Banyak orang baru mengenal istilah hiperkalsemia saat baris kalsium di hasil medical check up diberi tanda tinggi. Padahal mereka merasa sehat, hanya sesekali sembelit atau cepat lelah.
Kondisi ini memang sering ditemukan lewat tes darah rutin tanpa keluhan. Meski begitu, kalsium yang terus tinggi bisa memengaruhi ginjal, tulang, dan jantung, sehingga penyebabnya perlu dicari bersama dokter.
Berikut penjelasan tentang penyebab, gejala, pemeriksaan lanjutan, serta cara menangani dan mencegahnya.
Apa Itu Hiperkalsemia?
Hiperkalsemia adalah kadar kalsium dalam darah yang melebihi rentang normal. Menurut MedlinePlus, hanya sekitar 1% kalsium tubuh berada di darah, sisanya tersimpan di tulang dan gigi. Jumlah kecil ini dibutuhkan saraf, otot, dan jantung untuk bekerja normal, bagian dari fungsi kalsium bagi tubuh.
Kadar ini diatur oleh hormon paratiroid (PTH) dari empat kelenjar paratiroid seukuran kacang polong di leher. Saat kalsium turun, PTH menarik kalsium dari tulang, menambah penyerapan di usus, dan membuat ginjal menahan kalsium.
Istilah ini sering tertukar dengan hiperkalemia, yaitu kadar kalium yang tinggi, gangguan elektrolit lain dengan penyebab dan penanganan berbeda.
Penyebab Kalsium Darah Tinggi
Penyebab yang umum meliputi:
Hiperparatiroidisme primer. Satu atau lebih kelenjar paratiroid bekerja terlalu aktif dan membuat PTH berlebihan. NIDDK mencatat sekitar 8 dari 10 kasus berasal dari tumor jinak (adenoma), dan kondisi ini biasanya ketahuan lebih awal lewat tes darah rutin.
Kanker. Sel kanker ginjal, paru, atau ovarium bisa melepas protein yang bekerja mirip PTH. Kalsium juga bisa terlepas saat kanker merusak tulang, misalnya pada metastasis kanker prostat, payudara, atau paru dan pada mieloma multipel.
Vitamin D atau kalsium berlebihan. Vitamin D dosis sangat tinggi setiap hari selama beberapa bulan membuat usus menyerap kalsium jauh lebih banyak. Kadang, minum banyak susu bersama antasida berkalsium memicu sindrom susu-alkali.
Obat tertentu. Menurut NIH Office of Dietary Supplements (ODS), lithium jangka panjang untuk gangguan bipolar bisa menaikkan kalsium darah. Diuretik tiazid yang diminum bersama suplemen vitamin D juga bisa berdampak serupa.
Lama tidak bergerak dan penyakit lain. Tulang yang lama tidak menopang beban, misalnya pada orang yang lama terbaring, melepaskan kalsium ke darah. MSD Manual juga mencatat hipertiroid berat, sarkoidosis, dan tuberkulosis sebagai penyebab, sedangkan laporan kasus dari RSCM menggambarkan kelenjar paratiroid yang tetap bekerja berlebihan (hiperparatiroidisme tersier) pada pasien cuci darah.
Siapa yang Lebih Berisiko?
NIDDK mencatat hiperparatiroidisme primer umumnya muncul di usia 50 sampai 60 tahun dan 3 sampai 4 kali lebih sering pada perempuan. Risiko juga lebih tinggi pada orang yang pernah menjalani radiasi di leher, penderita kanker yang menyebar ke tulang, penderita penyakit ginjal kronis tahap lanjut, pengguna suplemen vitamin D dosis tinggi atau lithium, serta orang yang lama terbaring.
Gejala Hiperkalsemia yang Perlu Dikenali
Banyak orang dengan hiperkalsemia ringan tidak merasakan apa pun. Bila muncul, keluhannya sering samar, misalnya:
1. Sembelit, Mual, dan Nafsu Makan Turun
MSD Manual menyebut keluhan awal umumnya sembelit, mual, muntah, nyeri perut, dan nafsu makan menurun. Gejala ini mudah dikira gangguan pencernaan biasa, jadi sampaikan kepada dokter bila berlangsung lama.
2. Sering Haus dan Sering Buang Air Kecil
Kalsium tinggi membuat ginjal mengeluarkan lebih banyak urine. Tubuh pun mudah mengalami dehidrasi dan rasa haus meningkat.
3. Lelah, Lemah Otot, dan Nyeri Tulang
NIDDK mencatat lelah, lemah otot, serta nyeri tulang dan sendi sebagai gejala hiperparatiroidisme primer. Laporan kasus dari RSCM bahkan menggambarkan pasien berusia 19 tahun dengan patah tulang berulang akibat adenoma paratiroid.
4. Murung atau Bingung
MedlinePlus mencatat kalsium tinggi bisa disertai perubahan kondisi mental seperti depresi atau kebingungan. Perubahan perilaku yang muncul tiba-tiba, terutama pada orang tua, perlu segera diperiksakan.
5. Batu Ginjal
Kalsium berlebih di urine bisa mengendap menjadi batu ginjal. MSD Manual menyebut batu berisi kalsium sering muncul pada hiperkalsemia yang berat atau berlangsung lama.
6. Jantung Berdebar Tidak Teratur
Kalsium darah yang tinggi bisa mengganggu irama jantung, terutama saat kadarnya sangat tinggi. Bila disertai lemas berat atau hampir pingsan, segera ke IGD.
Komplikasi Bila Kalsium Tinggi Berlangsung Lama
Dampaknya bergantung pada tinggi kadar dan lamanya kondisi berlangsung:
Gangguan ginjal. Kalsium yang menumpuk bisa menurunkan fungsi ginjal. MSD Manual mencatat kondisi ini umumnya membaik dengan pengobatan, tetapi kerusakan bisa menetap bila endapan kalsium sudah banyak.
Tulang menipis. PTH yang tinggi membuat tulang terus melepas kalsium. Lama-kelamaan tulang bisa melemah hingga osteoporosis dan mudah patah meski karena jatuh ringan.
Gangguan irama jantung. Kalsium yang sangat tinggi bisa memicu aritmia. Pada kasus berat, gangguan ini berbahaya dan perlu penanganan segera.
Gangguan fungsi otak. Kadar yang sangat tinggi bisa menyebabkan kebingungan, delirium, halusinasi, hingga koma. Keadaan ini perlu penanganan darurat.
Apakah Susu dan Suplemen Bisa Membuat Kalsium Tinggi?
Menurut ODS, kalsium tinggi dalam darah biasanya disebabkan masalah kesehatan seperti PTH tinggi atau kanker, dan jarang dipicu asupan kalsium. NIDDK bahkan menyebut penderita hiperparatiroidisme primer tidak perlu membatasi kalsium dari makanan. Yang lebih perlu diperhatikan adalah suplemen:
Batas atas kalsium. ODS mencantumkan batas atas 2.500 mg per hari untuk usia 19 sampai 50 tahun dan 2.000 mg untuk usia 51 tahun ke atas. Angka ini mencakup makanan, minuman, dan suplemen.
Batas atas vitamin D. Untuk orang dewasa, batasnya 100 mcg atau 4.000 IU per hari, kecuali dokter meresepkan dosis lebih tinggi untuk sementara. Kelebihan vitamin D hampir selalu berasal dari suplemen, karena kulit membatasi produksinya dari sinar matahari. Kenali manfaat dan risiko vitamin D sebelum memilih dosis.
Kapan Harus Konsultasi ke Dokter?
Segera ke IGD bila kalsium tinggi disertai kebingungan, lemas berat, muntah terus hingga sulit minum, atau jantung berdebar tidak teratur. Tanda ini bisa menunjukkan hiperkalsemia berat.
Buat janji dengan dokter bila hasil tes menunjukkan kalsium tinggi walau Anda merasa sehat, bila sembelit atau sering haus berlangsung lama, atau bila Anda pernah mengalami batu ginjal. Bawa daftar semua obat dan suplemen agar penyebabnya lebih mudah dicari.
Pemeriksaan untuk Mencari Penyebab Hiperkalsemia
Langkah pertama biasanya memastikan hasil. MedlinePlus menyebut hasil di luar rentang belum tentu berarti penyakit yang perlu diobati, karena pola makan dan obat bisa memengaruhinya. Nilai rujukan bergantung pada laboratorium dan dokter, sama seperti saat membaca hasil medical check up lainnya. Pemeriksaan lanjutan yang mungkin diminta:
Tabel ini membantu mengenali pola yang umum dan bukan alat diagnosis.
Untuk ginjal, dokter biasanya meminta tes fungsi ginjal seperti kreatinin. Ambang diagnosis ditentukan oleh dokter.
Cek Kadar Kalsium Darah di Bumame
Karena hiperkalsemia sering tanpa keluhan, kadar kalsium hanya bisa diketahui lewat tes darah. Bumame menyediakan pemeriksaan Kalsium (Ca) yang mengukur kadar kalsium sebagai bagian dari evaluasi tulang, paratiroid, dan keseimbangan mineral. Pemeriksaan memakai sampel darah, tidak perlu puasa, dan tersedia secara Walk In maupun Home Care. Sampaikan obat, vitamin, dan suplemen yang rutin Anda konsumsi. Untuk jadwal, hubungi CS Bumame lewat WhatsApp.
Pengobatan Hiperkalsemia
Penanganan mengikuti penyebab dan tingkat keparahan. Menurut MSD Manual, pada kasus ringan dengan ginjal normal, memperbaiki penyebab sering sudah cukup, ditambah minum banyak cairan agar kalsium terbuang lewat urine. Bila penyebabnya suplemen, dokter akan menyesuaikan dosisnya.
Kadar yang sangat tinggi ditangani di rumah sakit dengan cairan infus dan obat yang memperlambat pelepasan kalsium dari tulang, misalnya golongan bisfosfonat. Dialisis dipakai pada kasus berat yang tidak membaik dengan cara lain.
Pada hiperparatiroidisme primer, operasi mengangkat kelenjar yang terlalu aktif (paratiroidektomi) adalah satu-satunya cara yang bisa menyembuhkan. NIDDK menyebut operasi dipertimbangkan bila kalsium lebih dari 1 mg/dL di atas batas normal, ada batu ginjal, tulang menipis, atau usia di bawah 50 tahun. Kasus ringan bisa dipantau dengan tes darah tiap tahun dan tes kepadatan tulang tiap 1 sampai 2 tahun. Setelah operasi, laporan kasus RSCM menunjukkan kalsium bisa turun tajam (hungry bone syndrome), sehingga elektrolit dipantau ketat.
Langkah Menjaga Kadar Kalsium Tetap Seimbang
Sebagian penyebab sulit dicegah, tetapi kebiasaan berikut membantu menurunkan risiko:
Minum suplemen sesuai anjuran. Ikuti dosis kalsium dan vitamin D dari dokter dan hitung juga isi multivitamin. Bila khawatir mengalami kekurangan kalsium, periksa kadarnya sebelum menambah dosis sendiri.
Cukupi cairan. Minum air yang cukup membantu ginjal membuang kalsium dan mencegah dehidrasi. NIDDK menganjurkannya bagi orang dengan hiperparatiroidisme ringan.
Tetap aktif bergerak. Aktivitas fisik rutin menjaga tulang tetap kuat. Bila harus lama berbaring, tanyakan kepada dokter cara aman untuk tetap bergerak.
Sampaikan semua obat kepada dokter. Obat seperti lithium dan diuretik tiazid perlu dipantau pada orang yang berisiko. Jangan menghentikan obat apa pun tanpa arahan dokter.
Kenali Angka Kalsium Anda dan Tindak Lanjuti dengan Tenang
Hasil kalsium yang tinggi adalah petunjuk awal, dan penyebabnya bisa ditelusuri lewat tes darah, urine, dan pencitraan. Deteksi dini memberi lebih banyak pilihan, jadi diskusikan hasil Anda dengan dokter. Bila ingin menjadwalkan pemeriksaan, chat CS Bumame.
Lokasi Klinik Bumame
1. Klinik Bumame BSD
Ruko Northridge B1 No.16, Rw. Mekar Jaya, Kecamatan Serpong, Tangerang, Banten 15310
2. Klinik Bumame TB Simatupang
Jl. TB Simatupang No.33, RT.1/RW.5, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, DKI Jakarta 12550
3.Klinik Bumame Puri
Ruko Sentra Niaga Puri Indah Blok T6/23 RT.1/RW.2, Kembangan Sel., Kec. Kembangan, Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11610
4. Klinik Bumame Cideng
JAC Building, Jl. Jati Baru Raya No.28 5, Petojo Sel., Kecamatan Gambir, Kota Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10160
5. Klinik Bumame Kelapa Gading
Ruko Mall of Indonesia, Italian Walk Blok C 15-16, RT.18/RW.8, Klp. Gading Bar., Kec. Klp. Gading, Jkt Utara, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 14240
Referensi
MedlinePlus, National Library of Medicine. Calcium Blood Test.
Lewis JL, MSD Manual Consumer Version. Hypercalcemia (High Level of Calcium in the Blood).
National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases. Primary Hyperparathyroidism.
NIH Office of Dietary Supplements. Calcium, Fact Sheet for Consumers.
NIH Office of Dietary Supplements. Vitamin D, Fact Sheet for Consumers.
Ilone S, Yunir E, Dewi SA, Julian ED. InaJEMD, Indonesian Journal of Endocrinology Metabolism and Diabetes (PERKENI). Tertiary Hyperparathyroidism in Patient with End-Stage Chronic Renal Disease.
Firdausa S, Kusumaningtyas L, Tahapary DL, Wisnu W, Tarigan TJE. InaJEMD, Indonesian Journal of Endocrinology Metabolism and Diabetes (PERKENI). Mitigating Hungry Bone Syndrome: Case Reports on Best Practices After Parathyroidectomy.
Ditinjau secara medis oleh dr. Reycha Nabila
Frequently Asked Question
Apa itu hiperkalsemia?
Hiperkalsemia adalah kondisi ketika kadar kalsium dalam darah melebihi rentang normal. Kondisi ini dapat ditemukan melalui tes darah rutin, bahkan ketika seseorang belum merasakan gejala.
Apa penyebab kalsium darah tinggi?
Penyebabnya antara lain kelenjar paratiroid yang terlalu aktif, kanker tertentu, konsumsi vitamin D atau kalsium berlebihan, obat-obatan tertentu, serta kondisi terlalu lama tidak bergerak.
Apa saja gejala hiperkalsemia yang perlu dikenali?
Hiperkalsemia ringan sering tidak menimbulkan gejala. Keluhan yang mungkin muncul meliputi sembelit, mual, sering haus, sering buang air kecil, kelelahan, nyeri tulang, batu ginjal, dan kebingungan.
Apakah minum susu bisa menyebabkan hiperkalsemia?
Asupan kalsium dari makanan jarang menjadi penyebab utama hiperkalsemia. Namun, konsumsi susu dalam jumlah banyak bersama antasida berkalsium atau penggunaan suplemen berlebihan dapat meningkatkan risiko.
Apakah hiperkalsemia bisa sembuh?
Hiperkalsemia dapat membaik atau sembuh, bergantung pada penyebabnya. Penanganan bisa berupa penyesuaian suplemen, pemberian cairan dan obat di rumah sakit, atau operasi jika disebabkan hiperparatiroidisme primer.
