Bayangkan Anda sedang scrolling, lalu tampilan di tengah layar tiba-tiba terlihat buram sementara bagian tepi masih terlihat jelas. Ini adalah pengalaman yang penderita degenerasi makula bisa alami da mengganggu kehidupan sehari-hari. Karena itu, mari dalami bersama penyakit ini dan dapatkan perawatan sesegera mungkin!
Apa itu Degenerasi Makula?
Degenerasi makula adalah penurunan fungsi yang berkala yang menyerang makula. Makula sendiri merupakan bagian kecil di tengah retina yang bertugas memberi penglihatan sentral yang tajam dan detail. Sedangkan retina merupakan lapisan peka cahaya di bagian belakang mata.
Jadi, ketika makula rusak, kemampuan melihat objek yang tepat di depan mata juga ikut hilang. Tapi, penglihatan tepi (perifer) biasanya masih utuh, sehingga penderita masih bisa melihat sekelilingnya.
Gejala Degenerasi Makula
Gejalanya datang diam-diam. Banyak orang menganggap penurunan fungsi makula sebagai “mata lelah” atau “faktor usia” saja. Padahal, itu sudah termasuk gejala yang membutuhkan evaluasi lebih lanjut.
Gejala Awal
Penglihatan memburam atau kurang jelas, terutama di tengah bidang pandang.
Sulit membaca tulisan kecil atau melihat detail halus, bahkan setelah memakai kacamata.
Warna tampak kurang cerah atau persepsi warna berubah.
Butuh cahaya lebih terang untuk membaca atau menjahit.
Gejala yang Lebih Lanjut:
Muncul area gelap, kosong, atau buram di tengah penglihatan. Istilah medisnya skotoma sentral.
Garis lurus tampak bergelombang, bengkok, atau terdistorsi. Ini disebut metamorfopsia, contohnya, kusen pintu yang tiba-tiba terlihat melengkung.
Sulit mengenali wajah orang, bahkan yang berada dekat.
Kesulitan beradaptasi saat berpindah dari ruangan terang ke redup, atau sebaliknya.
Degenerasi Makula di Usia Muda
Karena namanya yang “age-related”, banyak orang mengira penyakit ini hanya menyerang lansia. Padahal, anak-anak, remaja, dan dewasa muda bisa mengalami kondisi serupa. Bedanya, penyebabnya bukan AMD klasik, melainkan degenerasi makula herediter atau distrofi makula. Keduanya merupakan kelainan yang diwariskan.
Stargardt Disease: Ini adalah bentuk degenerasi makula yang paling umum terjadi pada remaja dan dewasa muda. Sering kali, muncul pada pasien usia 6-20 tahun, meski ada juga yang baru terlihat pada usia 30-40 tahun.
Best Disease (Vitelliform Macular Dystrophy): Bentuk ini muncul pada masa kanak-kanak dan remaja. Ditandai penumpukan materi kuning di makula.
Cone-Rod Dystrophy: Sel kerucut yang bertugas untuk melihat warna dan detail terkena lebih dulu, baru kemudian sel batang (untuk penglihatan malam).
Pattern Dystrophies: Kelompok penurunan fungsi makula dengan pola deposit pigmen khas di retina.
Penyebab dan Faktor Risiko
Salah satu penyebab dari degenerasi telah kita singgung di atas, yakni keturunan atau genetik. Tak hanya itu, para ahli juga meyakini bahwa munculnya penyakit ini adalah karena kombinasi faktor genetik, lingkungan, dan proses penuaan.
Apa yang sebenarnya terjadi di mata?
Salah satunya adalah akumulasi druzen, yakni deposit protein dan lipid di bawah retina. Seiring waktu, stres oksidatif akibat radikal bebas dapat merusak sel-sel retina. Selain itu, inflamasi kronis atau respons imun yang berlebihan di retina juga bisa semakin mempercepat kerusakan sel.
Di sisi lain, AMD termasuk gangguan metabolisme yang memengaruhi fungsi mitokondria, sehingga produksi energinya turut terganggu.
Faktor Risiko
Usia: risiko naik signifikan setelah 50 tahun dan terus meningkat.
Riwayat keluarga: punya orang tua atau saudara kandung dengan AMD meningkatkan risiko 3-4 kali lipat.
Ras/etnis: orang kulit putih (Kaukasia) berisiko lebih tinggi dibandingkan orang Afrika-Amerika, Hispanik, atau Asia.
Warna mata: mata berwarna terang (biru, hijau) lebih sensitif terhadap kerusakan akibat cahaya.
Jenis kelamin: wanita lebih berisiko, kemungkinan karena harapan hidup yang lebih panjang dan faktor hormonal.
Kondisi Medis
Sayangnya, kondisi medis juga dapat menjadi faktor risiko. Penyakit kardiovaskular, seperti aterosklerosis dan penyakit jantung meningkatkan risiko AMD. Diabetes juga dapat mempercepat degenerasi. Bahkan, kadar kolesterol tinggi juga berkaitan dengan pembentukan drusen lebih cepat.
Jenis-Jenis Degenerasi Makula
Cepat lambatnya gejala yang terasa tergantung pada jenis yang muncul. Terdapat 2 jenis AMD, berikut penjelasannya:[9]
1. Dry AMDTipe Kering
Dry AMD bisa disebut atrophic AMD atau non-neovascular AMD. Ini jenis degenerasi yang paling umum, mencakup sekitar 80-90% kasus AMD. Ciri utamanya, penipisan makula secara bertahap dan penumpukan drusen di bawah retina. Perkembangannya lambat, biasanya bertahun-tahun. Jenis ini juga bisa berubah menjadi wet AMD.
2. Wet AMD (TIpe Basah)
Wet AMD dapat disebut neovascular AMD, exudative AMD, atau choroidal neovascularization (CNV). Jenis ini jarang terjadi, hanya sekitar 10-20% kasus. Meski begitu, jenis wet menyebabkan 90% kehilangan penglihatan akibat AMD.
Diagnosis dan Pengobatan
Kabar baiknya, teknologi untuk diagnosis sudah maju dan pilihan pengobatan terus bertambah. Pengobatan masalah ini sendiri bertujuan untuk memperlambat kerusakan dan mempertahankan penglihatan yang tersisa.
Diagnosis
Diagnosis AMD memerlukan pemeriksaan mata komprehensif oleh dokter mata (oftalmolog atau optometrist). Namun, Anda harus memahami bahwa pemeriksaan ini tidak sama dengan glaukoma yang berhubungan dengan saraf optik. Berikut pemeriksaan standarnya.
Pemeriksaan mata dengan dilatasi: Dokter meneteskan obat untuk melebarkan pupil, lalu memakai lensa khusus untuk memeriksa retina, makula, dan saraf optik. Dokter mencari drusen, perubahan pigmen, atau tanda pembuluh darah abnormal.
Tes ketajaman penglihatan: Mengukur seberapa baik Anda melihat pada berbagai jarak memakai chart Snellen (deretan huruf yang mengecil).
Tes Amsler Grid: sama seperti tes mandiri tadi. Garis yang hilang, bergelombang, atau terdistorsi menandakan kerusakan makula.
Untuk gambaran yang lebih rinci, dokter bisa menggunakan pencitraan khusus seperti Optical Coherence Tomography (OCT). Pada wet AMD, Angiografi Fluorescein bisa menjadi pilihan untuk melihat kebocoran pembuluh darah di retina. Selain itu, untuk kasus dry AMD, Fundus Autofluorescence (FAF) bisa menjadi pilihan.
Pengobatan Dry AMD
Pemberian suplemen ARED2 cocok untuk tahap menengah atau tahap lanjut di satu mata. Suplemen ini mengurangi risiko progresi ke AMD tahap lanjut sekitar 25% dalam 5 tahun. Namun, tidak untuk tahap awal atau tanpa AMD karena belum terbukti memberi manfaat pencegahan.
Perubahan gaya hidup seperti berhenti merokok, diet Mediterania, konsumsi ikan, dan olahraga teratur sangat mendukung suplemen dalam memperlambat progresi. Begitu juga dengan mengontrol tekanan darah dan kolesterol untuk menjaga kesehatan kardiovaskular.
Tahap Lanjut (Atrofi Geografis)
Sekarang ini, sudah ada dua obat suntik intraokular (ke dalam mata) untuk memperlambat progresi atrofi geografis, yakni pegcetacoplan (Syfovre) dan avacincaptad pegol (Izervay).
Selain itu, rehabilitasi low vision berupa terapi okupasi, alat bantu penglihatan, dan pelatihan adaptasi membantu penderita menjaga kualitas hidup.
Pengobatan Wet AMD
Standar emasnya adalah terapi anti-VEGF. VEGF adalah Vascular Endothelial Growth Factor yang merangsang tumbuhnya pembuluh darah baru dari koroid (lapisan di bawah retina) ke arah makula. Pembuluh darah baru ini rapuh, mudah bocor, dan menyebabkan penumpukan cairan, darah, serta jaringan paru.
Obatnya disuntikkan langsung ke dalam mata (injeksi intravitreal) untuk menghambat VEGF. Jangan khawatir dulu soal kata "suntik mata". Prosedurnya dilakukan oleh dokter dengan penanganan khusus, dan manfaatnya sangat besar.
Pilihan obat anti-VEGF termasuk:
Ranibizumab (Lucentis)
Aflibercept (Eylea)
Bevacisumab (Avastin)
Brolucizumab (Beovu)
Faricimab (Vabysmo)
Selama ini, hasilnya cukup mengejutkan. Sekitar 90% merasakan penglihatan yang stabil, dan sekitar 30-40% bahkan mengalami peningkatan ketajaman penglihatan. Untuk mencapai kepuasan, sebaiknya terus lakukan prosedur dengan tepat waktu.
Kapan Harus ke Dokter?
Meski penglihatan belum benar-benar terganggu, sebaiknya jangan menunda ke dokter setelah merasakan gejala. Apalagi jika Anda merasakan degenerasi makula tipe basah yang bisa semakin parah hanya dalam waktu singkat.
Semakin cepat Anda ke dokter dan melakukan medical check up, semakin besar pula peluang Anda dalam menyelamatkan penglihatan. Jadi, segera periksakan diri jika mengalami hal berikut.
Penglihatan buram yang tidak membaik meski dengan kacamata, terutama di tengah.
Garis lurus tampak bergelombang, bengkok, atau terdistorsi.
Ada area gelap, kosong, atau buram di tengah penglihatan.
Penurunan ketajaman penglihatan yang tiba-tiba dalam hitungan hari atau minggu.
Kesulitan mengenali wajah orang yang Anda kenal baik.
Perubahan persepsi warna, atau warna tampak kurang cerah.
Apalagi, kondisi darurat yang perlu penanganan dalam 24-48 jam.
Penurunan penglihatan yang tiba-tiba dan drastis di satu atau kedua mata.
Distorsi penglihatan yang muncul cepat, misalnya garis lurus terlihat sangat bergelombang.
Kehilangan penglihatan sentral yang memburuk dalam hitungan hari.
Jangan Tunggu Buram dan Periksakan Mata Sekarang!
Makula memegang peran besar dalam penglihatan tajam sehari-hari, dan kerusakannya sering datang tanpa suara. Kenali gejala degenerasi makula, pahami jenisnya, dan jaga gaya hidup sehat. Pemeriksaan rutin serta penanganan cepat, terutama pada tipe basah, akan membantu menjaga penglihatan Anda lebih lama.
Lokasi Klinik Bumame
1. Klinik Bumame BSD
Ruko Northridge B1 No.16, Rw. Mekar Jaya, Kecamatan Serpong, Tangerang, Banten 15310
2. Klinik Bumame TB Simatupang
Jl. TB Simatupang No.33, RT.1/RW.5, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, DKI Jakarta 12550
3.Klinik Bumame Puri
Ruko Sentra Niaga Puri Indah Blok T6/23 RT.1/RW.2, Kembangan Sel., Kec. Kembangan, Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11610
4. Klinik Bumame Cideng
JAC Building, Jl. Jati Baru Raya No.28 5, Petojo Sel., Kecamatan Gambir, Kota Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10160
5. Klinik Bumame Kelapa Gading
Ruko Mall of Indonesia, Italian Walk Blok C 15-16, RT.18/RW.8, Klp. Gading Bar., Kec. Klp. Gading, Jkt Utara, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 14240
Referensi:
National Eye Institute. (2021). Age-related macular degeneration (AMD).
National Library Medicine. (2024). Overview: Age-related macular degeneration (AMD).
Cleveland Clinic. (2023). Macular degeneration.
American Optometric Association. (n.d.). Macular degeneration.
WebMD. (2024). What to know about age-related macular degeneration (AMD).
National Eye Institute. (2023). Age-related macular degeneration: What you should know.
Kevin Delijani. (2022). Stargardt disease (Genetics and Molecular Research)..
American Academy of Ophthalmology. (2017). Stargardt Disease (STGD)
National Eye Institute. (2021). The Latest on AMD.
Wiley, Acta Ophthalmologica (2022). What did we learn in 35 years of research on nutrition and supplements for age-related macular degeneration: a systematic review.
Hrishikesh Vyawahare . (2022). Age-Related Macular Degeneration: Epidemiology, Pathophysiology, Diagnosis, and Treatment.
Andreas Stahl (2020). The Diagnosis and Treatment of Age-Related Macular Degeneration.
National Center for Complementary and Integrative Health. (2024). Dietary supplements for eye conditions: What the science says.
Nithya Boopathiraj. (2024) Recent Updates on the Diagnosis and Management of Age-Related Macular Degeneration
National Eye Institute. (2023). AI-based systems can help identify rapidly advancing age-related macular degeneration.
Ditinjau secara medis oleh dr. Reycha Nabila
.jpg&w=3840&q=75)