Mau pesan layanan Homecare Bumame? Klik disini.

Mau pesan layanan Homecare Bumame? Klik disini.

Kenapa Telinga Berdenging? Ini Penyebab dan Pengobatannya
Kembali ke Artikel & Berita

Kenapa Telinga Berdenging? Ini Penyebab dan Pengobatannya

SBATips Kesehatan

Anda mungkin pernah merasakan telinga berdenging, padahal suasana sekitar sedang tenang. Meski sering dikaitkan dengan mitos, sebenarnya kondisi ini adalah kondisi medis yang disebut dengan tinnitus.

Biasanya, kondisi ini hanya berlangsung sesaat. Namun, ada juga kasus di mana dengingan berlangsung cukup lama, sehingga mengganggu tidur dan konsentrasi. Ketahui semua hal tentang kondisi mendengar suara dengingan di artikel ini.

Apa Itu Telinga Berdenging (Tinnitus)?

Telinga berdenging atau tinnitus adalah persepsi suara yang terdengar di telinga atau kepala tanpa adanya sumber suara eksternal. Suaranya sendiri tidak selalu berupa denging, tapi juga bisa berupa desis, gemuruh, dengung, atau bunyi berdenyut seperti detak jantung.

Tinnitus bisa terjadi pada salah satu atau kedua telinga, bahkan juga bisa terasa seperti berasal dari dalam kepala. Selain itu, tingkat gangguannya pun berbeda-beda. Ada yang hanya merasakannya sesekali, tapi ada juga yang mengalaminya berulang, sehingga mengganggu aktivitas harian.

Jenis Kondisi Telinga Berdenging

Berdasarkan sumber suara yang terdeteksi, tinnitus terbagi menjadi dua jenis, yaitu tinnitus subjektif dan tinnitus objektif. Begini penjelasannya.

1. Tinnitus Subjektif

Tinnitus subjektif adalah jenis yang paling umum terjadi. Pada kondisi ini, suara hanya bisa didengar oleh orang yang mengalaminya dan tidak bisa terdeteksi secara langsung oleh pemeriksa menggunakan alat pemeriksaan biasa. Kondisi ini sering berkaitan dengan gangguan pendengaran akibat usia, paparan suara keras, atau perubahan pada sistem pendengaran.

2. Tinnitus Objektif

Sementara tinnitus objektif adalah jenis yang kasusnya lebih jarang terjadi. Pada kondisi ini, suara yang penderita dengar berasal dari aktivitas fisik di dalam tubuh, seperti aliran darah atau gerakan otot tertentu.

Karena sumber suara berasal dari aktivitas fisik, suara tersebut terkadang bisa didengar saat pemeriksaan khusus. Tinnitus objektif biasanya berkaitan dengan gangguan pembuluh darah, kelainan struktur di sekitar telinga, atau kontraksi otot.

Kenapa Telinga Berdenging?

Penyebab telinga berdenging cukup beragam, mulai dari yang ringan hingga yang disebabkan oleh kondisi medis serius. Berikut adalah beberapa faktor yang paling sering menyebabkan kondisi ini.

1. Paparan Suara Keras

Suara dari speaker konser, mesin, alat kerja, atau penggunaan earphone dengan volume tinggi dalam waktu lama bisa merusak sel-sel rambut halus di telinga bagian dalam. Kerusakan inilah yang memicu munculnya tinnitus, baik yang sifatnya sementara atau menetap.

2. Gangguan Pendengaran Akibat Usia

Kemampuan mendengar manusia cenderung menurun seiring bertambahnya usia. Perubahan pada telinga bagian dalam dan sistem saraf pendengaran juga bisa membuat keluhan telinga berdenging lebih sering muncul.

3. Penumpukan Kotoran Telinga

Kotoran telinga yang menyumbat saluran telinga bisa menghambat pendengaran dan memicu denging. Keluhan ini biasanya akan membaik setelah sumbatan mendapatkan penanganan (pembersihan) yang aman.

4. Infeksi atau Gangguan Telinga

Infeksi telinga, adanya cairan di telinga tengah, atau masalah pada struktur telinga juga bisa menimbulkan sensasi berdenging di telinga. Tidak hanya itu, kondisi tersebut juga bisa muncul dengan rasa nyeri atau penurunan fungsi pendengaran.

5. Penyakit Meniere

Penyakit Meniere adalah gangguan telinga bagian dalam kronis yang bisa menyebabkan masalah pendengaran, termasuk tinnitus. Tidak hanya tinnitus, penyakit ini juga bisa menimbulkan gangguan keseimbangan tubuh, seperti vertigo.

6. Efek Samping Obat

Beberapa obat pun bisa memicu atau memperburuk tinnitus, terutama pada dosis tertentu. Beberapa contohnya seperti aspirin dosis tinggi, obat antiinflamasi, antibiotik, dan beberapa obat kemoterapi.

Jika Anda mengalami telinga berdenging yang kemungkinan besar terjadi karena konsumsi obat-obatan tersebut, jangan langsung menghentikan konsumsi obat. Konsultasikan terlebih dahulu kepada dokter.

7. Gangguan Rahang atau Kepala dan Leher

Masalah sendi rahang, kebiasaan menggertakkan gigi, atau ketegangan otot leher terkadang mempengaruhi tinnitus. Pada sebagian orang, suara bahkan bisa berubah saat rahang digerakkan atau leher berada pada posisi tertentu.

8. Gangguan Pembuluh Darah atau Kondisi Lain

Tinnitus yang mengikuti irama denyut jantung bisa berkaitan dengan aliran darah di sekitar telinga. Lebih jarang, tinnitus juga bisa berhubungan dengan gangguan saraf pendengaran atau kondisi kesehatan lainnya. Oleh karena itu, keluhan yang menetap atau memiliki karakteristik tidak biasa perlu mendapatkan evaluasi medis.

Faktor Risiko Telinga Berdenging

Beberapa kondisi yang lebih khusus bisa meningkatkan kemungkinan seseorang mengalami tinnitus, khususnya yang mempengaruhi telinga atau sistem pendengaran. Berikut ini penjelasannya.

  • Paparan suara keras berulang: Misalnya saat bekerja di lingkungan bising atau sering mendengarkan musik dengan volume tinggi.

  • Pertambahan usia: Risiko gangguan pendengaran meningkat seiring bertambahnya usia.

  • Gangguan pendengaran: Orang dengan penurunan kemampuan mendengar lebih berisiko mengalami tinnitus.

  • Kondisi kesehatan tertentu: Seperti diabetes, tekanan darah tinggi (hipertensi), gangguan tiroid, atau penyakit Meniere.

  • Penggunaan obat tertentu: Beberapa obat bisa memicu atau memperburuk denging, bergantung pada jenis dan dosisnya.

  • Riwayat cedera kepala atau leher: Cedera juga bisa mempengaruhi struktur telinga atau jalur saraf yang memproses suara.

Gejala Telinga Berdenging

Gejala utama tinnitus adalah mendengar suara yang tidak berasal dari lingkungan sekitar. Suara tersebut bisa berupa denging bernada tinggi, desis, siulan, dengungan rendah, atau gemuruh.

Keluhan ini bisa muncul sesekali atau berlangsung terus-menerus. Sebagian orang hanya menyadarinya saat  suasana tenangi. Namun, ada juga yang bisa mendengarnya saat beraktivitas.

Selain itu, pada beberapa kasus, kondisi telinga berdenging juga bisa muncul beserta gejala lainnya, tergantung pada sumber penyebabnya, yaitu:

  • Pendengaran terasa berkurang atau telinga seperti tersumbat;

  • Pusing atau sensasi berputar;

  • Nyeri telinga atau keluarnya cairan dari telinga;

  • Sulit tidur dan berkonsentrasi karena suara yang terus terdengar; serta

  • Kecemasan atau perubahan suasana hati ketika keluhan berlangsung lama.

Jika suara berdenging mengikuti irama detak jantung, jangan sampai mengabaikannya. Kondisi ini perlu mendapatkan pemeriksaan secepatnya untuk mengetahui apakah ada masalah pada pembuluh darah atau penyebab lain yang membutuhkan penanganan khusus.

Diagnosis Telinga Berdenging

Fokus diagnosis tinnitus adalah mengetahui karakteristik keluhan dan mencari penyebabnya. Biasanya, diagnosis melibatkan beberapa tahapan berikut.

  • Wawancara medis: Dokter akan menanyakan kapan denging mulai muncul, apakah terjadi pada satu atau kedua telinga, seperti apa suara yang terdengar, serta apakah keluhan berlangsung terus-menerus. Riwayat paparan suara keras, cedera, hingga obat yang dikonsumsi juga menjadi bagian dari pertanyaan.

  • Pemeriksaan telinga: Dokter memeriksa saluran telinga dan gendang telinga untuk melihat kemungkinan penumpukan kotoran, infeksi, atau gangguan lain. 

  • Tes pendengaran: Tes audiometri umumnya dilakukan untuk mengetahui apakah tinnitus berkaitan dengan gangguan pendengaran. Prosedur tes ini membantu menilai kemampuan mendengar berbagai frekuensi suara.

  • Pemeriksaan tambahan: Jika suara denging hanya terjadi pada satu telinga, berdenyut mengikuti detak jantung, atau disertai temuan tertentu, dokter bisa mempertimbangkan pemeriksaan pencitraan seperti MRI atau CT scan. 

Komplikasi Telinga Berdenging

Meski gejalanya terdengar remeh, tinnitus pada dasarnya bisa memberi dampak tersendiri pada penderitanya, terutama jika berlangsung lama dan tidak mendapatkan penanganan tepat. Adapun beberapa dampak yang mungkin terjadi adalah sebagai berikut

  • Gangguan tidur: Suara yang terasa lebih jelas saat malam hari bisa membuat penderita mengalami kesulitan tidur.

  • Kesulitan berkonsentrasi: Suara denging yang menetap bisa mengganggu konsentrasi saat bekerja atau belajar.

  • Stres dan kecemasan: Sebagian orang merasa frustrasi karena tidak bisa mengabaikan suara yang muncul.

  • Penurunan kualitas hidup: Gangguan tidur, konsentrasi, dan suasana hati bisa mempengaruhi kegiatan sehari-hari.

Pengobatan Telinga Berdenging

Pengobatan telinga berdenging bergantung pada penyebab dan tingkat gangguan yang terjadi. Tidak ada satu terapi yang efektif untuk semua orang, namun ada sejumlah pendekatan yang bisa mengurangi gejalanya, di antaranya adalah sebagai berikut.

  • Mengatasi penyebabnya: Jika tinnitus terjadi karena penumpukan kotoran telinga atau infeksi, dokter umumnya bisa menangani kondisi tersebut. Namun, jika penyebabnya dicurigai sebagai efek obat, dokter biasanya akan mengevaluasi apakah dosis atau jenis obat perlu diubah.

  • Menggunakan alat bantu dengar: Jika tinnitus muncul disertai gangguan pendengaran, alat bantu dengar bisa membantu memperjelas suara dari lingkungan, sehingga denging menjadi kurang menonjol.

  • Terapi suara: Suara latar yang lembut, seperti suara hujan atau kipas angin, dapat membantu mengurangi kontras antara tinnitus dan suasana sekitar, terutama saat beristirahat atau tidur.

  • Terapi perilaku kognitif: Terapi perilaku kognitif (cognitive behavioral therapy atau CBT) membantu seseorang mengelola respons emosional dan stres akibat tinnitus.

  • Mengelola kondisi kesehatan lain: Jika tinnitus berkaitan dengan masalah tertentu, seperti gangguan pembuluh darah atau penyakit telinga bagian dalam, penanganan akan berfokus pada penyebab tersebut.

Pencegahan Telinga Berdenging

Tidak semua kasus tinnitus bisa dicegah. Namun, Anda bisa melindungi pendengaran dan mengurangi risiko munculnya keluhan melalui beberapa praktik berikut.

  • Batasi paparan suara keras. Gunakan pelindung telinga saat bekerja di lingkungan bising atau menghadiri acara dengan suara sangat keras.

  • Atur volume earphone. Dengarkan musik pada volume yang nyaman dan berikan jeda secara berkala.

  • Jangan memasukkan benda ke saluran telinga. Hindari penggunaan cotton bud terlalu dalam karena hal tersebut bisa mendorong kotoran dan melukai telinga.

  • Periksa obat yang digunakan. Jika denging muncul setelah Anda mulai mengkonsumsi obatan tertentu, konsultasikan dengan dokter.

  • Jaga kesehatan secara menyeluruh. Kelola penyakit kronis dan lakukan pemeriksaan jika muncul gangguan pendengaran atau keluhan telinga yang menetap.

Medical Check Up untuk Mendukung Pemantauan Kesehatan

Meski tidak termasuk berbahaya, telinga berdenging bisa berkaitan dengan kondisi kesehatan tertentu, terutama jika ada gejala lain yang menyertainya. Jika Anda mengalami tinnitus dengan gejala lain yang menyertai, menjalani evaluasi medis menjadi langkah yang sebaiknya Anda pertimbangkan.

Paket Medical Check Up Plus dari Bumame bisa memfasilitasi kebutuhan tersebut. Kami menyediakan layanan pemeriksaan rutin yang lebih luas, sehingga memungkinkan Anda bisa mendapatkan gambaran kesehatan secara menyeluruh. Paket medis ini mencakup enam fokus utama, yang meliputi kesehatan jantung, fungsi hati, fungsi ginjal, tes darah, gula darah dan metabolisme, serta tulang dan sendi.

Jika Anda memiliki riwayat gangguan tiroid yang kuat disinyalir sebagai penyebab telinga berdenging, Bumame juga menyediakan fasilitas untuk memeriksakannya. Melalui paket pemeriksaan hormon Tiroid dari Bumame, Anda bisa mendapatkan gambaran fungsi tiroid dan kelenjar tiroid.

Kapan Harus ke Dokter?

Periksakan diri jika telinga berdenging terus-menerus, semakin mengganggu, terjadi hanya pada satu telinga, atau disertai gangguan pendengaran. Denging yang mengikuti irama denyut jantung juga perlu segera mendapatkan evaluasi medis.

Selain itu, jika tinnitus muncul dengan gejala lain seperti penurunan pendengaran mendadak, kelemahan otot wajah, vertigo berat, atau gejala saraf lainnya, segera cari pertolongan medis.

Jangan Abaikan Denging yang Terus Berulang

Telinga berdenging pada dasarnya adalah kondisi medis yang bisa terjadi karena berbagai penyebab, mulai dari paparan suara keras, gangguan pendengaran, penumpukan kotoran telinga, efek obat, maupun kondisi kesehatan tertentu.

Tinnitus umumnya tidak membahayakan jiwa, namun bisa mengindikasikan adanya gangguan kesehatan yang lebih serius. Oleh karena itu, jika kondisi ini muncul berulang atau dengan keluhan lain seperti penurunan pendengaran, kelemahan otot wajah, atau vertigo berat, maka evaluasi medis sebaiknya dilakukan.

Lokasi Klinik Bumame

1.  Klinik Bumame BSD
Ruko Northridge B1 No.16, Rw. Mekar Jaya, Kecamatan Serpong, Tangerang, Banten 15310

2. Klinik Bumame TB Simatupang
Jl. TB Simatupang No.33, RT.1/RW.5, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, DKI Jakarta 12550

3.Klinik Bumame Puri
Ruko Sentra Niaga Puri Indah Blok T6/23 RT.1/RW.2, Kembangan Sel., Kec. Kembangan, Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11610

4. Klinik Bumame Cideng
JAC Building, Jl. Jati Baru Raya No.28 5, Petojo Sel., Kecamatan Gambir, Kota Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10160

5. Klinik Bumame Kelapa Gading
Ruko Mall of Indonesia, Italian Walk Blok C 15-16, RT.18/RW.8, Klp. Gading Bar., Kec. Klp. Gading, Jkt Utara, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 14240

Referensi:

  1. National Institute on Deafness and Other Communication Disorders (NIDCD) — Tinnitus

  2. Mayo Clinic — Tinnitus: Symptoms and Causes

  3. Mayo Clinic — Tinnitus: Diagnosis and Treatment

  4. Bumame — Medical Check Up Plus

  5. Bumame — Hormon Tiroid

Ditinjau secara medis oleh dr. Febe Rangga Saba Pong Tambing

Frequently Asked Question

Kenapa telinga berdenging?

Telinga berdenging atau tinnitus dapat disebabkan paparan suara keras, penurunan pendengaran akibat usia, penumpukan kotoran telinga, infeksi, penyakit Meniere, efek samping obat, gangguan rahang, atau masalah pembuluh darah.

Apa saja gejala telinga berdenging?

Gejala tinnitus meliputi suara denging, desis, siulan, dengungan, gemuruh, atau bunyi berdenyut tanpa sumber suara eksternal. Kondisi ini terkadang disertai penurunan pendengaran, telinga terasa tersumbat, pusing, nyeri telinga, sulit tidur, dan kesulitan berkonsentrasi.

Apakah telinga berdenging bisa hilang sendiri?

Telinga berdenging dapat hilang sendiri jika penyebabnya bersifat sementara. Namun, jika denging berlangsung terus-menerus, sering berulang, atau mengganggu aktivitas, sebaiknya lakukan pemeriksaan medis untuk mengetahui penyebabnya.

Bagaimana cara mengobati telinga berdenging?

Pengobatan tinnitus bergantung pada penyebabnya. Penanganan dapat mencakup mengatasi sumbatan atau infeksi telinga, mengevaluasi obat yang digunakan bersama dokter, memakai alat bantu dengar jika terdapat gangguan pendengaran, menggunakan terapi suara, dan menjalani terapi perilaku kognitif untuk membantu mengelola stres akibat tinnitus.

Kapan telinga berdenging harus diperiksa ke dokter?

Periksakan diri jika denging menetap, semakin mengganggu, hanya terjadi pada satu telinga, atau mengikuti irama detak jantung. Segera cari pertolongan medis jika tinnitus disertai penurunan pendengaran mendadak, kelemahan otot wajah, atau vertigo berat.