Mau pesan layanan Homecare Bumame? Klik disini.

Mau pesan layanan Homecare Bumame? Klik disini.

Apa Itu Ginekomastia: Penyebab, Ciri, dan Cara Mengobatinya
Kembali ke Artikel & Berita

Apa Itu Ginekomastia: Penyebab, Ciri, dan Cara Mengobatinya

SBATips Kesehatan

Perubahan bentuk dada saat bercermin atau mengenakan kaus ketat bisa menimbulkan rasa tidak nyaman dan mengurangi kepercayaan diri pria. Kondisi ini bisa berkaitan dengan ginekomastia, yaitu pembesaran jaringan kelenjar payudara pada pria.

Meski terkadang tidak berbahaya, kondisi ini tetap perlu diperhatikan. Dengan begitu, Anda bisa mengetahui kapan kondisi ini masih tergolong normal dan kapan perlu diperiksakan ke dokter.

Apa Itu Ginekomastia?

Ginekomastia merupakan kondisi kelainan pertumbuhan jaringan kelenjar payudara pada pria yang umumnya terjadi saat keseimbangan hormon testosteron dan estrogen berubah.

Estrogen berperan dalam pertumbuhan jaringan payudara, sementara testosteron membantu menghambat perkembangan jaringan tersebut. Saat keseimbangannya berubah, jaringan payudara bisa membesar di satu maupun kedua sisi dada.

Kondisi ini bisa terjadi pada remaja yang mengalami pubertas, bayi laki-laki, orang dewasa, dan lansia. Pada beberapa orang, pembesaran bisa berkurang dengan sendirinya, tetapi kondisi yang menetap dan disertai keluhan lain harus dikonsultasikan dengan dokter.

Perbedaan Ginekomastia dan Penumpukan Lemak di Dada (Pseudogynecomastia)

Dada pria yang ukurannya membesar memang tidak selalu karena ginekomastia. Kondisi lain yang juga mungkin terjadi adalah pseudogynecomastia, pembesaran dada karena penumpukan lemak, bukan pertumbuhan jaringan pada kelenjar payudara. Begini perbandingannya.

Aspek

Ginekomastia

Pseudogynecomastia

Penyebab

Perubahan keseimbangan hormon atau pengaruh penyakit dan obat tertentu

Penumpukan lemak di area dada

Jaringan yang membesar

Jaringan kelenjar payudara

Jaringan lemak

Bentuk pembesaran

Terasa seperti jaringan kenyal atau padat di bawah puting

Cenderung terasa lunak dan menyebar

Hubungan dengan berat badan

Terjadi pada pria yang memiliki berat badan normal atau berlebih

Lebih sering berhubungan dengan kelebihan lemak tubuh

Nyeri atau sensitif

Bisa menimbulkan nyeri maupun sensitivitas pada area sekitar puting

Biasanya tidak mengakibatkan nyeri khas di jaringan kelenjar

Penanganan

Bergantung pada penyebab; bisa berupa pemantauan, penanganan medis, maupun operasi

Berfokus pada pengelolaan berat badan dan lemak tubuh


Perbedaan di atas adalah gambaran umum, bukan cara untuk menentukan diagnosis. Keduanya juga bisa terjadi secara bersamaan, sehingga pemeriksaan medis dibutuhkan untuk menentukan penyebab pembesaran pada payudara.

Penyebab Ginekomastia

Penyebab ginekomastia yang paling umum berhubungan dengan perubahan rasio testosteron dan estrogen. Perubahan tersebut terjadi secara alami, tetapi bisa juga dipicu oleh kondisi medis maupun penggunaan obat tertentu. Melansir Mayo Clinic, beberapa kemungkinan penyebabnya adalah sebagai berikut.

  • Perubahan hormon alami: Perubahan kadar hormon selama pubertas, masa bayi, dan penuaan bisa menyebabkan pertumbuhan jaringan payudara.

  • Penggunaan obat tertentu: Beberapa obat, seperti finasterida, spironolakton, dan obat tertentu untuk masalah lambung maupun penyakit lain bisa berhubungan dengan ginekomastia. Jadi, jangan tiba-tiba menghentikan obat tanpa berkonsultasi dengan dokter.

  • Gangguan fungsi testis: Penurunan testosteron bisa mengubah keseimbangan hormon pada laki-laki.

  • Penyakit tertentu: Gangguan ginjal, hati, tiroid, dan kondisi yang berpengaruh terhadap produksi hormon bisa berkontribusi terhadap pembesaran pada jaringan payudara.

Pada beberapa kasus, penyebab spesifik belum ditemukan. Dokter tetap akan menilai riwayat kesehatan dan gejala yang Anda alami untuk memastikan bahwa tidak ada kondisi mendasar yang memerlukan penanganan.

Faktor Risiko Ginekomastia

Ginekomastia bisa terjadi pada beberapa tahap kehidupan. Terdapat beberapa faktor risikonya, yaitu:

  • Saat kelahiran: Bayi laki-laki bisa mengalami pembesaran jaringan payudara karena paparan hormon estrogen dari ibu selama masa kehamilan. Kondisi tersebut umumnya berkurang tanpa melalui pengobatan khusus.

  • Masa pubertas: Perubahan hormon pada remaja bisa mengakibatkan pembesaran jaringan kelenjar payudara sementara. Pada beberapa kasus, pembesaran berangsur menghilang dalam waktu beberapa bulan sampai sekitar dua tahun.

  • Masa dewasa dan lansia: Perubahan kadar hormon seiring dengan pertambahan usia bisa meningkatkan risiko.

  • Penggunaan obat atau zat tertentu: Steroid anabolik untuk membentuk otot, obat tertentu, dan konsumsi alkohol secara berlebihan juga bisa meningkatkan risiko.

  • Penyakit yang memengaruhi hormon: Hipogonadisme adalah kondisi saat tubuh menghasilkan hormon seks dalam jumlah yang tidak memadai. Salah satu kondisi genetik yang harus dikenali adalah sindrom Klinefelter.

  • Gangguan organ tubuh: Penyakit ginjal, hati, tiroid, atau hormon tertentu bisa menyebabkan gangguan pada keseimbangan hormon dan memicu pembesaran jaringan payudara.

Memiliki salah satu dari faktor tersebut tidak otomatis menandakan Anda mengalami ginekomastia. Penilaian tetap harus mempertimbangkan gejala dan hasil pemeriksaan.

Ciri-ciri Ginekomastia

Ciri-ciri ginekomastia bisa berbeda pada setiap orang. Berikut ini gejala yang umum terjadi.

  • Pembesaran pada jaringan payudara, baik di salah satu maupun kedua sisi dada.

  • Benjolan atau jaringan kenyal di bawah puting.

  • Area payudara terasa nyeri atau tidak nyaman.

  • Puting terasa sensitif saat tersentuh maupun bergesekan dengan pakaian.

  • Perbedaan ukuran antara payudara kiri dan kanan.

Pada masa awal, pembesaran bisa disertai dengan rasa nyeri maupun sensitivitas. Akan tetapi, tidak semua penderita merasakan keluhan tersebut. Ketika muncul benjolan keras, cairan dari puting, atau perubahan kulit, jangan langsung menyimpulkan sebagai ginekomastia biasa karena masih perlu pemeriksaan lebih lanjut.

Diagnosis Ginekomastia

Diagnosis dimulai dengan wawancara medis dan pemeriksaan fisik. Dokter biasanya akan menanyakan kapan pembesaran mulai terlihat, obat atau suplemen yang Anda gunakan, apakah terasa nyeri, dan riwayat penyakit serta perubahan kesehatan lainnya. Kemudian, pemeriksaan lanjutan bisa mencakup:

  • Pemeriksaan fisik payudara: Dokter akan memeriksa ukuran, letak benjolan, konsistensi jaringan, kondisi puting, dan kemungkinan pembesaran kelenjar getah bening. Pemeriksaan testis dan tanda gangguan hormon juga bisa dilakukan sesuai indikasi.

  • Tes darah: Pemeriksaan bisa mencakup LH, FSH, testosteron, fungsi ginjal dan hati, atau hormon tiroid. Jenis tes dipilih sesuai gejala, usia, dan dugaan penyebab.

  • USG testis atau payudara: USG menggunakan gelombang suara untuk menilai testis atau jaringan payudara ketika ditemukan indikasi tertentu.

  • Mamografi: Pemeriksaan dengan menggunakan sinar-X untuk mengetahui jaringan payudara. Dokter biasanya akan menyarankannya ketika hasil pemeriksaan fisik masih belum jelas atau terdapat kecurigaan terhadap risiko kelainan lain.

  • Biopsi: Ketika ditemukan benjolan yang mencurigakan, dokter bisa mengambil sampel jaringan untuk dicek di laboratorium.

Tidak semua pasien memerlukan semua pemeriksaan tersebut. Dokter akan menentukan langkah yang sesuai berdasarkan temuan awal dan kemungkinan penyebabnya.

Komplikasi Ginekomastia

Umumnya, ginekomastia adalah kondisi jinak dan tidak selalu mengakibatkan komplikasi fisik serius. Meski begitu, pembesaran yang menetap bisa mengakibatkan nyeri, rasa tidak nyaman, dan berkurangnya kepercayaan diri.

Sebagian orang mengalami kecemasan, stres, atau menarik diri dari kegiatan sosial karena perubahan penampilan di dada. Bukan hanya itu, jika pembesaran jaringan kelenjar payudara terjadi karena penyakit tertentu, kondisi yang mendasarinya bisa mengakibatkan masalah kesehatan ketika tidak ditangani.

Cara Mengobati Ginekomastia

Cara mengobati gangguan kesehatan ini bergantung pada penyebab, usia, lamanya keluhan, dan tingkat ketidaknyamanan yang Anda alami. Berikut ini penjelasannya.

  • Pemantauan berkala: Ketika terjadi pada masa pubertas dan tidak ditemukan penyebab yang mengkhawatirkan, biasanya dokter akan menyarankan pemantauan karena kondisi tersebut sering membaik dengan sendirinya.

  • Menangani penyebab utama: Ketika pembesaran berhubungan dengan penyakit maupun obat tertentu, dokter bisa mengevaluasi penanganan yang tepat. Jangan tiba-tiba menghentikan atau mengganti obat sendiri.

  • Pemberian obat sesuai indikasi: Untuk kondisi tertentu, dokter bisa mempertimbangkan obat yang bisa berpengaruh terhadap kinerja hormon. Penggunaannya juga harus berdasarkan evaluasi medis karena tidak semua pasien memerlukannya.

  • Operasi: Jika pembesaran di dada menetap dan mengakibatkan keluhan yang bermakna, dokter akan mempertimbangkan tindakan untuk mengangkat lemak, jaringan kelenjar, atau keduanya.

Cara Mencegah Ginekomastia

Tidak semua kasus ginekomastia bisa dicegah, khususnya yang terjadi karena perubahan hormon alami. Akan tetapi, beberapa langkah yang bisa membantu mengurangi risiko adalah:

  • Pertahankan berat badan yang sehat lewat pola makan seimbang dan aktivitas fisik rutin;

  • Hindari penggunaan steroid anabolik tanpa indikasi dan pengawasan medis;

  • Batasi konsumsi alkohol dan hindari zat terlarang dapat berpengaruh terhadap keseimbangan hormon;

  • Gunakan obat sesuai arahan atau petunjuk dokter dan diskusikan efek samping jika terdapat perubahan pada payudara; dan

  • Periksakan gangguan kesehatan yang bisa memengaruhi hormon.

Pemeriksaan Kesehatan untuk Mendukung Evaluasi Ginekomastia

Pemeriksaan laboratorium bisa membantu dokter dalam mengevaluasi kemungkinan masalah hormon maupun kondisi kesehatan yang berhubungan dengan ginekomastia. Salah satu pilihan yang dapat Anda pertimbangkan adalah paket kesuburan pria dari Bumame.

Paket kesehatan yang mencakup pemeriksaan hormon LH, testosteron, FSH, prolaktin, dan pemeriksaan urine rutin. Selain itu, untuk pemantauan khusus yang lebih umum, Anda bisa mempertimbangkan layanan Medical Check Up Plus yang di dalamnya mencakup pemeriksaan fungsi organ dan darah.

Semua paket tersebut memang tidak secara khusus mendiagnosis ginekomastia. Itulah mengapa Anda perlu berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan tindakan yang tepat sesuai kondisi Anda.

Kapan Harus ke Dokter?

Buat janji dengan dokter ketika pembesaran payudara semakin besar, menetap, dan terasa nyeri, sehingga membuat Anda khawatir. Pemeriksaan juga sebaiknya Anda lakukan ketika perubahan muncul setelah menggunakan obat tertentu. Segera cari pertolongan medis ketika terdapat beberapa tanda berikut.

  • Benjolan keras dan tidak bergerak.

  • Cairan berdarah yang keluar dari puting.

  • Kulit payudara berlesing atau luka.

  • Puting tertarik ke dalam.

  • Benjolan di ketiak.

Tanda tersebut memang tidak selalu berarti kanker payudara, tetapi tetap harus dinilai untuk memastikan penyebabnya.

Kenali Penyebabnya agar Penanganan Lebih Tepat

Pembesaran dada pada pria bisa terjadi karena pertumbuhan jaringan kelenjar, penumpukan lemak, maupun kondisi kesehatan tertentu. Dengan mengetahui ciri-ciri ginekomastia dan berkonsultasi dengan dokter, Anda bisa mengetahui penyebab dan menentukan langkah penanganan yang sesuai.

Lokasi Klinik Bumame

1.  Klinik Bumame BSD
Ruko Northridge B1 No.16, Rw. Mekar Jaya, Kecamatan Serpong, Tangerang, Banten 15310

2. Klinik Bumame TB Simatupang
Jl. TB Simatupang No.33, RT.1/RW.5, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, DKI Jakarta 12550

3.Klinik Bumame Puri
Ruko Sentra Niaga Puri Indah Blok T6/23 RT.1/RW.2, Kembangan Sel., Kec. Kembangan, Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11610

4. Klinik Bumame Cideng
JAC Building, Jl. Jati Baru Raya No.28 5, Petojo Sel., Kecamatan Gambir, Kota Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10160

5. Klinik Bumame Kelapa Gading
Ruko Mall of Indonesia, Italian Walk Blok C 15-16, RT.18/RW.8, Klp. Gading Bar., Kec. Klp. Gading, Jkt Utara, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 14240

Referensi:

  1. Mayo Clinic — Enlarged Breasts in Men (Gynecomastia): Symptoms and Causes

  2. Swerdloff, R. S., & Ng, J. C. M. — Gynecomastia: Etiology, Diagnosis, and Treatment

  3. Mayo Clinic — Enlarged Breasts in Men (Gynecomastia): Diagnosis and Treatment

  4. Kanakis, G. A., et al. — EAA Clinical Practice Guidelines—Gynecomastia Evaluation and Management

  5. National Health Service (NHS) — Symptoms of Breast Cancer in Men

  6. Endocrine Society — Gynecomastia

  7. Bumame — Paket Kesuburan Laki-Laki

Ditinjau secara medis oleh dr. Denizha Irfani

Frequently Asked Question

Apakah ginekomastia berbahaya?

Sebagian besar kasus ginekomastia bersifat jinak dan tidak menyebabkan komplikasi fisik serius. Namun, pembesaran yang menetap, terasa nyeri, atau disertai benjolan keras, perubahan kulit, maupun cairan berdarah dari puting perlu diperiksa oleh dokter.

Apa penyebab ginekomastia pada pria?

Ginekomastia umumnya disebabkan perubahan keseimbangan hormon testosteron dan estrogen. Kondisi ini juga dapat berkaitan dengan pubertas, penuaan, penggunaan obat tertentu, gangguan fungsi testis, penyakit ginjal atau hati, serta gangguan tiroid dan hormon lainnya.

Apa ciri-ciri ginekomastia yang perlu diketahui?

Ciri-ciri ginekomastia meliputi pembesaran salah satu atau kedua sisi dada, jaringan kenyal atau padat di bawah puting, nyeri atau rasa tidak nyaman, puting sensitif, dan perbedaan ukuran payudara kanan dan kiri. Gejala dapat berbeda pada setiap orang.

Apakah ginekomastia bisa hilang dengan sendirinya dan apakah olahraga bisa mengatasinya?

Ginekomastia yang terjadi pada bayi atau remaja akibat perubahan hormon alami dapat berkurang dengan sendirinya. Olahraga dapat membantu mengurangi lemak tubuh, tetapi tidak selalu menghilangkan jaringan kelenjar payudara yang membesar. Penanganan bergantung pada penyebab dan kondisi pasien.

Bagaimana cara mengobati ginekomastia dan kapan harus ke dokter?

Penanganan dapat berupa pemantauan berkala, penanganan penyebab utama, pemberian obat sesuai indikasi, atau operasi jika pembesaran menetap dan menimbulkan keluhan bermakna. Konsultasikan dengan dokter jika pembesaran semakin besar atau nyeri. Segera periksa jika terdapat benjolan keras yang tidak bergerak, cairan berdarah dari puting, kulit berlesung atau luka, puting tertarik ke dalam, atau benjolan di ketiak.