Booking layanan Bumame tanpa antri. Klik disini.

Booking layanan Bumame tanpa antri. Klik disini.

Gula Puasa Normal: Rentang Nilai dan Harga Cek | Bumame
Kembali ke Artikel & Berita

Berapa Gula Puasa Normal? Ini Rentang Nilai dan Pengaruhnya

SBATips Kesehatan

Gula puasa normal merupakan salah satu data penting yang digunakan untuk menilai kadar glukosa setelah tubuh tidak mendapatkan makanan minimal delapan jam. Pemeriksaan ini dapat mengidentifikasi gula darah dan pada orang yang menderita diabetes sehingga bisa menjadi pedoman dalam penyesuaian terapi.

Selain itu, pada orang yang tidak menderita diabetes dapat menjadi bagian dari pemeriksaan kesehatan rutin. Dengan demikian, Anda dapat menindaklanjuti hasil secara tepat dan tenang.

Apa Itu Tes Gula Darah Puasa?

Tes gula darah puasa merujuk pada pemeriksaan kadar glukosa (gula) darah setelah seseorang berpuasa (tidak makan dan minum) selama 8–12 jam. Pemeriksaan ini mengukur kadar gula dalam darah untuk membantu dokter dalam mendeteksi atau memantau prediabetes, diabetes, serta gangguan glukosa lainnya.

Tes gula darah puasa biasanya dilakukan pada pagi hari sebelum sarapan. Di fasilitas kesehatan, petugas akan mengambil sampel darah dari pembuluh darah, lalu memeriksa kadar glukosa dalam plasma darah.

Pemeriksaan dari sampel pembuluh darah berbeda dari pemeriksaan gula darah menggunakan darah kapiler dari ujung jari. Dokter akan menyarankan tes gula darah puasa sebagai bagian dari pemeriksaan kesehatan rutin, terutama jika Anda memiliki gejala atau faktor risiko diabetes.

Rentang Nilai Gula Puasa Normal

Kadar gula darah puasa bisa berbeda-beda tergantung kondisi dan kelompok orang yang diperiksa. Berikut adalah rentang nilai gula puasa normal yang bisa menjadi acuan sebelum hasilnya diinterpretasikan lebih lanjut.

Kategori

Kadar Glukosa Puasa

Keterangan

Normal

70–99 mg/dL

Masuk dalam kisaran normal

Prediabetes

100–125 mg/dL

Menunjukkan kadar glukosa lebih tinggi dari normal

Diabetes

≥126 mg/dL

Memenuhi batas pemeriksaan untuk diabetes

Bagi orang yang sudah mengalami diabetes, batas kadar glukosa darah target bisa berbeda. Utamanya menyesuaikan usia, kondisi kesehatan, risiko komplikasi, serta pengobatan dan pola pengelolaan diabetes yang dijalani.

Oleh karena itu, hasil pemeriksaan gula darah pada pasien diabetes perlu dinilai berdasarkan target yang telah ditentukan dokter dan tidak bisa disamakan begitu saja dengan nilai normal pada orang yang tidak mengalami diabetes.

Kapan Gula Darah Puasa Dianggap Prediabetes atau Diabetes?

Prediabetes adalah kondisi ketika kadar glukosa darah lebih tinggi dari batas normal, tetapi belum mencapai batas yang digunakan pada diagnosis diabetes. Kondisi ini berkaitan dengan resistensi atau kekurangan insulin, di mana tubuh tidak dapat menggunakan insulin secara efektif, atau saat produksi insulin tidak cukup untuk menjaga kadar glukosa darah tetap dalam tingkat yang sehat.

Jika Anda menjalani tes gula puasa normal, kadar glukosa darah kisaran 100–125 mg/dL termasuk dalam rentang prediabetes. Ini adalah kondisi yang perlu diperhatikan karena penderita prediabetes lebih berisiko mengalami diabetes tipe 2 di kemudian hari.

Sementara itu, kadar gula darah puasa 126 mg/dL atau lebih termasuk dalam rentang diabetes. Namun, dokter biasanya memerlukan tes ulang yang diambil pada hari lain untuk mengonfirmasi diagnosis diabetes.

Menurut Diabetes Organization, tes kedua tidak diperlukan jika kadar glukosa darah sangat tinggi atau hasil pemeriksaan menunjukkan positif diabetes disertai gejala umum gula darah tinggi. Oleh karena itu, satu hasil pemeriksaan sebaiknya tidak langsung dijadikan dasar untuk menyimpulkan diagnosis tanpa evaluasi dokter.

Selain pemeriksaan gula darah puasa, dokter juga bisa melakukan pemeriksaan HbA1c dan oral glucose tolerance test (OGTT). Begini penjelasan selengkapnya.

  • Pemeriksaan HbA1c: Tes akan memberi hasil rata-rata kadar gula darah selama 2–3 bulan terakhir. Hasil 5,7–6,4% termasuk prediabetes, sedangkan hasil 6,5% atau lebih termasuk diabetes.

  • Oral glucose tolerance test (OGTT): Bertujuan untuk menilai bagaimana tubuh memproses glukosa setelah Anda mengonsumsi gula dalam jumlah tertentu. Hasil 140–199 mg/dL termasuk prediabetes, sedangkan hasil 200 mg/dL atau lebih termasuk diabetes.

Faktor yang Memengaruhi Hasil Gula Darah Puasa

Hasil pemeriksaan gula puasa normal tidak hanya dipengaruhi oleh pola makan, tetapi juga aktivitas, kondisi tubuh, dan penggunaan obat. Berikut ini penjelasannya.

1. Pola Makan dan Aktivitas

Asupan makanan sebelum berpuasa dapat memengaruhi kadar glukosa saat pemeriksaan di pagi hari. Pola makan yang tidak teratur juga dikaitkan dengan fluktuasi kadar gula darah.

Selain itu, tingkat aktivitas fisik yang rendah dianggap sebagai faktor risiko prediabetes dan diabetes. Di sisi lain, aktivitas fisik yang sangat intens tanpa asupan energi yang memadai dapat menyebabkan kadar gula darah rendah.

2. Berat Badan dan Kesehatan Metabolik

Kelebihan berat badan atau obesitas juga bisa berkaitan dengan tanda prediabetes. Resistensi insulin terjadi ketika sel-sel tubuh tidak merespons insulin dengan baik dan tidak dapat mengeluarkan glukosa dari darah secara efektif, sehingga menyebabkan peningkatan kadar glukosa darah.

Selain itu, diabetes tipe 1 berkaitan dengan kerusakan pada sel-sel penghasil insulin di pankreas. Sementara pada diabetes tipe 2, sel-sel tubuh menjadi kurang responsif terhadap insulin, dan insulin tidak digunakan secara efektif.

3. Stres, Kondisi Kesehatan, dan Obat-obatan

Stres berkepanjangan juga bisa memengaruhi kadar glukosa darah. Kondisi kesehatan dan obat-obatan tertentu, seperti kortikosteroid pun dapat memengaruhi hasil tes.

Pada penderita diabetes, penggunaan insulin atau obat penurun glukosa lainnya mungkin tidak seimbang dengan asupan makanan dan aktivitas, sehingga menyebabkan kadar gula darah menjadi sangat rendah.

Sebuah studi dalam Journal of Diabetes Investigation melaporkan adanya peningkatan risiko diabetes tipe 2 pada individu dengan kadar glukosa puasa 90–99 mg/dL seiring dengan meningkatnya kadar glukosa tersebut. Risiko ini juga lebih tinggi pada individu dalam kelompok tersebut yang juga mengalami obesitas.

Persiapan Sebelum Tes Gula Darah Puasa

Agar pemeriksaan gula puasa normal berjalan sesuai prosedur, Anda perlu memperhatikan beberapa hal berikut sebelum pengambilan sampel.

1. Berpuasa

Anda harus berpuasa setidaknya selama 8 jam sebelum tes. Selama waktu tersebut, Anda diperbolehkan minum air putih, tapi Anda dilarang mengonsumsi makanan atau minuman apa pun yang mengandung kalori hingga proses pengambilan sampel selesai.

2. Pilih Waktu yang Tepat untuk Pemeriksaan

Tes ini biasanya dilakukan pada pagi hari sebelum sarapan agar tubuh masih dalam kondisi puasa. Anda bisa menjadwalkan pengambilan sampel darah agar dapat berpuasa semalaman dan menjalani pengambilan darah di pagi hari.

3. Informasikan Kondisi Kesehatan Anda

Jika Anda sedang mengonsumsi obat apa pun atau menjalani pengobatan diabetes, beri tahu dokter sebelum pemeriksaan. Jangan mengubah dosis insulin atau obat diabetes berdasarkan hasil tes Anda sendiri. Dokter juga dapat mempertimbangkan kondisi kesehatan lainnya saat mengevaluasi hasil tes.

4. Pertimbangkan Tes Lain

Tes gula puasa normal mengukur kadar glukosa darah pada waktu tertentu. Berbeda dengan pemeriksaan tersebut, tes HbA1c tidak membutuhkan puasa karena hanya mengukur gambaran rata-rata kadar gula darah selama sekitar 2–3 bulan terakhir, sehingga akan memberi informasi terkait kontrol gula darah dalam jangka panjang.

Prosedur OGTT cenderung berbeda karena Anda harus berpuasa terlebih dahulu, meminum larutan glukosa khusus, lalu menjalani pemeriksaan kadar gula darah setelah dua jam.

Cek Kadar Gula Darah Berkala Bersama Ahlinya 

Monitoring kadar gula darah dapat membantu Anda mengetahui perubahan tubuh dari waktu ke waktu. Pemeriksaan juga dapat dilakukan sebagai pemantauan pada seseorang yang sudah memiliki diabetes atau memiliki faktor risiko.

Bumame memiliki layanan Paket Diabetes Melitus via layanan Home Care dan Walk In. Paket ini mencakup pemeriksaan HbA1c dan glukosa puasa dengan harga mulai dari Rp258.000,00, sementara untuk harga promo Rp185.000,00 sesuai data produk yang Anda berikan.

Tes HbA1c dapat menunjukkan gambaran kadar gula darah rata-rata selama 2–3 bulan terakhir. Selanjutnya, pemeriksaan gula puasa normal digunakan untuk menentukan kadar glukosa darah setelah Anda berpuasa sebelum pengambilan sampel.

Kapan Perlu Tes Ulang atau Konsultasi Dokter?

Tes atau pemeriksaan bisa dokter rekomendasikan untuk orang yang menunjukkan gejala diabetes, berisiko tinggi, memiliki anggota keluarga dengan riwayat diabetes, obesitas, memiliki PCOS, tekanan darah tinggi, atau kolesterol tinggi.

Pemeriksaan tersebut juga bisa dilakukan oleh seseorang yang sudah memiliki diabetes agar dapat terus memantau kadar gula darah. Untuk pemeriksaan melalui paket tersebut, Bumame mencantumkan puasa 8–10 jam dan boleh minum air mineral selama puasa. 

Pantau Kadar Gula Puasa Normal untuk Menjaga Kesehatan

Memahami kadar gula puasa normal membantu Anda menafsirkan hasil pemeriksaan glukosa serta menentukan langkah pemeriksaan selanjutnya. Hasil tes gula darah puasa juga merupakan indikator utama untuk menilai risiko diabetes, terutama jika terdapat gejala atau faktor risiko tertentu.

Jika hasil menunjukkan kadar yang memerlukan penanganan medis, konsultasikan dengan tenaga kesehatan untuk langkah tindak lanjut yang tepat. Bersama Bumame, Anda dapat memantau kondisi tubuh secara lebih rutin dengan memilih jenis tes yang sesuai serta mengambil langkah kesehatan berdasarkan hasil pemeriksaan yang diperoleh.

Lokasi Klinik Bumame

1.  Klinik Bumame BSD
Ruko Northridge B1 No.16, Rw. Mekar Jaya, Kecamatan Serpong, Tangerang, Banten 15310

2. Klinik Bumame TB Simatupang
Jl. TB Simatupang No.33, RT.1/RW.5, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, DKI Jakarta 12550

3.Klinik Bumame Puri
Ruko Sentra Niaga Puri Indah Blok T6/23 RT.1/RW.2, Kembangan Sel., Kec. Kembangan, Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11610

4. Klinik Bumame Cideng
JAC Building, Jl. Jati Baru Raya No.28 5, Petojo Sel., Kecamatan Gambir, Kota Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10160

5. Klinik Bumame Kelapa Gading
Ruko Mall of Indonesia, Italian Walk Blok C 15-16, RT.18/RW.8, Klp. Gading Bar., Kec. Klp. Gading, Jkt Utara, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 14240

Referensi:

  1. Cleveland Clinic. (2025). Fasting Blood Sugar Test.  

  2. Healthline. (2025). What Is the Normal Range for Fasting Glucose Levels? 

  3. Mayo Clinic. (2026). Diabetes Diagnosis

  4. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2022). Mengenal Penyakit Hiperglikemia

  5. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (.n.d.). Mengenal Penyakit Hipoglikemia. 

  6. Mayo Clinic. (2024). Type 1 Diabetes

  7. Mayo Clinic. (2024). Diabetes - Diagnosis and Treatment

  8. Kemenkes Surabaya. (2026). Mengapa Harus Puasa Sebelum Cek Darah? Ini Alasan Medisnya.

  9. Heartology. (2025). Gula Darah Puasa: Panduan Lengkap Nilai Normal dan Cara Mengontrolnya

  10. Rumah Sakit JIH. (2024). Pre-diabetes Penting Untuk Diperhatikan. 

  11. Medline Plus. (.n.d.). Prediabetes. 

  12. Journal of Diabetes Investigation. (2021). Fasting plasma glucose level in the range of 90–99 mg/dL and the risk of the onset of type 2 diabetes: Population‐based Panasonic cohort study 2. 

  13. Diabetes Organization. (.n.d.). Diabetes Diagnosis

Ditinjau secara medis oleh dr. Aimee Wineyna

Frequently Asked Question

Berapa kadar gula darah puasa yang normal?

Kadar gula darah puasa normal berada pada rentang 70–99 mg/dL. Kadar 100–125 mg/dL termasuk rentang prediabetes, sedangkan 126 mg/dL atau lebih termasuk batas pemeriksaan untuk diabetes. 

Apa itu tes gula darah puasa?
Tes gula darah puasa adalah pemeriksaan kadar glukosa setelah berpuasa selama 8–12 jam. Pemeriksaan ini biasanya dilakukan pada pagi hari sebelum sarapan untuk membantu mendeteksi atau memantau prediabetes dan diabetes. 
Apa yang dapat memengaruhi hasil gula darah puasa?
Hasil gula darah puasa dapat dipengaruhi oleh pola makan, aktivitas fisik, berat badan, kondisi metabolik, stres, kondisi kesehatan tertentu, serta penggunaan obat-obatan tertentu. 
Apa perbedaan tes gula darah puasa, HbA1c, dan OGTT?
Tes gula darah puasa mengukur kadar glukosa setelah berpuasa, sedangkan HbA1c menunjukkan rata-rata kadar gula darah selama sekitar 2–3 bulan. OGTT menilai respons tubuh terhadap glukosa setelah seseorang mengonsumsi larutan glukosa dan menjalani pemeriksaan lanjutan. 
Kapan perlu melakukan pemeriksaan gula darah?

Pemeriksaan dapat dipertimbangkan jika seseorang memiliki gejala diabetes, faktor risiko tinggi, riwayat keluarga diabetes, obesitas, PCOS, tekanan darah tinggi, atau kolesterol tinggi. Pemeriksaan juga penting bagi orang yang sudah mengalami diabetes untuk memantau kadar gula darah.