Booking layanan Bumame tanpa antri. Klik disini.

Booking layanan Bumame tanpa antri. Klik disini.

HBsAg Adalah Penanda Hepatitis B, Kenali Fungsi Tes dan Arti Hasilnya
Kembali ke Artikel & Berita

HBsAg Adalah Penanda Hepatitis B, Kenali Fungsi Tes dan Arti Hasilnya

Redaksi Bumame

HBsAg Positif atau Negatif Artinya Apa? Kenali Fungsi Tes untuk Mendeteksi Hepatitis B

HBsAg merupakan salah satu pemeriksaan laboratorium yang paling sering digunakan untuk mendeteksi infeksi virus hepatitis B. Pemeriksaan ini penting karena hepatitis B sering kali tidak menimbulkan gejala pada tahap awal sehingga banyak penderita tidak menyadari dirinya telah terinfeksi.
Menurut World Health Organization (WHO), hepatitis B merupakan salah satu penyebab utama penyakit hati kronis di dunia dan dapat berkembang menjadi sirosis maupun kanker hati apabila tidak ditangani dengan baik.¹ Oleh karena itu, pemeriksaan HBsAg menjadi langkah awal yang penting untuk mengetahui status infeksi hepatitis B.

Mengenal HBsAg sebagai Penanda Hepatitis B

HBsAg (Hepatitis B Surface Antigen) adalah protein yang terdapat pada permukaan virus hepatitis B. Apabila protein ini ditemukan dalam darah, artinya seseorang sedang mengalami infeksi hepatitis B, baik infeksi akut maupun kronis.
Pemeriksaan HBsAg bukan digunakan untuk mengetahui tingkat keparahan penyakit, melainkan sebagai skrining awal untuk mendeteksi adanya virus hepatitis B di dalam tubuh.
Apabila kamu ingin memahami lebih lanjut mengenai berbagai jenis-jenis infeksi hepatitis, penting diketahui bahwa hepatitis tidak hanya disebabkan oleh virus hepatitis B, tetapi juga dapat disebabkan oleh virus hepatitis A, C, D, maupun E yang memiliki karakteristik berbeda.
Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), HBsAg biasanya menjadi penanda pertama yang muncul setelah seseorang terinfeksi virus hepatitis B.²

Kondisi yang Memerlukan Pemeriksaan HBsAg

Dokter dapat menyarankan pemeriksaan HBsAg apabila seseorang:
  • Memiliki gejala yang mengarah ke hepatitis.
  • Pernah melakukan kontak dengan penderita hepatitis B.
  • Memiliki pasangan dengan hepatitis B.
  • Menggunakan jarum suntik secara bergantian.
  • Akan menjalani tindakan medis tertentu.
  • Sedang hamil sebagai bagian dari skrining kehamilan.
  • Memiliki hasil pemeriksaan fungsi hati yang tidak normal.
  • Termasuk kelompok dengan risiko tinggi terpapar hepatitis B.
Pemeriksaan juga dianjurkan bagi orang yang belum pernah mengetahui status hepatitis B sebelumnya karena infeksi dapat berlangsung tanpa keluhan selama bertahun-tahun.

Cara Membaca Hasil Pemeriksaan HBsAg

Secara umum, hasil pemeriksaan HBsAg dibagi menjadi dua kategori.

HBsAg Negatif

Hasil negatif menunjukkan bahwa antigen permukaan hepatitis B tidak terdeteksi pada saat pemeriksaan dilakukan.
Namun, hasil negatif tidak selalu berarti seseorang memiliki kekebalan terhadap hepatitis B. Pada kondisi tertentu, dokter mungkin akan menyarankan pemeriksaan tambahan seperti Anti-HBs atau Anti-HBc untuk mendapatkan gambaran yang lebih lengkap.

HBsAg Positif

Hasil positif menunjukkan adanya infeksi virus hepatitis B yang sedang berlangsung.
Meski demikian, hasil HBsAg saja belum dapat menentukan apakah infeksi tersebut baru terjadi atau sudah berlangsung lama. Untuk itu dokter biasanya akan melakukan pemeriksaan lanjutan.
Pemeriksaan tambahan diperlukan untuk membedakan apakah seseorang mengalami hepatitis B kronis dan akut sehingga penanganan yang diberikan dapat disesuaikan dengan kondisi pasien.
Menurut CDC, infeksi hepatitis B dikatakan kronis apabila HBsAg tetap terdeteksi selama lebih dari enam bulan.²

Arti Hasil HBsAg Positif dan Pemeriksaan Lanjutan

Hasil HBsAg positif berarti terdapat virus hepatitis B di dalam tubuh dan seseorang berpotensi menularkan virus kepada orang lain.
Namun, hasil positif bukan berarti fungsi hati sudah mengalami kerusakan berat. Dokter biasanya akan mempertimbangkan beberapa pemeriksaan lain, seperti:
  • SGOT dan SGPT.
  • HBeAg.
  • HBV DNA.
  • USG hati bila diperlukan.
Pemeriksaan lanjutan membantu menentukan aktivitas virus serta kondisi hati sehingga terapi yang diberikan menjadi lebih tepat.

Prosedur Pemeriksaan HBsAg

Tes HBsAg merupakan pemeriksaan darah yang relatif sederhana.
Prosedurnya meliputi:
  1. Petugas mengambil sampel darah dari pembuluh darah vena di lengan.
  2. Sampel dikirim ke laboratorium untuk dianalisis.
  3. Hasil pemeriksaan kemudian dievaluasi oleh dokter sesuai kondisi klinis pasien.
Pemeriksaan ini umumnya tidak memerlukan puasa sehingga pasien dapat menjalani tes sesuai jadwal yang telah ditentukan.
Apabila ingin melakukan skrining hepatitis B, kamu dapat melakukan tes HBsAg di Bumame dengan proses pemeriksaan yang praktis dan hasil yang dapat dikonsultasikan bersama dokter.

Apa yang Harus Dilakukan Jika Hasil HBsAg Positif?

Apabila hasil pemeriksaan menunjukkan HBsAg positif, jangan panik. Langkah selanjutnya adalah berkonsultasi dengan dokter untuk menentukan pemeriksaan lanjutan dan penanganan yang sesuai.
Dokter dapat merekomendasikan pemeriksaan tambahan guna mengetahui apakah infeksi bersifat akut atau kronis, menilai kondisi fungsi hati, serta menentukan apakah terapi diperlukan.
Banyak orang juga bertanya apakah hepatitis B bisa sembuh. Jawabannya bergantung pada jenis infeksi yang dialami. Pada hepatitis B akut, sebagian besar orang dewasa dapat pulih sepenuhnya. Sementara pada hepatitis B kronis, pengobatan bertujuan mengendalikan virus dan mencegah komplikasi, sesuai penjelasan WHO dan CDC.¹²
Selain itu, anggota keluarga atau pasangan yang belum memiliki kekebalan dapat mempertimbangkan vaksin hepatitis B untuk dewasa sebagai langkah pencegahan. Dokter juga dapat membantu menentukan siapa yang butuh vaksin hepatitis B berdasarkan faktor risiko masing-masing.

Jangan Tunda Pemeriksaan Hepatitis B

Pemeriksaan HBsAg merupakan langkah awal yang penting untuk mengetahui ada atau tidaknya infeksi hepatitis B. Deteksi sejak dini memungkinkan dokter melakukan pemantauan dan penanganan sebelum muncul komplikasi yang lebih serius.
Apabila kamu memiliki faktor risiko hepatitis B, pernah kontak dengan penderita, atau ingin melakukan skrining kesehatan hati, kamu dapat melakukan pemeriksaan HBsAg sesuai anjuran dokter.
Jika kamu memiliki pertanyaan mengenai hasil HBsAg atau khawatir terhadap risiko hepatitis B, kamu dapat chat gratis dengan dokter untuk konsultasi agar kondisi dapat dievaluasi dan kamu memperoleh rekomendasi pemeriksaan maupun penanganan yang sesuai.

Sumber: World Health Organization (WHO), Centers for Disease Control and Prevention (CDC), Hepatitis B Foundation,


Lokasi Klinik Bumame

Klinik Bumame Cideng JAC Building, Jl. Jati Baru Raya No.28 5, Petojo Sel., Kecamatan Gambir, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10160
Klinik Bumame TB Simatupang 1, Jl. TB Simatupang No.33, RT.1/RW.5, Ragunan, Ps. Minggu, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12550
Klinik Bumame BSD Ruko Northridge B1 No.16, Rw. Mekar Jaya, Kec. Serpong, Tangerang, Banten 15310 Klinik Bumame Puri Indah Ruko Sentra Niaga Puri Indah Blok T6/23, Kembangan, Jakarta Barat 11610

Ditinjau secara medis oleh dr. Andika Yusuf Ramadhan, M.Biomed

Frequently Asked Question

Apakah HBsAg sama dengan hepatitis B?
Tidak. HBsAg adalah pemeriksaan laboratorium untuk mendeteksi adanya infeksi virus hepatitis B, bukan nama penyakitnya.

Apakah hasil HBsAg positif pasti hepatitis kronis?
Tidak. Hasil positif dapat terjadi pada infeksi akut maupun kronis. Pemeriksaan lanjutan diperlukan untuk membedakannya.

Apakah tes HBsAg perlu puasa?
Umumnya tidak. Pemeriksaan HBsAg dapat dilakukan tanpa persiapan puasa, kecuali dokter memberikan instruksi lain.

Siapa yang sebaiknya melakukan tes HBsAg?
Pemeriksaan dianjurkan bagi orang yang memiliki faktor risiko hepatitis B, ibu hamil, tenaga kesehatan, pasangan penderita hepatitis B, atau siapa pun yang ingin mengetahui status infeksi hepatitis B.

Apakah hepatitis B dapat dicegah?
Ya. Salah satu cara paling efektif adalah melalui vaksinasi hepatitis B, menjaga kebersihan alat medis, serta menghindari kontak dengan darah atau cairan tubuh yang berisiko menularkan virus.