Booking layanan Bumame tanpa antri. Klik disini.

Booking layanan Bumame tanpa antri. Klik disini.

Gejala Asma yang Perlu Dikenali, dari Sesak hingga Batuk Berulang
Kembali ke Artikel & Berita

Gejala Asma yang Perlu Dikenali, dari Sesak hingga Batuk Berulang

Redaksi Bumame

Sering Sesak, Mengi, atau Batuk Berulang? Kenali Gejala Asma dan Tanda Serangan yang Perlu Diwaspadai

Asma merupakan penyakit saluran pernapasan kronis yang menyebabkan peradangan dan penyempitan pada saluran napas. Kondisi ini dapat menimbulkan gejala yang datang dan pergi, mulai dari batuk ringan hingga sesak napas yang membutuhkan penanganan segera.
Menurut Global Initiative for Asthma (GINA), asma ditandai oleh gejala pernapasan yang bervariasi, seperti mengi, sesak napas, dada terasa berat, dan batuk, disertai hambatan aliran udara yang dapat berubah dari waktu ke waktu.¹
Mengenali gejala sejak awal penting agar penderita mendapatkan penanganan yang tepat dan dapat mengurangi risiko serangan asma yang lebih berat.

Mengenal Asma dan Gangguan pada Saluran Pernapasan

Asma adalah penyakit kronis yang menyebabkan saluran napas mengalami peradangan sehingga menjadi lebih sensitif terhadap berbagai pemicu. Saat kambuh, otot di sekitar saluran napas akan berkontraksi, lapisan saluran napas membengkak, dan produksi lendir meningkat. Akibatnya, udara menjadi lebih sulit keluar masuk paru-paru.
Menurut National Heart, Lung, and Blood Institute (NHLBI), tingkat keparahan gejala asma dapat berbeda pada setiap orang. Ada yang hanya mengalami keluhan sesekali, tetapi ada juga yang mengalami serangan berulang yang mengganggu aktivitas sehari-hari.²

Gejala Umum Asma yang Perlu Dikenali

Gejala asma dapat muncul secara perlahan maupun tiba-tiba, terutama ketika penderita terpapar pemicunya.
Gejala yang paling sering dialami meliputi:
  • Sesak napas.
  • Napas berbunyi mengi (wheezing).
  • Batuk yang berulang, terutama malam hari atau dini hari.
  • Dada terasa berat atau seperti tertekan.
  • Mudah lelah saat beraktivitas.
Menurut GINA, tidak semua penderita mengalami seluruh gejala tersebut. Intensitas keluhan dapat berubah-ubah tergantung kondisi saluran napas dan pemicu yang dialami.¹
Apabila kamu ingin mengetahui lebih lengkap mengenai ciri-ciri asma, terdapat beberapa tanda lain yang dapat membantu membedakan asma dari gangguan pernapasan lainnya.
Perlu diketahui juga bahwa sesak napas tidak selalu disebabkan oleh asma. Berbagai kondisi lain juga dapat menimbulkan keluhan serupa. Oleh karena itu, penting memahami berbagai penyebab sesak napas agar pemeriksaan dapat dilakukan secara tepat.

Perbedaan Gejala Asma pada Anak dan Dewasa

Ya. Gejala asma pada anak sering kali berbeda dibandingkan orang dewasa.

Gejala Asma pada Anak

Pada anak, gejala yang sering ditemukan antara lain:
  • Batuk berkepanjangan, terutama saat malam.
  • Mengi saat bernapas.
  • Napas cepat.
  • Mudah lelah ketika bermain.
  • Sulit mengikuti aktivitas fisik seperti teman seusianya.
Pada anak yang masih kecil, gejala asma terkadang menyerupai infeksi saluran napas sehingga memerlukan evaluasi dokter.

Gejala Asma pada Dewasa

Pada orang dewasa, keluhan yang lebih sering muncul meliputi:
  • Sesak napas saat beraktivitas.
  • Dada terasa berat.
  • Batuk yang berulang.
  • Napas berbunyi mengi.
  • Gejala memburuk saat malam atau dini hari.
Menurut NHLBI, gejala dapat muncul secara berkala dan dipengaruhi oleh kondisi lingkungan maupun pemicu tertentu.²

Pemicu Gejala Asma yang Perlu Dikenali

Gejala asma dapat kambuh ketika saluran napas terpapar faktor pemicu tertentu. Setiap penderita dapat memiliki pemicu yang berbeda.
Beberapa pemicu yang sering ditemukan meliputi:
  • Debu.
  • Tungau.
  • Serbuk sari.
  • Bulu hewan.
  • Asap rokok.
  • Polusi udara.
  • Udara dingin.
  • Aktivitas fisik berat.
  • Infeksi saluran napas.
  • Stres emosional.
Pada sebagian orang, alergi rhinitis sebagai pemicu asma juga sering ditemukan. Rhinitis alergi menyebabkan peradangan pada hidung akibat reaksi alergi dan diketahui memiliki hubungan yang erat dengan asma. Menurut Allergic Rhinitis and its Impact on Asthma (ARIA), kedua kondisi ini sering terjadi bersamaan sehingga pengendalian rhinitis dapat membantu mengurangi gejala asma.³
Bagi penderita yang memiliki alergi, memahami cara mencegah alergi rhinitis juga dapat menjadi bagian dari upaya mengurangi kekambuhan gejala asma.

Pemeriksaan untuk Mendiagnosis Asma

Diagnosis asma dilakukan berdasarkan kombinasi gejala, riwayat kesehatan, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan fungsi paru.
Dokter biasanya akan menanyakan:
  • Kapan gejala mulai muncul.
  • Seberapa sering keluhan kambuh.
  • Apakah gejala membaik setelah menggunakan obat pelega.
  • Riwayat alergi atau asma dalam keluarga.
Selain itu, dokter dapat melakukan pemeriksaan spirometri atau tes fungsi paru untuk menilai ada tidaknya penyempitan saluran napas.
Karena gejala asma dapat menyerupai penyakit lain, dokter juga perlu melakukan cara membedakan asma dengan penyakit pernapasan lain, seperti pneumonia, bronkitis, PPOK, maupun infeksi saluran napas akut.
Menurut GINA, pemeriksaan fungsi paru sangat membantu untuk mengonfirmasi diagnosis asma dan membedakannya dari penyakit pernapasan lainnya.¹

Langkah Penanganan Saat Serangan Asma

Serangan asma terjadi ketika saluran napas menyempit secara tiba-tiba sehingga penderita mengalami kesulitan bernapas. Kondisi ini dapat dipicu oleh paparan alergen, infeksi saluran napas, olahraga, udara dingin, atau polusi.
Saat gejala mulai muncul, langkah yang dapat dilakukan antara lain:
  • Tetap tenang dan usahakan bernapas perlahan.
  • Duduk dengan posisi tubuh sedikit condong ke depan agar pernapasan lebih nyaman.
  • Gunakan inhaler pelega (reliever inhaler) sesuai petunjuk dokter apabila memang telah diresepkan.
  • Hindari pemicu yang diketahui menyebabkan serangan. Jika tidak tersedia inhaler, segera pergi ke RS atau klinik terdekat untuk mendapatkan terapi.
Menurut Global Initiative for Asthma (GINA), setiap penderita sebaiknya memiliki asthma action plan agar mengetahui langkah yang harus dilakukan ketika gejala mulai memburuk.¹
Apabila gejala tidak membaik setelah menggunakan obat pelega atau justru semakin berat, segera cari pertolongan medis.

Pengobatan Jangka Panjang untuk Mengontrol Asma

Asma merupakan penyakit kronis sehingga tujuan pengobatan bukan hanya meredakan serangan, tetapi juga mengendalikan peradangan saluran napas agar kekambuhan dapat diminimalkan.
Dokter akan menentukan terapi berdasarkan tingkat keparahan asma dan frekuensi serangan.
Pilihan pengobatan dapat meliputi:
  1. Obat Pengontrol (Controller)

Obat ini digunakan setiap hari untuk mengurangi peradangan pada saluran napas sehingga risiko serangan asma dapat ditekan.
  1. Obat Pelega (Reliever)

Digunakan ketika gejala muncul untuk membantu melebarkan saluran napas sehingga penderita dapat bernapas lebih lega.
  1. Menghindari Faktor Pemicu

Selain obat, pengendalian lingkungan juga merupakan bagian penting dalam pengelolaan asma, seperti:
  • menghindari asap rokok,
  • mengurangi paparan debu,
  • menjaga kualitas udara di rumah,
  • serta mengendalikan alergi apabila ada.
Menurut Global Initiative for Asthma (GINA), asma dapat dikontrol secara efektif dengan pengobatan yang tepat dan konsisten. Pengendalian asma yang baik membantu mengurangi gejala, mempertahankan aktivitas sehari-hari, serta menurunkan risiko eksaserbasi atau serangan asma yang berat.²

Tanda Serangan Asma yang Memerlukan Pertolongan Medis

Sebagian besar gejala asma dapat dikendalikan dengan pengobatan. Namun, ada beberapa kondisi yang memerlukan penanganan medis segera.
Segera ke IGD apabila mengalami:
  • sesak napas yang semakin berat,
  • sulit berbicara karena kehabisan napas,
  • bibir atau ujung jari membiru,
  • napas sangat cepat,
  • dada terasa sangat sesak,
  • inhaler pelega tidak membantu meredakan gejala.
Menurut NHS, serangan asma berat dapat mengancam nyawa apabila tidak segera ditangani sehingga penderita tidak disarankan menunda mencari pertolongan medis.³

Langkah Mengurangi Risiko Kekambuhan Asma

Walaupun asma tidak selalu dapat dicegah, kekambuhan gejalanya dapat dikurangi dengan beberapa langkah berikut:
  • menggunakan obat sesuai anjuran dokter,
  • menghindari pemicu yang telah diketahui,
  • tidak merokok dan menghindari asap rokok,
  • menjaga kebersihan rumah dari debu dan tungau,
  • berolahraga sesuai kemampuan,
  • melakukan kontrol rutin apabila gejala sering kambuh.
Pengendalian penyakit penyerta, terutama alergi, juga penting karena dapat membantu menjaga saluran napas tetap stabil.

Jangan Abaikan Gejala Asma

Gejala asma tidak selalu muncul dengan tingkat keparahan yang sama. Pada sebagian orang hanya berupa batuk berulang, sedangkan pada yang lain dapat berkembang menjadi sesak napas yang memerlukan penanganan segera.
Semakin cepat gejala dikenali dan penyebabnya diketahui, semakin besar peluang untuk mengendalikan asma dan mencegah kekambuhan di kemudian hari.
Jika kamu mengalami batuk berulang, mengi, sesak napas, atau keluhan yang mengarah pada asma, kamu dapat chat gratis dengan dokter untuk konsultasi agar kondisi dapat dievaluasi dan kamu mendapatkan rekomendasi pemeriksaan maupun penanganan yang sesuai.

Sumber: Global Initiative for Asthma (GINA), National Heart, Lung, and Blood Institute (NHLBI), National Health Service (NHS.

Lokasi Klinik Bumame

Klinik Bumame Cideng JAC Building, Jl. Jati Baru Raya No.28 5, Petojo Sel., Kecamatan Gambir, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10160
Klinik Bumame TB Simatupang 1, Jl. TB Simatupang No.33, RT.1/RW.5, Ragunan, Ps. Minggu, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12550
Klinik Bumame BSD Ruko Northridge B1 No.16, Rw. Mekar Jaya, Kec. Serpong, Tangerang, Banten 15310 Klinik Bumame Puri Indah Ruko Sentra Niaga Puri Indah Blok T6/23, Kembangan, Jakarta Barat 11610

Ditinjau secara medis oleh dr. Andika Yusuf Ramadhan, M.Biomed

Frequently Asked Question

Bagaimana Mengenali Asma Sejak Dini?
Asma dapat dikenali melalui beberapa pemeriksaan untuk mengevaluasi fungsi paru dan kemungkinan pemicu gejala. Pemeriksaan yang dapat dipertimbangkan meliputi spirometri, rontgen thorax, serta evaluasi IgE dan panel alergi.

Apakah semua penderita asma mengalami sesak napas?
Tidak. Sebagian penderita hanya mengalami batuk kronis atau mengi, terutama pada tahap awal penyakit.
Bagaimana membedakan asma dengan sesak napas biasa?
Asma biasanya ditandai dengan gejala yang berulang, dipicu oleh faktor tertentu, dan membaik setelah menggunakan obat pelega. Diagnosis tetap perlu dipastikan melalui pemeriksaan dokter dan, bila diperlukan, tes fungsi paru.
Apakah asma bisa sembuh total?
Menurut GINA, asma merupakan penyakit kronis yang belum dapat disembuhkan sepenuhnya. Namun, gejalanya dapat dikendalikan dengan pengobatan dan penghindaran faktor pemicu sehingga penderita tetap dapat menjalani aktivitas sehari-hari dengan baik.¹
Apakah olahraga aman untuk penderita asma?
Ya, selama kondisi asma terkontrol. Dokter dapat memberikan saran mengenai jenis olahraga yang sesuai dan penggunaan obat sebelum berolahraga apabila diperlukan.

Kapan harus ke dokter?
Segera berkonsultasi apabila gejala sering kambuh, mengganggu aktivitas, atau tidak membaik setelah menggunakan obat sesuai anjuran. Bila terjadi sesak napas berat atau kesulitan bernapas, segera cari pertolongan medis.