Bercak bulat kemerahan muncul di kulit, terasa gatal, lalu pelan-pelan melebar. Banyak orang mengira bercak seperti ini alergi biasa, kemudian membiarkannya sampai berminggu-minggu. Padahal, pola bercak yang melingkar dan terus melebar sering kali menandakan kurap.
Kabar baiknya, kurap termasuk masalah kulit yang mudah diobati bila dikenali sejak awal. Tantangan utamanya justru ada di penularan. Kurap mudah berpindah lewat sentuhan kulit, handuk yang dipakai bersama, sampai hewan peliharaan di rumah.
Artikel ini membahas gejala kurap secara lengkap, mulai dari penyebab dan cara penularannya, perbandingan kurap dengan eksim dan psoriasis, tanda kapan perlu ke dokter, sampai cara mengatasinya.
Apa Itu Kurap?
Kurap adalah infeksi jamur pada kulit (tinea) yang khas dengan bercak berbentuk cincin. Dalam bahasa Inggris, kurap disebut ringworm. Nama itu sering menimbulkan salah paham, seolah penyakitnya disebabkan cacing. Kenyataannya, kurap murni disebabkan jamur.
Kurap bisa tumbuh di hampir semua bagian tubuh. Bentuk gejalanya sedikit berbeda di tiap lokasi, tetapi polanya serupa, yaitu bercak kemerahan yang gatal dan makin melebar. Dalam istilah medis, penamaannya mengikuti area yang terkena. Kurap di kulit badan disebut tinea corporis, di kulit kepala tinea capitis, di selangkangan tinea cruris, dan di sela jari kaki tinea pedis.
Pada anak-anak, kurap lebih sering muncul di kulit kepala karena penularan mudah terjadi di sekolah atau tempat bermain. Iklim yang hangat dan lembap seperti di Indonesia membuat jamur kulit mudah berkembang. Karena itu, kurap termasuk keluhan kulit yang umum ditemui sehari-hari.
Gejala Kurap
Gejala kurap biasanya berkembang bertahap dan bisa Anda amati sendiri di rumah. Tandanya tidak selalu muncul bersamaan, tetapi umumnya ada satu atau dua ciri yang menonjol. Lima tanda berikut perlu Anda perhatikan.
1. Bercak Melingkar Seperti Cincin dengan Tepi Menonjol Kemerahan
Ciri khas kurap adalah bercak berbentuk cincin. Tepinya kemerahan, sedikit menonjol, dan teraba lebih kasar dibanding kulit di sekitarnya. Ukuran bercak bervariasi, dari sebesar uang logam sampai beberapa sentimeter, dan bisa muncul satu saja atau beberapa sekaligus. Pola cincin inilah pembeda kurap dari kebanyakan masalah kulit lain.
2. Gatal Terutama Saat Berkeringat
Rasa gatal hampir selalu menyertai kurap. Gatal cenderung memburuk saat tubuh berkeringat, saat udara panas, atau saat area bercak tertutup pakaian lembap. Banyak orang justru baru menyadari ada bercak karena gatal yang muncul setelah beraktivitas. Bila terus digaruk, kulit bisa lecet, perih, dan makin lama sembuhnya.
3. Bagian Tengah Bercak Tampak Lebih Bersih
Seiring waktu, bagian tengah bercak sering memudar dan mendekati warna kulit normal. Jamur tumbuh aktif di bagian tepi, sehingga tengah bercak terlihat lebih bersih. Pola inilah yang membuat kurap tampak seperti cincin yang jelas di kulit. Pada bercak yang masih baru, pola ini kadang belum terbentuk, sehingga bercak terlihat merah merata terlebih dahulu.
4. Bersisik atau Berkerak di Tepinya
Tepi bercak kurap sering bersisik halus, kering, atau sedikit berkerak. Pada sebagian orang, muncul bintil-bintil kecil di sepanjang tepi bercak. Sisik ini mengandung jamur yang mudah berpindah saat bercak digaruk.
5. Melebar Perlahan bila Tidak Diobati
Tanpa pengobatan, bercak kurap perlahan meluas ke kulit di sekitarnya. Bercak baru juga bisa muncul di bagian tubuh lain, biasanya terbawa tangan setelah menggaruk area yang terinfeksi. Perluasan berlangsung pelan, sehingga perubahannya sering baru terasa setelah beberapa minggu. Membandingkan ukuran bercak dari waktu ke waktu, misalnya lewat foto berkala, membantu Anda menilai apakah pengobatan sudah bekerja.
Lokasi tumbuhnya jamur ikut memengaruhi bentuk gejala. Di kulit kepala, kurap bisa membuat rambut patah dan meninggalkan area pitak. Di kaki, kulit di sela jari tampak mengelupas, basah, dan perih, keluhan umum pada pemakai sepatu tertutup sepanjang hari. Di selangkangan, bercak kemerahan terasa gatal dan sering meluas ke lipatan paha, terutama setelah berjalan jauh atau berolahraga.
Penyebab dan Cara Penularannya
Kurap disebabkan kelompok jamur bernama dermatofita (jamur yang hidup dari lapisan tanduk kulit). Jamur ini menyukai bagian tubuh yang hangat dan lembap, misalnya lipatan kulit dan area yang banyak berkeringat. Sebagian besar kasus berasal dari tiga genus, yaitu Trichophyton, Microsporum, dan Epidermophyton. Ketiganya memakai keratin di lapisan luar kulit, kuku, serta rambut sebagai sumber makanan.
Penularan kurap bisa terjadi lewat beberapa jalur berikut.
Kontak kulit langsung dengan orang yang sedang terinfeksi.
Berbagi handuk, pakaian, sisir, topi, atau sprei dengan penderita kurap.
Menyentuh hewan peliharaan yang terinfeksi, seperti kucing, anjing, atau kelinci.
Menginjak atau menyentuh permukaan lembap yang terkontaminasi jamur, misalnya lantai kamar mandi umum, area kolam renang, dan ruang ganti.
Jamur penyebab kurap bisa bertahan cukup lama di benda mati. Karena itu, barang pribadi seperti handuk dan pakaian sebaiknya tidak dipakai bergantian. Setelah menyentuh hewan peliharaan atau selesai berolahraga kontak, biasakan juga mencuci tangan dengan sabun.
Faktor Risiko
Semua orang bisa terkena kurap. Meski begitu, beberapa kondisi berikut membuat infeksi lebih mudah terjadi.
Berkeringat berlebih, terutama bila tidak segera berganti pakaian.
Sering memakai pakaian ketat yang lembap dalam waktu lama.
Handuk yang jarang dicuci atau dipakai bersama anggota keluarga.
Olahraga dengan kontak kulit erat, seperti gulat atau bela diri.
Daya tahan tubuh yang sedang menurun.
Gula darah tinggi yang tidak terkontrol.
Dua faktor terakhir sering luput dari perhatian. Keduanya ikut menjelaskan kenapa kurap pada sebagian orang mudah kambuh meski sudah diobati. Bila beberapa faktor ini ada pada Anda, ganti pakaian yang lembap sesegera mungkin dan keringkan lipatan kulit setelah mandi.
Perbedaan Kurap, Eksim, dan Psoriasis
Kurap, eksim, dan psoriasis sama-sama menimbulkan bercak kemerahan di kulit, sehingga ketiganya sering tertukar. Tabel berikut merangkum perbedaan utamanya.
Kapan Harus Konsultasi ke Dokter?
Sebagian besar kurap membaik dengan perawatan mandiri. Meski begitu, ada beberapa kondisi yang sebaiknya diperiksakan langsung ke dokter.
Bercak makin meluas atau jumlahnya bertambah banyak.
Tidak ada perbaikan setelah perawatan mandiri sekitar dua minggu.
Bercak muncul di kulit kepala atau wajah.
Kurap kambuh berulang kali meski pengobatan sudah diselesaikan.
Dokter bisa memeriksa langsung apakah bercak Anda memang kurap atau kondisi kulit lain yang mirip. Khusus kurap di kulit kepala, pengobatannya umumnya membutuhkan obat minum dari dokter, sehingga makin cepat diperiksa makin baik. Sebelum berangkat, catat sejak kapan bercak muncul dan perawatan apa saja yang sudah dicoba, agar dokter bisa menilai kondisi Anda lebih cepat.
Cara Mengatasi Kurap
Pengobatan kurap umumnya sederhana dan bisa dimulai dari rumah. Langkah berikut membantu bercak sembuh lebih cepat sekaligus mencegah penularan.
Gunakan krim antijamur sesuai anjuran dokter atau apoteker.
Jaga area yang terkena tetap kering dan bersih, terutama setelah mandi dan berolahraga.
Hindari menggaruk bercak agar jamur tidak berpindah ke bagian tubuh lain.
Cuci handuk, pakaian, dan sprei yang dipakai selama infeksi dengan air hangat.
Periksakan hewan peliharaan ke dokter hewan bila diduga menjadi sumber penularan, lalu obati sampai selesai.
Lanjutkan pengobatan sesuai durasi yang dianjurkan, walau bercak sudah tampak membaik.
Poin terakhir sering diabaikan. Bercak yang tampak memudar belum tentu bebas jamur sepenuhnya. Pengobatan yang berhenti terlalu cepat membuat sisa jamur tumbuh kembali dan kurap pun kambuh lagi. Selama pengobatan, gunakan handuk pribadi dan hindari bertukar pakaian dengan anggota keluarga.
Kenali Bercaknya, Obati Sampai Tuntas
Kurap mudah menular, tetapi juga mudah dikenali dan diobati. Perhatikan pola bercaknya. Bentuk cincin dengan tepi menonjol, gatal saat berkeringat, dan bagian tengah yang tampak bersih adalah kombinasi ciri yang bisa Anda kenali sendiri.
Mulai pengobatan sejak dini, jaga kulit tetap kering, dan selesaikan pengobatan sampai tuntas. Bila kurap terus kambuh, jadikan itu pengingat untuk memeriksa kondisi tubuh secara menyeluruh, termasuk kadar gula darah. Dengan langkah yang tepat, kulit Anda bisa kembali sehat dan nyaman.
Lokasi Klinik Bumame
1. Klinik Bumame BSD
Ruko Northridge B1 No.16, Rw. Mekar Jaya, Kecamatan Serpong, Tangerang, Banten 15310
2. Klinik Bumame TB Simatupang
Jl. TB Simatupang No.33, RT.1/RW.5, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, DKI Jakarta 12550
3.Klinik Bumame Puri
Ruko Sentra Niaga Puri Indah Blok T6/23 RT.1/RW.2, Kembangan Sel., Kec. Kembangan, Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11610
4. Klinik Bumame Cideng
JAC Building, Jl. Jati Baru Raya No.28 5, Petojo Sel., Kecamatan Gambir, Kota Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10160
Referensi
Mayo Clinic. Ringworm (body). Retrieved 2 September 2026 from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/ringworm-body/symptoms-causes/syc-20353780
Centers for Disease Control and Prevention. About Ringworm. Retrieved 2 September 2026 from https://www.cdc.gov/ringworm/about/index.html
Cleveland Clinic. Ringworm. Retrieved 2 September 2026 from https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/4560-ringworm
Yee, G., & Al Aboud, A. M. Tinea Corporis. Retrieved 2 September 2026 from https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK544360/
National Health Service. Ringworm. Retrieved 2 September 2026 from https://www.nhs.uk/conditions/ringworm/
Ditinjau secara medis oleh dr. Reycha Nabila
