Rutinitas yang padat sering membuat kita mengabaikan perubahan kecil pada tubuh seperti lebih mudah haus, lebih sering buang air kecil, atau cepat lelah. Sayangnya banyak orang menganggapnya sebagai hal yang biasa. Padahal, perubahan tersebut berpotensi menjadi gejala kencing manis.
Karena tidak muncul secara tiba-tiba, tidak sedikit orang baru menyadari dirinya mengalami kencing manis atau diabetes setelah menjalani pemeriksaan kesehatan atau ketika keluhan mulai mengganggu aktivitas sehari-hari. Oleh sebab itu, mengenali tandanya sejak dini sangat penting agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat.
Apa Itu Kencing Manis (Diabetes)?
Kencing manis merupakan istilah umum masyarakat untuk menyebut penyakit diabetes mellitus. Untuk memahami apa itu diabetes mellitus, kondisi ini terjadi ketika kadar gula (glukosa) dalam darah lebih tinggi dari normal karena tubuh tidak menghasilkan insulin yang cukup, tidak dapat menggunakan insulin secara efektif, atau keduanya.
Insulin sendiri merupakan hormon yang membantu glukosa masuk ke dalam sel untuk diubah menjadi energi. Ketika proses ini terganggu, gula akan menumpuk di dalam darah.
Sebagian orang tidak menyadari dirinya mengidap diabetes karena tandanya tidak muncul secara tiba-tiba hingga ia menjalani pemeriksaan kesehatan atau terlanjur mengalami komplikasi penyakit.
Gejala Umum Kencing Manis
Gejala kencing manis dapat berkembang secara perlahan, terutama pada diabetes tipe 2. Pada sebagian orang, keluhan baru terasa ketika kadar gula darah sudah cukup tinggi. Namun, ada beberapa tanda yang sering muncul dan perlu diwaspadai, yakni sebagai berikut.
1. Sering Buang Air Kecil
Salah satu ciri-ciri diabetes yang paling mudah dikenali adalah frekuensi buang air kecil yang meningkat, terutama pada malam hari. Kondisi ini terjadi karena ginjal berusaha membuang kelebihan gula melalui urine sehingga tubuh menghasilkan lebih banyak cairan urine daripada biasanya.
2. Mudah Haus
Karena tubuh kehilangan banyak cairan akibat sering buang air kecil, penderita diabetes biasanya merasa haus terus-menerus meskipun sudah cukup minum. Rasa haus ini dapat berlangsung sepanjang hari dan sulit hilang.
3. Mudah Lapar
Walaupun sudah makan dalam jumlah cukup, penderita diabetes sering merasa lapar kembali. Hal ini terjadi karena glukosa tidak dapat masuk ke dalam sel sebagai sumber energi sehingga tubuh menganggap dirinya kekurangan energi.
4. Berat Badan Menurun Tanpa Sebab
Penurunan berat badan yang terjadi tanpa diet maupun karena efek olahraga berlebihan juga dapat menjadi tanda diabetes, terutama pada diabetes tipe 1. Ketika tubuh tidak memperoleh energi dari glukosa, tubuh mulai memecah lemak dan otot sebagai sumber energi alternatif.
5. Mudah Lelah
Tubuh membutuhkan glukosa sebagai bahan bakar utama. Ketika glukosa tidak dapat dimanfaatkan dengan baik, produksi energi menjadi terganggu sehingga penderita mudah merasa lemas, lesu, dan cepat lelah meskipun aktivitas sehari-hari tidak terlalu berat.
6. Penglihatan Kabur
Kadar gula darah yang tinggi dapat memengaruhi keseimbangan cairan pada lensa mata sehingga penglihatan menjadi buram. Jika kadar gula kembali terkendali, keluhan ini sering kali membaik. Namun, bila dibiarkan terlalu lama, diabetes dapat meningkatkan risiko kerusakan mata yang lebih serius.
7. Luka Sulit Sembuh
Kadar gula darah yang tinggi dapat mengganggu aliran darah dan menurunkan kemampuan tubuh melawan infeksi. Akibatnya, luka kecil sekalipun dapat membutuhkan waktu lebih lama untuk sembuh dibandingkan orang dengan kadar gula darah normal.
Perlu diketahui bahwa gejala gula darah rendah atau hipoglikemia dapat menyerupai beberapa gejala diabetes di atas seperti lemas atau mudah lapar. Namun, hipoglikemia biasanya muncul secara tiba-tiba dan perlu dipastikan melalui pemeriksaan gula darah.
Gejala Kencing Manis pada Pria
Secara umum, pria mengalami gejala kencing manis yang sama seperti wanita. Namun, kadar gula darah yang tidak terkontrol dalam waktu lama dapat memengaruhi fungsi pembuluh darah dan saraf sehingga berpotensi menyebabkan beberapa keluhan tambahan, seperti:
disfungsi ereksi;
penurunan gairah seksual;
massa otot berkurang; hingga
mudah merasa lelah saat beraktivitas.
Gejala Kencing Manis pada Wanita
Pada wanita, diabetes juga dapat menimbulkan beberapa gejala yang berkaitan dengan perubahan kadar gula darah serta meningkatnya risiko infeksi tertentu. Beberapa gejala yang dapat muncul meliputi:
infeksi jamur pada area kewanitaan yang berulang;
infeksi saluran kemih lebih sering terjadi;
kulit terasa lebih kering;
luka membutuhkan waktu lebih lama untuk sembuh; dan
mudah merasa lelah.
Penyebab dan Faktor Risiko Kencing Manis
Diabetes terjadi akibat gangguan insulin atau kurangnya produksi hormon tersebut, sehingga glukosa menumpuk di aliran darah karena gagal dimanfaatkan sel tubuh. Padahal, peran insulin sangat penting untuk membantu gula darah masuk ke dalam sel sebagai sumber energi utama.
Beberapa faktor ini dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami diabetes
Memiliki riwayat keluarga dengan diabetes;
Berat badan berlebih atau obesitas;
Kurang melakukan aktivitas fisik;
Memiliki pola makan tinggi gula dan kalori;
Berusia di atas 35–40 tahun;
Memiliki tekanan darah tinggi atau kolesterol tinggi;
Pernah mengalami diabetes saat hamil (diabetes gestasional).
Memiliki satu atau beberapa faktor risiko bukan berarti seseorang pasti mengalami diabetes. Namun, kondisi tersebut menjadi alasan kuat untuk mulai menerapkan gaya hidup sehat serta melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala agar perubahan kadar gula darah dapat diketahui sejak dini.
Perbedaan Diabetes Tipe 1 dan Tipe 2
Meskipun sama-sama menyebabkan kadar gula darah meningkat, penting untuk memahami perbedaan jenis-jenis diabetes karena setiap jenis memiliki penyebab, faktor risiko, dan cara penanganan yang berbeda. Dua jenis yang paling sering ditemukan adalah diabetes tipe 1 dan diabetes tipe 2.
Diabetes tipe 1 terjadi ketika sistem kekebalan tubuh menyerang sel beta pankreas yang memproduksi insulin. Akibatnya, tubuh tidak mampu menghasilkan insulin sehingga penderita memerlukan terapi insulin seumur hidup. Kondisi ini muncul sejak usia anak-anak atau remaja, meskipun dapat terjadi pada orang dewasa.
Sementara diabetes tipe 2 secara umum terjadi ketika tubuh masih menghasilkan insulin, tetapi sel-sel tubuh tidak lagi merespons hormon tersebut secara optimal atau biasa disebut resistensi insulin. Seiring waktu, produksi insulin juga dapat menurun sehingga kadar gula darah semakin sulit dikendalikan.
Diabetes tipe 2 merupakan jenis yang paling banyak ditemukan dan sering berkaitan dengan kelebihan berat badan, kurang aktivitas fisik, serta faktor keturunan.
Setelah memahami perbedaan diabetes tipe 1 dan 2, Anda mulai dapat mengenali bahwa kedua kondisi ini memiliki mekanisme penyakit serta pendekatan pengobatan yang berbeda.
Diagnosis Kencing Manis
Gejala kencing manis saja tidak cukup untuk memastikan apakah seseorang mengalami diabetes. Dokter akan mengombinasikan beberapa pemeriksaan medis seperti tes HbA1c dan gula darah puasa. Berikut penjelasannya.
1. Pemeriksaan Gula Darah Puasa
Pemeriksaan gula darah puasa dilakukan setelah pasien berpuasa selama 8–12 jam. Hasilnya membantu dokter mengetahui kadar gula darah dasar tanpa dipengaruhi makanan yang baru dikonsumsi. Nilai yang lebih tinggi dari batas normal dapat mengarah pada prediabetes maupun diabetes, tergantung hasil pemeriksaan secara keseluruhan.
2. Pemeriksaan HbA1c
Tes HbA1c mengukur rata-rata kadar gula darah selama dua hingga tiga bulan terakhir untuk memberikan gambaran pengendalian jangka panjang. Berbeda dari tes gula darah puasa yang hanya menggambarkan kondisi saat pemeriksaan, tes ini sangat penting untuk membantu diagnosis dan memantau keberhasilan terapi diabetes.
Medical Check Up Gula Darah dan MCU Basic untuk Deteksi Dini
Apabila memiliki faktor risiko diabetes, mengalami gejala kencing manis, atau ingin memantau kondisi kesehatan secara rutin, pemeriksaan laboratorium menjadi langkah yang penting. Salah satu pilihan yang dapat dipertimbangkan adalah Medical Check Up Gula Darah dan MCU Basic dari Bumame.
Paket pemeriksaan ini meliputi HbA1c, glukosa puasa, hematologi lengkap, fungsi hati (SGOT dan SGPT), fungsi ginjal (ureum dan kreatinin), asam urat, profil kolesterol (kolesterol total, HDL, LDL, dan trigliserida), serta pemeriksaan urine lengkap.
Keunggulan paket pemeriksaan ini adalah kemampuannya memberikan gambaran kesehatan metabolik secara menyeluruh. Sebagai contoh, HbA1c membantu mengetahui rata-rata kadar gula darah selama 2–3 bulan terakhir, dan glukosa puasa menunjukkan kondisi gula darah saat pemeriksaan dilakukan.
Pemeriksaan kolesterol, fungsi ginjal, dan fungsi hati juga penting karena diabetes yang tidak terkontrol dapat meningkatkan risiko gangguan pada organ-organ tersebut. Dengan demikian, dokter dapat menilai kondisi pasien secara lebih komprehensif dan menentukan langkah penanganan maupun pencegahan yang sesuai.
Sebelum pemeriksaan, pasien dianjurkan berpuasa selama 10–12 jam, menghindari makanan berat dan berminyak sehari sebelumnya, serta mencukupi kebutuhan air putih agar proses pengambilan sampel darah dan urine berjalan optimal. Hasil pemeriksaan tersedia dalam waktu sekitar 1 × 24 jam setelah melalui proses interpretasi oleh dokter.
Pengobatan dan Pencegahan Kencing Manis
Penanganan diabetes bertujuan menjaga kadar gula darah tetap berada dalam target yang dianjurkan sehingga risiko komplikasi dapat ditekan. Jenis pengobatan akan disesuaikan dengan tipe diabetes, tingkat keparahan, usia, serta kondisi kesehatan masing-masing pasien.
1. Perubahan Gaya Hidup
Pola hidup sehat menjadi fondasi utama dalam pengelolaan diabetes. Dokter umumnya menyarankan pola makan bergizi seimbang, rutin berolahraga, menjaga berat badan ideal, tidur yang cukup, serta menghindari kebiasaan merokok. Langkah ini juga bermanfaat bagi individu yang masih berada pada tahap prediabetes.
2. Obat Penurun Gula Darah
Pada diabetes tipe 2, dokter dapat meresepkan obat oral untuk membantu mengontrol kadar gula darah. Jenis obat akan dipilih sesuai kondisi masing-masing pasien dan tidak boleh digunakan tanpa pengawasan tenaga medis.
3. Terapi Insulin
Penderita diabetes tipe 1 memerlukan terapi insulin karena tubuh tidak lagi mampu memproduksi insulin dalam jumlah yang memadai. Pada beberapa kasus diabetes tipe 2, insulin juga dapat diberikan apabila kadar gula darah belum terkontrol dengan perubahan gaya hidup maupun obat oral.
4. Pemantauan Rutin
Selain menjalani pengobatan, penderita diabetes dianjurkan melakukan kontrol secara berkala untuk memantau kadar gula darah, HbA1c, tekanan darah, fungsi ginjal, kesehatan mata, dan kondisi pembuluh darah. Pemantauan rutin membantu dokter mengevaluasi efektivitas terapi sekaligus mencegah komplikasi. Di Bumame, pemeriksaan juga tersedia secara satuan sesuai kebutuhan, seperti HbA1c, fungsi ginjal, dan profil lipid.
Kapan Harus ke Dokter
Jangan menunda pemeriksaan apabila mengalami gejala kencing manis yang berlangsung terus-menerus atau semakin mengganggu aktivitas sehari-hari. Penanganan sejak dini dapat membantu mengendalikan kadar gula darah sebelum muncul komplikasi yang lebih serius. Segera konsultasikan dengan dokter apabila mengalami kondisi berikut.
Sering merasa haus yang berlebihan;
Sering buang air kecil, terutama pada malam hari;
Merasa mudah lapar meskipun sudah makan;
Berat badan turun drastis tanpa sebab yang jelas;
Memiliki luka yang sulit atau lama sembuh;
Memiliki riwayat keluarga dengan diabetes;
Mengalami obesitas, tekanan darah tinggi, atau pernah menderita diabetes gestasional.
Jangan Abaikan Gejala Kencing Manis
Gejala kencing manis sering kali berkembang secara perlahan sehingga mudah diabaikan. Melakukan pemeriksaan sejak dini seperti tes HbA1c di Bumame, kondisi kadar gula darah dapat diketahui sebelum menimbulkan gangguan serius. Setelah pemeriksaan, dokter dapat menentukan langkah pencegahan maupun terapi sesuai kebutuhan.
Lokasi Klinik Bumame
1. Klinik Bumame BSD
Ruko Northridge B1 No.16, Rw. Mekar Jaya, Kecamatan Serpong, Tangerang, Banten 15310
2. Klinik Bumame TB Simatupang
Jl. TB Simatupang No.33, RT.1/RW.5, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, DKI Jakarta 12550
3.Klinik Bumame Puri
Ruko Sentra Niaga Puri Indah Blok T6/23 RT.1/RW.2, Kembangan Sel., Kec. Kembangan, Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11610
4. Klinik Bumame Cideng
JAC Building, Jl. Jati Baru Raya No.28 5, Petojo Sel., Kecamatan Gambir, Kota Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10160
References:
World Health Organization. (2024). Diabetes.
Jurnal STIKes Ibnu Sina Ajibarang. (2024). Pengaruh Diabetes Melitus Terhadap Ketajaman Penglihatan Penyakit Katarak.
International Journal of Impotence Research. (2021). Protective effects of wheat germ oil against erectile and endothelial dysfunction in streptozotocin-induced diabetic rats.
Journal of Scientific Research, Education and Technology. (2025). Type 2 Diabetes Mellitus: A Review of Determinants, Pathophysiology, Diagnostics, Management, and Complications.
Journal of Medula. (2024). Pengenalan Diabetes Mellitus Tipe 1, Mutasi Genetik.
Biomedicines. (2026). Type 2 Diabetes Mellitus as a Multisystem Disease: From Insulin Resistance to Organ Crosstalk—A Narrative Review.
Perkumpulan Endokrinologi Indonesia. (2021). Pedoman Petunjuk Praktis Terapi Insulin pada Pasien Diabetes Melitus 2021.
Ditinjau secara medis oleh dr. Talitha Amalia
.jpg&w=3840&q=75)