Mau pesan layanan Homecare Bumame? Klik disini.

Mau pesan layanan Homecare Bumame? Klik disini.

Cara Meredakan Sakit Kepala Sesuai Jenisnya dan Kapan Perlu ke Dokter
Kembali ke Artikel & Berita

Cara Meredakan Sakit Kepala Sesuai Jenisnya dan Kapan Perlu ke Dokter

SBAOthers

Setelah seharian menatap layar dan melewatkan makan siang, kepala terasa seperti diikat kencang. Refleks pertama biasanya mencari obat di laci.

NHS mencatat sebagian besar sakit kepala hilang dengan sendirinya dan tidak menandakan penyakit serius. Namun obat yang diminum terlalu sering bisa memicu sakit kepala baru, dan sebagian kecil sakit kepala perlu pertolongan segera.

Berikut cara meredakan sakit kepala sesuai jenisnya, batas aman obat pereda nyeri, dan tanda kapan perlu ke dokter.

Adakah Satu Cara untuk Semua Jenis Sakit Kepala?

Tidak ada. Langkah yang menolong satu jenis sakit kepala belum tentu menolong jenis lain. WHO memperkirakan gangguan sakit kepala dialami sekitar 40% penduduk dunia, atau 3,1 miliar orang pada 2021.

NINDS membagi sakit kepala menjadi dua kelompok. Sakit kepala primer muncul dengan sendirinya, misalnya sakit kepala tegang (tension-type headache), migrain, dan sakit kepala klaster (cluster headache). Sakit kepala sekunder muncul akibat kondisi lain, seperti infeksi, cedera kepala, stroke, atau tekanan darah tinggi (hipertensi).

Kenali Jenis Sakit Kepala Sebelum Memilih Cara Meredakannya

Tiga jenis sakit kepala primer punya ciri berbeda, menurut WHO dan NINDS.

Ciri

Sakit kepala tegang

Migrain

Sakit kepala klaster

Rasa nyeri

Menekan seperti diikat, ringan sampai sedang

Berdenyut, sedang sampai berat

Sangat hebat, datang mendadak

Lokasi

Kedua sisi kepala, bisa menjalar ke leher

Sering satu sisi atau di belakang mata

Di sekitar satu mata

Keluhan penyerta

Tanpa mual

Mual, muntah, peka cahaya dan suara, kadang aura

Mata merah berair, hidung tersumbat di sisi yang sama

Lama serangan

30 menit sampai 7 hari

4 sampai 72 jam

Hingga 3 jam

Saat beraktivitas

Tidak memburuk

Memburuk

Sebagian penderita gelisah

Langkah awal

Kompres, pijat, relaksasi

Pereda nyeri sejak tanda awal, hindari pemicu

Penanganan dokter

Tabel ini membantu mengenali pola yang umum dan bukan alat diagnosis.

Menurut MedlinePlus, sakit kepala tegang berasal dari otot bahu, leher, kulit kepala, dan rahang yang tegang. Nyerinya bisa menjalar dari atau ke leher, menurut WHO, sehingga bisa terasa sebagai sakit kepala bagian belakang. Nyeri berdenyut berulang di satu sisi lebih mengarah ke migrain, termasuk migrain sebelah kanan.

Sakit kepala juga bisa berkaitan dengan hidung. Laporan kasus dari FK Universitas Andalas menggambarkan perempuan 45 tahun dengan hidung tersumbat sebelah dan sakit kepala yang memburuk selama dua bulan. Keluhannya berkaitan dengan variasi bentuk rongga hidung dan sinus. Bila sakit kepala sering disertai hidung tersumbat atau riwayat sinusitis, sampaikan kepada dokter.

Cara Meredakan Sakit Kepala di Rumah

Langkah berikut bisa dicoba untuk sakit kepala ringan tanpa tanda bahaya, terutama sakit kepala tegang.

1. Cukupi Minum dan Makan Tepat Waktu

Kurang cairan atau dehidrasi dan telat makan termasuk pemicu sakit kepala, menurut NINDS dan NHS. Cukupi air putih atau minuman tanpa kafein, sesuai saran Mayo Clinic, dan tetaplah makan meski tidak berselera.

2. Kompres Hangat atau Dingin

Mayo Clinic menyarankan kompres hangat, misalnya botol berisi air hangat, pada otot leher dan bahu yang tegang. Pilihan lain adalah es atau waslap dingin di dahi.

3. Pijat Ringan dan Regangkan Leher

Pijat lembut pelipis, kulit kepala, leher, dan bahu dengan ujung jari, atau regangkan leher perlahan, sesuai saran Mayo Clinic. Bila nyeri berawal dari leher belakang yang sakit, perbaiki juga posisi duduk, karena postur buruk termasuk penyebab sakit kepala menurut NHS.

4. Tarik Napas Dalam dan Ambil Jeda

Laman Ayo Sehat Kemenkes memasukkan sakit kepala ke daftar penyakit akibat stres berkepanjangan. Tarik napas dalam sambil menghitung sampai 10, lalu berjalan sebentar, sesuai saran Mayo Clinic. Kemenkes juga menyarankan hobi, beribadah, atau bercerita kepada orang yang dipercaya sebagai cara meredakan stres.

5. Istirahatkan Mata dari Layar

NHS menyarankan tidak menatap layar terlalu lama, dan NINDS menyebut posisi menatap komputer atau ponsel yang membebani leher sebagai pemicu. Bila sakit kepala sering disertai penglihatan kabur, periksakan mata Anda.

6. Tidur Cukup, Tidak Berlebihan

NINDS mencatat kurang tidur maupun tidur terlalu lama bisa memperberat sakit kepala. Tidur dan bangun di jam yang sama setiap hari, sesuai jam tidur normal untuk usia Anda. Ceritakan ke dokter bila sakit kepala rutin muncul saat bangun pagi, karena Mayo Clinic menyebut sleep apnea atau henti napas saat tidur sebagai pemicunya.

7. Minum Pereda Nyeri Sesuai Aturan

MedlinePlus menyebut banyak orang merasa lebih baik dengan relaksasi dan obat pereda nyeri. Pilih obat yang dijual bebas dan ikuti aturan pakai di kemasan. Untuk anak, NINDS menyarankan bertanya ke dokter sebelum memberi obat sakit kepala.

Seberapa Sering Boleh Minum Obat Sakit Kepala?

WHO menyebut sakit kepala akibat penggunaan obat berlebihan (medication overuse headache) sebagai sakit kepala sekunder yang banyak ditemui. Kondisi yang juga disebut rebound headache ini muncul karena obat sakit kepala terlalu sering dipakai.

Menurut Mayo Clinic, risikonya naik bila obat pereda nyeri sederhana dipakai lebih dari 15 hari sebulan, atau obat kombinasi 10 hari atau lebih sebulan, terutama selama tiga bulan atau lebih. Tandanya antara lain:

  • Sakit kepala hampir setiap hari. Nyeri sering membangunkan Anda dari tidur dan kerap terasa berat saat bangun pagi, menurut WHO dan Mayo Clinic.

  • Membaik sebentar lalu kambuh. Nyeri mereda setelah minum obat, lalu kembali saat efek obat habis.

Hubungi dokter bila Anda butuh obat sakit kepala lebih dari dua kali seminggu, saran Mayo Clinic. Kondisi ini umumnya membaik setelah obat dihentikan, dan dokter membantu mengatur caranya. Batasi juga kafein, karena lebih dari 400 miligram per hari, kira-kira empat cangkir kopi, bisa memicu sakit kepala.

Catat Pemicunya agar Sakit Kepala Lebih Jarang Datang

Menurut WHO, catatan sakit kepala membantu menemukan pemicu. Selain stres, kurang tidur, dan telat makan, pemicu yang perlu dicatat antara lain:

  • Alkohol dan rokok. Alkohol bisa memicu migrain dan sakit kepala klaster, menurut WHO dan NINDS. Mayo Clinic menambahkan nikotin mengurangi aliran darah ke otak.

  • Makanan tertentu. NINDS menyebut keju yang diperam, cokelat, daging olahan, MSG, dan aspartam bisa memicu serangan pada sebagian orang, terutama migrain.

  • Perubahan hormon. NHS mencatat sakit kepala bisa muncul saat haid atau menopause.

NINDS menyarankan mencatat jam mulai, berat dan lamanya nyeri, aktivitas sebelumnya, obat yang diminum, kualitas tidur, makanan dalam 24 jam sebelumnya, dan tanggal haid.

Tanda Sakit Kepala yang Perlu Segera ke IGD

Segera ke IGD bila sakit kepala disertai tanda berikut, menurut NHS, NINDS, dan Mayo Clinic:

  • Nyeri mendadak dan sangat hebat. Waspadai terutama bila disertai leher kaku, menurut NINDS.

  • Tanda gangguan saraf. Lemah atau mati rasa di wajah atau bagian tubuh, sulit bicara atau berjalan, linglung, kejang, atau kehilangan penglihatan bisa menjadi gejala stroke atau gangguan otak lain.

  • Setelah cedera kepala. NHS memasukkan sakit kepala setelah benturan di kepala dalam 3 bulan sebelumnya, misalnya karena jatuh.

  • Demam tinggi dan leher kaku. Waspadai pula ruam yang tidak memudar saat ditekan gelas atau mata silau terhadap cahaya.

  • Sesak napas. Mayo Clinic dan NINDS juga menyebut sakit kepala yang disertai sulit bernapas.

Minta orang lain mengantar Anda dan bawa obat yang sedang diminum, sesuai saran NHS.

Kapan Sakit Kepala Perlu Diperiksakan ke Dokter?

Di luar tanda gawat darurat, segera buat janji dengan dokter bila:

  • Sakit kepala datang dua kali atau lebih seminggu. NINDS dan Mayo Clinic menyebut pola ini sebagai alasan konsultasi.

  • Pola nyeri berubah atau makin berat. NHS juga menyarankan pemeriksaan bila perawatan mandiri tidak membantu.

  • Sakit kepala baru yang menetap setelah usia 50 tahun. NINDS menyebut pola ini, juga sakit kepala baru pada orang dengan riwayat kanker atau HIV.

  • Disertai muntah atau gangguan penglihatan. NHS juga menyebut sakit kepala yang dipicu batuk atau membungkuk dan nyeri rahang saat mengunyah.

Bila sakit kepala datang bersama keluhan sering pusing, ceritakan keduanya kepada dokter.

Cara Dokter Mencari Penyebab dan Menangani Sakit Kepala

Menurut NINDS, dokter menanyakan riwayat dan pola sakit kepala, lalu melakukan pemeriksaan fisik dan neurologis. Bila perlu, dokter meminta tes darah atau urine, CT scan, MRI, atau EEG.

WHO menyebut golongan obat untuk gangguan sakit kepala meliputi analgesik atau pereda nyeri, antiemetik atau antimual, obat khusus migrain, dan obat pencegah serangan. NINDS menambahkan pilihan tanpa obat, seperti latihan relaksasi, terapi perilaku kognitif, dan fisioterapi.

Perawatan Pendukung Setelah Konsultasi dengan Dokter

WHO dan NHS menyebut pereda nyeri dan cukup cairan sebagai bagian dari penanganan sakit kepala. Setelah dokter menilai penyebabnya, perawatan pendukung bisa menjadi pilihan.

Bumame menyediakan V-Drip Pain Relief, infus yang menurut halaman produknya berisi elektrolit, gastric protector atau pelindung lambung, analgesik, serta vitamin B1 (tiamin), B6 (piridoksin), dan B12 (sianokobalamin). Infus ini tidak disarankan untuk ibu hamil dan menyusui, orang dengan riwayat epilepsi, atau yang alergi terhadap kandungannya, dan disarankan untuk usia di atas 12 tahun. Karena berisi analgesik, sampaikan kepada dokter semua obat yang Anda minum dan seberapa sering memakai pereda nyeri. Untuk jadwal di klinik atau lewat Home Care, hubungi CS Bumame lewat WhatsApp.

Rawat Sakit Kepala Sesuai Jenis dan Polanya

Sebagian besar sakit kepala bisa diredakan di rumah. Kenali jenisnya, batasi obat pereda nyeri, dan catat pemicunya. Bila polanya berubah atau muncul tanda bahaya, pemeriksaan membantu menemukan penyebabnya. Deteksi dini memberi lebih banyak pilihan. Untuk bertanya soal jadwal, chat CS Bumame.

Lokasi Klinik Bumame

1.  Klinik Bumame BSD
Ruko Northridge B1 No.16, Rw. Mekar Jaya, Kecamatan Serpong, Tangerang, Banten 15310

2. Klinik Bumame TB Simatupang
Jl. TB Simatupang No.33, RT.1/RW.5, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, DKI Jakarta 12550

3.Klinik Bumame Puri
Ruko Sentra Niaga Puri Indah Blok T6/23 RT.1/RW.2, Kembangan Sel., Kec. Kembangan, Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11610

4. Klinik Bumame Cideng
JAC Building, Jl. Jati Baru Raya No.28 5, Petojo Sel., Kecamatan Gambir, Kota Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10160

5. Klinik Bumame Kelapa Gading
Ruko Mall of Indonesia, Italian Walk Blok C 15-16, RT.18/RW.8, Klp. Gading Bar., Kec. Klp. Gading, Jkt Utara, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 14240

Referensi

  1. MedlinePlus, National Library of Medicine. Headache.

  2. National Institute of Neurological Disorders and Stroke (NINDS). Headache.

  3. World Health Organization. Migraine and Other Headache Disorders.

  4. NHS. Headaches.

  5. Mayo Clinic. Tension-Type Headaches, Self-Care Measures for Relief.

  6. Mayo Clinic. Medication Overuse Headaches, Symptoms and Causes.

  7. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Ayo Sehat. 10 Penyakit Akibat Stres Berkepanjangan.

  8. Hakikah T, Irfandy D, Budiman BJ. Jurnal Kesehatan Andalas, Fakultas Kedokteran Universitas Andalas. Sakit Kepala pada Variasi Anatomi Hidung dan Sinus Paranasal.

Ditinjau secara medis oleh dr. Muhammad Reza Kurniawan

Frequently Asked Question

Bagaimana cara meredakan sakit kepala tanpa obat?

Minum air yang cukup, makan tepat waktu, kompres hangat di leher dan bahu atau kompres dingin di dahi, pijat ringan, serta istirahat dari layar dapat membantu meredakan sakit kepala ringan. Latihan napas dalam dan tidur teratur juga bisa membantu.

Apa perbedaan sakit kepala tegang, migrain, dan sakit kepala klaster?

Sakit kepala tegang terasa seperti tekanan atau ikatan di kedua sisi kepala. Migrain biasanya berdenyut, sering di satu sisi, dan dapat disertai mual serta sensitif terhadap cahaya atau suara. Sakit kepala klaster menimbulkan nyeri sangat hebat di sekitar satu mata, terkadang disertai mata berair atau hidung tersumbat di sisi yang sama.

Seberapa sering boleh minum obat sakit kepala?

Gunakan obat pereda nyeri sesuai aturan pada kemasan. Konsultasikan dengan dokter jika membutuhkan obat sakit kepala lebih dari dua kali seminggu. Penggunaan terlalu sering dapat memicu sakit kepala akibat penggunaan obat berlebihan.

Kapan sakit kepala harus segera dibawa ke IGD?

Segera ke IGD jika sakit kepala muncul mendadak dan sangat hebat, terjadi setelah cedera kepala, atau disertai kelemahan maupun mati rasa, sulit bicara, kejang, kebingungan, gangguan penglihatan, atau demam tinggi dengan leher kaku.

Apa saja pemicu sakit kepala yang perlu diperhatikan?

Pemicu sakit kepala antara lain kurang minum, terlambat makan, stres, kurang tidur, postur yang buruk, terlalu lama menatap layar, serta makanan atau perubahan hormon tertentu. Catat waktu munculnya nyeri, aktivitas, makanan, kualitas tidur, dan obat yang digunakan untuk membantu mengenali pemicu.