Redaksi Bumame
Gangguan Fungsi Hati Bisa Berkembang Tanpa Gejala, Kenali Penyebab dan Cara Mendeteksinya
Hati merupakan salah satu organ terpenting dalam tubuh yang berperan dalam metabolisme, penyimpanan nutrisi, produksi empedu, hingga membantu membuang zat beracun dari dalam darah. Ketika fungsi hati terganggu, berbagai proses tersebut juga dapat ikut terpengaruh sehingga berdampak pada kesehatan secara keseluruhan.
Sayangnya, banyak gangguan hati berkembang secara perlahan dan tidak menimbulkan gejala pada tahap awal. Menurut American Liver Foundation (ALF), sebagian besar penyakit hati baru terdeteksi setelah kerusakan organ mulai terjadi.¹ Oleh karena itu, mengenali penyebab, gejala, serta melakukan pemeriksaan sejak dini sangat penting.
Mengenal Gangguan Fungsi Hati dan Dampaknya bagi Tubuh
Gangguan fungsi hati adalah kondisi ketika hati tidak mampu menjalankan fungsinya secara optimal, baik dalam memproses nutrisi, menghasilkan protein, menyaring racun, maupun memproduksi empedu.
Hati memiliki lebih dari 500 fungsi penting bagi tubuh. Karena itu, gangguan pada organ ini dapat memengaruhi berbagai sistem tubuh.
Untuk memahami perannya secara lebih lengkap, kamu dapat membaca mengenai kesehatan dan fungsi hati agar lebih memahami pentingnya menjaga organ ini tetap sehat.
Menurut National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases (NIDDK), gangguan fungsi hati dapat bersifat sementara maupun kronis, tergantung penyebab yang mendasarinya.²
Penyebab dan Kondisi yang Memicu Gangguan Fungsi Hati
Gangguan fungsi hati dapat disebabkan oleh berbagai kondisi, antara lain:
1. Fatty Liver (Perlemakan Hati)
Fatty liver terjadi ketika lemak menumpuk di dalam sel-sel hati. Kondisi ini sering dikaitkan dengan obesitas, diabetes, kadar kolesterol tinggi, dan konsumsi alkohol berlebihan.
Penting juga untuk kenali fatty liver sejak dini karena sebagian besar penderitanya tidak mengalami keluhan pada tahap awal.
2. Hepatitis
Hepatitis merupakan peradangan hati yang dapat disebabkan oleh infeksi virus, konsumsi alkohol, penyakit autoimun, maupun efek samping obat-obatan.
3. Konsumsi Alkohol Berlebihan
Konsumsi alkohol dalam jangka panjang dapat merusak sel hati dan meningkatkan risiko penyakit hati kronis.
4. Efek Samping Obat
Beberapa obat atau suplemen tertentu dapat menyebabkan gangguan fungsi hati apabila dikonsumsi dalam dosis tinggi atau tanpa pengawasan dokter.
5. Penyakit Hati Lainnya
Berbagai penyakit liver seperti hepatitis kronis, penyakit autoimun, hingga gangguan metabolik juga dapat menyebabkan penurunan fungsi hati.
Menurut NIDDK, penyebab gangguan fungsi hati sangat beragam sehingga evaluasi dokter diperlukan untuk menentukan diagnosis yang tepat.²
Gejala Gangguan Fungsi Hati yang Perlu Diwaspadai
Pada tahap awal, gangguan fungsi hati sering kali tidak menimbulkan keluhan yang khas. Namun, seiring berkembangnya penyakit, beberapa gejala dapat muncul, seperti:
- Mudah lelah.
- Nafsu makan menurun.
- Mual dan muntah.
- Nyeri pada perut kanan atas.
- Kulit dan mata menguning (ikterus).
- Urine berwarna gelap.
- Feses berwarna pucat.
- Gatal pada kulit.
Apabila mengalami salah satu atau beberapa keluhan tersebut, terutama bila berlangsung lama, segera lakukan pemeriksaan karena dapat menjadi gejala awal kanker hati maupun gangguan hati lainnya yang memerlukan penanganan medis.
Pemeriksaan untuk Mendeteksi Gangguan Fungsi Hati
Salah satu cara utama mendeteksi gangguan fungsi hati adalah melalui pemeriksaan darah atau liver function test.
Pemeriksaan ini umumnya meliputi:
- SGOT (AST).
- SGPT (ALT).
- Bilirubin.
- Albumin.
- Alkaline phosphatase (ALP).
- Gamma-glutamyl transferase (GGT).
Menurut American College of Gastroenterology (ACG), peningkatan SGOT dan SGPT dapat menjadi tanda adanya kerusakan sel hati, meskipun hasil pemeriksaan tetap harus diinterpretasikan bersama kondisi klinis pasien.³
Untuk memahami arti hasil pemeriksaan tersebut, kamu dapat membaca mengenai tes SGOT dan SGPT.
Apabila ingin mengevaluasi kondisi hati secara menyeluruh, tersedia tes fungsi hati di Bumame yang meliputi pemeriksaan berbagai parameter penting sesuai rekomendasi dokter.
Pilihan Pengobatan Gangguan Fungsi Hati
Pengobatan bergantung pada penyebab yang mendasarinya.
Dokter dapat memberikan terapi berupa:
- Pengobatan hepatitis sesuai penyebabnya.
- Pengendalian diabetes dan kolesterol.
- Menghentikan konsumsi alkohol.
- Mengganti obat yang diduga menyebabkan gangguan hati.
- Menurunkan berat badan pada penderita fatty liver.
- Pemantauan fungsi hati secara berkala.
Pada kasus tertentu, gangguan fungsi hati yang tidak ditangani dapat berkembang menjadi komplikasi yang lebih serius.
Misalnya, hepatitis kronis atau fatty liver yang berlangsung lama dapat berkembang menjadi sirosis hati, yaitu kondisi ketika jaringan hati mengalami kerusakan permanen dan digantikan jaringan parut.
Langkah Menjaga Fungsi Hati Tetap Sehat
Menjaga kesehatan hati dapat dilakukan melalui perubahan gaya hidup sederhana, antara lain:
- Mengonsumsi makanan bergizi seimbang.
- Menjaga berat badan ideal.
- Berolahraga secara rutin.
- Menghindari konsumsi alkohol berlebihan.
- Menggunakan obat sesuai anjuran dokter.
- Melakukan vaksinasi hepatitis bila diperlukan.
Menerapkan pola makan menjaga fungsi hati juga membantu mengurangi risiko berbagai penyakit hati.
Selain itu, penting mengetahui cara menjaga fungsi hati melalui pola hidup sehat dan pemeriksaan rutin, terutama apabila memiliki faktor risiko seperti diabetes, obesitas, atau riwayat penyakit hati dalam keluarga.
Tanda Gangguan Hati yang Memerlukan Pemeriksaan Dokter
Segera berkonsultasi apabila mengalami:
- Kulit atau mata menguning.
- Nyeri hebat di perut kanan atas.
- Mual dan muntah yang tidak membaik.
- Perut membesar.
- Mudah memar atau berdarah.
- Penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas.
Jangan abaikan gejala awal kanker hati maupun gejala gangguan hati lainnya karena deteksi dini dapat meningkatkan keberhasilan penanganan.
Apabila kamu memiliki faktor risiko penyakit hati atau ingin mengetahui kondisi fungsi hati, kamu dapat melakukan tes fungsi hati di Bumame sesuai rekomendasi dokter.
Jika mengalami keluhan yang mengarah pada gangguan fungsi hati, kamu dapat chat gratis dengan dokter untuk konsultasi agar kondisi dapat dievaluasi dan memperoleh rekomendasi pemeriksaan maupun penanganan yang sesuai.
Sumber: American Liver Foundation (ALF), National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases (NIDDK), American College of Gastroenterology (ACG.
Lokasi Klinik Bumame
Klinik Bumame Cideng
JAC Building, Jl. Jati Baru Raya No.28 5, Petojo Sel., Kecamatan Gambir, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10160
Klinik Bumame TB Simatupang
1, Jl. TB Simatupang No.33, RT.1/RW.5, Ragunan, Ps. Minggu, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12550
Klinik Bumame BSD
Ruko Northridge B1 No.16, Rw. Mekar Jaya, Kec. Serpong, Tangerang, Banten 15310
Klinik Bumame Puri Indah
Ruko Sentra Niaga Puri Indah Blok T6/23, Kembangan, Jakarta Barat 11610
Ditinjau secara medis oleh dr. Andika Yusuf Ramadhan, M.Biomed
Frequently Asked Question
Apakah gangguan fungsi hati selalu menimbulkan gejala?
Tidak. Banyak gangguan fungsi hati tidak menimbulkan gejala pada tahap awal sehingga baru diketahui melalui pemeriksaan darah.
Apa penyebab gangguan fungsi hati yang paling sering?
Penyebabnya antara lain fatty liver, hepatitis, konsumsi alkohol berlebihan, efek samping obat, dan penyakit metabolik.
Apakah SGOT dan SGPT tinggi berarti pasti sakit hati?
Tidak selalu. Peningkatan SGOT dan SGPT dapat dipengaruhi berbagai kondisi sehingga hasilnya perlu dievaluasi bersama pemeriksaan lain oleh dokter.
Apakah gangguan fungsi hati bisa disembuhkan?
Tergantung penyebabnya. Beberapa gangguan fungsi hati dapat membaik setelah penyebabnya diatasi, sedangkan penyakit hati kronis memerlukan pengobatan dan pemantauan jangka panjang.
Siapa yang perlu melakukan tes fungsi hati?
Pemeriksaan dianjurkan bagi orang yang memiliki faktor risiko seperti obesitas, diabetes, hepatitis, konsumsi alkohol berlebihan, penggunaan obat tertentu dalam jangka panjang, atau memiliki hasil pemeriksaan kesehatan yang menunjukkan gangguan pada hati.
