Perut perih menjelang jam makan, begah padahal baru makan sedikit, lalu obat maag kembali menjadi andalan. Bagi banyak orang, pola ini berulang berbulan-bulan sampai terasa biasa.
Keluhan yang menetap bisa berasal dari radang dinding lambung, infeksi bakteri, atau luka di lambung. Sebagian penyebabnya baru terlihat lewat pemeriksaan, sehingga mengenali polanya membantu Anda menentukan langkah berikutnya.
Artikel ini membahas ciri-ciri maag kronis, patokan waktu yang dipakai dokter, bedanya dengan GERD, dan tanda yang membuat pemeriksaan perlu disegerakan.
Apa yang Dimaksud dengan Maag Kronis?
Kementerian Kesehatan menyebut gastritis sebagai penyakit yang umum dikenal masyarakat dengan sebutan maag. Gastritis adalah peradangan pada lapisan dalam lambung atau mukosa. NIDDK, lembaga kesehatan pemerintah Amerika Serikat, membedakan gastritis akut yang muncul tiba-tiba dan singkat dengan gastritis kronis yang berkembang perlahan dan berlangsung lama.
Kata maag juga sering dipakai untuk kumpulan keluhan di perut atas yang disebut dispepsia, misalnya nyeri ulu hati, kembung, mual, dan sendawa. Keluhan ini tidak selalu berasal dari radang lambung. Studi di RSUP Dr. M. Djamil Padang pada 54 pasien dispepsia yang menjalani pemeriksaan kamera saluran cerna atau endoskopi menemukan gastritis pada 61,11% pasien.
Ciri-Ciri Maag Kronis yang Perlu Dicermati
Menurut Kemenkes dan NIDDK, sebagian besar orang dengan gastritis kronis justru tidak merasakan keluhan. Bila keluhan muncul, berikut ciri yang sering dirasakan.
1. Nyeri atau Perih di Ulu Hati
Nyeri di ulu hati, yaitu perut atas bagian tengah, termasuk keluhan gastritis yang dicatat Kemenkes. Dalam studi di Padang tadi, 98,15% pasien dispepsia mengeluhkan sakit ulu hati. Nyeri yang terus kembali selama berminggu-minggu layak dibicarakan dengan dokter.
2. Cepat Kenyang dan Begah setelah Makan
NIDDK mencatat rasa kenyang terlalu cepat saat makan dan rasa terlalu penuh setelah makan sebagai gejala gastritis. Bila keluhan ini disertai berat badan turun, sampaikan kepada dokter.
3. Mual hingga Muntah
Kemenkes dan NIDDK mencatat mual dan muntah sebagai gejala gastritis, dan menurut NHS mual bisa muncul setelah makan atau minum. Muntah yang terus berulang termasuk alasan dokter mempertimbangkan endoskopi.
4. Kembung dan Sering Bersendawa
Kemenkes mencantumkan kembung dan bersendawa di antara gejala gastritis. Perut kembung yang disertai nyeri hebat perlu diperiksakan ke dokter.
5. Nafsu Makan Turun dan Berat Badan Berkurang
Kemenkes mencatat hilangnya nafsu makan pada gastritis kronis, dan NIDDK memasukkan penurunan berat badan ke daftar gejala. Berat badan yang turun tanpa sebab jelas membuat pemeriksaan perlu disegerakan.
6. Mudah Lelah dan Wajah Pucat
Kemenkes juga mencantumkan rasa lemah dan wajah pucat di antara gejala gastritis. Pada radang yang lama, keluhan ini bisa berkaitan dengan anemia akibat terganggunya penyerapan zat besi atau vitamin B12. Lemas yang tidak kunjung membaik layak diperiksakan.
Berapa Lama Keluhan Bisa Disebut Kronis?
Kata kronis merujuk pada radang yang berkembang perlahan dan menetap, dan jenis gastritis kronis dipastikan lewat pemeriksaan jaringan lambung.
Untuk keluhan maag yang tidak ditemukan penyebabnya atau dispepsia fungsional, NIDDK memakai patokan keluhan setidaknya sekali seminggu dalam 3 bulan terakhir, yang pertama kali muncul minimal 6 bulan sebelumnya. Ambang diagnosis ditentukan oleh dokter.
Penyebab Maag Kronis dan Siapa yang Lebih Berisiko
Pemicu radang lambung yang menetap antara lain:
Infeksi bakteri H. pylori. NIDDK mencatat sekitar separuh penduduk dunia terinfeksi bakteri ini, dan radang yang ditimbulkannya bersifat kronis. Banyak orang tidak menyadarinya karena keluhannya ringan atau tidak ada.
Obat antinyeri dan kortikosteroid. Kemenkes menyebut obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS) dan kortikosteroid sebagai pemicu gastritis. NIDDK juga mencatat pemakaian OAINS jangka panjang bisa mengganggu dinding lambung.
Alkohol, kopi, dan rokok. Kemenkes mencatat ketiganya sebagai pemicu gastritis. Menurut NIDDK, alkohol jangka panjang juga bisa mengganggu dinding lambung.
Stres dan jadwal makan yang tidak teratur. Kemenkes menjelaskan stres bisa mengubah hormon tubuh sehingga produksi asam lambung meningkat. Keduanya juga termasuk pemicu maag kambuh.
Usia dan reaksi kekebalan tubuh. Infeksi H. pylori dan gastritis lebih sering ditemukan pada orang yang lebih tua. Pada gastritis autoimun, sistem kekebalan tubuh menyerang sel sehat di dinding lambung.
Komplikasi bila Radang Lambung Menetap
Tanpa penanganan, radang yang menahun bisa menimbulkan masalah berikut:
Luka di dinding lambung. Radang yang menetap bisa memicu tukak lambung, yaitu luka terbuka di dinding lambung atau usus dua belas jari. Kemenkes mencatat luka ini bisa membuat dinding lambung berlubang (perforasi).
Perdarahan saluran cerna. Perdarahan bisa tampak sebagai muntah darah (hematemesis) atau BAB hitam (melena). Kondisi ini perlu segera ditangani di IGD.
Kekurangan darah. Infeksi H. pylori dan gastritis autoimun bisa mengganggu penyerapan zat besi sehingga muncul anemia defisiensi besi. Gastritis autoimun juga menghambat penyerapan vitamin B12 yang bisa berujung pada anemia pernisiosa.
Perubahan jaringan lambung. Radang menahun bisa berlanjut menjadi gastritis atrofi, yaitu hilangnya kelenjar penghasil asam dan enzim. Radang akibat bakteri H. pylori juga meningkatkan peluang pertumbuhan jaringan di dinding lambung dan limfoma MALT, sejenis kanker kelenjar getah bening.
Membedakan Maag Kronis dari Keluhan Lambung Lain
Perbedaan GERD dan maag sering membingungkan, begitu juga dengan tukak lambung. Tabel berikut merangkum pola umumnya.
Tabel ini membantu mengenali pola yang umum dan bukan alat diagnosis.
Kapan Keluhan Maag Perlu Dibawa ke Dokter atau IGD?
Menurut NIDDK, tanda perdarahan di lambung perlu segera ditangani di IGD. Tandanya antara lain muntah darah merah atau muntahan seperti ampas kopi, BAB hitam seperti aspal atau bercampur darah, nyeri perut, serta lemas, sesak, atau pusing seperti hendak pingsan.
Buat janji dengan dokter bila keluhan maag terus kembali, nyeri terasa berat, berat badan turun banyak, sulit menelan, sering muntah, atau ada anemia defisiensi besi. Endoskopi juga bisa disarankan bagi orang dengan riwayat kanker di keluarga atau kebiasaan minum alkohol berat.
Langkah Dokter Memastikan Penyebab Maag
Dokter akan menanyakan riwayat keluhan, infeksi H. pylori sebelumnya, dan obat yang sedang diminum, khususnya OAINS. Pemeriksaan bisa berlanjut ke langkah berikut:
Endoskopi saluran cerna atas. Lewat prosedur endoskopi, dokter memakai selang lentur berkamera untuk melihat dinding saluran cerna atas dan mencari gastritis, tukak lambung, atau kanker lambung. Dokter juga bisa mengambil potongan kecil jaringan (biopsi).
Tes H. pylori. Infeksi bisa diperiksa lewat tes napas (urea breath test), tes feses, atau tes darah. Hasilnya membantu dokter menentukan perlu tidaknya obat pembasmi bakteri.
Pilihan Infus Pendukung atas Saran Dokter
Asam lambung bisa mengiritasi dinding lambung, sehingga dokter bisa meresepkan obat penurun asam lambung, misalnya golongan penghambat pompa proton (PPI).
Bila dokter menilai Anda membutuhkan dukungan lewat infus, salah satu pilihan yang bisa didiskusikan adalah Gastric Protector, layanan infus pendukung untuk keluhan lambung. Halaman produknya mencantumkan isi infus dan kondisi yang membuatnya tidak disarankan, misalnya kehamilan, menyusui, riwayat epilepsi, atau alergi terhadap isinya. Layanan ini tersedia secara Walk In maupun Home Care.
Infus ini bersifat pendukung, sementara pemeriksaan penyebab tetap berjalan sesuai saran dokter. Untuk menanyakan kesesuaian layanan ini dengan kondisi Anda, hubungi CS Bumame lewat WhatsApp.
Pengobatan Maag Kronis Sesuai Penyebabnya
Menurut NIDDK, pengobatan gastritis disesuaikan dengan jenis dan penyebabnya, antara lain:
Membasmi H. pylori. Dokter biasanya memberikan kombinasi dua antibiotik atau lebih bersama PPI. Tes ulang bisa diminta setidaknya 4 minggu setelah obat habis untuk memastikan bakterinya hilang.
Menyesuaikan obat antinyeri. Bila radang berkaitan dengan OAINS, dokter bisa menghentikan obat, menurunkan dosis, atau menggantinya dengan obat lain. Perubahan obat resep sebaiknya selalu dibicarakan dengan dokter.
Mencukupi zat gizi. Pada gastritis autoimun, dokter bisa menganjurkan suplemen zat besi, asam folat, dan vitamin B12 untuk membantu mencegah anemia pernisiosa. Jenis suplemen dan takarannya ditentukan dokter.
Pengobatan yang sesuai penyebab membantu memperbaiki keluhan dan menurunkan peluang komplikasi.
Kebiasaan Harian untuk Lambung yang Lebih Nyaman
Kemenkes dan NHS menganjurkan kebiasaan berikut untuk menjaga lambung tetap nyaman:
Makan porsi kecil tetapi sering. Pilih makanan kaya serat dan cukupi air putih. Jadwal makan yang teratur juga membantu menghindari pemicu gastritis.
Beri jeda sebelum tidur. NHS menganjurkan tidak makan 3 sampai 4 jam sebelum tidur. Kepala dan bahu yang sedikit ditinggikan saat berbaring juga membantu.
Kurangi pemicu sehari-hari. Batasi kopi, teh, minuman bersoda, dan alkohol, serta berhenti merokok. Kelola stres dan hindari makanan kaya lemak atau pedas bila memicu keluhan.
Minum obat antinyeri sesuai anjuran. Hindari OAINS tanpa resep atau saran dokter. Sampaikan riwayat maag Anda setiap kali menerima obat baru.
Rawat Lambung dengan Tenang, Periksakan Saat Keluhan Menetap
Maag yang berulang berbulan-bulan layak diperiksakan, khususnya bila ada berat badan turun, sulit menelan, atau tanda perdarahan. Pemeriksaan membantu menemukan penyebabnya sehingga pengobatan lebih terarah. Deteksi dini memberi lebih banyak pilihan.
Bila ada pertanyaan seputar pemeriksaan lambung, chat CS Bumame.
Lokasi Klinik Bumame
1. Klinik Bumame BSD
Ruko Northridge B1 No.16, Rw. Mekar Jaya, Kecamatan Serpong, Tangerang, Banten 15310
2. Klinik Bumame TB Simatupang
Jl. TB Simatupang No.33, RT.1/RW.5, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, DKI Jakarta 12550
3.Klinik Bumame Puri
Ruko Sentra Niaga Puri Indah Blok T6/23 RT.1/RW.2, Kembangan Sel., Kec. Kembangan, Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11610
4. Klinik Bumame Cideng
JAC Building, Jl. Jati Baru Raya No.28 5, Petojo Sel., Kecamatan Gambir, Kota Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10160
5. Klinik Bumame Kelapa Gading
Ruko Mall of Indonesia, Italian Walk Blok C 15-16, RT.18/RW.8, Klp. Gading Bar., Kec. Klp. Gading, Jkt Utara, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 14240
Referensi
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan. Tangani Gastritis secara Cepat dan Tepat.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan. Stres Pemicu Terjadinya Gastritis.
Putri CY, Arnelis, Asterina (Jurnal Kesehatan Andalas, Universitas Andalas). Gambaran Klinis dan Endoskopi Saluran Cerna Bagian Atas Pasien Dispepsia di Bagian RSUP Dr. M. Djamil Padang.
National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases (NIDDK). Definition & Facts for Gastritis & Gastropathy.
National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases (NIDDK). Symptoms & Causes of Gastritis & Gastropathy.
National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases (NIDDK). Treatment of Gastritis & Gastropathy.
National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases (NIDDK). Diagnosis of Indigestion.
NHS. Indigestion.
Ditinjau secara medis oleh dr. Febe Rangga Saba Pong Tambing
Frequently Asked Question
Apa saja ciri-ciri maag kronis?
Ciri-ciri maag kronis dapat berupa nyeri atau perih di ulu hati, cepat kenyang, begah setelah makan, mual, muntah, kembung, nafsu makan menurun, dan berat badan berkurang. Namun, sebagian besar orang dengan gastritis kronis tidak merasakan keluhan.
Berapa lama maag bisa disebut kronis?
Gastritis kronis berkembang perlahan dan berlangsung lama, serta dipastikan melalui pemeriksaan jaringan lambung. Untuk dispepsia fungsional, patokannya adalah keluhan setidaknya sekali seminggu selama 3 bulan terakhir, yang pertama kali muncul minimal 6 bulan sebelumnya.
Apa bedanya maag kronis dengan GERD?
Maag dapat menimbulkan nyeri atau perih di ulu hati, sedangkan GERD umumnya menyebabkan rasa terbakar di dada setelah makan dan terkadang cairan pahit naik ke mulut. Dokter perlu menilai pola keluhan untuk membedakannya.
Apakah maag kronis harus diperiksa dengan endoskopi?
Tidak selalu. Dokter mempertimbangkan endoskopi jika terdapat tanda perdarahan, sulit menelan, sering muntah, berat badan turun, riwayat kanker lambung dalam keluarga, atau kebiasaan minum alkohol berat. Tes H. pylori melalui napas, feses, atau darah juga dapat dilakukan.
Apakah maag kronis bisa sembuh?
Pengobatan yang sesuai dengan penyebabnya dapat membantu memperbaiki keluhan dan mengurangi risiko komplikasi. Jika penyebabnya infeksi H. pylori, dokter dapat memberikan kombinasi antibiotik dan obat penurun asam lambung, lalu menyarankan tes ulang setelah pengobatan selesai.
