Mau pesan layanan Homecare Bumame? Klik disini.

Mau pesan layanan Homecare Bumame? Klik disini.

Biang Keringat: Penyebab, Ciri, dan Cara Menghilangkan
Kembali ke Artikel & Berita

Biang Keringat: Penyebab, Ciri, dan Cara Menghilangkan

SBATips Kesehatan

Apakah cuaca panas dan keringat berlebih membuat kulit Anda terasa gatal, perih, hingga muncul bintik-bintik merah? Jika ya, kondisi tersebut bisa menjadi tanda biang keringat, terutama ketika kulit terpapar panas dalam waktu lama.

Anda ingin tahu bagaimana cara membedakannya dari penyakit kulit lain dan mengatasinya dengan tepat? Ketahui selengkapnya di artikel ini.

Apa Itu Biang Keringat?

Biang keringat, yang dalam bahasa medis disebut miliaria, adalah kondisi ruam kulit yang disebabkan oleh tersumbatnya saluran kelenjar keringat. Keringat yang tidak bisa keluar dengan baik akan memicu iritasi serta munculnya lepuhan kecil dan bintik.

Ruam bisa terjadi pada orang dewasa atau bayi, khususnya di area dada, leher, ketiak, punggung, lipatan kulit, dan area yang tertutup oleh pakaian. Gangguan kondisi kulit ini bersifat tidak menular dan keluhannya tidak selalu berupa ruam merah. Hal ini karena sebagian jenisnya memiliki tampilan seperti gelembung kecil berisi cairan bening.

Penyebab Biang Keringat dan Faktor yang Meningkatkan Risikonya

Penyebab utamanya  adalah penyumbatan maupun peradangan yang terjadi di kelenjar keringat. Kondisi ini membuat keringat tertahan di lapisan kulit lalu menimbulkan ruam. Namun, mengutip Mayo Clinic, ada juga faktor-faktor yang meningkatkan risikonya, yaitu:

  • Cuaca lembab dan panas: Kondisi keringat meningkat, sementara penguapannya cenderung lambat;

  • Pakaian berlapis atau ketat: Keringat dan suhu panas menjadi lebih mudah terperangkap di kulit;

  • Aktivitas fisik: Pekerjaan berat atau olahraga bisa meningkatkan produksi keringat;

  • Usia bayi: Saluran keringat pada bayi masih belum berkembang sempurna, sehingga lebih mudah tersumbat;

  • Istirahat terlalu lama di tempat tidur: Panas dan kelembapan bisa menumpuk di bagian kulit yang terus menempel pada kasur; dan

  • Demam: Peningkatan suhu tubuh bisa membuat keringat lebih banyak.

Ciri-Ciri Biang Keringat Berdasarkan Jenisnya

Ciri-ciri biang keringat biasanya bergantung pada kedalaman saluran keringat yang tersumbat. Secara klinis, ada beberapa bentuk miliaria yang memiliki tampilan berbeda. Berikut ini penjelasan selengkapnya.

1. Miliaria Crystallina

Miliaria crystallina adalah bentuk yang paling dangkal. Gejalanya bisa berupa gelembung yang sangat kecil berisi cairan bening, mudah pecah, dan menyerupai tetesan air.

Biasanya, seseorang yang mengalaminya tidak merasakan nyeri ataupun gatal. Gejala ini lebih sering ditemukan pada bayi, meskipun orang dewasa juga bisa mengalaminya.

2. Miliaria Rubra

Sering dinamakan prickly heat, jenis ini ditandai dengan bintik merah yang terasa perih, gatal, dan memiliki sensasi seperti tertusuk jarum. Ruam umumnya muncul di area yang tertutup lipatan kulit atau pakaian. Itulah kenapa miliaria rubra juga menjadi salah satu jenis biang keringat yang paling banyak dijumpai.

3. Miliara Pustulosa

Miliaria pustulosa merupakan gangguan kulit lanjutan dari miliaria rubra, yang mana ditandai dengan munculnya bintil kecil berisi nanah (pustula) di permukaan kulit. Miliaria ini bisa muncul di area tubuh yang mudah berkeringat, seperti leher, punggung, dada, dan lipatan kulit.

Berbeda dari miliaria biasa, jenis ini memiliki bintil berisi cairan menyerupai nanah sehingga perlu dibedakan dari infeksi kulit lainnya agar mendapatkan penanganan yang sesuai.

4. Miliaria Profunda

Jenis ini tergolong jarang terjadi dan melibatkan bagian kulit yang lebih dalam. Gejalanya bisa berupa benjolan padat yang warnanya menyerupai kulit, terkadang terasa gatal atau nyeri.

Pada kasus berulang atau luas, kemampuan tubuh dalam mengeluarkan keringat bisa terganggu sehingga perlu memperhatikan pengaturan suhu tubuh. Selain itu, ruam yang disertai dengan gatal juga disebabkan oleh dermatitis atau alergi kulit, sehingga penting untuk memeriksakan kondisi agar tahu penyebab yang pasti.

Diagnosis Biang Keringat

Biasanya, dokter akan mendiagnosis lewat wawancara dan pemeriksaan langsung pada kulit. Mungkin Anda akan ditanya kapan ruam muncul, paparan panas, bagian tubuh mana yang terdampak, aktivitas yang bisa memicu keringat, dan apakah terdapat nyeri, ruam, atau cairan dari ruam.

Lalu, dokter akan mulai menilai warna, lokasi, bentuk, dan kedalaman bintik. Pada beberapa kasus yang khas, pemeriksaan tambahan biasanya tidak dibutuhkan. Jika ternyata tampilannya tidak biasa, berulang, atau terindikasi sebagai kondisi lain, dokter bisa mempertimbangkan pemeriksaan lanjutan sesuai dengan temuan klinis.

Komplikasi Biang Keringat

Sebagian besar kasus akan membaik tanpa mengalami masalah serius. Akan tetapi, ruam yang terus digaruk atau mengalami iritasi bisa mengalami infeksi bakteri sekunder. Tandanya bisa berupa nyeri yang semakin para, munculnya nanah, kulit terasa gatal, bengkak, atau kemerahan yang meluas.

Sementara itu, miliaria profunda yang berulang atau berat bisa mengganggu saluran keringat, yang membuat tubuh kesulitan untuk mendinginkan diri. Untuk itu, ruam yang disertai pusing, kepanasan berlebih, atau kondisi tubuh yang memburuk harus mendapatkan perhatian medis.

Cara Menghilangkan Biang Keringat

Cara menghilangkan biang keringat merujuk pada bagaimana langkah mengurangi panas, mencegah iritasi bertambah, dan menghentikan keringat berlebihan.

1. Perawatan Mandiri di Rumah

Pada kebanyakan kasus ringan, penanganannya pun cukup dilakukan di rumah dengan tahapan berikut ini.

  • Dinginkan kulit: Pindahlah ke ruangan yang sejuk dan mempunyai sirkulasi udara yang baik. Kemudian, kompres area ruam dengan kain bersih yang telah dibasahi air sejuk selama beberapa menit.

  • Mandi dengan air suam-suam kuku atau air sejuk: Gunakan sabun yang lembut tanpa pewangi, lalu keringkan kulit dengan cara menepuknya secara perlahan.

  • Kenakan pakaian longgar: Pilihlah baju berbahan ringan dan menyerap keringat dengan baik sehingga kulit tidak lembab.

  • Hindari menggaruk: Hal ini karena menggaruk bisa melukai kulit dan meningkatkan risiko infeksi.

  • Hindari produk yang terlalu berat: Salep berminyak atau krim bisa memperburuk penyumbatan saluran keringat pada beberapa orang. Jangan mengoleskan banyak produk sekaligus pada ruam.

Pada bayi, sebaiknya hindari membedongnya terlalu rapat atau memakaikan pakaian berlapis saat cuaca panas. Jika ruam sangat mengganggu, dokter atau apoteker bisa menyarankan obat tertentu sesuai gejala dan usia. Krim kortikosteroid ringan atau antihistamin tidak boleh digunakan sembarangan, khususnya pada anak kecil dan bayi.

2. Perawatan Medis Jika Gejala Berat

Ketika ruam tidak kunjung membaik setelah beberapa hari, sangat gatal, semakin luas, atau terlihat bernanah, maka dokter akan mengevaluasi apakah terdapat infeksi atau kondisi kulit lain.

Penanganan bisa berupa pemberian obat oles untuk mengurangi peradangan maupun obat lain jika terdapat penyebab yang membutuhkan terapi khusus. Antibiotik hanya dibutuhkan ketika dokter menilai ada infeksi bakteri, bukan untuk seluruh kasus biang keringat.

Selain itu, pada penderita bayi, ruam yang menetap juga harus dibedakan dari dermatitis atopik atau kondisi kulit lain. Maka dari itu, penting untuk berkonsultasi untuk mengetahui perbedaan keluhan yang biasa terjadi pada kulit bayi.

Pencegahan Biang Keringat

Tujuan dari pencegahan biang keringat adalah mengurangi panas, penumpukan keringat, dan kelembapan pada kulit. Sehingga, beberapa kebiasaan di bawah ini mungkin bisa membantu menjaga kulit agar tetap nyaman dan mengurangi kondisi yang bisa menimbulkan penyumbatan saluran keringat.

  • Gunakan pakaian yang ringan dan longgar, khususnya ketika cuaca panas.

  • Jaga ruangan agar tetap sejuk dengan kipas dan ventilasi yang memadai.

  • Segera ganti pakaian yang basah karena keringat.

  • Biasakan mandi setelah beraktivitas dan keringkan lipatan kulit.

  • Kurangi aktivitas outdoor saat suhu lingkungan sedang tinggi.

  • Hindari penggunaan salep berminyak atau krim secara berlebihan di area yang rentan.

  • Pastikan bayi tidak mengenakan terlalu banyak lapisan pakaian.

Pemeriksaan Kesehatan Kulit di Bumame

Umumnya, biang keringat bisa dikenali lewat pemeriksaan kulit oleh dokter gigi serta tidak selalu memerlukan tes laboratorium. Akan tetapi, jika Anda mengalami keluhan kulit yang berulang atau ingin mengevaluasi faktor kesehatan lain yang bisa berhubungan dengan kondisi kulit, Anda perlu memeriksakan diri ke dokter.

Bumame hadir dengan layanan MCU Skin Panel (Core) yang menyediakan pemeriksaan darah mencakup tes HbA1c, glukosa puasa, vitamin D 25-OH, hs-CRP, zinc serum, dan protein lokal. Pemeriksaan ini akan memberi gambaran sejumlah faktor metabolik, peradangan, dan nutrisi yang berhubungan dengan kesehatan tubuh.

Kapan Harus ke Dokter?

Segera cari pertolongan medis ketika ruam disertai nyeri berat, demam, pembengkakan, nanah, atau penyebaran yang cepat. Pemeriksaan juga dibutuhkan ketika ruam tidak kunjung membaik setelah beberapa hari melakukan perawatan mandiri, sering kambuh, dan diagnosisnya tidak jelas.

Untuk ruam yang muncul bersamaan dengan kesulitan menelan, sesak napas, atau pembengkakan mata maupun bibir, segera cari pertolongan darurat. Hal ini karena gejala tersebut bisa menjadi tanda kondisi serius yang bukan sekadar miliaria.

Jaga Kulit Tetap Sejuk agar Biang Keringat Cepat Membaik

Biang keringat atau miliaria terjadi saat keringat terperangkap karena saluran keringat yang tersumbat. Gejalanya bisa berupa bintik merah disertai rasa gatal, gelembung bening, sampai benjolan meradang.

Kebanyakan kasus ringan akan berangsur membaik dengan cara menjaga kulit tetap kering, sejuk, dan tidak mengalami gesekan secara berlebihan. Akan tetapi, ketika keluhan menetap, semakin parah, hingga bahkan disertai tanda infeksi, segera periksakan diri ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Lokasi Klinik Bumame

1.  Klinik Bumame BSD
Ruko Northridge B1 No.16, Rw. Mekar Jaya, Kecamatan Serpong, Tangerang, Banten 15310

2. Klinik Bumame TB Simatupang
Jl. TB Simatupang No.33, RT.1/RW.5, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, DKI Jakarta 12550

3.Klinik Bumame Puri
Ruko Sentra Niaga Puri Indah Blok T6/23 RT.1/RW.2, Kembangan Sel., Kec. Kembangan, Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11610

4. Klinik Bumame Cideng
JAC Building, Jl. Jati Baru Raya No.28 5, Petojo Sel., Kecamatan Gambir, Kota Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10160

5. Klinik Bumame Kelapa Gading
Ruko Mall of Indonesia, Italian Walk Blok C 15-16, RT.18/RW.8, Klp. Gading Bar., Kec. Klp. Gading, Jkt Utara, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 14240

Referensi:

  1. Mayo Clinic — Heat Rash: Symptoms and Causes

  2. DermNet New Zealand — Miliaria

  3. MSD Manual Professional Edition — Miliaria

  4. American Academy of Dermatology Association — Rash 101 in Adults: When to Seek Medical Treatment

  5. National Health Service — Heat Rash (Prickly Heat)

  6. Bumame — MCU Skin Panel (Core): Tes, Persiapan, Harga & Manfaat

  7. Bumame — Jenis Penyakit Kulit yang Umum di Indonesia

  8. Bumame — Dermatitis Atopik pada Bayi: Gejala & Perawatan

  9. Cleveland Clinic — Heat Rash (Prickly Heat): Symptoms & Treatment

  10. MedlinePlus — Babies and Heat Rashes

Ditinjau secara medis oleh dr. Febe Rangga Saba Pong Tambing

Frequently Asked Question

Apa penyebab biang keringat?

Biang keringat terjadi ketika saluran keringat tersumbat sehingga keringat terperangkap di kulit dan memicu iritasi. Risikonya meningkat saat cuaca panas dan lembap, memakai pakaian ketat atau berlapis, berolahraga, mengalami demam, atau beristirahat terlalu lama di tempat tidur.

Apa saja ciri-ciri biang keringat?

Ciri biang keringat bergantung pada jenisnya. Gejala dapat berupa gelembung kecil berisi cairan bening, bintik merah yang terasa gatal atau perih, bintil berisi nanah, maupun benjolan padat menyerupai warna kulit. Ruam sering muncul di leher, dada, punggung, ketiak, dan lipatan kulit.

Apakah biang keringat bisa sembuh sendiri?

Ya, sebagian besar kasus biang keringat ringan dapat membaik dalam beberapa hari dengan mengurangi paparan panas dan menjaga kulit tetap sejuk. Hindari menggaruk ruam serta menggunakan krim atau salep berminyak secara berlebihan karena dapat memperburuk penyumbatan pada sebagian orang.

Bagaimana cara menghilangkan biang keringat?

Dinginkan kulit dengan kompres air sejuk, mandi menggunakan air sejuk atau suam-suam kuku, dan pilih sabun lembut tanpa pewangi. Kenakan pakaian longgar yang ringan, jaga sirkulasi udara, serta hindari menggaruk. Jika ruam semakin parah atau bernanah, konsultasikan kepada dokter untuk mendapatkan penanganan yang sesuai.

Kapan biang keringat harus diperiksa ke dokter?

Periksakan diri jika ruam tidak membaik setelah beberapa hari, sering kambuh, semakin luas, terasa sangat nyeri, atau disertai demam, pembengkakan, maupun nanah. Segera cari pertolongan darurat jika ruam disertai sesak napas, kesulitan menelan, atau pembengkakan bibir dan mata.