Warna dan tekstur kulit mengalami perubahan, merasa nyeri, muncul lepuhan, dan mati rasa? Anda kemungkinan itu adalah gejala gangrene. Ini merupakan kondisi ketika aliran darah berkurang atau terhenti yang membuat jaringan di tubuh mati. Kondisi ini biasanya dimulai dari ujung bagian tubuh, seperti jari tangan atau kaki.
Namun, kondisi ini bisa saja muncul pada jaringan tubuh yang tidak terjangkau aliran darah. Lantas, apa gejala lebih lengkapnya? Apa penyebabnya? Mari kupas tuntas lewat artikel berikut ini!
Apa itu Gangrene?
Dalam dunia medis, gangrene adalah salah satu kondisi serius dan fatal karena jaringan dalam tubuh mengalami nekrosis atau kematian yang disebabkan oleh berkurangnya pasokan darah. Kondisi ini bisa saja berkembang di area manapun dalam tubuh, namun biasanya diawali dari tangan atau kaki.
Kematian jaringan adalah ciri utama gangrene, walaupun kondisi ini tidak selalu diikuti oleh infeksi akibat bakteri yang berkembang biak. Penatalaksanaan umumnya meliputi penggunaan antibiotik, terapi oksigen hiperbarik, hingga tindakan operasi untuk membersihkan jaringan nekrotik dan memperbaiki sirkulasi darah pasien.
Tanda paling utama lainnya adalah terjadinya perubahan warna dan tekstur pada kulit. Kulit seseorang yang mengalami kondisi ini akan terlihat berwarna merah, cokelat, ungu, lalu hitam kehijauan. Selanjutnya, kulit akan terasa dingin, kencang, dan nyeri saat disentuh. Dalam beberapa kasus, kulit akan mengeluarkan cairan dan melepuh.
Tipe Gangrene
Kondisi ini terdiri dari beberapa tipe, di antaranya seperti berikut.
1. Kering
Tipe pertama adalah kering, yang terjadi ketika aliran darah melambat atau bahkan terhenti pada bagian tubuh tertentu, namun belum sampai memicu terjadinya infeksi.
Seseorang yang mengalami kondisi ini akan merasakan kulit yang kering dan tidak ada luka basah, cairan, maupun nanah. Perkembangannya cenderung pelan dan paling sering dialami oleh orang yang memiliki keluhan pada peredaran darah di kaki atau memiliki penyakit diabetes.
2. Basah
Tipe ini melibatkan gangguan aliran darah yang diikuti dengan masuknya bakteri atau kuman. Ciri fisiknya terlihat dari munculnya lepuhan di kulit yang berisi cairan atau nanah yang berbau kurang sedap.
Kondisi ini biasanya dipicu oleh cedera fisik yang cukup berat, seperti luka bakar atau frostbite (radang dingin). Serta bisa menyebar ke jaringan sehat di sekitarnya jika tidak segera ditangani dengan tepat.
3. Fournier
Jenis gangrene ini adalah infeksi bakteri langka, namun serius, yang menyerang area sekitar organ intim, seperti kelamin atau panggul. Tipe ini umumnya terjadi pada pria.
Infeksi dapat bermula dari bakteri yang masuk melalui luka kecil, gigitan serangga, hingga infeksi saluran kemih. Risiko terkena tipe ini biasanya lebih tinggi pada orang yang punya riwayat gula darah yang kurang terkontrol dengan baik.
4. Internal
Tipe satu ini terjadi ketika aliran darah ke dalam usus, kantung empedu, atau usus buntu terhambat. Misalnya, peradangan yang parah pada kantung empedu yang dibiarkan terlalu lama bisa membuat jaringan di sekitarnya kekurangan suplai darah dan rusak.
5. Gas
Tipe berikutnya adalah infeksi bakteri yang menyerang bagian otot serta sel darah dalam tubuh. Bakteri yang menyebabkan kondisi ini adalah Clostridium perfringens. Bakteri kemudian berkembang biak di dalam luka akibat cedera fisik atau luka bedah yang tidak mendapat pasokan darah.
Infeksi bakteri ini kemudian menghasilkan racun berupa gas dan menyebabkan nekrosis atau kematian jaringan. Berdasarkan kondisinya, tipe ini sama dengan tipe basah.
6. Meleney
Tipe terakhir adalah yang paling langka atau jarang ditemukan. Menurut Dr. Apoorva Jain (2025), tipe ini adalah salah satu penyakit kulit yang fatal, meskipun jarang terjadi, meleney bersifat agresif dan bisa menyerang tanpa gejala yang jelas.
Kondisi ini bermula dari infeksi campuran yang disebabkan oleh bakteri Staphylococcus aureus dan Streptococcus. Meleney berisiko tinggi pada seseorang yang mempunyai gangguan sistem imun tubuh atau memiliki luka sebelumnya.
Gejala dan Penyebab Gangrene
Gejala dari penyakit ini dapat berbeda-beda sesuai dengan tipenya, di antaranya seperti berikut.
Perubahan warna dan tekstur kulit.
Ada bunyi berderak saat kulit ditekan (menandakan penumpukan gas di bawah kulit).
Detak jantung dan napas yang cepat.
Muncul rasa cemas.
Demam, menggigil, dan muntah.
Muncul sensasi nyeri pada daerah yang terinfeksi.
Terdapat lepuhan dan luka yang mengeluarkan cairan, nanah, atau darah yang berbau tak sedap.
Terjadi pembengkakan.
Adapun penyebab terjadinya gangrene adalah terhambatnya aliran darah menuju suatu bagian tubuh tertentu. Sebab, melalui aliran darah, jaringan tubuh manusia biasanya mendapatkan pasokan oksigen, zat gizi, dan zat kekebalan tubuh untuk bertahan hidup. Jika tidak lancar alirannya, maka sel-sel jaringan bisa terdampak.
Berikut beberapa faktor utama yang bisa memicu terhambatnya aliran darah.
Memiliki gangguan kesehatan tertentu, seperti penyumbatan pembuluh darah.
Adanya infeksi yang menyerang bagian jaringan tubuh.
Adanya luka dalam yang parah, maupun cedera yang mengenai lapisan otot.
Komplikasi pascaoperasi.
Cara Dokter Mendiagnosis Gangrene
Jika merasa ada keluhan fisik tertentu, langkah awal yang tepat adalah segera berkonsultasi dengan penyedia layanan kesehatan. Dokter biasanya akan memulainya dengan menanyakan riwayat kesehatan, keluhan kondisi saat ini, serta riwayat cedera yang baru saja dialami.
Setelah itu, dokter akan memeriksa bagian tubuh yang dikeluhkan dan menyarankan beberapa pemeriksaan penunjang untuk memastikan kondisi yang sebenarnya. Dalam proses diagnosis, ada beberapa pemeriksaan yang umumnya dilakukan di rumah sakit maupun fasilitas kesehatan, meliputi.
Pemeriksaan darah.
Kultur bakteri atau biopsi.
Pencitraan medis, seperti X-ray, USG, CT scan, hingga MRI.
Pemeriksaan aliran darah dan pembuluh darah.
Seluruh rangkaian tes ini bertujuan untuk mencari tahu letak hambatan aliran darah, mendeteksi infeksi, dan mengukur tingkat kerusakan jaringan.
Sebagai langkah antisipasi atau pemantauan awal, Anda bisa mengevaluasi kondisi kesehatan pembuluh darah dan mendeteksi potensi infeksi melalui layanan Hematologi Lengkap dari Bumame. Pemeriksaan ini berfungsi untuk menilai komponen utama sel darah untuk dapat diketahui lebih awal, namun tidak bisa menggantikan pengobatan.
Faktor Risiko Gangrene
Selain faktor utama yang telah disebutkan, kenali beberapa faktor yang dapat meningkatkan risikonya berikut ini.
Gula darah tinggi: diabetes bisa merusak pembuluh darah sehingga aliran darah menjadi terhambat.
Pascaoperasi atau cedera parah: Dapat meningkatkan risiko kerusakan jaringan, terutama jika aliran darah sudah terganggu sebelumnya.
Kebiasaan merokok: Orang yang merokok memiliki kerentanan yang lebih tinggi terhadap gangguan sirkulasi darah.
Obesitas: Beban berat badan berlebih dapat menekan pembuluh darah, sehingga aliran darah dapat melambat dan menghambat proses penyembuhan luka.
Riwayat obat suntik: Pada kasus yang jarang terjadi, penggunaan obat suntik tertentu dapat berisiko memicu infeksi bakteri.
Komplikasi Covid-19: Adanya risiko gangguan pembekuan darah pasca-Covid-19 yang bisa memicu kematian jaringan di bagian ujung tangan maupun kaki.
Perlu diingat bahwa kondisi ini adalah salah satu penyakit medis yang memerlukan penanganan cepat. Jika tidak cepat ditangani dengan tepat, maka infeksi bakteri akan menyebar ke organ atau jaringan lain. Bahkan, penderita berisiko menjalani tindakan pengangkatan (amputasi) pada bagian tubuh tertentu untuk menyelamatkan nyawa.
Upaya Pencegahan Risiko
Memiliki diabetes dapat memengaruhi pasokan darah di tubuh Anda. Namun, jangan khawatir berlebihan karena terdapat beberapa upaya pencegahan agar terhindar dari kondisi ini.
Kurangi kebiasaan merokok.
Mengonsumsi makanan sehat dan bernutrisi.
Jika obesitas, berolahragalah secara teratur untuk menurunkan berat badan.
Jika mengidap diabetes, kenali cara mengontrol kadar gula darah dan selalu periksa bagian ujung tubuh, seperti ujung kaki dan tangan.
Kapan Harus ke Dokter?
Gangrene merupakan kondisi serius yang memerlukan perhatian medis segera. Jika merasakan keluhan berupa lepuhan yang mengeluarkan nanah, nyeri hebat dan mati rasa, serta kulit tampak berwarna.
Pertolongan darurat juga akan sangat dibutuhkan jika mengalami pusing, denyut nadi cepat, disorientasi, kulit terasa dingin, sulit bernapas, hingga diare dan muntah. Jika memiliki faktor risiko tertentu atau ingin memantau kondisi kesehatan secara berkala, langkah pencegahan terbaik adalah melakukan evaluasi kesehatan rutin.
Anda pun bisa memanfaatkan layanan Hematologi lengkap dari Bumame untuk memeriksa komponen sel darah secara menyeluruh sebagai deteksi awal. Layanan Hematologi Lengkap ini mencakup pemeriksaan komponen sel darah merah, sel darah putih, hemoglobin, keping darah, hematokrit, MCV, MCH,dan MCHC.
Anda tidak perlu khawatir, sebab layanan ini dapat diakses dengan mudah, baik secara langsung di klinik maupun melalui kunjungan ke rumah (Home Care). Ayo, ambil langkah pencegahan yang tepat untuk melindungi kesehatan jaringan dan pembuluh darah!
Lokasi Klinik Bumame
1. Klinik Bumame BSD
Ruko Northridge B1 No.16, Rw. Mekar Jaya, Kecamatan Serpong, Tangerang, Banten 15310
2. Klinik Bumame TB Simatupang
Jl. TB Simatupang No.33, RT.1/RW.5, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, DKI Jakarta 12550
3.Klinik Bumame Puri
Ruko Sentra Niaga Puri Indah Blok T6/23 RT.1/RW.2, Kembangan Sel., Kec. Kembangan, Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11610
4. Klinik Bumame Cideng
JAC Building, Jl. Jati Baru Raya No.28 5, Petojo Sel., Kecamatan Gambir, Kota Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10160
5. Klinik Bumame Kelapa Gading
Ruko Mall of Indonesia, Italian Walk Blok C 15-16, RT.18/RW.8, Klp. Gading Bar., Kec. Klp. Gading, Jkt Utara, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 14240
Referensi
Cleveland Clinic — Gangrene
Mayo Clinic — Gangrene: Symptoms and Causes
Jain — Understanding Meleney's Gangrene: Urgent Treatment for Rapid Tissue Damage
NHS — Gangrene
Siloam Hospitals — Apa Itu Gangrene? Ini Penyebab, Gejala, dan Pengobatannya
Ditinjau secara medis oleh dr. Talitha Amalia
Frequently Asked Question
Apa tahap awal kemunculan gangrene?
Tahap awal gangrene dapat dimulai ketika aliran darah berkurang sehingga jaringan kekurangan oksigen dan nutrisi. Tanda yang dapat muncul meliputi perubahan warna kulit, kulit terasa dingin, kencang, dan mengilap.
Apakah gangrene bisa sembuh?
Gangrene dapat ditangani jika mendapatkan perawatan yang tepat dan segera. Penanganan bisa mencakup antibiotik, terapi oksigen hiperbarik, atau operasi untuk mengangkat jaringan mati. Pada kasus berat, amputasi mungkin diperlukan untuk menyelamatkan nyawa.
Apa saja jenis gangrene?
Jenis gangrene meliputi gangrene kering, basah, Fournier, internal, gas, dan Meleney. Setiap jenis memiliki karakteristik berbeda berdasarkan lokasi, penyebab, dan keterlibatan infeksi.
Siapa yang berisiko mengalami gangrene?
Risiko gangrene lebih tinggi pada orang dengan diabetes, gangguan sirkulasi darah, obesitas, kebiasaan merokok, luka berat, komplikasi pascaoperasi, atau sistem kekebalan tubuh yang lemah.
Bagaimana cara mencegah gangrene?
Pencegahan gangrene dapat dilakukan dengan berhenti merokok, mengonsumsi makanan bergizi, berolahraga secara teratur, mengontrol gula darah jika memiliki diabetes, serta memeriksa kondisi kaki dan tangan secara rutin.
