Mau pesan layanan Homecare Bumame? Klik disini.

Mau pesan layanan Homecare Bumame? Klik disini.

Frostbite: Penyebab, Gejala, Penanganan, dan Cara Mencegahnya
Kembali ke Artikel & Berita

Frostbite: Penyebab, Gejala, Penanganan, dan Cara Mencegahnya

SBAOthers

Bayangkan Anda sedang mendaki gunung menjelang subuh. Angin menusuk, sarung tangan sudah lembap sejak semalam, dan ujung jari mulai terasa kebas. Banyak orang menganggap itu hal biasa dan terus melanjutkan perjalanan. Padahal, rasa kebas yang Anda biarkan bisa menjadi awal dari frostbite.

Di Indonesia, kondisi ini memang jarang ditemui, tetapi siapa pun tetap bisa mengalaminya, termasuk pendaki gunung tinggi, wisatawan negara bermusim dingin, atau jika Anda menempelkan es langsung ke kulit terlalu lama. Mari kenali gejalanya, apa penyebabnya, cara menanganinya, dan kapan Anda perlu menemui dokter!

Apa Itu Frostbite?

Frostbite adalah cedera yang muncul ketika kulit dan jaringan di bawahnya membeku akibat paparan suhu yang sangat dingin. Dalam bahasa sehari-hari, orang kadang menyebutnya radang dingin atau cedera beku. Risiko frostbite makin besar jika udara dingin disertai angin kencang atau kulit Anda dalam keadaan basah. 

Bahkan, sarung tangan dan pakaian tebal pun tidak selalu cukup untuk melindungi Anda. Tingkat keparahannya pun berbeda-beda. Tahap paling ringan disebut frostnip: kulit terasa nyeri, kesemutan, dan kebas, tetapi kondisi ini tidak meninggalkan kerusakan permanen. 

Pada tahap superfisial (dangkal), warna kulit akan sedikit berubah, dan setelah dihangatkan, bisa muncul rasa perih, bengkak, atau lepuhan berisi cairan. Pada tahap dalam, seluruh lapisan kulit dan jaringan di bawahnya ikut terdampak, sehingga risiko kerusakan jauh lebih tinggi.

Gejala dan Tanda yang Perlu Anda Waspadai

Gejala frostbite sering muncul perlahan dan justru itulah yang membuatnya mudah terlewat. Berikut tanda-tanda yang paling umum.

  • Merasakan dingin, kesemutan, nyeri, atau kebas pada area yang terpapar.

  • Jari-jari terasa kaku dan canggung bergerak karena sendi mengeras.

  • Kulit tampak pucat, kemerahan, keabu-abuan, keunguan, atau kecokelatan, tergantung tingkat keparahan.

  • Kulit terasa dingin, keras, dan seperti berlilin.

  • Lepuhan muncul setelah menghangatkan area tersebut.

Bagian tubuh yang paling sering terkena adalah jari tangan, jari kaki, telinga, pipi, dagu, dan ujung hidung. Ingatlah bahwa rasa kebas bisa menutupi cedera, sehingga Anda tidak menyadari adanya kerusakan. Pada kulit cokelat atau gelap, akan lebih sulit mengenali perubahan warna.

Waktu munculnya tanda pun bervariasi. Pada superfisial (dangkal), lepuhan berisi cairan bisa muncul sekitar 12 sampai 36 jam setelah menghangatkan area tersebut. Pada jenis dalam, lepuhan berisi darah dapat muncul dalam 24 sampai 48 jam, dan beberapa minggu kemudian jaringan mati bisa berubah menjadi hitam dan mengeras.

Penyebab dan Faktor Risiko

Berikut beberapa kondisi yang membuat Anda lebih rentan mengalami frostbite. Mayo Clinic mencatat sejumlah faktor risiko berikut.

  • Berada di cuaca beku tanpa pakaian pelindung yang memadai.

  • Menderita penyakit tertentu, misalnya diabetes, kondisi gagal jantung, atau gangguan aliran darah.

  • Memiliki kebiasaan merokok.

  • Mengalami kelelahan yang dapat membuat Anda sulit menilai situasi dengan jernih saat berada di tempat yang sangat dingin.

  • Pernah mengalami frostbite atau cedera akibat dingin sebelumnya.

  • Bayi atau lansia, karena tubuh mereka lebih sulit menghasilkan dan mempertahankan panas.

  • Berada di dataran tinggi.

Diagnosis dan Pemeriksaan

Frostbite pada dasarnya dikenali dari gambaran klinisnya, yaitu perubahan warna kulit, mati rasa, nyeri hebat saat area tersebut dihangatkan, dan riwayat paparan dingin. Dokter juga biasanya menilai derajat cedera setelah proses pemanasan ulang (rewarming) selesai, karena gambaran sebenarnya baru muncul saat itu.

Pada kasus lebih berat, dokter dapat meminta pemeriksaan pencitraan (medical imaging) untuk menilai aliran darah dan jaringan yang masih sehat. Contohnya foto rontgen, angiografi (pemeriksaan pembuluh darah), atau pemindaian tulang. Hasil pemeriksaan ini membantu dokter menentukan langkah terapi berikutnya.

Nah, di sinilah pemeriksaan kesehatan rutin memegang peran penting. Dokter dan tenaga medis memang selalu siap menangani secara langsung, tetapi kondisi seperti diabetes dan gangguan aliran darah menjadi faktor utama yang dapat memperbesar risiko Anda terkena cedera akibat dingin.

Dengan Paket Medical Check-Up (MCU) Bumame, Anda dapat mendeteksi kondisi tubuh secara menyeluruh sebelum bepergian ke daerah dingin, misalnya melalui pemeriksaan kadar gula darah dan kesehatan jantung. Pemeriksaan ini memberi Anda gambaran tentang kesiapan kondisi fisik, bukan sebagai bentuk pengobatan.

Pilihan Penanganan

Langkah pertama, segera keluar dari udara dingin, lepaskan pakaian basah, dan lindungi area yang cedera. Jika menunjukkan tanda hipotermia (suhu tubuh turun terlalu rendah), dokter perlu menanganinya lebih dulu. Hindari berjalan dengan kaki atau jari kaki yang membeku dan lepaskan benda yang menekan, seperti cincin dan gelang.

Lakukan pemanasan ulang (rewarming) dengan air hangat bersuhu 37 sampai 39 derajat Celsius sebagai penanganan utama. Jika tidak ada termometer, Anda bisa menguji air hangat pada anggota tubuh yang sehat. 

Namun, lakukan pemanasan hanya bila area tersebut tidak akan membeku lagi, karena pembekuan berulang bisa menimbulkan kerusakan lebih parah daripada tetap membeku. Anda juga sebaiknya tidak menggosok area yang cedera. 

Setelah dihangatkan, keringkan area tersebut dengan cara diangin-anginkan atau ditepuk lembut untuk mengurangi gesekan. Anda bisa menganggap pemanasan cukup ketika area tersebut tampak kemerahan atau keunguan dan terasa lunak, yang umumnya tercapai dalam kurang dari 30 menit. 

Di fasilitas kesehatan, dokter bisa memberikan ibuprofen sejak dini karena bersifat anti-radang dan membantu mencegah penggumpalan darah. Untuk lepuhan, dokter umumnya tidak perlu membuka atau membersihkannya. Anda dapat meninggikan area yang cedera di atas posisi jantung dan membalutnya dengan kasa tebal. 

Pada frostbite dalam, dokter dapat mempertimbangkan terapi khusus untuk melancarkan aliran darah. Dokter dapat memberikan obat pemecah gumpalan darah dalam 24 jam, sedangkan iloprost, obat pelebar pembuluh darah, dapat dipertimbangkan dalam 48 jam. 

Bila tidak ditangani dengan baik, masalah ini dapat menimbulkan komplikasi, seperti mati rasa jangka panjang, kulit lebih sensitif terhadap dingin, perubahan kuku, infeksi, hingga gangrene (kematian jaringan) yang bisa berujung pada amputasi. Jika melihat gejala infeksi pada kulit cedera, seperti kemerahan yang meluas dan nyeri yang bertambah, segera periksakan ke dokter.

Cara Mencegah Frostbite

Mencegah jauh lebih mudah daripada mengobatinya. Berikut beberapa langkah yang bisa Anda lakukan.

  • Batasi waktu Anda di luar ruangan saat cuaca beku, basah, atau berangin, dan cek prakiraan cuaca sebelum berangkat.

  • Kenakan pakaian berlapis: pilih lapisan dalam yang menyerap keringat, lapisan tengah dari wol atau fleece, dan lapisan luar yang tahan angin serta air.

  • Pakai topi yang menutupi telinga serta sarung tangan jenis mitten (satu kantong untuk semua jari) dengan lapisan dalam penyerap keringat.

  • Gunakan kaus kaki yang pas dan tidak lembap, lalu segera ganti sarung tangan, topi, atau kaus kaki begitu basah.

  • Jangan minum alkohol saat Anda berada di udara dingin dan hindari pakaian atau sepatu yang terlalu ketat.

  • Makan teratur dan minum cukup sebelum berangkat.

  • Tetap bergerak agar peredaran darah lancar, tetapi jangan sampai kelelahan.

  • Kalau bepergian ke tempat terpencil, beri tahu orang lain rute dan perkiraan jam kembali Anda.

Begitu Anda mulai merasakan kesemutan, kebas, atau perubahan warna kulit, segera cari tempat hangat. Tanda awal ini adalah peringatan terbaik yang tubuh Anda berikan untuk mengantisipasi.

Kapan harus ke Dokter?

Jika frostbite sudah lebih dari sekadar frostnip (ringan), sebaiknya Anda memeriksakan diri ke tenaga kesehatan. Segera cari pertolongan darurat bila nyeri hebat tetap terasa setelah Anda minum pereda nyeri dan menghangatkan area tersebut.

Lakukan hal yang sama bila Anda mengalami menggigil hebat, bicara pelo, mengantuk berat, dan sulit berjalan. Semua itu bisa menandakan hipotermia. Pada bayi, waspadai kulit yang dingin, warna kulit yang berubah, dan tubuh yang sangat lemas. 

Jika punya diabetes, masalah penyakit jantung, atau kebiasaan merokok dan berencana bepergian ke daerah dingin, tidak ada salahnya Anda memeriksakan diri terlebih dahulu. Anda bisa menjadwalkan Medical Check-Up (MCU) di Bumame untuk mengetahui kondisi tubuh Anda sebelum perjalanan.

Lokasi Klinik Bumame

1.  Klinik Bumame BSD
Ruko Northridge B1 No.16, Rw. Mekar Jaya, Kecamatan Serpong, Tangerang, Banten 15310

2. Klinik Bumame TB Simatupang
Jl. TB Simatupang No.33, RT.1/RW.5, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, DKI Jakarta 12550

3.Klinik Bumame Puri
Ruko Sentra Niaga Puri Indah Blok T6/23 RT.1/RW.2, Kembangan Sel., Kec. Kembangan, Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11610

4. Klinik Bumame Cideng
JAC Building, Jl. Jati Baru Raya No.28 5, Petojo Sel., Kecamatan Gambir, Kota Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10160

5. Klinik Bumame Kelapa Gading
Ruko Mall of Indonesia, Italian Walk Blok C 15-16, RT.18/RW.8, Klp. Gading Bar., Kec. Klp. Gading, Jkt Utara, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 14240

Referensi

  1. Mayo Clinic — Frostbite: Symptoms and Causes

  2. Millet et al. — Frostbite: Spectrum of Imaging Findings and Guidelines for Management

  3. White — Understanding and Managing Frostbite

  4. Gorjanc dan Oberhammer — Therapeutic Recommendations for Frostbite: A Narrative Overview

  5. Armstrong — Frostbite: Recommendations for Prevention and Treatment from the Wilderness Medical Society

Ditinjau secara medis oleh dr. Talitha Amalia

Frequently Asked Question

Apakah frostbite sama dengan hipotermia?

Tidak. Frostbite merupakan cedera pada kulit dan jaringan di bagian tubuh tertentu akibat suhu dingin ekstrem, sedangkan hipotermia terjadi ketika suhu seluruh tubuh turun terlalu rendah. Keduanya dapat terjadi bersamaan.

Apakah frostbite bisa sembuh sendiri?

Frostnip, tahap paling ringan dari cedera akibat dingin, umumnya tidak menyebabkan kerusakan permanen. Namun, frostbite yang lebih parah dapat merusak jaringan sehingga perlu diperiksa dan ditangani tenaga medis.

Bolehkah area yang terkena frostbite digosok agar cepat hangat?

Tidak. Menggosok area yang terkena frostbite dapat memperparah kerusakan jaringan. Lakukan pemanasan ulang menggunakan air hangat bersuhu 37–39 derajat Celsius jika area tersebut tidak berisiko membeku kembali, lalu cari pertolongan medis.

Apakah frostbite bisa terjadi di Indonesia?

Frostbite sangat jarang terjadi di Indonesia, tetapi tetap mungkin dialami saat mendaki gunung dengan suhu sangat dingin atau ketika kulit terpapar es secara langsung dalam waktu lama.

Siapa yang paling berisiko mengalami frostbite?

Orang dengan diabetes, gangguan aliran darah, kebiasaan merokok, bayi, dan lansia memiliki risiko lebih tinggi. Risiko juga meningkat pada orang yang terpapar cuaca beku tanpa pakaian pelindung memadai atau berada di dataran tinggi.