Coba perhatikan postur Anda dari samping di depan cermin. Punggung bawah yang melengkung ke dalam itu normal, bahkan diperlukan agar tubuh bisa berdiri tegak dan meredam beban saat berjalan. Yang menjadi masalah adalah ketika lengkungan itu berlebihan, sampai perut tampak terdorong ke depan dan bokong menonjol ke belakang.
Kondisi lengkung punggung bawah yang berlebihan itulah yang disebut lordosis. Ia sering muncul pelan-pelan, dibarengi pegal pinggang setelah lama berdiri, dan kerap dikira sekadar kebiasaan berdiri yang buruk. Memahami penyebabnya membantu Anda tahu bagian mana yang bisa diperbaiki sendiri dan kapan perlu bantuan dokter.
Apa Itu Lordosis?
Tulang belakang yang sehat punya rangkaian lengkung alami. Leher dan punggung bawah melengkung ke dalam, punggung atas melengkung ke luar. Lordosis sebagai istilah medis sebenarnya menunjuk lengkung ke dalam yang normal itu. Dalam percakapan sehari-hari, kata ini dipakai untuk kondisi lengkungnya yang berlebihan, yang dalam istilah klinis disebut hiperlordosis.
Pada lengkung yang berlebihan, otot punggung bawah bekerja lebih keras sepanjang hari. Itulah sebabnya keluhan yang paling sering muncul adalah pegal dan kaku di pinggang, bukan nyeri hebat. Otot yang terus bekerja keras ini bertumpu pada ruas tulang belakang, sehingga kesehatan tulang ikut menentukan seberapa nyaman postur Anda bertahan sepanjang hari.
Penyebab Lordosis
Otot inti yang lemah. Otot perut dan bokong yang kurang kuat membuat panggul miring ke depan dan lengkung pinggang bertambah. Ini penyebab yang paling sering ditemui pada orang yang banyak duduk.
Duduk terlalu lama. Posisi duduk berjam-jam memendekkan otot pinggul bagian depan. Saat berdiri, otot yang memendek itu menarik panggul dan memperbesar lengkungan.
Berat badan berlebih. Beban di area perut menggeser titik berat tubuh ke depan, dan punggung bawah mengimbanginya dengan melengkung lebih dalam.
Kehamilan. Mekanisme serupa terjadi saat hamil. Lengkungan biasanya kembali normal setelah melahirkan.
Kondisi tulang dan pertumbuhan. Sebagian kasus berkaitan dengan kelainan pertumbuhan tulang belakang, pergeseran ruas tulang, atau kondisi bawaan. Kelompok ini lebih jarang dan biasanya terdeteksi sejak usia muda. Pada anak, gangguan pembentukan tulang seperti rakhitis juga bisa mengubah bentuk tulang belakang selama masa tumbuh.
Kebiasaan memakai sepatu hak tinggi. Hak yang tinggi mendorong tubuh condong ke depan dan pinggang mengimbanginya dengan lengkung ekstra.
Tanda dan Gejala Lordosis
1. Postur Khas dari Samping
Perut tampak maju, bokong menonjol, dan pinggang tampak sangat cekung. Pada anak, postur ini kadang terlihat jelas saat memakai pakaian renang atau kaus ketat.
2. Ada Celah Besar Saat Berbaring
Saat berbaring telentang di lantai yang rata, tangan bisa masuk dengan sangat longgar di bawah pinggang. Celah yang normal hanya cukup untuk telapak tangan yang menempel tipis.
3. Pegal Pinggang Setelah Berdiri Lama
Otot punggung bawah yang terus menahan lengkungan mudah lelah. Keluhannya berupa pegal atau kaku yang mereda setelah duduk atau berbaring.
4. Gerakan Terasa Terbatas
Membungkuk atau memutar badan terasa kurang luwes. Bila muncul nyeri menjalar ke tungkai, kebas, atau kesemutan, itu bukan pola lordosis biasa dan perlu diperiksa lebih lanjut.
Lordosis, Kifosis, dan Skoliosis, Apa Bedanya?
Ketiganya sama-sama kelainan lengkung tulang belakang, tetapi arahnya berbeda.
Tabel ini membantu mengenali pola yang umum dan bukan alat diagnosis. Penjelasan lengkap tentang lengkung ke samping bisa Anda baca pada artikel penyebab skoliosis.
Kapan Harus Konsultasi ke Dokter?
Lengkungan pinggang tampak makin dalam dari waktu ke waktu.
Pegal pinggang mengganggu aktivitas atau tidur.
Muncul nyeri menjalar ke tungkai, kebas, atau kesemutan.
Postur tidak membaik meski latihan dan perbaikan kebiasaan sudah dijalani beberapa bulan.
Lengkungan berlebihan ditemukan pada anak yang sedang bertumbuh.
Diagnosis Lordosis
Dokter menilai postur Anda dari samping, memeriksa kelenturan lengkungan saat membungkuk, dan meraba otot punggung bawah. Lengkungan yang masih luwes saat posisi berubah umumnya berkaitan dengan otot dan kebiasaan. Bila lengkungan kaku atau ada tanda saraf terganggu, dokter melanjutkan dengan foto rontgen untuk melihat susunan ruas tulang belakang secara detail. Pada usia lanjut, foto yang sama kadang memperlihatkan pengapuran tulang yang ikut memengaruhi bentuk lengkungan.
Bila Anda ragu keluhan pinggang berasal dari postur atau hal lain, jadwalkan konsultasi dengan dokter ortopedi. Kondisi rangka Anda sendiri bisa dinilai lewat pemeriksaan kesehatan tulang sebelum keluhan postur bertambah. Konsultasi gratis dengan CS Bumame tersedia untuk mengarahkan pemeriksaan yang sesuai [VERIFIKASI alur rujukan pemeriksaan ortopedi di klinik].
Cara Memperbaiki Lordosis
Kabar baiknya, lordosis yang berkaitan dengan otot dan kebiasaan merespons baik terhadap latihan yang konsisten.
Kuatkan otot inti. Gerakan seperti plank dan bridge melatih otot perut dan bokong yang menstabilkan panggul.
Regangkan otot pinggul depan. Peregangan hip flexor membantu melepaskan tarikan pada panggul akibat lama duduk.
Selingi duduk dengan berdiri. Bangun dan bergerak beberapa menit setiap 30 sampai 60 menit.
Jaga berat badan pada rentang sehat agar beban di depan tubuh berkurang.
Kurangi frekuensi memakai hak tinggi untuk aktivitas panjang.
Pada kasus yang berkaitan dengan kelainan tulang, penanganannya ditentukan dokter sesuai penyebabnya, mulai dari fisioterapi terarah sampai tindakan bila diperlukan. Latihan apa pun memberi hasil lebih baik pada tulang yang padat, dan di sinilah fungsi kalsium bagi tubuh berperan.
Postur Baik Dibangun dari Kebiasaan Kecil
Lengkung pinggang yang berlebihan jarang datang tiba-tiba. Ia terbentuk dari kebiasaan bertahun-tahun, dan karena itu juga bisa diperbaiki bertahap lewat kebiasaan baru. Mulai dari otot inti yang lebih kuat dan duduk yang lebih sadar, punggung Anda akan merasakan bedanya dalam hitungan minggu. Otot yang kuat perlu ditopang rangka yang padat, dan fungsi vitamin D bagi kesehatan tulang menentukan kepadatan itu.
Lokasi Klinik Bumame
1. Klinik Bumame BSD
Ruko Northridge B1 No.16, Rw. Mekar Jaya, Kecamatan Serpong, Tangerang, Banten 15310
2. Klinik Bumame TB Simatupang
Jl. TB Simatupang No.33, RT.1/RW.5, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, DKI Jakarta 12550
3.Klinik Bumame Puri
Ruko Sentra Niaga Puri Indah Blok T6/23 RT.1/RW.2, Kembangan Sel., Kec. Kembangan, Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11610
4. Klinik Bumame Cideng
JAC Building, Jl. Jati Baru Raya No.28 5, Petojo Sel., Kecamatan Gambir, Kota Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10160
5. Klinik Bumame Kelapa Gading
Ruko Mall of Indonesia, Italian Walk Blok C 15-16, RT.18/RW.8, Klp. Gading Bar., Kec. Klp. Gading, Jkt Utara, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 14240
Referensi
Cleveland Clinic. Lordosis (Swayback). Retrieved 4 September 2026 from https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/23908-lordosis
Healthline. Lordosis. Retrieved 4 September 2026 from https://www.healthline.com/health/lordosis
MedlinePlus. Lordosis - lumbar. Retrieved 4 September 2026 from https://medlineplus.gov/ency/article/003278.htm
American Academy of Orthopaedic Surgeons, OrthoInfo. Spine Basics. Retrieved 4 September 2026 from https://orthoinfo.aaos.org/en/diseases--conditions/spine-basics/
Physiopedia. Lordosis. Retrieved 4 September 2026 from https://www.physio-pedia.com/Lordosis
Ditinjau secara medis oleh dr. Febe Rangga Saba Pong Tambing
