Buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) sudah penuh cap dari posyandu, tetapi orang tua kerap kesulitan menemukan kolom vaksin campak. Yang tertulis justru vaksin MR. Ada juga anak yang jadwalnya terlewat karena demam, lalu terlupa.
Kemenkes mencatat penyakit campak dan rubella masih ditemukan di beberapa daerah di Indonesia. Keduanya menular lewat percikan ludah saat penderita batuk atau bersin, dan campak bisa menimbulkan komplikasi serius pada anak kecil.
Artikel ini menjawab pertanyaan vaksin campak usia berapa berdasarkan jadwal Kemenkes dan IDAI, lalu membahas imunisasi kejar, vaksin MMR, vaksinasi dewasa, kondisi yang perlu menunda vaksin, dan efek sampingnya.
Vaksin Campak Diberikan pada Usia Berapa?
Dalam program imunisasi rutin, vaksin campak diberikan dalam bentuk vaksin MR, yaitu gabungan vaksin campak (measles) dan rubella. Kemenkes dan IDAI menjadwalkan vaksin MR pada usia 9 bulan, 18 bulan, dan kelas 1 SD atau sederajat. MR menggantikan vaksin campak dalam jadwal rutin, sehingga satu suntikan membantu menurunkan risiko dua penyakit sekaligus.
Jadwal di atas mengikuti program nasional. Jadwal untuk anak Anda ditentukan oleh dokter.
Menurut IDAI, anak yang sudah mendapat vaksin campak tetap perlu MR untuk membentuk kekebalan terhadap rubella. Imunisasi MR program pemerintah tersedia di puskesmas, posyandu, rumah sakit, klinik yang bekerja sama dengan pemerintah, dan sekolah lewat Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS). Catat setiap dosis di buku KIA bersama vaksinasi anak lainnya.
Baca Juga: Vaksin Campak di Jakarta
Alasan Vaksin Dimulai Usia 9 Bulan dan Perlu Diulang
WHO menjelaskan dosis pertama vaksin campak umumnya diberikan pada usia 9 bulan di negara yang masih sering mencatat kasus campak, dan 12 sampai 15 bulan di negara lain. Jadwal Indonesia sejalan dengan anjuran ini karena campak masih ditemukan di beberapa daerah.
Perlindungan sejak dini penting karena komplikasi campak lebih sering terjadi pada anak di bawah 5 tahun, mulai dari diare berat, infeksi telinga, pneumonia atau radang paru, hingga ensefalitis atau radang otak. Bayi yang belum cukup umur untuk divaksin juga bisa tertular, jadi orang tua perlu mengenali ciri-ciri campak pada bayi. Makin banyak anak yang divaksin, makin kecil peluang campak menyebar ke bayi dan orang berdaya tahan tubuh lemah yang belum bisa divaksin.
Dosis lanjutan juga punya alasan tersendiri:
Sebagian anak belum kebal setelah dosis pertama. WHO menganjurkan dua dosis karena tidak semua anak membentuk kekebalan dari dosis pertama. Dosis berikutnya memberi tubuh anak kesempatan kedua untuk merespons.
Kekebalan perlu diperkuat saat anak mulai bersekolah. Kemenkes menyebut dosis 18 bulan dan kelas 1 SD diberikan agar pertahanan tubuh anak makin kuat. Di sekolah, anak bertemu banyak teman sebaya setiap hari sehingga penyakit menular mudah menyebar.
Anak Terlambat Vaksin Campak, Apakah Masih Bisa Dikejar?
Dosis yang terlewat karena anak sakit atau lupa masih bisa dilengkapi lewat imunisasi kejar. Jadwal kejar ditentukan dokter berdasarkan usia anak dan catatan vaksin sebelumnya. Beberapa hal yang perlu diketahui:
Bawa buku KIA atau catatan imunisasi. Catatan ini membantu dokter melihat dosis yang sudah dan belum diterima. Bila catatan hilang, sampaikan riwayat yang Anda ingat.
Anak yang lebih besar tetap bisa divaksin. Pada kampanye imunisasi MR, vaksin ini pernah diberikan kepada semua anak usia 9 bulan sampai kurang dari 15 tahun. Dokter menentukan berapa dosis yang masih dibutuhkan.
Catatan yang tidak lengkap tetap bisa diatasi. CDC menyebut orang tanpa catatan vaksinasi sebaiknya divaksin. Tambahan dosis tidak berbahaya bagi yang ternyata sudah kebal.
Bila anak yang belum divaksin baru saja kontak dengan penderita campak, segera hubungi dokter. Menurut CDC, vaksin MMR dalam 72 jam setelah paparan bisa memberi sebagian perlindungan atau membuat sakitnya lebih ringan. Pantau juga ciri campak pada anak, seperti demam tinggi, batuk, pilek, mata merah, dan ruam, yang biasanya muncul 7 sampai 14 hari setelah paparan.
Baca Juga: Vaksin Campak di Bumame
Bedanya Vaksin MR dan MMR
Vaksin MMR berisi komponen campak, gondongan, dan rubella, sedangkan MR berisi campak dan rubella. Menurut IDAI, program pemerintah memakai MR karena pengendalian campak dan rubella diprioritaskan mengingat komplikasinya bisa berat hingga mematikan.
Di Amerika Serikat, CDC menjadwalkan MMR pada usia 12 sampai 15 bulan dan 4 sampai 6 tahun, berbeda dari jadwal MR di Indonesia. IDAI menyebut anak yang sudah mendapat MMR tetap perlu MR untuk memperkuat kekebalan terhadap campak dan rubella, dan MR aman diberikan setelahnya. Bila orang tua mempertimbangkan MMR untuk menambah perlindungan terhadap gondongan, urutan dan jaraknya ditentukan dokter anak.
Remaja dan Dewasa yang Belum Pernah Divaksin
Menurut IDAI, orang dewasa yang belum pernah diimunisasi dan belum pernah sakit campak berisiko tinggi tertular. WHO dan CDC juga memasukkan orang dewasa ke kelompok yang lebih berisiko mengalami komplikasi.
CDC menganjurkan orang dewasa tanpa bukti kekebalan mendapat setidaknya satu dosis vaksin MMR, dan beberapa kelompok dianjurkan dua dosis. Kelompok yang perlu mengecek status vaksinnya antara lain:
Remaja, mahasiswa, dan tenaga kesehatan. NHS menekankan vaksin ini bagi remaja dan dewasa muda yang belum divaksin. CDC menganjurkan dua dosis untuk mahasiswa dan tenaga kesehatan.
Orang yang akan bepergian ke luar negeri. Campak masih sering ditemukan di sebagian wilayah Afrika, Timur Tengah, dan Asia. CDC menganjurkan pelancong internasional sudah divaksin lengkap sebelum berangkat.
Perempuan yang merencanakan kehamilan. NHS menekankan pentingnya vaksin ini bagi perempuan yang bisa hamil. Status kekebalan sebaiknya dicek sebelum hamil karena vaksin ini tidak diberikan selama kehamilan.
Keluarga dari orang berdaya tahan tubuh lemah. CDC menganjurkan dua dosis bagi orang dewasa yang tinggal serumah atau sering kontak dekat dengan mereka. Anggota keluarga yang kebal membantu mengurangi peluang virus masuk ke rumah.
Bila tidak ingat riwayat vaksin campak, cari dulu catatan vaksinasi lama. Bila tidak ditemukan, dokter akan menentukan jenis vaksin dan jumlah dosisnya sebagai bagian dari rencana vaksin dewasa Anda.
Ibu Hamil dan Kondisi yang Perlu Menunda Vaksin
NHS menjelaskan vaksin MMR termasuk vaksin hidup, yaitu jenis vaksin yang berisi virus campak, gondongan, dan rubella yang sudah dilemahkan. Karena itu, vaksin ini tidak cocok untuk semua orang.
Ibu hamil tidak diberi vaksin ini. CDC menyarankan vaksinasi ditunda sampai kehamilan selesai dan kehamilan dihindari setidaknya 1 bulan setelah vaksin MMR. Ibu menyusui tetap aman divaksin.
Perlindungan sebelum hamil penting karena rubella pada awal kehamilan bisa menyebabkan keguguran atau kecacatan pada bayi. Campak saat hamil juga bisa berujung keguguran atau bayi lahir prematur dengan berat badan rendah.
Kondisi lain yang perlu dinilai dokter sebelum vaksinasi campak antara lain:
Sistem kekebalan tubuh yang lemah. Kondisi ini bisa muncul karena penyakit tertentu atau obat yang menekan sistem kekebalan. Dokter akan menilai apakah vaksin aman diberikan.
Riwayat alergi berat. Sampaikan bila pernah mengalami reaksi alergi berat setelah dosis sebelumnya atau terhadap bahan vaksin seperti gelatin dan neomisin. Informasi ini membantu dokter memilih langkah yang aman.
Demam tinggi atau sakit berat. Vaksinasi biasanya ditunda sampai kondisi membaik. Menurut NHS, sakit ringan tanpa demam tinggi umumnya tidak menjadi halangan.
Baru menerima transfusi darah atau vaksin lain. CDC menyebut vaksinasi mungkin perlu ditunda 3 bulan atau lebih setelah transfusi. Vaksin lain dalam 4 minggu sebelumnya juga perlu disampaikan agar dokter bisa mengatur jarak.
Apa Saja Efek Samping Vaksin Campak?
Menurut IDAI, demam ringan, ruam merah, serta bengkak dan nyeri di bekas suntikan adalah reaksi normal setelah imunisasi MR yang biasanya hilang dalam 2 sampai 3 hari. KIPI atau kejadian ikutan pasca imunisasi yang serius sangat jarang terjadi.
NHS mencatat ruam dan demam setelah vaksin MMR bisa muncul 7 sampai 11 hari setelah penyuntikan, dan CDC menyebut nyeri sendi sementara. IDAI, CDC, dan NHS menegaskan tidak ada bukti yang mengaitkan vaksin campak dengan autisme.
Hubungi dokter atau datang ke fasilitas kesehatan bila muncul tanda berikut:
Demam tinggi atau kejang. CDC menyebut demam tinggi yang memicu kejang sebagai efek samping yang jarang. Anak yang kejang perlu segera dibawa ke IGD.
Tanda reaksi alergi berat. Anafilaksis, misalnya sesak napas atau bengkak di wajah, jarang terjadi. Petugas vaksinasi terlatih menanganinya, jadi vaksinasi sebaiknya dilakukan di fasilitas kesehatan.
Keluhan yang menetap. Reaksi normal biasanya hilang dalam 2 sampai 3 hari. Demam atau ruam yang berlangsung lebih lama perlu diperiksa untuk mencari penyebab lain.
Vaksin MR untuk Anak di Bumame
Vaksin MR membantu sistem kekebalan anak mengenali dan melawan virus campak dan rubella, sehingga tubuh lebih siap bila terpapar. Vaksin Measles dan Rubella MR Biofarma tersedia di klinik Bumame untuk anak dan membantu menurunkan risiko kedua penyakit ini. Dokter akan menyesuaikan waktu pemberiannya dengan jadwal yang direkomendasikan Kemenkes dan riwayat imunisasi anak. Untuk menanyakan ketersediaan vaksin, hubungi CS Bumame lewat WhatsApp.
Lengkapi Jadwal Vaksin Campak untuk Perlindungan Keluarga
Vaksin campak dalam bentuk MR diberikan pada usia 9 bulan, 18 bulan, dan kelas 1 SD atau sederajat. Anak yang terlambat masih bisa mengejar dosisnya, dan remaja atau orang dewasa yang belum kebal bisa merencanakan vaksinasi bersama dokter. Buka buku KIA hari ini dan tandai dosis yang belum diterima.
Bila ingin berdiskusi soal jadwal vaksin campak, chat CS Bumame.
Lokasi Klinik Bumame
1. Klinik Bumame BSD
Ruko Northridge B1 No.16, Rw. Mekar Jaya, Kecamatan Serpong, Tangerang, Banten 15310
2. Klinik Bumame TB Simatupang
Jl. TB Simatupang No.33, RT.1/RW.5, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, DKI Jakarta 12550
3.Klinik Bumame Puri
Ruko Sentra Niaga Puri Indah Blok T6/23 RT.1/RW.2, Kembangan Sel., Kec. Kembangan, Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11610
4. Klinik Bumame Cideng
JAC Building, Jl. Jati Baru Raya No.28 5, Petojo Sel., Kecamatan Gambir, Kota Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10160
5. Klinik Bumame Kelapa Gading
Ruko Mall of Indonesia, Italian Walk Blok C 15-16, RT.18/RW.8, Klp. Gading Bar., Kec. Klp. Gading, Jkt Utara, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 14240
Referensi
Kementerian Kesehatan RI, Ayo Sehat. Campak dan Rubella Masih Ada, Tapi Anak Bisa Aman dengan Imunisasi Lengkap. Retrieved 23 September 2026 from https://ayosehat.kemkes.go.id/campak-dan-rubella-masih-ada-tapi-anak-bisa-aman-dengan-imunisasi-lengkap
Ikatan Dokter Anak Indonesia. Daftar Pertanyaan Seputar Imunisasi Campak/Measles dan Rubella (MR). Retrieved 23 September 2026 from https://www.idai.or.id/artikel/klinik/imunisasi/daftar-pertanyaan-seputar-imunisasi-campak/measles-dan-rubella-mr
World Health Organization. Measles. Retrieved 23 September 2026 from https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/measles
Centers for Disease Control and Prevention. Measles Vaccination. Retrieved 23 September 2026 from https://www.cdc.gov/measles/vaccines/index.html
NHS. MMR (measles, mumps and rubella) vaccine. Retrieved 23 September 2026 from https://www.nhs.uk/vaccinations/mmr-vaccine/
Centers for Disease Control and Prevention. About Measles. Retrieved 23 September 2026 from https://www.cdc.gov/measles/about/index.html
Ditinjau secara medis oleh dr. Febe Rangga Saba Pong Tambing
Frequently Asked Question
Vaksin campak diberikan usia berapa?
Apakah anak yang terlambat vaksin campak masih bisa divaksin?
Apa bedanya vaksin MR dan MMR?
Vaksin MR berisi komponen campak dan rubella, sedangkan MMR juga berisi komponen gondongan. Menurut IDAI, anak yang sudah mendapat MMR tetap perlu mendapat MR.



