Sekantong salak pondoh di meja makan sering habis tanpa terasa. Rasanya manis, sedikit sepat, dan renyah, cocok untuk ibu hamil yang ingin camilan segar. Begitu buang air besar (BAB) terasa lebih keras beberapa hari kemudian, salak pun langsung dicurigai sebagai penyebabnya.
Kecurigaan ini membuat sebagian ibu hamil menjauhi salak sama sekali. Padahal, kehamilan sendiri bisa mengubah pola BAB, dan buah termasuk sumber serat yang dianjurkan selama hamil.
Artikel ini membahas keamanan dan kandungan salak, asal anggapan salak membuat sembelit, porsi harian, cara menikmatinya, siapa yang perlu lebih cermat, dan kapan perlu ke dokter.
Jawaban Singkat untuk Ibu Hamil Penggemar Salak
Pada kehamilan yang sehat, salak boleh dimakan. Salak tercantum sebagai salah satu buah penukar dalam Pedoman Gizi Seimbang dari Kementerian Kesehatan, yang juga meminta ibu hamil mengonsumsi aneka ragam pangan lebih banyak selama kehamilan.
NHS menganjurkan ibu hamil makan sedikitnya 5 porsi aneka buah dan sayur setiap hari. Serat di dalamnya membantu pencernaan dan bisa membantu mencegah sembelit. Ibu hamil juga tidak perlu makan untuk dua orang, jadi porsi tetap perlu diatur.
Kehati-hatian tetap diperlukan untuk makanan yang dilarang untuk ibu hamil, sementara salak cukup diatur porsinya. Bila Anda di awal kehamilan, perhatikan juga larangan ibu hamil trimester pertama yang punya dasar medis.
Serat, Gula Alami, dan Tanin di Balik Rasa Salak
Seperti buah lain, salak (Salacca zalacca) menyumbang vitamin, mineral, dan serat pangan, serta karbohidrat yang sebagian besar berupa fruktosa dan glukosa, yaitu gula alami buah.
Menurut Pedoman Gizi Seimbang, satu porsi buah mengandung sekitar 50 kalori dan 10 gram karbohidrat. Untuk salak, satu porsi setara dua buah sedang atau sekitar 65 gram daging buah tanpa kulit dan biji, pas untuk camilan sehat di sela waktu makan.
Salak juga mengandung tanin, senyawa alami dari kelompok polifenol. Penelitian di Universitas Gadjah Mada mendeteksi tanin pada lima kultivar salak, yaitu Condet, Gading, Jawa, Pondoh, dan Suwaru. Kemenkes menjelaskan bahwa pada buah yang masih muda, tanin bisa menimbulkan rasa sepat dan pahit.
Kebutuhan serat juga meningkat selama hamil. Menurut Kemenkes, kebutuhan serat ibu hamil bertambah 3 gram pada trimester pertama dan 4 gram pada trimester kedua dan ketiga.
Benarkah Salak Membuat Ibu Hamil Susah BAB?
Sembelit atau konstipasi adalah kondisi saat BAB kurang dari 3 kali seminggu, dengan tinja kering dan keras sehingga sulit dikeluarkan. BAB juga bisa terasa nyeri atau belum tuntas.
Penelitian yang menguji langsung efek salak terhadap BAB ibu hamil masih terbatas. Anggapan ini kemungkinan berangkat dari rasa sepatnya. Kemenkes menyebut asupan tanin dalam jumlah tinggi bisa memicu rasa tidak nyaman pada saluran cerna, sehingga makan banyak salak mengkal sekaligus bisa membuat perut kurang nyaman pada sebagian orang.
Ada pula yang menyalahkan selaput tipis di daging salak. Anggapan ini belum didukung penelitian yang jelas, tetapi mengupasnya tidak merugikan bila Anda merasa lebih nyaman.
Sembelit selama hamil juga punya banyak pemicu lain:
Perubahan hormon kehamilan. Kemenkes memasukkan kehamilan sebagai salah satu kondisi hormon yang memicu sembelit. NIDDK juga menyebut pola BAB bisa berubah saat hamil, bahkan ketika menu makan masih sama.
Suplemen zat besi. NIDDK menyebut suplemen zat besi bisa memperberat sembelit. Pedoman Gizi Seimbang tetap menyarankan ibu hamil minum satu tablet tambah darah per hari, jadi bicarakan keluhan ini dengan dokter atau bidan sebelum mengubah cara minumnya.
Kurang minum. Pedoman Gizi Seimbang menyebut ibu hamil memerlukan sekitar 2 sampai 3 liter air minum per hari, atau 8 sampai 12 gelas. Kebutuhan ini lebih tinggi daripada sebelum hamil.
Kurang serat dan kurang gerak. Kemenkes mencatat keduanya sebagai penyebab sembelit. Penanganan pertamanya adalah minum air putih, rutin berolahraga, serta makan sayur dan buah.
Jadi, bila BAB terasa keras setelah makan salak, faktor-faktor tersebut perlu ikut dicermati.
Takaran Salak Menurut Pedoman Gizi Seimbang
Patokan yang bisa dipakai adalah anjuran porsi buah dalam Pedoman Gizi Seimbang. Untuk ibu hamil dengan kebutuhan sekitar 2.500 kkal per hari, anjurannya 4 porsi buah. Karena dua buah salak sedang setara satu porsi, empat buah salak sudah mengisi dua dari empat porsi itu.
Sisanya bisa diisi buah lain agar asupan gizinya lebih beragam. Tabel berikut memuat beberapa buah yang setara satu porsi salak menurut daftar buah penukar Pedoman Gizi Seimbang.
Tabel ini membantu mengenali pola yang umum dan bukan alat diagnosis.
Berat bersih berarti berat tanpa kulit dan biji, dan ukuran buah di pasar bisa berbeda. Bila gula darah Anda tinggi, jumlah porsi buah per hari sebaiknya disesuaikan bersama dokter atau ahli gizi.
Memilih Salak Matang dan Menyantapnya dengan Nyaman
Beberapa kebiasaan berikut membantu Anda menikmati salak dengan lebih tenang:
Pilih salak yang matang, tetapi tidak terlalu matang. Salak muda cenderung lebih sepat karena kandungan tanin. Sebaliknya, makin matang buah, makin tinggi kandungan fruktosa dan glukosa sehingga rasanya makin manis. Pedoman Gizi Seimbang menyarankan buah yang terlalu matang dibatasi agar gula darah lebih terkendali.
Bilas salak dan cuci tangan sebelum mengupas. Tangan menyentuh kulit salak saat mengupas, lalu memegang daging buahnya. NHS menganjurkan ibu hamil mencuci buah dengan saksama untuk menghilangkan sisa tanah yang bisa mengandung parasit Toxoplasma.
Imbangi dengan air putih. Siapkan segelas air setiap kali makan camilan buah. Kebiasaan ini membantu Anda mencapai kebutuhan 8 sampai 12 gelas per hari.
Bagi porsinya sepanjang hari. Dua buah salak di pagi hari dan dua lagi di sore hari membuat asupan buah lebih merata. Pedoman Gizi Seimbang mencatat beberapa jenis buah bisa meningkatkan risiko perut kembung, sehingga porsi kecil bisa terasa lebih nyaman bagi sebagian orang.
Padukan dengan buah dan sayur lain. Menu yang beragam membantu memenuhi zat gizi penting selama hamil, seperti zat besi, kalsium, dan asam folat untuk ibu hamil. Sayuran hijau seperti bayam termasuk sumber asam folat.
Penyesuaian Porsi bagi Ibu dengan Kondisi Tertentu
Pada beberapa kondisi, porsi salak dan buah manis lain perlu diatur lebih teliti:
Ibu dengan diabetes gestasional. Diabetes gestasional adalah diabetes yang muncul hanya selama kehamilan dan biasanya diperiksa pada usia kehamilan 24 sampai 28 minggu. Kondisi ini termasuk salah satu jenis diabetes yang bisa menimbulkan masalah kesehatan pada ibu dan bayi. Penanganannya meliputi pola makan sehat dan aktivitas fisik, jadi jumlah buah manis per hari sebaiknya dibicarakan dengan dokter atau ahli gizi.
Ibu dengan anemia atau yang rutin minum tablet tambah darah. Zat besi berperan dalam pembentukan hemoglobin, dan kekurangan hemoglobin disebut anemia. Kemenkes mencatat tanin dalam jumlah berlebih bisa mengurangi penyerapan zat besi, jadi tanyakan kepada dokter atau bidan waktu minum tablet dan vitamin ibu hamil setiap trimester yang sesuai. Ikan, daging, hati, dan tempe tetap perlu ada di menu sebagai makanan untuk anemia yang kaya zat besi.
Ibu yang sedang sembelit. Bila BAB sudah keras, perbanyak air putih serta sayur lebih dulu, lalu nikmati salak matang dalam porsi kecil. Perhatikan apakah keluhan membaik atau bertambah, lalu sampaikan polanya kepada dokter atau bidan.
Tanda Sembelit saat Hamil yang Perlu Dibawa ke Dokter
Penanganan pertama sembelit adalah memperbaiki pola makan, minum, dan aktivitas. Namun, NIDDK menganjurkan segera menemui dokter bila sembelit disertai tanda berikut:
Darah pada tinja atau perdarahan dari dubur. BAB berdarah perlu dicari sumbernya oleh dokter. Sampaikan warna darah dan seberapa sering keluhan ini muncul.
Nyeri perut terus-menerus atau tidak bisa buang angin. Keluhan ini perlu diperiksa segera, terutama bila nyeri makin kuat. Catat sejak kapan nyeri muncul dan kapan terakhir kali Anda BAB.
Muntah atau demam. Kedua tanda ini perlu dinilai dokter bila muncul bersama sembelit. Sampaikan juga bila Anda sulit makan dan minum.
Nyeri punggung bawah atau berat badan turun tanpa sebab. NIDDK memasukkan keduanya ke dalam tanda yang membutuhkan pemeriksaan segera. Dokter bisa menilai apakah keluhan ini berkaitan dengan sembelit atau kondisi lain.
Bicarakan juga dengan dokter atau bidan sebelum memakai obat pencahar atau jamu pelancar BAB.
Gula Darah dan Hemoglobin sebagai Bagian Kontrol Kehamilan
Buah manis seperti salak menyumbang gula alami, sementara kebutuhan zat besi untuk membentuk hemoglobin meningkat selama hamil. Pemeriksaan gula darah dan hemoglobin membantu dokter memantau keduanya, melengkapi tes darah saat hamil lainnya. Bila dokter menyarankan pemeriksaan ini, Bumame menyediakan Paket Ibu Hamil Rutin yang berisi pemeriksaan Hematologi Lengkap dan Glukosa Puasa. Menurut halaman produknya, pemeriksaan ini memerlukan puasa 8 sampai 12 jam, tersedia secara Walk In maupun Home Care, dan hasilnya keluar dalam 1x24 jam. Untuk pertanyaan seputar pemeriksaan, hubungi CS Bumame lewat WhatsApp.
Teruskan Kebiasaan Makan Buah dengan Cara yang Nyaman
Salak bisa menjadi camilan yang menyenangkan selama hamil. Pilih yang matang, bilas dan cuci tangan sebelum mengupas, cukupi air putih, dan jadikan salak salah satu dari beberapa porsi buah harian.
Bila sembelit tetap mengganggu, bicarakan dengan dokter atau bidan saat kontrol. Langkah kecil yang konsisten membantu Anda menjalani kehamilan dengan lebih nyaman.
Lokasi Klinik Bumame
1. Klinik Bumame BSD
Ruko Northridge B1 No.16, Rw. Mekar Jaya, Kecamatan Serpong, Tangerang, Banten 15310
2. Klinik Bumame TB Simatupang
Jl. TB Simatupang No.33, RT.1/RW.5, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, DKI Jakarta 12550
3.Klinik Bumame Puri
Ruko Sentra Niaga Puri Indah Blok T6/23 RT.1/RW.2, Kembangan Sel., Kec. Kembangan, Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11610
4. Klinik Bumame Cideng
JAC Building, Jl. Jati Baru Raya No.28 5, Petojo Sel., Kecamatan Gambir, Kota Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10160
5. Klinik Bumame Kelapa Gading
Ruko Mall of Indonesia, Italian Walk Blok C 15-16, RT.18/RW.8, Klp. Gading Bar., Kec. Klp. Gading, Jkt Utara, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 14240
Referensi
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 41 Tahun 2014 tentang Pedoman Gizi Seimbang.
Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan, Kementerian Kesehatan RI. Sudah Cukupkah Konsumsi Serat Harian Anda.
Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan, Kementerian Kesehatan RI. Konstipasi.
Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan, Kementerian Kesehatan RI. Tanin dalam Kehidupan Sehari-hari dari Khasiat hingga Efek yang Perlu Diperhatikan.
Istiqomah AN, Universitas Gadjah Mada. Pemetaan Senyawa dan Kandungan Total Tanin, Flavonoid dan Alkaloid serta Aktivitas Antioksidan pada Buah Salak (Salacca zalacca (Gaertn.) Voss).
NHS. Have a healthy diet in pregnancy.
National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases (NIDDK). Symptoms & Causes of Constipation.
National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases (NIDDK). Gestational Diabetes.
Ditinjau secara medis oleh dr. Denizha Irfani
Frequently Asked Question
Apakah ibu hamil boleh makan salak setiap hari?
Boleh, selama porsinya wajar dan diselingi buah lain. Dua buah salak sedang setara satu porsi buah. Pedoman Gizi Seimbang menganjurkan sekitar empat porsi buah per hari bagi ibu hamil dengan kebutuhan energi sekitar 2.500 kkal.
Benarkah salak membuat susah BAB saat hamil?
Penelitian yang menguji langsung hubungan salak dengan sembelit pada ibu hamil masih terbatas. Salak mengkal dalam jumlah banyak dapat membuat perut kurang nyaman pada sebagian orang. Sembelit juga bisa dipengaruhi perubahan hormon, suplemen zat besi, kurang minum, kurang serat, dan kurang gerak.
Apa manfaat salak untuk ibu hamil?
Salak menyumbang serat, vitamin, mineral, dan gula alami sebagai sumber energi. Serat dari buah membantu mendukung pencernaan dan dapat membantu mencegah sembelit selama kehamilan.
Bolehkah ibu hamil dengan diabetes gestasional makan salak?
Boleh dengan porsi yang disesuaikan dengan rencana makan bersama dokter atau ahli gizi. Salak mengandung gula alami, sehingga sebaiknya tidak dikonsumsi dalam jumlah banyak sekaligus.
Kapan sembelit saat hamil perlu diperiksakan ke dokter?
Segera periksakan diri jika sembelit disertai darah pada tinja, nyeri perut terus-menerus, tidak bisa buang angin, muntah, demam, atau berat badan turun tanpa sebab. Konsultasikan juga dengan dokter atau bidan sebelum menggunakan obat pencahar atau jamu pelancar BAB.
