Anda merasa adanya benjolan yang tidak biasa di payudara atau ingin melakukan pemeriksaan biasa.
Anda perlu tahu bahwa pemeriksaan ini hanya bersifat penunjang dan dilakukan hanya melalui sampel darah tanpa persiapan khusus. Setelah melakukan tes ini, hasilnya akan keluar dalam waktu 1×24 jam dan dokter akan membacakan hasilnya langsung kepada Anda.
Walau tidak berhubungan langsung dengan pengobatan benjolan yang ada di bawah dagu, layanan ini bisa tetap berguna untuk kesehatan Anda.
Kapan Harus ke Dokter?
Anda sebaiknya segera memeriksakan diri jika benjolan tidak mengecil dalam waktu dua sampai empat minggu, terasa keras, atau semakin membesar dari waktu ke waktu. Selain itu, Anda juga perlu segera ke dokter jika sudah mengalami gejala-gejala lain yang lebih mencolok, seperti kesulitan menelan atau suara tiba-tiba berubah begitu saja.
Obati Semua Benjolan di Dagu Jika Dicurigai Parah
Meski hampir semua benjolan di bawah dagu sifatnya jinak dan tidak berbahaya, Anda perlu tetap memeriksakannya. Semakin cepat dokter mengenali penyebab benjolan itu, semakin cepat pula Anda mendapatkan penanganan yang tepat.
Anda dapat menghubungi Bumame untuk keperluan konsultasi tentang masalah kesehatan yang terjadi dan saran pemeriksaan yang tepat agar bisa segera sembuh seperti sedia kala!
Lokasi Klinik Bumame
1. Klinik Bumame BSD
Ruko Northridge B1 No.16, Rw. Mekar Jaya, Kecamatan Serpong, Tangerang, Banten 15310
2. Klinik Bumame TB Simatupang
Jl. TB Simatupang No.33, RT.1/RW.5, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, DKI Jakarta 12550
3.Klinik Bumame Puri
Ruko Sentra Niaga Puri Indah Blok T6/23 RT.1/RW.2, Kembangan Sel., Kec. Kembangan, Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11610
4. Klinik Bumame Cideng
JAC Building, Jl. Jati Baru Raya No.28 5, Petojo Sel., Kecamatan Gambir, Kota Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10160
5. Klinik Bumame Kelapa Gading
Ruko Mall of Indonesia, Italian Walk Blok C 15-16, RT.18/RW.8, Klp. Gading Bar., Kec. Klp. Gading, Jkt Utara, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 14240
Referensi:
Cleveland Clinic. (2023). Swollen Lymph Nodes in the Neck (Cervical Lymphadenopathy).
Cleveland Clinic. (2025). Swollen Lymph Nodes.
National Center for Biotechnology Information - StatPearls, NIH. (2023). Adenopathy.
Cleveland Clinic. (2023). Epidermal Inclusion Cyst (Sometimes Called Sebaceous Cyst).
Cleveland Clinic. (2020). Lipoma.
Mayo Clinic. (2025). Swollen lymph nodes - Symptoms & causes.
Mayo Clinic. (2025). Swollen lymph nodes - Diagnosis & treatment.
Health Essentials. (2019). When Are Swollen Glands a Sign of Cancer in the Lymph Nodes?
Ditinjau secara medis oleh dr. Reycha Nabila
Frequently Asked Question
Apa saja penyebab benjolan di bawah dagu?
Apa ciri benjolan di bawah dagu yang umumnya jinak?
Apa ciri benjolan di bawah dagu yang perlu diwaspadai?
Benjolan perlu diwaspadai jika terasa keras, tidak bergerak saat ditekan, tumbuh cepat dalam hitungan minggu, atau tidak menghilang setelah dua hingga empat minggu.
4. Apa saja gejala yang dapat menyertai benjolan di bawah dagu?
Gejala penyerta dapat berupa demam, nyeri tenggorokan, penurunan berat badan tanpa sebab jelas, kemerahan dan nyeri pada kulit, kesulitan menelan, sesak di leher, atau nyeri saat mengunyah dan membuka mulut.
.jpg&w=3840&q=75)