Booking layanan Bumame tanpa antri. Klik disini.

Booking layanan Bumame tanpa antri. Klik disini.

Eritrosit Tinggi dalam Darah
Kembali ke Artikel & Berita

Kenali Tanda Eritrosit Tinggi dan Cara Jaga Sirkulasi Darah

Bumamemedical check up

Pernahkah merasa sangat lelah saat bangun pagi, meskipun sudah tidur nyenyak? Atau kepala sering terasa pusing dan berat hingga wajah tiba-tiba terlihat merah dari biasanya? Banyak orang menganggap ini hanya kelelahan karena aktivitas harian. Namun, berhati-hatilah, bisa jadi hal tersebut kode dari tubuh bahwa kadar eritrosit tinggi.

Secara sederhana, eritrosit tinggi artinya sel darah merah (eritrosit) memiliki jumlah yang sudah melewati batas wajar dari yang tubuh butuhkan. Oleh sebab itu, semakin tinggi kadar eritrosit, maka darah dapat lebih mudah mengental dan aliran di dalam tubuh menjadi kurang lancar.

Mengenal Arti Eritrosit Tinggi dalam Tubuh

Eritrosit atau sel darah merah merupakan komponen paling dominan dalam tubuh yang menyusun sekitar 45% dari volume darah secara keseluruhan. Sel-sel eritrosit mengandung hemoglobin atau protein kaya akan zat besi yang berfungsi mengikat oksigen untuk disalurkan ke seluruh tubuh, lalu kembali menuju paru-paru dengan membawa karbon dioksida untuk dibuang melalui embusan napas.

Apabila tubuh memiliki kadar eritrosit tinggi, artinya sel darah merah yang terkandung telah melebihi batas ideal yang tubuh butuhkan untuk berfungsi secara normal. Secara ilmiah, kelebihan sel darah merah ini juga dikenal dengan istilah eritrositosis atau polisitemia.

Saat kadar eritrosit telah melonjak, darah memiliki kecenderungan menjadi lebih kental daripada biasanya. Ketika darah menjadi kental, aliran pembuluh darah tentu menjadi semakin lambat. Sebagai akibatnya, oksigen dan nutrisi yang seharusnya dikirim ke organ-organ penting dalam tubuh justru menjadi terhambat dan kurang efisien.

Sebagai gambaran untuk lebih memudahkan Anda memahami terkait jumlah aman sel darah merah, berikut adalah tabel mengenai standar acuan kadar normal sel darah merah untuk orang dewasa dengan usia di atas 18 tahun.

Parameter Sel Darah Merah

Laki-Laki Dewasa

Perempuan Dewasa

Eritrosit (Red Blood Cell Count)

4,6–6,2 juta/mcL

4,2–5,4 juta/mcL

Hemoglobin (Hb)

13–18 g/dL

12–16 g/dL

Hematokrit (Hct)

40–54%

36–48%

Perlu Anda ingat bahwa standar tersebut dapat bervariasi antara satu laboratorium dengan laboratorium lainnya. Selain itu, kualitas darah manusia juga sangat berpengaruh dari pola hidup masing-masing individu, mulai dari pola makan, kebiasaan minum, intensitas aktivitas sehari-hari, hingga kesehatan organ dalam.

Penyebab Jumlah Sel Darah Merah Melonjak

Kejadian kenaikan jumlah sel darah merah tentu bukan tanpa alasan. Terdapat dua kategori penyebab lonjakan sel darah merah dalam dunia kedokteran berdasarkan mekanisme terjadinya, yaitu eritrositosis relatif dan eritrositosis absolut.

1. Eritrositosis Relatif

Pada kondisi relatif, jumlah total sel darah merah di dalam tubuh sebenarnya tidak bertambah. Namun, konsentrasinya di dalam aliran darah tampak melonjak tajam karena adanya penurunan volume cairan plasma darah. 

Penyebab paling umum adalah dehidrasi atau kekurangan cairan tubuh yang parah, misalnya akibat kekurangan cairan dalam tubuh, diare akut, muntah-muntah, hingga efek cedera akibat luka bakar yang luas. 

Selain dehidrasi, konsumsi obat-obatan jenis diuretik yang dapat memicu pembuangan urine secara berlebihan juga dapat mengurangi volume plasma darah.

2. Eritrositosis Absolut

Lain halnya dengan eritrositosis relatif, penyebab eritrositosis absolut sangat nyata berupa peningkatan jumlah sel darah merah yang diproduksi oleh sumsum tulang.

Eritrosit tinggi absolut terdiri dari dua kategori:

a. Eritrositosis Sekunder

Eritrositosis sekunder adalah peningkatan sel darah merah yang terjadi akibat masalah di luar sumsum tulang. Sebagian besar, eritrositosis sekunder melibatkan tubuh untuk memproduksi terlalu banyak hormon eritropoietin. Awal mula terjadi eritrositosis ini biasanya karena tubuh merespon kekurangan oksigen (hipoksia). 

Ketika kadar oksigen dalam tubuh rendah, ginjal akan bereaksi dengan melepaskan hormon eritropoietin (EPO) lebih banyak untuk merangsang sumsum tulang memproduksi sel darah merah baru guna mengikat lebih banyak oksigen. Beberapa pemicu utamanya meliputi:

  • Tinggal di dataran tinggi, karena pada umumnya orang yang menetap atau sedang berada di dataran tinggi memiliki kadar eritrosit tinggi secara alami sebagai respons terhadap tipisnya kadar oksigen di udara.

  • Kebiasaan merokok atau paparan gas karbon monoksida (CO) berlebih. Ketika gas CO masuk ke tubuh, gas ini dapat mengikat hemoglobin jauh lebih kuat daripada oksigen. Oleh karena itu, tubuh akan kekurangan oksigen dan sebagai gantinya ginjal melepas hormon EPO yang menyebabkan sumsum tulang memproduksi sel darah merah lebih banyak.

  • Penyakit paru-paru dan jantung kronis, karena dapat menurunkan kemampuan tubuh untuk menyerap oksigen, sehingga secara otomatis ginjal akan melepas hormon EPO.

  • Penyalahgunaan obat atau hormon, seperti penggunaan steroid anabolik, hormon testosteron, hingga zat untuk meningkatkan performa olahraga yang memicu sumsum tulang memproduksi sel darah merah secara berlebih.

b. Eritrositosis Primer

Penyebab eritrositosis primer adalah kerusakan atau mutasi genetik pada sumsum tulang. Sebagai dampaknya, produksi sel darah merah menjadi tidak terkendali tanpa memerhatikan kadar oksigen di dalam tubuh.

Penyakit utama pada eritrositosis primer adalah polisitemia vera (PV). PV adalah salah satu jenis kanker darah yang cukup langka. Penyakit ini memicu sumsum tulang memproduksi sel darah merah secara drastis hingga peningkatan sel darah putih dan trombosit secara bersamaan.

Gejala Eritrosit Tinggi dalam Tubuh

Pada tahap awal, tubuh yang memiliki kadar eritrosit tinggi biasanya tidak bisa terdeteksi dengan mudah karena perkembangannya yang lambat. Akan tetapi, semakin lama ketika darah mulai mengental dan menyumbat sirkulasi menuju berbagai organ, tubuh akan memberikan gela-gejala yang khas dan dapat Anda amati.

Gejala yang paling sering terjadi adalah sakit kepala atau tubuh terasa melayang yang hilang timbul. Selain itu, apabila aliran darah terhambat di daerah pembuluh halus sekitar mata, maka penglihatan menjadi kunang-kunang hingga kabur.

Rasa kesemutan, kebas, hingga sensasi panas seperti terbakar pada jari tangan dan kaki juga bisa menjadi tanda bahwa tubuh memiliki kadar eritrosit tinggi. Perubahan lain yang paling jelas adalah ketika munculnya rona kemerahan pada kulit, terutama pada bagian wajah, tangan, dan kaki.

Sedangkan bagi pasien polisitemia vera (PV), gejala tubuhnya cukup unik, yaitu rasa gatal yang menyebar ke seluruh tubuh setelah mandi menggunakan air hangat. Seseorang pengidap PV juga lebih mudah lemas dan lelah meskipun telah beristirahat cukup, hingga mudah sesak napas walaupun hanya beraktivitas ringan.

Kapan Harus ke Dokter?

Keakuratan seberapa tinggi kadar eritrosit dalam tubuh hanya bisa Anda dapatkan ketika menjalani tes darah atau melakukan pemeriksaan secara rutin. Akan tetapi, apabila hasil dari pemeriksaan ternyata melebihi standar, solusi terbaik adalah menjadwalkan konsultasi dengan dokter penyakit dalam atau hematologi.

Namun, jika mengalami gejala yang menandakan adanya gangguan sirkulasi darah, maka perlu segera mencari bantuan medis. Contoh dari gangguan sirkulasi darah disini adalah sesak napas secara tiba-tiba, nyeri dada menyeluruh, lemas pada separuh badan, atau kesulitan berbicara. Melalui tenaga ahli, hasil analisa akan lebih aman daripada hasil diagnosis sendiri berdasarkan apa yang dibaca dari internet.

Analisis Darah di Bumame untuk Deteksi Dini dan Akurat

Bumame, klinik kesehatan yang siap membantu memantau kesehatan Anda sebelum berkembang menjadi lebih serius melalui beragam pemeriksaan termasuk menganalisis darah secara akurat. Anda dapat melakukan Medical Check Up Plus untuk pemeriksaan kesehatan paling mendasar dan menyeluruh.

Tidak hanya tes darah, tes fungsi hati, ginjal, komponen lemak, gula dalam darah, Hb1Ac, dan Vitamin D (25-OH) juga termasuk di dalam MCU ini. Pemeriksaan ini patut Anda lakukan sebagai rutinitas setiap tahun karena dapat membantu deteksi lebih awal dari berbagai risiko penyakit.

Bagi Anda yang hanya ingin memeriksakan darah, Bumame juga menyediakan Tes Hematologi Lengkap dengan harga terjangkau mulai dari Rp145.000,00. Pemeriksaan ini dapat membantu melakukan deteksi yang pada akhirnya dapat mencegah masalah kadar eritrosit tinggi karena analisa komponen darahnya mencakup pemeriksaan hemoglobin, hematokrit, eritrosit, bahkan leukosit, trombosit, hingga morfologi sel darah.

Proses pengambilan sampel darah hanya berlangsung beberapa menit oleh tenaga medis profesional. Selain itu, Anda bisa menerima hasil pemeriksaan dalam waktu 1x24 jam saja. 

Hal menarik dari Bumame adalah Anda dapat memesan layanan home care apabila Anda tidak bisa datang secara langsung ke klinik karena padatnya aktivitas.

Jika hasil tes hematologi menunjukkan adanya indikasi khusus, Anda bisa melakukan pemeriksaan lain dengan memilih Pemeriksaan Fungsi Ginjal, hingga MCU Basic dan Cek Hormon.

Anda dapat menghubungi melalui WhatsApp dan tanyakan perbedaan paket-paket pemeriksaan untuk membantu Anda dalam memilih opsi sesuai kebutuhan, atau butuh konsultasi apabila membutuhkan kombinasi pemeriksaan yang lebih terpersonalisasi. Setiap pemeriksaan di Bumame, Anda akan mendapatkan layanan konsultasi dokter gratis. 

Ahli medis juga akan membantu Anda membacakan hasil pemeriksaan yang berguna sebagai referensi dalam mengambil langkah penanganan lebih lanjut. Dengan begitu, Anda tidak perlu bingung dengan lembaran hasil laboratorium yang Anda terima dan penanganan lanjutannya.

Tips Mencegah dan Mengatasi Kadar Eritrosit Tinggi

Sebagai bagian dari menjaga kadar eritrosit supaya tidak melebihi batas wajar, Anda perlu menerapkan gaya hidup sehat dan menyesuaikan penanganan medis sesuai dengan masalahnya. Berikut langkah-langkah yang dapat Anda terapkan untuk menjaga kadar eritrosit sehingga sirkulasi darah tetap lancar. 

1. Menjaga Kecukupan Cairan Tubuh

Ketika seseorang mengalami dehidrasi, jumlah cairan dalam aliran darah berkurang. Dehidrasi memang tidak secara langsung meningkatkan jumlah sel darah merah. Akan tetapi, ketika cairan berkurang, maka persentase darah yang salah satunya terdiri dari sel darah merah menjadi lebih padat. Sehingga, kadar hemoglobin dan hematokrit pun ikut meningkat.

Oleh sebab itu, biasakan untuk minum air putih yang cukup. Minimal sebanyak 8 gelas atau sekitar 2 liter setiap hari demi mencegah terjadinya penggumpalan darah.

2. Berhenti Merokok

Menghentikan kebiasaan merokok bisa membantu meningkatkan pasokan oksigen dalam darah karena respon yang terjadi adalah tubuh menghentikan rangsangan sumsum tulang untuk memproduksi eritrosit secara berlebihan.

3. Membatasi Kopi dan Alkohol

Minuman yang memiliki kandungan kafein tinggi, seperti teh, kopi, dan alkohol memiliki sifat diuretik yang dapat memicu tubuh untuk membuang terlalu banyak cairan melalui urine. Dampaknya, tubuh akan lebih mudah dehidrasi dan darah berisiko menjadi kental.

4. Rutin Olahraga

Rajin berolahraga seperti jalan cepat, bersepeda, hingga berenang sangat berdampak positif pada tubuh. Tidak hanya membakar kalori, olahraga kardio terbukti mampu melatih sistem kardiovaskular berupa jantung, pembuluh darah, dan paru-paru untuk menyebarkan oksigen ke seluruh tubuh dengan baik dan optimal.

5. Tidak Sembarangan Minum Suplemen Zat Besi

Mengonsumsi suplemen zat besi berdosis tinggi di luar batas aman dokter dapat merangsang tubuh memproduksi eritrosit berlebih. Selalu konsultasikan dengan dokter atau tim ahli sebelum mengonsumsi suplemen.

6. Mengatasi Mendengkur saat Tidur

Memiliki riwayat mendengkur keras atau memiliki gejala sleep apnea bisa menjadi tanda berbahaya bagi tubuh. Untuk mengatasinya, dapat menggunakan alat bantu napas supaya oksigen tetap stabil dan tentunya harus berdasarkan hasil diskusi bersama dengan dokter.

Sel Darah Merah Seimbang, Tubuh Dapat Bekerja Optimal

Semua orang tentu ingin memiliki tubuh sehat dan organ-organ tetap bekerja secara optimal. Oleh karena itu, menjaga keseimbangan sel darah merah dari kadar eritrosit tinggi adalah investasi berharga bagi setiap orang. 

Ketika tubuh memberikan sinyal kurang baik, melakukan pemeriksaan secara berkala adalah tindakan preventif yang paling bijak. Langkah kecil Anda hari ini menentukan kualitas hidup di masa depan.

Lokasi Klinik Bumame

1. Klinik Bumame Cideng
JAC Building, Jl. Jati Baru Raya No.28 5, Petojo Sel., Kecamatan Gambir, Kota Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10160

2. Klinik Bumame TB Simatupang
Jl. TB Simatupang No.33, RT.1/RW.5, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, DKI Jakarta 12550

3. Klinik Bumame BSD
Ruko Northridge B1 No.16, Rw. Mekar Jaya, Kecamatan Serpong, Tangerang, Banten 15310

4. Klinik Bumame Puri
Ruko Sentra Niaga Puri Indah Blok T6/23 RT.1/RW.2, Kembangan Sel., Kec. Kembangan, Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11610

Referensi:

  1. Kumar, S., dkk. (2025). Emerging concepts in the molecular cell biology and functions of mammalian erythrocytes.

  2. Cleveland Clinic. (2022). Erythrocytosis.

  3. Pillai, AA., Kaur, A., Mukkamalla, SKR. (2026). Polycythemia.

  4. Brihi, J.E., Pathak, S. (2024). Normal and Abnormal Complete Blood Count With Differential.

  5. Cleveland Clinic. (2022). High Red Blood Cell Count.

  6. Kurhaluk, N., Gradziuk, M., & Tkaczenko, H. (2024). Optimisation of blood donor nutrition: Blood donor health improvement studies.

  7. Lu, Xiao., Chang, Richard. (2023). Polycythemia Vera.

  8. Pharma Essentia. (2026). High Red Blood Cell Count Symptoms: What They Mean and When to Worry.

  9. Advocate Medical Group. (2024). Polycythemia (Elevated Red Blood Cell Count).

  10. Kemenkes. (2024). 7 Olahraga Kardio Terbaik untuk Kesehatan Jantung Anda.  

  11. Villafuerte, F. C., Simonson, T. S., Bermudez, D., & León-Velarde, F. (2022). High-Altitude Erythrocytosis: Mechanisms of Adaptive and Maladaptive Responses. Physiology, 37(4), 175–186. Cited by: 118

  12. Vizcardo-Galindo, G., León-Velarde, F., & Villafuerte, F. C. (2020). High-Altitude Hypoxia Decreases Plasma Erythropoietin Soluble Receptor Concentration in Lowlanders. High Altitude Medicine & Biology, 21(1), 92–98. Cited by: 38

Ditinjau secara medis oleh dr. Reycha Nabila

Frequently Asked Question

Apa itu eritrosit tinggi?

Eritrosit tinggi adalah kondisi ketika jumlah sel darah merah di dalam tubuh melebihi batas normal. Kondisi ini disebut juga eritrositosis atau polisitemia dan dapat menyebabkan darah menjadi lebih kental sehingga aliran oksigen dan nutrisi ke berbagai organ menjadi kurang efisien.

Apa penyebab eritrosit tinggi?

Eritrosit tinggi dapat disebabkan oleh eritrositosis relatif maupun eritrositosis absolut. Penyebabnya meliputi dehidrasi, penggunaan obat diuretik, tinggal di dataran tinggi, kebiasaan merokok, penyakit paru-paru atau jantung kronis, penggunaan hormon atau steroid tertentu, hingga kelainan pada sumsum tulang seperti polisitemia vera.

Apa saja gejala eritrosit tinggi?

Gejala yang dapat muncul antara lain sakit kepala, pusing, penglihatan kabur atau berkunang-kunang, kesemutan atau rasa panas pada tangan dan kaki, kulit tampak kemerahan, mudah lelah, sesak napas saat beraktivitas ringan, serta rasa gatal setelah mandi air hangat pada penderita polisitemia vera.

Kapan harus ke dokter jika kadar eritrosit tinggi?

Sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter apabila hasil tes darah menunjukkan kadar eritrosit melebihi batas normal. Segera cari pertolongan medis jika mengalami gejala gangguan sirkulasi seperti sesak napas mendadak, nyeri dada, kelemahan pada salah satu sisi tubuh, atau kesulitan berbicara.

Bagaimana cara mengetahui kadar eritrosit tinggi?

Kadar eritrosit hanya dapat diketahui secara akurat melalui pemeriksaan darah. Pemeriksaan hematologi lengkap dapat menilai jumlah eritrosit beserta komponen darah lainnya seperti hemoglobin, hematokrit, leukosit, trombosit, dan morfologi sel darah.

Apa yang dapat terjadi jika kadar eritrosit terlalu tinggi?

Saat jumlah eritrosit meningkat, darah cenderung menjadi lebih kental sehingga aliran darah melambat. Akibatnya, distribusi oksigen dan nutrisi ke organ-organ tubuh dapat terganggu dan berisiko menimbulkan gangguan sirkulasi.

Bagaimana cara membantu mencegah atau mengatasi eritrosit tinggi?

Beberapa langkah yang dapat dilakukan antara lain mencukupi kebutuhan cairan tubuh, berhenti merokok, membatasi konsumsi kopi dan alkohol, rutin berolahraga, tidak mengonsumsi suplemen zat besi tanpa anjuran dokter, serta menangani gangguan tidur seperti mendengkur atau sleep apnea sesuai rekomendasi dokter.

Mengapa pemeriksaan rutin penting jika berisiko mengalami eritrosit tinggi?

Pemeriksaan darah secara berkala membantu mendeteksi peningkatan kadar eritrosit sejak dini sehingga penyebabnya dapat dievaluasi dan penanganan yang sesuai dapat segera dilakukan sebelum berkembang menjadi masalah yang lebih serius.