Paket HIV
Anti-HIV adalah tes penyaring yang mendeteksi antibodi yang dibentuk tubuh sebagai respons terhadap HIV. Antibodi ini baru terbentuk beberapa waktu setelah paparan, sehingga hasil tes menggambarkan kondisi pada saat pemeriksaan dilakukan. Tes ini umum dilakukan sebagai langkah awal untuk mengetahui status HIV, dan hasil reaktif selalu dipastikan lewat pemeriksaan konfirmasi.
Setiap tes punya tujuan yang jelas
- Infeksi & Penyakit Menular1 tes
Anti - HIV
Mendeteksi antibodi terhadap HIV sebagai pemeriksaan skrining.
Ingin mengenal produk ini lebih dalam?
Dikirim melalui WhatsApp
Ketersediaan Layanan
- HomecareSenin–Minggu, 06.00–20.00
- Bumame Health Clinic BSDRuko, Northridge B1 No.16, Rawa Mekar Jaya, Kec. Serpong, Kabupaten Tangerang, Banten 15310Senin–Minggu, 07.00–21.00Lihat di Google Maps
- Bumame Health Clinic CidengJAC Building, Jl. Jati Baru Raya No.28, RT.5/RW.1, Petojo Sel., Kecamatan Gambir, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10160Senin–Minggu, 07.00–21.00Lihat di Google Maps
- Bumame Health Clinic Kelapa GadingRuko Mall of Indonesia, Italian Walk Blok C 15-16, RT.18/RW.8, Klp. Gading Bar., Kec. Klp. Gading, Jkt Utara, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 14240Senin–Minggu, 06.00–20.00Lihat di Google Maps
- Bumame Health Clinic PuriRuko Sentra Niaga Puri Indah Blok T6/23 RT.1/RW.2, Kembangan Sel., Kec. Kembangan, Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11610Senin–Minggu, 06.00–20.00Lihat di Google Maps
- Bumame Health Clinic SimatupangJl. TB Simatupang No.33, RT.1/RW.5, Ragunan, Ps. Minggu, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12550Senin–Minggu, 07.00–21.00Lihat di Google Maps
Persiapan Pemeriksaan
- Tidak perlu puasa.
- Informasikan obat, vitamin, dan suplemen yang rutin dikonsumsi. Jangan menghentikan obat tanpa arahan tenaga medis.
- Gunakan baju lengan pendek atau yang mudah digulung
- Sediakan waktu untuk penjelasan dokter sebelum & sesudah tes
- Sampaikan ke dokter kalau kamu punya pertanyaan sebelum tes dilakukan
Manfaat Pemeriksaan
- Membantu mengetahui status HIV sebagai dasar untuk menentukan tindak lanjut bersama tenaga medis.
- Langkah proaktif untuk kesehatan pribadi dan pasangan. Mengetahui status HIV memungkinkan kamu dan pasangan membuat keputusan kesehatan yang lebih informed.
- Proses yang aman dan terjaga privasinya. Pemeriksaan dilakukan oleh tenaga medis profesional Bumame dengan standar kerahasiaan yang tinggi.
Untuk Siapa
- Tes HIV direkomendasikan bagi siapa saja yang ingin mengetahui status kesehatannya, terutama dalam konteks pemeriksaan pranikah, pra-kehamilan, atau sebagai bagian dari evaluasi kesehatan rutin. Segera konsultasikan hasil tes kamu dengan dokter untuk mendapatkan informasi dan dukungan medis yang tepat.
Sering dibeli bersama
Lengkapi pemeriksaanmu dengan layanan yang paling relevan.
Artikel kesehatan terkait
Pelajari lebih lanjut tentang pemeriksaan dan pencegahan kesehatan dalam paket ini.
Pertanyaan yang sering ditanyakan
Siapa yang dapat melakukan tes ini?
Tes HIV sangat dianjurkan untuk individu yang aktif secara seksual, namun tidak dibatasi pada individu di bawah ini:
- Ibu hamil.
- Bayi yang lahir dari ibu penderita infeksi HIV/AIDS.
- Individu yang secara berkala melakukan transfusi darah.
- Individu yang pernah berbagi alat suntik dengan individu lain.
- Individu yang sering melakukan hubungan seksual dengan pasangan yang berbeda-beda
- Individu yang melakukan hubungan seksual dengan sesama jenis.
- Pengidap sexually transmitted disease atau penyakit menular seksual lainnya, seperti hepatitis B dan C, infeksi HPV, dan sebagainya.
Kapan waktu yang tepat untuk melakukan pemeriksaan ini?
Setiap 3 atau 6 bulan sekali untuk orang yang sudah aktif secara seksual sesuai rekomendasi dokter.
Apa saja jenis pemeriksaan untuk melakukan tes HIV?
Terdapat beberapa pilihan tes HIV yang dapat dilakukan dikarenakan hasilnya tidak selalu akurat bila hanya melihat dari 1 pemeriksaan saja. Pemeriksaan tersebut antara lain:
- Tes antibodi Dilakukan dengan memeriksa kandungan antibodi HIV di dalam darah. Beberapa jenis tes antibodi untuk mendeteksi infeksi HIV adalah sebagai berikut:
A. Rapid test: meletakkan sampel darah pasien ke dalam alat tes HIV yang terdapat antigen HIV. Tes dapat selesai dengan cepat kurang lebih 20 menit. Namun, tingkat akurasi rapid test lebih rendah dibandingkan dengan jenis pemeriksaan lain.
B. ELISA test: memasukkan sampel darah pasien ke dalam tabung khusus. Kemudian, sampel darah tersebut akan dianalisis pada laboratorium untuk dilihat apakah terdapat kandungan antibodi HIV. Hasil dapat didapatkan 1-3 hari setelah sampel diambil
C. Western blot test: merupakan tes lanjutan dari ELISA test. Lebih tepatnya, western blot test dilakukan untuk memastikan adanya pengikatan spesifik antibodi terhadap protein HIV.
- Tes antibodi-antigen Kombinasi pemeriksaan yang dilakukan untuk mendeteksi protein p24 (antigen HIV) serta antibodi HIV-1 atau HIV-2 di dalam darah. Tes ini dinilai lebih akurat dan bisa dijadikan sebagai pemeriksaan dini dari penyakit HIV/AIDS karena antigen akan muncul lebih cepat daripada antibodi, yaitu sekitar 2 sampai 6 minggu setelah terinfeksi.
- Tes PCR (polymerase chain reaction) Pemeriksaan HIV yang dinilai memiliki tingkat akurasi paling tinggi. dilakukan dengan memeriksa materi genetik HIV, yaitu DNA atau RNA, di dalam darah pasien pada laboratorium. Hasil dari tes ini memerlukan waktu kurang lebih 1x24 jam di lab Bumame.
Bagaimana bila hasil pemeriksaan anti HIV positif?
Apabila individu terjangkit virus HIV, tidak perlu panik, karena virus HIV dapat dikontrol melalui obat antiretroviral (ARV) secara rutin sehingga risiko penularannya rendah. Meskipun obat ARV tidak membunuh virus HIV, tetapi bisa menghambat perkembangbiakannya dalam tubuh dan jumlah virus HIV dalam darah bisa ditekan hingga tidak terdeteksi oleh tes (undetectable viral load). Apabila individu dengan HIV memiliki viral load yang tidak terdeteksi, risiko penularannya bisa menjadi sangat rendah, hampir mendekati nol. Apabila HIV tidak diobati, maka virus tersebut bisa berkembang menjadi AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome). AIDS merupakan tahap akhir dari infeksi HIV. Pada tahap ini, sistem kekebalan tubuh pengidap akan semakin melemah serta berpotensi untuk terinfeksi berbagai penyakit, antara lain yang paling banyak terjadi adalah penyakit pneumonia, tuberkulosis, kanker, infeksi jamur, dan infeksi virus.
Lebih Lanjut tentang Paket HIV
Penjelasan lebih mendalam untuk membantumu memahami pemeriksaan dan konteks hasilnya.
Baca selengkapnyaTampilkan lebih sedikit
Isi Pemeriksaan
• Anti - HIV:
Mendeteksi antibodi dan/atau antigen yang digunakan dalam skrining infeksi HIV.
────────────────────
Tentang Pemeriksaan
Mengetahui status HIV kamu adalah tindakan bertanggung jawab — untuk diri sendiri dan orang-orang yang kamu cintai. Pemeriksaan HIV di Bumame menyediakan proses deteksi yang akurat, aman, dan dilakukan dengan penuh kerahasiaan oleh tenaga medis profesional.
Apa Itu Pemeriksaan HIV?
Pemeriksaan HIV di Bumame dilakukan melalui pengambilan darah untuk mendeteksi keberadaan antibodi terhadap Human Immunodeficiency Virus (HIV) dalam sistem imun tubuh. Ini adalah metode deteksi standar yang digunakan secara luas untuk mengonfirmasi ada atau tidaknya infeksi HIV. Hasil pemeriksaan yang akurat memberikan kejelasan yang dibutuhkan untuk mengambil langkah medis selanjutnya, baik dalam rangka pencegahan maupun penanganan.
Metode Pemeriksaan
• Jenis sampel: Darah.
• Hasil pemeriksaan dapat diperoleh dalam 1x24 jam.
Periksa Dengan Yakin, Bersama Bumame
Bumame menyediakan tes HIV dengan proses yang mudah, cepat, dan dapat dipesan tanpa antre. Jadwalkan pemeriksaan Anda sekarang — di klinik atau melalui layanan Home Care.
────────────────────
