Coba perhatikan seberapa luas area yang bisa Anda lihat saat menatap lurus ke depan. Tanpa menoleh pun, sisi kanan, kiri, atas, dan bawah ikut tertangkap. Area inilah yang disebut penglihatan tepi, bagian yang sering terganggu lebih dulu pada glaukoma. Perubahannya berjalan lambat. Ketika satu mata mulai kehilangan sebagian area pandang, mata yang lain menutupi kekurangannya, sehingga banyak orang tidak menyadari ada yang berubah sampai bertahun-tahun kemudian.
Glaukoma berkembang tanpa keluhan yang menonjol. Pada jenis yang umum ditemukan, tidak ada nyeri dan penglihatan pusat tetap terasa normal sampai kerusakan cukup luas. Kondisi ini bisa ditemukan lebih awal melalui pemeriksaan mata rutin, dan perkembangannya bisa diperlambat dengan penanganan yang tepat.
Apa Itu Glaukoma?
Glaukoma adalah kerusakan pada saraf mata, yang dalam istilah medis disebut saraf optik. Saraf ini bekerja seperti kabel penghubung antara mata dan otak. Semua gambar yang ditangkap mata dikirim ke otak melalui kabel ini untuk diolah menjadi penglihatan. Ketika sebagian serabutnya rusak, sinyal ikut terputus dan area pandang yang diwakilinya perlahan menghilang.
Kerusakan tersebut umumnya berkaitan dengan tekanan bola mata yang terlalu tinggi, yang dalam istilah medis dikenal sebagai tekanan intraokular. Bola mata berisi cairan yang terus diproduksi dan dialirkan keluar lewat saluran kecil. Bila aliran keluarnya terhambat, cairan menumpuk, tekanan naik, dan saraf optik perlahan tertekan.
Glaukoma bisa terjadi pada siapa saja, meski risikonya meningkat seiring bertambahnya usia. Umumnya kedua mata terpengaruh, walau kecepatannya bisa berbeda antara mata kanan dan kiri. Berbagai lembaga kesehatan mata menggolongkan glaukoma sebagai penyebab kebutaan yang bisa dicegah bila terdeteksi sejak dini. Karena berjalan hampir tanpa keluhan, kondisi ini sering disebut pencuri penglihatan. Julukan itu jadi pengingat bahwa pemeriksaan mata rutin punya peran penting.
Jenis Glaukoma dan Gejalanya
Glaukoma punya beberapa jenis. Dua jenis berikut penting Anda kenali karena gejalanya berbeda jauh. Di luar keduanya, ada jenis yang lebih jarang, seperti glaukoma sekunder akibat penyakit atau obat tertentu dan glaukoma kongenital yang muncul sejak bayi.
1. Glaukoma Sudut Terbuka
Glaukoma sudut terbuka adalah jenis yang umum ditemukan di berbagai negara. Jenis ini juga sering disebut glaukoma kronis karena berjalan lama. Saluran pembuangan cairan mata masih terbuka, tetapi kemampuannya mengalirkan cairan menurun sedikit demi sedikit, sehingga tekanan intraokular naik perlahan dalam hitungan bulan sampai tahun.
Karena prosesnya lambat, gejalanya hampir tidak terasa pada tahap awal. Tidak ada nyeri. Penglihatan tepi menyempit perlahan, dimulai dari sisi luar yang jarang diperhatikan. Sebagian orang baru menyadarinya saat mulai sering menabrak barang di sisi tubuh atau kesulitan melihat kendaraan yang datang dari arah samping.
2. Glaukoma Sudut Tertutup Akut
Glaukoma sudut tertutup akut terjadi ketika saluran pembuangan cairan mata tertutup mendadak, sehingga tekanan intraokular melonjak dalam waktu singkat. Serangannya datang tiba-tiba dan terasa jelas.
Gejalanya meliputi nyeri mata hebat, mata merah, penglihatan kabur mendadak, melihat lingkaran cahaya atau halo di sekitar lampu, serta mual dan muntah. Ini termasuk kondisi darurat mata. Bila Anda atau orang terdekat mengalaminya, segera cari pertolongan medis pada hari yang sama karena penanganan yang cepat bisa menyelamatkan penglihatan.
Gejala Glaukoma yang Perlu Dikenali
Secara ringkas, berikut tanda-tanda yang perlu Anda perhatikan:
Penglihatan tepi menyempit. Area pandang di sisi luar berkurang perlahan, sering tanpa disadari. Perubahan ini biasanya baru terasa saat area yang hilang sudah cukup luas.
Mata terasa berat atau nyeri. Keluhannya bisa ringan dan hilang timbul, sehingga mudah dianggap kelelahan biasa. Bila keluhan ini berulang dalam beberapa minggu, sampaikan pada dokter mata.
Melihat halo di sekitar lampu. Lingkaran cahaya mirip pelangi muncul saat memandang sumber cahaya, terutama pada malam hari. Keluhan ini sering dilaporkan saat berkendara malam atau menatap lampu jalan.
Penglihatan kabur secara bertahap. Pandangan makin buram dari waktu ke waktu meski sudah memakai kacamata. Pergantian resep kacamata yang berulang dalam waktu singkat juga layak diperiksa.
Mata merah disertai nyeri hebat dan mual. Kombinasi ini menandakan serangan akut dan termasuk kondisi darurat mata. Penanganan pada hari yang sama diperlukan untuk menahan kerusakan lebih jauh.
Tanda pada bayi (jarang terjadi). Mata tampak lebih besar dari biasanya, sering berair, dan silau saat terkena cahaya. Tanda seperti ini mengarah pada glaukoma kongenital dan perlu dinilai oleh dokter mata.
Munculnya salah satu gejala di atas belum tentu berarti glaukoma. Kondisi lain seperti katarak atau kelelahan mata bisa memberi keluhan yang mirip. Pemeriksaan oleh dokter mata tetap menjadi cara yang tepat untuk memastikan penyebabnya.
Penyebab dan Faktor Risiko
Akar masalah glaukoma ada pada tekanan cairan di dalam bola mata. Cairan yang seharusnya mengalir keluar justru tertahan, lalu tekanannya menekan saraf optik dari waktu ke waktu. Pada sebagian kasus, kerusakan saraf juga bisa terjadi meski tekanan intraokular tergolong normal, sehingga pemeriksaan menyeluruh oleh dokter mata tetap diperlukan.
Beberapa kondisi berikut membuat seseorang lebih berisiko mengalami glaukoma:
Usia di atas 40 tahun. Kemampuan saluran pembuangan cairan mata menurun seiring waktu, sehingga risikonya naik pada tiap dekade.
Riwayat keluarga dengan glaukoma, terutama orang tua atau saudara kandung. Sampaikan hal ini saat pemeriksaan mata.
Diabetes. Kadar gula darah yang tinggi dalam jangka panjang bisa merusak pembuluh darah halus di mata, dan mengenali ciri-ciri diabetes sejak awal membantu Anda mengelola risiko ini.
Rabun jauh atau rabun dekat berat. Kelainan refraksi dengan ukuran tinggi mengubah bentuk bola mata dan ikut memengaruhi aliran cairan di dalamnya.
Riwayat cedera pada mata. Benturan atau luka pada mata bisa mengganggu saluran pembuangan cairan, kadang bertahun-tahun setelah kejadiannya.
Pemakaian obat kortikosteroid jangka panjang, termasuk obat tetes mata steroid yang dipakai tanpa pengawasan dokter. Pemakaian berulang tanpa kontrol bisa menaikkan tekanan intraokular pada sebagian orang.
Bila Anda punya satu atau beberapa faktor di atas, jadwal pemeriksaan mata Anda perlu lebih teratur dibanding orang tanpa faktor risiko.
Baca Juga: Kenapa Medical Check Up Tahunan Penting
Kapan Harus Konsultasi ke Dokter?
Waktunya bergantung pada bentuk gejala yang Anda alami.
Bila muncul nyeri mata hebat secara mendadak disertai mata merah, penglihatan kabur, dan mual, segera datang ke IGD atau dokter mata pada hari yang sama. Gejala seperti ini mengarah pada serangan glaukoma sudut tertutup akut yang perlu ditangani cepat.
Bila gejalanya bertahap, misalnya area pandang yang terasa menyempit atau pandangan yang makin kabur dalam beberapa bulan, jadwalkan pemeriksaan mata dalam waktu dekat. Makin cepat diperiksa, makin cepat pula penyebabnya diketahui.
Bila Anda berusia di atas 40 tahun dan punya faktor risiko seperti diabetes atau riwayat keluarga glaukoma, lakukan pemeriksaan mata berkala meski tanpa keluhan sama sekali. Glaukoma tahap awal umumnya hanya bisa ditemukan lewat pemeriksaan, karena gejalanya belum terasa.
Diagnosis Glaukoma
Diagnosis glaukoma dilakukan oleh dokter mata. Rangkaiannya umumnya mencakup pengukuran tekanan intraokular lewat tonometri, pemeriksaan kondisi saraf optik, dan tes lapang pandang untuk menilai luas area yang masih bisa Anda lihat. Dari gabungan hasil itu, dokter bisa menilai apakah ada kerusakan saraf, seberapa jauh perkembangannya, dan penanganan seperti apa yang sesuai untuk kondisi Anda.
Pemeriksaan ini sekaligus membedakan glaukoma dari gangguan mata lain dengan keluhan mirip, seperti katarak. Bila hasilnya baik, dokter biasanya menyarankan jadwal kontrol berikutnya sesuai tingkat risiko Anda.
Menjaga Kesehatan Mata Mulai dari Faktor Risikonya
Faktor risiko seperti usia dan riwayat keluarga memang menetap. Perhatian Anda bisa diarahkan ke faktor yang masih bisa dikelola, dan diabetes termasuk di dalamnya.
Diabetes yang tidak terkontrol merusak pembuluh darah halus di seluruh tubuh, termasuk pembuluh kecil yang memberi nutrisi pada mata. Kerusakan inilah yang ikut meningkatkan risiko glaukoma dan gangguan penglihatan lainnya. Karena itu, memantau gula darah secara rutin termasuk bagian dari menjaga kesehatan mata, terutama bila Anda berusia di atas 40 tahun atau punya riwayat keluarga diabetes.
Pemeriksaan gula darah tersedia dalam Paket MCU Plus Bumame, bersama panel kesehatan lain yang memberi gambaran menyeluruh tentang kondisi tubuh Anda.
Perlu dicatat, pemeriksaan mata dan pengukuran tekanan intraokular dilakukan oleh dokter mata. Peran pemeriksaan laboratorium adalah membantu Anda mengendalikan faktor risiko dari sisi metabolik, sehingga keduanya saling melengkapi. Bila masih ragu memilih paket yang sesuai, konsultasi gratis dengan CS Bumame tersedia sebelum pemeriksaan.
Pencegahan dan Kebiasaan yang Membantu
Glaukoma memang belum sepenuhnya bisa dicegah, tetapi kebiasaan berikut membantu menurunkan risiko sekaligus menemukannya lebih awal:
Lakukan pemeriksaan mata berkala setelah usia 40 tahun. Kebutuhan pemeriksaan juga berubah seiring bertambahnya usia, dan medical check up berdasarkan usia bisa menjadi acuan untuk menyusun jadwalnya.
Kontrol gula darah secara rutin, terutama bila Anda punya diabetes atau berisiko mengalaminya.
Lindungi mata dari cedera saat berolahraga atau bekerja dengan alat yang berisiko mengenai wajah.
Jangan memakai obat tetes mata steroid tanpa resep dokter.
Olahraga teratur dengan intensitas ringan sampai sedang untuk membantu menjaga tekanan intraokular dan kesehatan pembuluh darah.
Penuhi nutrisi mata dari menu harian. Asupan seperti vitamin A untuk penglihatan mendukung kesehatan mata secara umum.
Deteksi Dini Membantu Menjaga Penglihatan
Kerusakan akibat glaukoma belum bisa disembuhkan, tetapi perkembangannya bisa diperlambat bila ditemukan sejak awal. Makin dini terdeteksi, makin luas penglihatan yang bisa dipertahankan. Mulailah dari langkah sederhana, periksakan mata Anda secara berkala dan kelola faktor risiko seperti gula darah mulai sekarang.
Lokasi Klinik Bumame
1. Klinik Bumame BSD
Ruko Northridge B1 No.16, Rw. Mekar Jaya, Kecamatan Serpong, Tangerang, Banten 15310
2. Klinik Bumame TB Simatupang
Jl. TB Simatupang No.33, RT.1/RW.5, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, DKI Jakarta 12550
3.Klinik Bumame Puri
Ruko Sentra Niaga Puri Indah Blok T6/23 RT.1/RW.2, Kembangan Sel., Kec. Kembangan, Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11610
4. Klinik Bumame Cideng
JAC Building, Jl. Jati Baru Raya No.28 5, Petojo Sel., Kecamatan Gambir, Kota Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10160
Referensi
Mayo Clinic. Glaucoma. Retrieved 2 September 2026 from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/glaucoma/symptoms-causes/syc-20372839
Cleveland Clinic. Glaucoma. Retrieved 2 September 2026 from https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/4212-glaucoma
American Academy of Ophthalmology. What Is Glaucoma? Retrieved 2 September 2026 from https://www.aao.org/eye-health/diseases/what-is-glaucoma
NHS. Glaucoma. Retrieved 2 September 2026 from https://www.nhs.uk/conditions/glaucoma/
StatPearls, NCBI Bookshelf. Glaucoma. Retrieved 2 September 2026 from https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK538217/
Ditinjau secara medis oleh dr. Reycha Nabila
