Mau pesan layanan Homecare Bumame? Klik disini.

Mau pesan layanan Homecare Bumame? Klik disini.

Kenapa Payudara Besar Sebelah? Ini Penyebab dan Solusinya
Kembali ke Artikel & Berita

Kenapa Payudara Besar Sebelah? Ini Penyebab dan Solusinya

SBATips Kesehatan

Saat bercermin atau mengenakan pakaian tertentu, Anda mungkin menyadari ukuran payudara kanan dan kiri tampak berbeda. Kemudian, jika Anda bertanya-tanya tentang kenapa payudara besar sebelah dan apakah perbedaan tersebut normal atau menandakan masalah kesehatan, maka Anda perlu tahu jawabannya di artikel ini.

Apakah Payudara Besar Sebelah Berbahaya? 

Menurut Ahli Onkologi Bedah sekaligus Direktur Medis Program Comprehensive Breast Center di Amerika Serikat, Andrea Abbott, payudara besar sebelah adalah kondisi yang normal dialami perempuan dan tidak selalu menandakan kondisi berbahaya.

Perbedaan ukuran antara payudara kanan dan kiri cukup umum terjadi, terutama selama masa pubertas ketika pertumbuhan payudara belum berlangsung secara bersamaan. Jika perbedaan ukuran sudah ada sejak lama, relatif stabil, dan tidak disertai keluhan lain, kondisi ini umumnya merupakan variasi normal tubuh.

Kenapa Payudara Besar Sebelah?

Ukuran payudara kanan dan kiri yang berbeda memang merupakan hal normal, tetapi perbedaan ukuran yang baru muncul atau disertai gejala lain perlu diperhatikan. Berikut adalah tujuh kemungkinan penyebab payudara besar sebelah yang perlu Anda ketahui.

1. Perbedaan Pertumbuhan Payudara saat Pubertas 

Payudara besar sebelah kiri sangat normal dialami oleh anak perempuan berusia 9–13 tahun sebagai tanda awal pubertas. Perubahan bentuk payudara ini didorong oleh hormon seks, terutama estrogen, yang membuat jaringan payudara tumbuh secara bertahap, mulai dari sebelah kiri kemudian kanan, atau sebaliknya.

Perbedaan tersebut umumnya akan berkurang seiring perkembangan tubuh, meskipun sebagian perempuan tetap memiliki ukuran payudara yang tidak sepenuhnya simetris hingga dewasa. Faktor genetik dan variasi anatomi juga bisa memengaruhi ukuran serta bentuk payudara.

Jika perbedaan ukuran sudah terlihat sejak masa pubertas dan tidak disertai keluhan lain, kondisi ini umumnya tidak perlu dikhawatirkan. Lambat laun, payudara akan terus bertumbuh seiring bertambahnya lemak tubuh anak. Bentuknya menjadi lebih bulat, menonjol, dan areola (sekitar puting) berwarna lebih gelap.

2. Fluktuasi Hormon saat Menstruasi 

Peningkatan kadar hormon estrogen selama siklus menstruasi bisa menyebabkan jaringan payudara mengalami pembengkakan, terasa lebih penuh, atau menjadi lebih sensitif. Hal ini karena fluktuasi hormon memicu retensi air dan peradangan ringan sehingga ukuran payudara terlihat sedikit lebih besar.

Bahkan, di hari ke-21 sebelum haid, hormon progesteron ikut meningkat secara signifikan dan mendorong pertumbuhan kelenjar susu. Efek perubahan hormon tersebut tidak selalu terasa sama pada kedua sisi. Mungkin, salah satu payudara terasa nyeri atau lebih bengkak dibandingkan sisi lainnya.

Biasanya, perubahan ini akan berangsur mereda setelah menstruasi selesai. Anda bisa memperhatikan kenapa payudara bengkak sebelah secara berulang pada fase tertentu dalam siklus menstruasi.

3. Kehamilan dan Menyusui

Sementara pada ibu hamil atau menyusui, alasan kenapa payudara bengkak sebelah adalah adanya perbedaan produksi ASI di antara keduanya. Di trimester ketiga kehamilan, payudara besar sebelah terjadi karena dimulainya produksi ASI sebagai tanda kematangan kelenjar susu. 

Proses ini akan dilanjutkan oleh bagian sisi satunya yang nantinya dibutuhkan bayi. Payudara yang sering disusukan ke bayi atau dipompa juga lebih cepat memproduksi ASI sehingga terlihat besar sebelah dari sisi satunya.

Hal ini biasanya terjadi karena beberapa faktor, seperti bayi memang lebih suka menyusu di satu sisi payudara kemudian memicu stimulasi produksi lebih banyak. Atau, bisa jadi karena sang ibu secara anatomi tubuh memang punya ukuran payudara yang berbeda sehingga tampak sangat terlihat di masa menyusui.

Meski demikian, pembesaran yang disertai nyeri hebat, kulit kemerahan, rasa panas, atau demam perlu diperiksakan. Gejala tersebut dapat mengindikasikan mastitis atau peradangan jaringan payudara yang membutuhkan penanganan medis.

4. Perubahan Berat Badan 

Alasan kenapa payudara bengkak sebelah belum tentu pertanda adanya penyakit serius. Itu biasa jadi akibat perubahan berat badan yang memengaruhi volume serta bentuk payudara.

Ketika berat badan bertambah, jaringan lemak pada payudara dapat meningkat. Sebaliknya, penurunan berat badan dapat mengurangi volumenya. Namun, perubahan tersebut tidak selalu terjadi secara merata pada kedua sisi karena distribusi jaringan lemak setiap orang berbeda.

Akibatnya, perbedaan ukuran payudara mungkin menjadi lebih terlihat setelah berat badan berubah. Jika ukuran payudara berbeda tetapi tidak disertai gejala lain, kondisi tersebut dapat berkaitan dengan variasi distribusi jaringan tubuh.

5. Kista atau Benjolan Payudara 

Kista payudara merupakan kantong berisi cairan yang terbentuk di dalam jaringan payudara. Kondisi ini umumnya bersifat jinak, tetapi bisa menyebabkan salah satu payudara terasa lebih penuh atau tampak membesar, terutama jika kista berukuran cukup besar.

Selain kista, benjolan jinak di payudara seperti fibroadenoma juga memengaruhi bentuk atau kontur payudara. Benjolan yang sering dialami perempuan usia 20 sampai 30-an ini terkadang terasa sebagai massa yang berbatas cukup jelas ketika diraba, contohnya seperti kelereng bergerak ketika sedikit ditekan.

6. Skoliosis

Skoliosis idiopatik pada remaja perempuan usia 11 tahun ke atas juga bisa jadi alasan kenapa payudara besar sebelah. Menurut penelitian, mayoritas pasien mengeluhkan payudara sebelah kiri yang besar sebelah. Hal ini disebabkan karena adanya kelainan bentuk dinding dada.

7. Kanker Payudara

Dalam beberapa kasus, perbedaan ukuran payudara dapat berkaitan dengan kondisi medis yang memengaruhi jaringan payudara. Pertumbuhan jaringan abnormal, baik yang bersifat jinak maupun ganas, bisa menyebabkan perubahan ukuran, bentuk, atau kontur salah satu payudara.

Kanker payudara merupakan salah satu kemungkinan yang perlu Andawaspadai, terutama jika ukuran payudara berubah secara progresif. Gejala lain yang perlu Anda perhatikan meliputi benjolan baru, kulit payudara yang menebal, tampak tertarik, atau berlesung, puting yang tiba-tiba masuk ke dalam, serta keluarnya cairan berdarah dari puting.

Ciri-Ciri Payudara Besar Sebelah yang Perlu Diwaspadai

Jika perubahan ukuran terjadi secara tiba-tiba atau disertai gejala lain, sebaiknya Anda tidak mengabaikannya. Berikut adalah beberapa ciri yang perlu diperhatikan.

  • Muncul benjolan kenyal yang ketika diraba bisa bergerak, karena itu tanda adanya tumor jinak.

  • Kulit payudara menebal yang tak kunjung membaik sebagai tanda adanya peradangan hingga bahkan kanker.

  • Muncul lekukan mirip lesung pipit ketika memakai bra ketat. Ini karena tumor atau benjolan menarik kulit di permukaan payudara sehingga membentuk lekukan.

  • Puting mengeras berwarna kemerahan atau putih seperti kudis yang disebabkan oleh penyebaran sel kanker. Selain itu, kanker payudara menyebabkan puting masuk ke dalam sehingga tampak rata.

  • Kulit memerah dan terasa panas yang umumnya karena ASI atau eksim (peradangan). Akan tetapi, setelah diobati kondisi tidak membaik, maka bisa jadi tanda kanker payudara.

  • Payudara mengeluarkan cairan berupa darah atau nanah melalui puting.

  • Kulit payudara berubah mirip kulit jeruk (peau d’orange).

  • Muncul benjolan keras.

Cara Mengatasi Payudara Besar Sebelah secara Alami dan Medis 

Bentuk asimetris pada payudara bisa diatasi dengan mudah, yaitu:

  • Menggunakan bra yang bisa menunjang sisi payudara yang lebih kecil;

  • Jika Anda sedang menyusui, sebaiknya susui bayi secara seimbang supaya tidak ada payudara yang besar sebelah akibat perbedaan produksi ASI;

  • Melakukan terapi pijat atau kompres herbal untuk merangsang refleks pengeluaran ASI dan memberi efek antiinflamasi; serta

  • Jaga berat badan. 

Di sisi lain, jika kondisi tidak kunjung membaik atau bahkan mendapati gejala abnormal, Anda bisa melakukan beberapa pemeriksaan seperti tes mamografi untuk mengevaluasi struktur internal payudara. Setelah itu, dokter akan menjalankan USG payudara untuk mendiagnosis kondisi abnormal dan MRI sebagai cara mendeteksi kanker.

Mulai Skrining Kanker Payudara Bersama Bumame

Kini, Anda sudah tahu kalau alasan kenapa payudara besar sebelah bisa jadi tanda kanker. Oleh karena itu, segera lakukan pemeriksaan bersama Bumame dengan Paket Skrining Kanker Payudara, terutama Anda yang memiliki riwayat kanker dari keluarga atau merasakan nyeri tidak biasa.

Di sana, dokter akan menjalankan dua tes secara detail, yaitu CEA dan CA 15-3. CEA digunakan untuk mengevaluasi keberadaan tumor, sementara CA 15-3 berguna sebagai cara memantau kondisi pasien, terutama terkait kanker payudara.

Paket kanker lainnya ada Skrining Kanker Colotect yang mampu mendeteksi kanker kolorektal sedini mungkin. Atau, Skrining Kanker GASTROClear sebagai penanda risiko kanker lambung. Yuk, sayangi tubuh Anda bersama Bumame!

Kapan Harus ke Dokter?

Payudara yang membesar disertai gejala tidak biasa, seperti tidak kunjung membaik, muncul nyeri, peradangan, benjolan, dan perubahan warna pada kulit payudara perlu segera mendapat penanganan.

Deteksi sedini mungkin dapat menyelamatkan tubuh dari penyebaran penyakit berbahaya seperti kanker. Oleh karena itu, jangan ragu periksakan minimal satu tahun sekali, terutama bagi Anda yang rentan.

Lokasi Klinik Bumame

1.  Klinik Bumame BSD
Ruko Northridge B1 No.16, Rw. Mekar Jaya, Kecamatan Serpong, Tangerang, Banten 15310

2. Klinik Bumame TB Simatupang
Jl. TB Simatupang No.33, RT.1/RW.5, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, DKI Jakarta 12550

3.Klinik Bumame Puri
Ruko Sentra Niaga Puri Indah Blok T6/23 RT.1/RW.2, Kembangan Sel., Kec. Kembangan, Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11610

4. Klinik Bumame Cideng
JAC Building, Jl. Jati Baru Raya No.28 5, Petojo Sel., Kecamatan Gambir, Kota Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10160

5. Klinik Bumame Kelapa Gading
Ruko Mall of Indonesia, Italian Walk Blok C 15-16, RT.18/RW.8, Klp. Gading Bar., Kec. Klp. Gading, Jkt Utara, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 14240

Referensi:

  1. HonestDocs — Penyebab Payudara Besar Sebelah

  2. HonestDocs — Tidak Semua Penyebab Payudara Besar Sebelah Itu Normal

  3. HealthCentral — Why Is One Breast Bigger Than the Other?

  4. National Library of Medicine — Development of the Human Breast

  5. Texas Children’s — Breast Development in Preteen and Teenage Girls

  6. Always — Your Guide to Breast Development During Puberty

  7. Indonesia Cancer Care Community — 12 Tanda dan Gejala Kanker Payudara

  8. Combio Woman — Why Are My Breasts Sore During Periods

Ditinjau secara medis oleh dr. Denizha Irfani

Frequently Asked Question

Apakah normal jika ukuran payudara kanan dan kiri berbeda?

Ya, perbedaan ukuran payudara merupakan hal yang umum dan sering kali normal, terutama selama masa pubertas. Jika perbedaannya sudah ada sejak lama, relatif stabil, dan tidak disertai keluhan lain, kondisi ini umumnya tidak perlu dikhawatirkan.

Apa penyebab payudara kiri lebih besar daripada payudara kanan?

Penyebabnya dapat meliputi perbedaan pertumbuhan saat pubertas, fluktuasi hormon menstruasi, kehamilan dan menyusui, perubahan berat badan, kista atau benjolan payudara, skoliosis, serta kondisi medis seperti kanker payudara.

Bagaimana cara mengatasi payudara besar sebelah secara alami?

Anda dapat menggunakan bra yang menopang payudara dengan baik, menjaga berat badan, dan menyusui secara seimbang jika sedang menyusui. Namun, cara tersebut tidak selalu mengubah perbedaan ukuran alami. Jika pembesaran disertai gejala tidak biasa, periksakan diri ke dokter.

Bra apa yang cocok untuk payudara besar sebelah kiri?

Pilih bra dengan ukuran yang nyaman dan mampu menopang payudara dengan baik. Bra dengan bantalan yang dapat dilepas bisa membantu menyesuaikan tampilan kedua sisi agar terlihat lebih seimbang.

Kapan payudara besar sebelah perlu diperiksakan ke dokter?

Periksakan diri jika ukuran payudara berubah secara tiba-tiba atau terus membesar, muncul benjolan baru, kulit menebal atau berlesung, puting tertarik ke dalam, keluar cairan berdarah, atau payudara terasa panas dan kemerahan disertai demam. Dokter dapat menentukan pemeriksaan yang sesuai berdasarkan gejala.