Booking layanan Bumame tanpa antri. Klik disini.

Booking layanan Bumame tanpa antri. Klik disini.

memahami apa itu bradikardia
Kembali ke Artikel & Berita

Bradikardia: Gejala, Penyebab, dan Cara Menanganinya

Bumamemedical check up

Salah satu hal yang mungkin pernah dialami oleh sebagian orang setelah mereka bangun tidur atau berolahraga adalah merasa denyut jantung atau nadinya lambat. Kondisi ini sebenarnya tidak terlalu berbahaya. Akan tetapi, ketika disertai keluhan seperti mudah lelah, pusing, bahkan pingsan, bisa jadi bradikardia adalah penyebabnya.

Jantung berfungsi untuk memompa darah yang membawa oksigen dan nutrisi ke seluruh tubuh. Jika detak jantung terlalu lambat, aliran darah ke organ-organ penting berkurang, dan menyebabkan berbagai masalah kesehatan. Dengan mengetahui penanganan awalnya tepat

Apa Itu Bradikardia?

Bradikardia adalah penyakit di mana otot jantung berdetak lebih lambat dari standar normalnya, yaitu kurang dari 60 kali per menit ketika kita sedang istirahat. Sangat rendah, tetapi semua bradikardia tidak selalu menunjukkan tanda ada masalah kesehatan.

Atlet maupun orang yang rutin berolahraga kerap mempunyai detak jantung lebih lambat karena memang jantungnya bekerja secara lebih efisien. Sebaliknya, sebagian orang mengalami masalah ini karena gangguan yang terjadi pada sistem kelistrikan jantung.

Ketika denyut jantung lambat, jumlah darah yang dipompa menjadi berkurang. Akibatnya, berbagai organ penting seperti ginjal, otak, serta jantung sendiri bisa kekurangan oksigen yang berpotensi memunculkan beragam gejala yang bisa mengganggu aktivitas.

Seberapa parah bradikardia itu sendiri tergantung dari apa penyebabnya dan apakah ada gejala lain yang ikut muncul. Maka dari itu, penting untuk melakukan pemeriksaan kesehatan oleh tenaga medis ketika mengalami denyut jantung lambat dan disertai keluhan lain atau bahkan kondisinya semakin memburuk.

Penyebab Bradikardia

Bradikardia bisa dipicu oleh beragam kondisi kesehatan yang bisa berpengaruh terhadap kemampuan jantung dalam menghasilkan serta menghantarkan impuls listrik. Di bawah ini beberapa penyebab paling umum.

1. Gangguan pada Sistem Kelistrikan Jantung

Impuls listrik bertugas mengendalikan setiap denyut jantung. Jika bagian SA node atau simpul sinus sebagai pusat listrik jantung tidak berfungsi dengan baik, atau impuls listrik tidak dapat diteruskan dengan baik ke jantung, detak jantung akan lebih lambat daripada biasanya. Masalah ini sering ditemukan pada penderita blok jantung atau sindrom sinus sakit.

2. Pertambahan Usia

Seiring tambahnya usia, jaringan di jantung mengalami perubahan secara normal, yaitu pembentukan jaringan parut dan menurunnya fungsi. Perubahan tersebut bisa mengganggu sistem penghantar listrik dan menyebabkan risiko bradikardia meningkat, khususnya pada lansia. 

3. Penyakit Jantung

Riwayat penyakit jantung koroner, serangan jantung, kelainan jantung, sampai peradangan otot jantung bisa merusak jaringan penghantar listrik. Terjadinya kerusakan tersebut bisa membuat irama jantung tidak teratur atau lebih lambat.

4. Efek Samping Obat

Beberapa jenis obat memiliki efek memperlambat denyut jantung. Contohnya adalah beberapa obat hipertensi, beta-blocker, digoksin, dan obat antiaritmia. Sehingga penggunaan obat-obatan tersebut harus disesuaikan dengan saran dokter dan dengan pengawasan.

5. Gangguan Metabolik

Bradikardia juga bisa dipicu oleh masalah kesehatan lain, seperti ketidakseimbangan kadar kalium di dalam darah, hipotiroidisme, atau sleep apnea. Selama penyebab yang mendasarinya teratasi maka detak jantung bisa normal kembali.

Faktor Risiko Bradikardia

Memang bradikardia bisa menimpa siapa saja, tapi ada beberapa kondisi yang menyebabkan seseorang jauh lebih rentan mengalaminya.

1. Usia Lebih dari 65 Tahun

Proses penuaan mengakibatkan terjadinya perubahan struktur serta fungsi jaringan jantung. Maka dari itu, lansia mempunyai risiko yang lebih tinggi mengalami gangguan irama jantung daripada seseorang yang usianya lebih muda.

2. Mempunyai Penyakit Jantung

Orang yang pernah menderita gagal jantung, serangan jantung, penyakit jantung koroner, maupun kelainan katup jantung cenderung lebih rentan mengalami gangguan pada sistem kelistrikan jantung.

3. Menderita Hipertensi

Hipertensi adalah penyakit yang bisa menyebabkan perubahan struktur jantung yang berdampak pada alur penghantar listrik dalam mengatur detak jantung.

4. Mengonsumsi Obat-obatan Tertentu

Mengonsumsi obat yang memengaruhi detak jantung, terutama apabila tanpa pemantauan dokter, dapat meningkatkan risiko bradikardia. Usahakan tidak mengubah dosis obat, apalagi secara tiba-tiba mengganti obat tanpa sepengetahuan dokter.

5. Memiliki Gangguan Tidur

Gangguan tidur semacam sleep apnea yang mengakibatkan napas berhenti sementara ketika tidur bisa berpengaruh terhadap kadar oksigen di dalam tubuh serta berkontribusi terhadap detak jantung yang lambat.

Gejala Bradikardia

Beberapa penderita bradikardia tidak selalu merasakan adanya keluhan. Akan tetapi, apabila detak jantung terlalu lambat maka akan mengurangi pasokan darah ke organ tubuh, sehingga gejala-gejala berikut ini bisa muncul.

1. Mudah lelah

Tubuh memerlukan oksigen yang cukup agar bisa menjalankan aktivitas. Saat jantung memompa darah lebih sedikit, seseorang akan merasa cepat lelah meski hanya menjalankan aktivitas ringan.

2. Kepala Kleyengan atau Pusing

Otak harus mendapatkan aliran darah secara stabil. Suplai darah ke otak yang berkurang bisa mengakibatkan detak jantung melambat yang berakibat pada sensasi melayang atau pusing, terutama ketika berdiri.

3. Sesak Napas

Seseorang dapat mengalami sesak napas sesederhana ketika menaiki tangga atau berjalan karena jantung tidak bisa memenuhi kebutuhan oksigen tubuh secara optimal saat aktivitas meningkat.

4. Nyeri Dada

Saat sirkulasi darah ke otot jantung menurun, maka akan timbul rasa ketidaknyamanan atau nyeri di dada. Keluhan tersebut perlu segera dievaluasi, karena dapat menjadi tanda munculnya penyakit jantung.

5. Pingsan/Hampir Pingsan

Untuk kasus yang lebih berat, pasokan darah menuju otak bisa berkurang secara signifikan sehingga mengakibatkan hilangnya kesadaran sementara. Gejala tersebut membutuhkan pemeriksaan medis secepatnya.

Jenis-Jenis Bradikardia

Secara umum, bradikardia dapat dibedakan berdasarkan tempat gangguan pada sistem kelistrikan jantung.

1. Sinus Bradikardia

Bradikardia ini terjadi ketika adanya penurunan frekuensi impuls listrik oleh simpul sinus sehingga membuat detak jantung lebih lambat dari biasanya. Kondisi ini normal terjadi pada atlet, tetapi juga dapat terjadi karena suatu penyakit atau efek samping obat.

2. Blok Jantung 

Terjadi blok jantung saat impuls listrik yang berasal dari serambi jantung tidak dapat diteruskan dengan baik ke bilik jantung. Tingkat keparahannya bisa ringan sampai berat. Apabila sudah masuk fase berat bisa memerlukan alat pacu jantung untuk menstabilkan denyut jantung.

Kapan Harus ke Dokter?

Sebenarnya tidak semua bradikardia memerlukan penanganan darurat. Namun, konsultasi dengan dokter sebaiknya dilakukan segera jika detak jantung melambat disertai gejala yang mengganggu aktivitas atau muncul berulang-ulang.

Pemeriksaan sejak dini akan membantu dokter dalam menentukan apakah kondisi ini normal atau berhubungan dengan gangguan terhadap sistem kelistrikan jantung atau penyakit lain.

Segera dapatkan pertolongan medis ketika mengalami:

  • Nyeri dada berulang dan tidak kunjung membaik;

  • Pingsan;

  • Kebingungan berat;

  • Sesak napas berat;

  • Jantung terasa begitu lambat, disertai tubuh lemas.

Jangan menunggu sampai menjadi buruk dulu baru diperiksa. Maka dari itu, mendeteksi lebih awal jauh lebih baik daripada harus menangani komplikasi yang sudah terlanjur muncul.

Bagaimana Dokter Melakukan Diagnosis Bradikardia?

Dokter biasanya akan melakukan pemeriksaan dengan menggabungkan hasil pemeriksaan fisik, wawancara medis, serta pemeriksaan penunjang agar bisa mengetahui penyebabnya.

1. Pemeriksaan Fisik

Dokter biasanya menanyakan riwayat penyakit, gejala yang dirasakan, konsumsi obat-obatan, sampai kebiasaan sehari-hari. Kemudian, dokter juga akan memeriksa detak nadi, tekanan darah, dan mendengarkan suara jantung dengan menggunakan stetoskop. Informasi yang didapatkan menjadi dasar dalam menentukan pemeriksaan lanjutan.

2. Elektrokardiogram (EKG)

Elektrokardiogram atau EKG adalah pemeriksaan utama yang bertujuan untuk mengetahui aktivitas listrik jantung. Lewat pemeriksaan ini, dokter bisa mengetahui apakah detak jantung yang lambat terjadi karena gangguan pada blok jantung, implus sinus, maupun kelainan irama lainnya.

3. Holter Monitor

Apabila detak jantung lambat tidak selalu muncul ketika pemeriksaan kesehatan di rumah sakit, dokter bisa menyarankan untuk menggunakan Holter Monitor selama 24 sampai 48 jam atau lebih.

Ini adalah alat yang akan merekam aktivitas dari listrik jantung ketika seseorang melakukan aktivitas sehari-hari. Dengan begitu, peluang untuk mendeteksi gangguan irama akan lebih besar.

4. Pemeriksaan Darah

Dokter juga bisa merekomendasikan pemeriksaan darah agar mengetahui kemungkinan terdapat penyebab lain, seperti ketidakseimbangan elektrolit, gangguan fungsi tiroid, infeksi, maupun kondisi medis lain yang bisa berpengaruh terhadap detak jantung.

Apakah Bradikardia Bisa Diobati?

Untuk pengobatannya tidak bisa disamaratakan karena kembali pada penyebab bradikardia. Adapun detak jantung lambat yang tidak menimbulkan gejala dan tergolong normal, umumnya tidak membutuhkan terapi khusus. Biasanya dokter hanya menyarankan pemantauan secara berkala untuk memastikan bahwa kondisinya tetap stabil.

Akan tetapi, ketika bradikardia terjadi karena penyakit tertentu, penanganan akan berfokus pada penyebab tersebut. Misalnya, jika obat menyebabkan efek samping ini, dapat dilakukan penggantian obat dan penyesuaian dosis sesuai arahan dokter. Namun jika hormon tiroid lah yang menyebabkan detak jantung melemah, bisa diatasi dengan terapi hormon.

Jika kondisinya lebih buruk dan gangguan ini menyebabkan gejala yang mengganggu, dokter biasanya akan merekomendasikan pemasangan alat pacu jantung. Alat ini berfungsi untuk mempertahankan detak jantung normal dan sesuai dengan kebutuhan tubuh. Dengan begitu, aliran darah akan menjadi lebih normal.

Cara Mencegah Bradikardia

Sebenarnya ada beberapa hal sederhana yang bisa dilakukan untuk mengurangi risiko bradikardia, yakni:

  • Ubah gaya hidup dengan banyak makan sayur, buah, biji-bijian utuh dan batasi makanan dengan kandungan garam dan lemak jenuh untuk menjaga kesehatan jantung.

  • Lakukan aktivitas fisik, setidaknya 150 menit per minggu sehingga fungsi jantung selalu optimal.

  • Kontrol tekanan darah, kolesterol, dan diabetes sesuai dengan anjuran dokter agar bisa mengurangi risiko masalah irama jantung.

  • Hindari merokok serta minum alkohol secara berlebihan karena bisa meningkatkan risiko beragam penyakit jantung.

  • Lakukan medical check up untuk mendeteksi penyakit jantung secara dini agar bisa melakukan penanganan lebih cepat.

Pentingnya Medical Check Up untuk Mendeteksi Bradikardia

Alasan bradikardia cukup tricky adalah gejalanya sering tidak terasa di awal. Banyak yang baru menyadarinya setelah melakukan cek kesehatan atau ketika kondisinya sudah mengganggu aktivitas sehari-hari.

Di Bumame, tersedia layanan Medical Check Up General Premium yang menyediakan pemeriksaan kesehatan lengkap termasuk yang bersangkutan dengan detak jantungnya. Terdapat tiga jenis pemeriksaan detak jantung dalam paket medical check up ini, yakni cek kondisi fisik, EKG, dan tes treadmill (untuk mendeteksi detak jantung selama beraktivitas).

Atau jika menginginkan opsi pemeriksaan lebih spesifik dan terjangkau, pilih Paket Kesehatan Jantung yang khusus melakukan pemeriksaan jantung, termasuk gangguan irama jantung.

Selain itu, Bumame juga menyediakan konsultasi gratis dengan menghubungi WhatsApp Bumame untuk mendapatkan layanan yang tepat sesuai kebutuhan Anda.

Lokasi Klinik Bumame

1. Klinik Bumame Cideng
JAC Building, Jl. Jati Baru Raya No.28 5, Petojo Sel., Kecamatan Gambir, Kota Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10160

2. Klinik Bumame TB Simatupang
Jl. TB Simatupang No.33, RT.1/RW.5, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, DKI Jakarta 12550

3. Klinik Bumame BSD
Ruko Northridge B1 No.16, Rw. Mekar Jaya, Kecamatan Serpong, Tangerang, Banten 15310

Referensi: 

American Heart Association. (2024). Bradycardia: Slow Heart Rate.

National Heart, Lung, and Blood Institute. (2022). Bradycardia.

Merck Manual Consumer Version. (2024). Bradycardia.

American College of Cardiology, American Heart Association, & Heart Rhythm Society. (2019). 2018 Guideline on the Evaluation and Management of Patients With Bradycardia and Cardiac Conduction Delay.

Mayo Clinic. (2024). Bradycardia - Symptoms and Causes.

MSD Manual Consumer Version. (2023). Heart Block.

Ditinjau secara medis oleh dr. Denizha Irfani

Frequently Asked Question

Apa itu bradikardia?

Bradikardia adalah kondisi ketika detak jantung lebih lambat dari normal, yaitu kurang dari 60 kali per menit saat sedang beristirahat. Kondisi ini tidak selalu menandakan adanya masalah kesehatan, tetapi dapat menyebabkan gangguan jika disertai gejala tertentu.

Apa penyebab utama bradikardia?

Bradikardia dapat disebabkan oleh gangguan pada sistem kelistrikan jantung, pertambahan usia, penyakit jantung, efek samping obat-obatan tertentu, serta gangguan metabolik seperti hipotiroidisme, ketidakseimbangan kadar kalium, atau sleep apnea.

Apa saja gejala bradikardia yang perlu dikenali?

Gejala bradikardia meliputi mudah lelah, pusing atau kepala terasa melayang, sesak napas, nyeri dada, hingga pingsan atau hampir pingsan akibat berkurangnya aliran darah ke organ tubuh.

Apa saja jenis-jenis bradikardia?

Bradikardia dibedakan menjadi dua jenis utama, yaitu sinus bradikardia yang terjadi akibat penurunan frekuensi impuls listrik dari simpul sinus, serta blok jantung yang terjadi ketika impuls listrik dari serambi jantung tidak dapat diteruskan dengan baik ke bilik jantung.

Kapan harus segera ke dokter jika mengalami bradikardia?

Segera periksa ke dokter apabila detak jantung lambat disertai gejala yang mengganggu aktivitas atau muncul berulang. Pertolongan medis juga diperlukan jika mengalami nyeri dada yang tidak membaik, pingsan, kebingungan berat, sesak napas berat, atau tubuh terasa sangat lemas karena detak jantung yang terlalu lambat.

Bagaimana cara mendiagnosis bradikardia?

Dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan wawancara medis, kemudian dapat dilanjutkan dengan pemeriksaan elektrokardiogram (EKG), Holter monitor, serta pemeriksaan darah untuk mengetahui penyebab bradikardia.

Bagaimana cara mengobati bradikardia?

Pengobatan bradikardia disesuaikan dengan penyebabnya. Jika tidak menimbulkan gejala, biasanya cukup dipantau secara berkala. Apabila disebabkan oleh penyakit atau obat tertentu, penanganan difokuskan pada penyebab tersebut. Pada kondisi yang lebih berat, dokter dapat merekomendasikan pemasangan alat pacu jantung.

Bagaimana cara membantu mencegah bradikardia?

Pencegahan bradikardia dapat dilakukan dengan menerapkan pola makan sehat, rutin beraktivitas fisik, mengontrol tekanan darah, kolesterol, dan diabetes, menghindari merokok serta konsumsi alkohol berlebihan, serta menjalani medical check up secara berkala untuk mendeteksi gangguan jantung sejak dini.

Bradikardia: Gejala, Penyebab, dan Cara Menanganinya | Bumame