Mudah lelah, sulit fokus, dan semangat yang menurun sering dianggap sekadar efek pekerjaan. Jam tidur dipangkas, jadwal padat, dan waktu istirahat yang tersisa tidak pernah terasa cukup. Penjelasan itu sering benar, dan banyak orang memang membaik begitu pola istirahatnya diperbaiki.
Pada sebagian laki-laki, keluhan seperti ini berkaitan dengan kadar hormon, terutama testosteron. Hormon ini mengatur banyak hal sekaligus, mulai dari massa otot dan kepadatan tulang sampai produksi sperma serta tingkat energi harian. Ketika kadarnya turun di bawah kebutuhan tubuh, efeknya bisa terasa pada beberapa bagian sekaligus.
Persoalannya, gejala seperti mudah lelah dan sulit berkonsentrasi terlalu umum untuk dijadikan kesimpulan sendiri. Artikel ini membahas hormon apa saja yang bekerja pada tubuh laki-laki, bagaimana kadar testosteron berubah seiring usia, tanda kadar rendah yang perlu dikenali, faktor yang memengaruhinya, cara menilai klaim suplemen penambah testosteron, serta waktu dan cara pemeriksaan yang tepat.
Hormon Utama pada Laki-Laki
Tubuh laki-laki mengatur fungsi reproduksi, metabolisme, dan energi lewat beberapa hormon yang bekerja bersama. Empat di antaranya sering muncul dalam pemeriksaan laboratorium.
1. Testosteron
Testosteron adalah hormon utama pada laki-laki dan diproduksi terutama di testis, yaitu sepasang organ reproduksi di dalam kantong buah zakar. Hormon ini mengatur massa otot, kepadatan tulang, produksi sperma, gairah seksual, penyebaran lemak tubuh, dan tingkat energi. Karena perannya menyebar ke banyak sistem, perubahan kadarnya bisa muncul sebagai keluhan yang sekilas tampak tidak berhubungan satu sama lain.
2. LH dan FSH
LH (luteinizing hormone) dan FSH (follicle stimulating hormone) diproduksi di kelenjar hipofisis, yaitu kelenjar kecil di dasar otak yang mengatur kerja kelenjar hormon lain. LH merangsang testis memproduksi testosteron, sedangkan FSH berperan pada pembentukan sperma. Kedua hormon ini membantu dokter mengetahui asal gangguannya, apakah berasal dari testis atau dari pusat pengaturannya di otak.
3. Estradiol
Estradiol adalah bentuk estrogen yang ada dalam jumlah kecil pada tubuh laki-laki. Meski lebih dikenal sebagai hormon perempuan, tubuh laki-laki tetap membutuhkannya untuk menjaga kesehatan tulang dan fungsi seksual. Kadar yang terlalu tinggi maupun terlalu rendah sama-sama bisa menimbulkan keluhan.
4. Prolaktin
Prolaktin lebih dikenal karena perannya pada produksi ASI, dan hormon ini juga ada pada laki-laki dalam jumlah kecil. Kadar prolaktin yang terlalu tinggi bisa menekan produksi testosteron. Karena kaitan itu, prolaktin kadang diperiksa bersamaan ketika kadar testosteron ditemukan rendah tanpa penyebab yang jelas.
Bagaimana Kadar Testosteron Berubah
Kadar testosteron tidak tetap sepanjang hidup. Kadarnya mencapai puncak pada usia dewasa muda, lalu menurun bertahap seiring bertambahnya usia. Sebagian penelitian melaporkan penurunan sekitar 1 persen per tahun setelah usia 30-an, meski angkanya bervariasi antar orang dan tidak berlaku seragam.
Penurunan bertahap seperti ini umumnya normal dan berbeda dari kadar rendah yang menimbulkan keluhan. Banyak laki-laki berusia 60-an tetap berada dalam rentang normal dan tidak merasakan gejala apa pun. Yang menjadi perhatian dokter adalah kadar rendah yang disertai keluhan, terlepas dari usia.
Kadar testosteron juga berfluktuasi dalam satu hari. Kadarnya cenderung lebih tinggi di pagi hari dan menurun sepanjang hari. Pola harian ini punya konsekuensi praktis ketika kadar hormon perlu diukur.
Tanda Kadar Testosteron Rendah
Kadar testosteron yang rendah, dalam istilah medis disebut hipogonadisme, umumnya menimbulkan keluhan yang berkembang perlahan selama berbulan-bulan. Tanda berikut yang umum ditemukan.
1. Kelelahan yang Menetap
Rasa lelah tetap ada meski waktu tidur sudah cukup dan beban kerja tidak bertambah. Tenaga terasa habis lebih cepat dari biasanya, termasuk pada aktivitas yang sebelumnya terasa ringan.
2. Penurunan Gairah Seksual
Minat terhadap aktivitas seksual berkurang secara bertahap. Perubahannya berjalan perlahan, sehingga sering baru disadari setelah dibandingkan dengan kondisi beberapa bulan sebelumnya.
3. Massa Otot Berkurang dan Lemak Perut Bertambah
Testosteron ikut menjaga massa otot dan mengatur penyebaran lemak tubuh. Ketika kadarnya rendah, otot lebih sulit dipertahankan meski latihan tetap berjalan, sementara lemak cenderung bertambah di area perut.
4. Suasana Hati Menurun dan Sulit Berkonsentrasi
Sebagian orang merasa lebih mudah tersinggung, kurang bersemangat, atau sulit mempertahankan fokus pada pekerjaan. Keluhan seperti ini sering dibaca sebagai kelelahan biasa.
5. Gangguan Tidur
Tidur menjadi lebih sering terputus atau kualitasnya menurun. Hubungannya berjalan dua arah, karena kurang tidur juga menurunkan kadar testosteron.
6. Penurunan Kepadatan Tulang
Pada kondisi yang berlangsung lama, kepadatan tulang bisa ikut menurun. Perubahan ini tidak menimbulkan gejala pada tahap awal dan umumnya baru diketahui lewat pemeriksaan.
7. Gangguan Kesuburan
Testosteron menopang pembentukan sperma, sehingga kadar yang rendah bisa memengaruhi jumlah dan kualitasnya. Tanda penurunan kesuburan pria kadang muncul lebih dulu sebelum keluhan lain terasa mengganggu.
Ada satu hal penting yang perlu dicatat di sini. Gejala di atas sangat umum dan bisa disebabkan banyak hal lain, mulai dari kurang tidur, stres kerja, kurang darah (anemia), gangguan tiroid, sampai diabetes. Kelelahan dan penurunan konsentrasi muncul pada hampir semua kondisi tersebut. Karena itu kadar testosteron rendah tidak bisa disimpulkan dari gejala saja, dan penilaiannya membutuhkan pemeriksaan kadar hormon di laboratorium.
Faktor yang Memengaruhi Kadar Hormon
Kadar testosteron dipengaruhi kondisi tubuh dan kebiasaan sehari-hari. Beberapa faktor berikut diketahui berperan.
Usia. Kadarnya menurun bertahap setelah usia 30-an, dan penurunan ini berjalan pelan pada sebagian besar orang.
Berat badan berlebih, terutama lemak di area perut. Jaringan lemak mengubah sebagian testosteron menjadi estrogen, sehingga jumlah testosteron yang tersedia bagi tubuh ikut berkurang.
Diabetes yang tidak terkontrol. Gula darah yang tinggi dalam waktu lama berkaitan dengan kadar testosteron yang lebih rendah, dan hal ini termasuk sisi diabetes melitus yang jarang dibicarakan.
Kurang tidur kronis. Sebagian besar produksi testosteron berlangsung saat tidur, sehingga jam tidur normal yang tidak terpenuhi dalam waktu lama ikut menurunkan kadarnya.
Stres berkepanjangan. Kadar hormon stres yang tinggi terus-menerus bisa menekan produksi testosteron.
Konsumsi alkohol berlebih. Alkohol memengaruhi kerja testis dan kelenjar pengaturnya di otak.
Penggunaan steroid anabolik. Hormon dari luar tubuh menekan produksi alami tubuh, dan efeknya bisa bertahan setelah pemakaian dihentikan.
Penyakit kronis tertentu. Gangguan hati, gangguan ginjal, dan beberapa penyakit menahun lain bisa mengubah keseimbangan hormon.
Waspadai Klaim Suplemen Penambah Testosteron
Pencarian kata testosteron di toko daring menampilkan lebih banyak produk daripada informasi. Sebagian besar dijual dengan janji menaikkan testosteron secara cepat, tanpa satu pun dasar pemeriksaan kadar.
Ada dua hal yang perlu Anda ketahui sebelum tertarik pada janji seperti itu. Pertama, banyak produk semacam ini tidak pernah diuji untuk menaikkan kadar testosteron pada manusia, sehingga klaimnya tidak berpijak pada pengukuran apa pun. Kedua, otoritas kesehatan di beberapa negara pernah menarik produk sejenis karena mengandung bahan yang tidak tercantum pada kemasan, termasuk hormon sintetis.
Langkah yang lebih tepat adalah mengetahui kadar sebenarnya lebih dulu lewat pemeriksaan. Bila hasilnya normal, keluhan yang Anda rasakan berasal dari hal lain, dan menaikkan hormon tidak menjawab persoalannya. Bila hasilnya memang rendah, terapi hormon hanya diberikan dokter berdasarkan hasil pemeriksaan dan penilaian klinis, disertai pemantauan berkala.
Pemberian hormon yang tidak tepat juga punya konsekuensi tersendiri. Testosteron dari luar tubuh menekan produksi alami tubuh, dan pada sebagian orang hal ini menurunkan produksi sperma. Bagi laki-laki yang masih merencanakan kehamilan, konsekuensi tersebut perlu dibicarakan dengan dokter sebelum terapi dimulai.
Kapan Perlu Memeriksakan Kadar Hormon?
Pemeriksaan kadar hormon umumnya dipertimbangkan pada situasi berikut.
Keluhan yang menetap lebih dari beberapa minggu tanpa perbaikan, meski jam tidur dan pola hidup sudah diperbaiki.
Gangguan kesuburan, atau program hamil yang belum berhasil setelah satu tahun mencoba secara teratur.
Penurunan gairah seksual yang terasa mengganggu aktivitas dan hubungan.
Riwayat cedera, infeksi, atau operasi di area testis.
Riwayat penggunaan steroid anabolik, baik saat ini maupun pada masa lalu.
Diabetes atau berat badan berlebih yang disertai keluhan penyerta seperti kelelahan menetap.
Pemeriksaan Hormon dan Kesuburan Pria di Bumame
Kadar testosteron cenderung lebih tinggi di pagi hari dan menurun sepanjang hari. Karena pola itu, pemeriksaan umumnya dianjurkan pada pagi hari agar hasilnya mewakili kondisi sebenarnya. Sampel darah yang diambil sore hari bisa menunjukkan angka lebih rendah pada orang yang kadarnya sebetulnya normal. Satu hasil juga belum cukup untuk menyimpulkan, sehingga dokter sering meminta pemeriksaan ulang pada hari berbeda untuk memastikan.
Pemeriksaan dasarnya berupa tes darah untuk mengukur testosteron total. Rangkaian ini dimulai dari tes hormon testosteron, lalu dokter bisa menambahkan LH, FSH, prolaktin, atau estradiol bila hasilnya perlu ditelusuri lebih jauh. Kombinasi itulah yang menunjukkan apakah gangguannya berasal dari testis atau dari kelenjar pengaturnya di otak.
Untuk keluhan yang berkaitan dengan kesuburan, pemeriksaan hormon sering digabungkan dengan analisa sperma sebagai bagian dari cek kesuburan pria. Dua pemeriksaan ini memberi gambaran yang lebih utuh daripada salah satunya saja, karena kadar hormon menjelaskan sisi produksinya, sedangkan analisa sperma menunjukkan hasil akhirnya.
Pemeriksaan Hormon Pria di Bumame bisa menjadi langkah awal ketika keluhan sudah berjalan cukup lama dan Anda ingin tahu angka sebenarnya. Konsultasi gratis dengan CS Bumame tersedia untuk memilih pemeriksaan dan jadwal yang sesuai.
Ukur Dulu, Baru Ambil Keputusan
Keluhan seperti mudah lelah dan semangat yang menurun punya banyak kemungkinan penyebab, dan kadar hormon hanya salah satunya. Mengetahui angka yang sebenarnya menempatkan keputusan berikutnya pada dasar yang jelas, baik ketika hasilnya normal maupun ketika ada yang perlu ditangani. Dari titik itu, langkah penanganan bisa disusun bersama dokter dengan tenang.
Lokasi Klinik Bumame
1. Klinik Bumame BSD
Ruko Northridge B1 No.16, Rw. Mekar Jaya, Kecamatan Serpong, Tangerang, Banten 15310
2. Klinik Bumame TB Simatupang
Jl. TB Simatupang No.33, RT.1/RW.5, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, DKI Jakarta 12550
3.Klinik Bumame Puri
Ruko Sentra Niaga Puri Indah Blok T6/23 RT.1/RW.2, Kembangan Sel., Kec. Kembangan, Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11610
4. Klinik Bumame Cideng
JAC Building, Jl. Jati Baru Raya No.28 5, Petojo Sel., Kecamatan Gambir, Kota Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10160
Referensi
Cleveland Clinic. Testosterone. Retrieved 2 September 2026 from https://my.clevelandclinic.org/health/articles/24101-testosterone
Endocrine Society. Testosterone Therapy in Men With Hypogonadism Guideline. Retrieved 2 September 2026 from https://www.endocrine.org/clinical-practice-guidelines/testosterone-therapy
Mayo Clinic. Male hypogonadism. Retrieved 2 September 2026 from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/male-hypogonadism/symptoms-causes/syc-20354881
NHS. The "male menopause". Retrieved 2 September 2026 from https://www.nhs.uk/conditions/male-menopause/
MedlinePlus. Testosterone Levels Test. Retrieved 2 September 2026 from https://medlineplus.gov/lab-tests/testosterone-levels-test/
Ditinjau secara medis oleh dr. Aimee Wineyna
